Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kajian Pertumbuhan Padi Gogo Varietas Lokal Di Kecamatan Tobelo Timur Kabupaten Halmahera Utara

Kajian Pertumbuhan Padi Gogo Varietas Lokal Di Kecamatan Tobelo Timur Kabupaten Halmahera Utara

Ratings: (0)|Views: 629|Likes:
Published by Zeth Patty

More info:

Published by: Zeth Patty on Feb 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

02/20/2013

pdf

text

original

 
KAJIAN PERTUMBUHAN PADI GOGO VARIETAS LOKALDI KECAMATAN TOBELO TIMUR KABUPATEN HALMAHERA UTARAAriance Y. Kastanja
Dosen Agroforestri Politeknik Perdamaian Halmahera – Tobelo
ABSTRACT
The aim of this research was determine the soil condition and growth of upland rice in several villages in the East Tobelo Sub District. Sampling was done using multistagerandom sampling, where the measurement data was analysed using variance nested design. The research result indicated that soil pH at dte differend between neutral and acidic according to the growth of upland rice i.e between 5,95 – 7,12 %. Soil nutrient were better in several villages, Paca village compared to orther areas to a high organicmatter content. Production of Darauke upland rice variety in Yaro village was high(2,5 ton/ha) compared to production rates in other villages. Key words : Soil condition, growth rice, East Tobelo
PENDAHULUANLatar Belakang
Indonesia dikenal sebagai negara agrarisdi mana pertanian merupakan salah satu sektor  penting dalam pembangunan, dan berperan dalammemenuhi kebutuhan pangan seluruh rakyat.Beras merupakan bahan pangan yang menjadimakanan pokok bagi sