Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kemiskinan Rumah Tangga Di Desa Purpura Dan Oirata Barat

Kemiskinan Rumah Tangga Di Desa Purpura Dan Oirata Barat

Ratings: (0)|Views: 614|Likes:
Published by Zeth Patty

More info:

Published by: Zeth Patty on Feb 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/22/2012

pdf

text

original

 
KEMISKINAN RUMAH TANGGA DI DAERAH PEDESAAN LAHAN KERINGDI DESA PURPURA DAN DESA OIRATA BARATKECAMATAN PULAU PULAU TERSELATANKABUPATEN MALUKU BARAT DAYARaihana Kaplale
 Dosen Fakultas Pertanian Universitas Pattimura - Ambon
ABSTRACT
 Poverty is a complex multi-dimensional problem, so that partial poverty reduction policy often does not touch the poverty problem. The purposes of this study are to:(1) understand the concept of poverty by government and society, (2) understand the factors that cause poverty, (3) research poverty reduction programs, and (4) developa sustainable strategy of poverty reduction in two villages of the study. The results showed that the average household expenditure was Rp. 193.157 per month which is still below the poverty standard of Sajogyo. These factors include the cultural causesof poverty, climate and policy and government programs that have not succeeded inhelping people get out of the poverty cycle. Poverty reduction strategies need to bemade from partial and sectoral approach to a holistic, comprehensive and cross-sector approach, focused on developing local and regional food processing industry, educationand health subsidies, building and maintaining transportation infrastructure as well as productive incentives for the poor who are economically active. Keywords : Poverty, household, expenditure, standard of Sajogyo
PENDAHULUANLatar Belakang
Kemiskinan merupakan persoalan multidimensi yang cukup kompleks yang tetap adadari waktu ke waktu. Berbagai kebijakan danlangkah upaya pengentasan kemiskinan telahdilakukan, tetapi kemiskinan tetap ada. Kenyataanini mengindikasikan bahwa upaya dan kebijakanyang diambil selama ini belum menyentuh akar  permasalahan kemiskinan yang menjadi faktor  penyebab muncul dan bertahannya kemiskinandalam masyarakat di suatu daerah atau Negara(Usman & Moeis, 2006).Provinsi Maluku merupakan salah satu provinsi yang kaya akan sumber daya alam baik di darat maupun di laut. Sebagian besar kekayaanalam Maluku terdapat di daerah pedesaan,sehingga mayoritas masyarakatnya memilikimata pencaharian yang lebih mengarah padasektor pertanian. Desa Purpura dan Desa OirataBarat merupakan desa yang terletak di KabupatenMaluku Barat Daya tepatnya pada KecamatanPulau-Pulau Terselatan. Menurut data BPM(2009), jumlah keluarga miskin pada kecamatanini mencapai 2.346 jiwa. Angka kemiskinan yangrelatif besar pada kecamatan ini secara tidak langsung menggambarkan keadaan kemiskinan dikedua desa tersebut. Sebagian besar masyarakat baik Desa Purpura maupun Desa Oirata Barat berorientasi pada sektor pertanian, namunketersediaan lahan yang dominan merupakanlahan kering turut mempengaruhi tingkat produktivitas dan pendapatan yang pada akhirnya juga turut mempengaruhi tingkat kemiskinan dikedua desa ini.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuikonsep kemiskinan menurut pemerintah danmasyarakat di Desa Purpura dan di Desa OirataBarat, faktor-faktor penyebab kemiskinan,mengetahui program-program dari pemerintah,Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) danmasyarakat di Desa Purpura dan di DesaOirata Barat dalam menanggulangi masalahkemiskinan, serta mengembangkan strategi penanggulangan kemiskinan secara berkelanjutan pada kedua desa tersebut. Hasil penelitian inidiharapkan dapat berguna sebagai bahan acuan bagi pemerintah dalam pengambilan kebijakanagar lebih memfokuskan program-program penanggulangan kemiskinan sesuai dengankebutuhan masyarakat miskin.
 
326Jurnal Agroforestri
Volume V Nomor 4 Desember 2010
Kemiskinan Rumah Tangga di Daerah Pedesaan Lahan Kering di Desa Purpura dan Desa OirataBarat Kecamatan Pulau Pulau Terselatan Kabupaten Maluku Barat Daya
METODE PENELITIANPelaksanaan Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di DesaPurpura dan di Desa Oirata Barat, KecamatanPulau Terselatan Kabupaten Maluku Barat Dayaselama tiga bulan. Diambil sampel sebanyak 40responden dari Desa Purpura (45 % dari jumlah populasi yakni 89 KK) dan 40 responden dariDesa Oirata Barat (36 % dari jumlah populasiyakni 110 KK) yang diambil secara acak sederhana (
Simple Random Sampling 
).
 Analisis Data
Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif yang disesuaikan dengan masalah penelitian. Masalah pertama dianalisis secarakualitatif dan kuantitatif statistik deskriptif yaknidengan mengukur konsep kemiskinan melalui persepsi rumah tangga dan nilai rupiah.. Masalahyang kedua mengenai faktor-faktor penentukemiskinan, dianalisis secara kualitatif, yaknidengan menganalisis faktor-faktor seperti: faktor sosial ekonomi, faktor iklim, dan faktor budaya,Dan masalah ketiga dianalisis dengan metodeevaluasi yakni melihat dampak program terhadaprumah tangga. Caranya, membandingkantingkat kemiskinan sebelum dan sesudah program. Masalah yang keempat dianalisisdengan menggunakan metode SWOT (
Strength,Weakness, Opportunity, Threat 
).
HASIL DAN PEMBAHASANKonsep Kemiskinan
Kriteria yang digunakan oleh BadanPusat Statistik BPS untuk mengukur gariskemiskinan adalah dengan membandingkan pengeluaran rumah tangga, baik pangan maupunnon pangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pengeluaran masyarakat di Desa Purpuradan di Desa Oirata Barat berdasarkan disajikan pada tabel 1.
Tabel 1. Pengeluaran Rumahtangga
 NoPengeluaranDesa OirataBarat (OB)PersentaseDesa Purpura(P)PersentaseRata-rata(OB + P)PersentaseRp/RT/Bln%Rp/RT/Bln%Rp/RT/Bln%
 Pengeluaran pangan
1.*Serealia21598718,520106016,2208523.517.272.Umbi-umbian362503,1147001,2254752.113.Pangan hewani13335011,51182219,5125785.510.424.Minyak dan lema418123,6306702,5362413.005.Kacang-kacangan288122,5270602,2279362.316.Sayur-sayuran602125,2493004,0547564.547.Buah-buahan191001,6234802,0212901.768.Jajanan268252,3189201,522872.51.899.MP ASI87500,867600,577550.6410.**Lain-lain450003,9337102,7393553.26Sub Total61610052,952388142,3569989.547.21
 Pengeluaran non pangan
1.Kesehatan541004,6359302,9450153.732.Pendidikan916507,9734405,9825456.843.Dapu25991122,344708636,1353498.529.284.Perumahan138621,2129601,0134111.115.Pakaian236252,0105500,917087.51.426.Transportasi480504,11040008,3760256.307.***Lain-lain578255,0415003,349662.54.11Sub Total54902347,171546657,7637244.552.79Total116512310012393461001207234100.00
 Pendapatan perkapita
233025247869241447
Standar BPS 
217599
Standar Sajogyo
213333
 Bias 20%
186420198295193157
Miskin
Sumber : Data Olahan,2009
 
327
Raihana Kaplale
Jurnal Agroforestri
Volume V Nomor 4 Desember 2010
Ket:* Serealia : Beras, Jagung dan Tepung Terigu** Lain-lain : Gula, Teh, Kopi dan Garam***Lain-lain : Sumbangan (iuran/denda dankado), Tabungan, Telpon dan pulsa, Rokok,Pembantu serta ZakatPada Tabel 1 di atas terlihat angka pengeluaran non pangan untuk kategori dapur sangat besar. Hal ini disebabkan oleh adanya penggunaan kayu bakar dalam jumlah yangcukup besar, disamping penggunaan minyak tanah sebagai bahan bakar. Meskipun untuk memperolehnya tidaklah membutuhkan biaya
(
masyarakat mengambil di hutan), namun tetapdiuangkan dengan harga Rp. 5000,- per ikat. Rata-rata jumlah kayu bakar yang digunakan untuk Desa Oirata Barat dan Desa Purpura masing-masing adalah 50 ikat dan 89 ikat per bulan.Sehingga jika kayu bakar tidak dimasukan dalam pengeluaran rumah tangga maka pengeluaran pangan akan lebih besar dari non pangan.BPS mengukur kemiskinan denganmenggunakan pengeluaran rumah tangga yakni pangan dan non pangan, dimana jika pangan lebih besar dari non pangan maka dikatakan miskin.Pada Tabel di atas terlihat angka pengeluarannon pangan
(
53 %) lebih besar dari pangan
(
47%), dimana pada kelompok pangan persentasetertinggi pada serealia dan pangan hewani sertanon pangan pada kebutuhan dapur dan pendidikan. Namun jika kayu bakar tidak dimasukkan pada pengeluaran dapur, maka diperoleh pengeluaran pangan akan lebih besar dari non pangan. Hal inisecara tidak langsung mengindikasikan bahwamasyarakat pada kedua desa ini masih hidupdibawah garis kemiskinan.Pemerintah menetapkan pendapatan perkapita rata-rata masyarakat Maluku sebesar Rp. 367.350/kap/bln. Angka ini diperoleh dari jumlah pendapatan seluruh masyarakat kota dandesa dibagi dua. Angka inilah yang menjadi dasar  bagi pemerintah daerah untuk menyatakan bahwaMaluku tidak tergolong miskin. Kenyataan yangterjadi pada Desa Purpura dan Oirata Barat jelasmembuktikan bahwa masih banyak masyarakatdesa yang hidup di bawah garis kemiskinan.Di Desa Purpura persentase pengeluarantertinggi ada pada kelompok non pangan yaknisebesar 58 persen dan terendah pada kelompok  pangan yakni sebesar 42 persen. Dimana pengeluaran pangan tertinggi adalah seralia
(
16%
)
, disusul pangan hewani
(
10 %
)
serta sayur-sayuran
(
4 %
)
, dan terendah adalah MP ASI
(
0,5%
)
, disusul Buah-buahan dan jajanan
(
2 %
)
. Padakelompok non pangan persentase pengeluarannon pangan tertinggi adalah dapur 
(
36 %
)
, disusultransportasi
(
8 %
)
, serta pendidikan
(
6 %
)
, danterendah adalah pakaian dan perumahan
(
1 %
)
.
Konsep Kemiskinan Menurut Pemerintah
Menurut Pemerintah masyarakat yangtergolong miskin adalah mereka yang tidak mampumemenuhi kebutuhan dasar baik pangan maupunnon pangan. Khusus untuk kebutuhan pangan pemerintah berasumsi bahwa ketidakmampuanmasyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan pokok dalam hal ini beras, maka masyarakattersebut tergolong miskin. Sehingga berdasarkanasumsi pemerintah tersebut, bantuan berupa raskindan BLT merupakan salah satu jalan keluar yangdiambil pemerintah untuk mengatasi masalahkemiskinan yang juga terjadi di daerah ini.
Konsep Kemiskinan Menurut Masyarakat
Berdasarkan hasil wawancara denganresponden di lapangan dengan menggunakan pendekatan subjektif yakni menilai kemiskinan berdasarkan pendapat atau pandangan orangmiskin itu sendiri, maka diperoleh hasil yangdisajikan pada Tabel 2 berikut ini :

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->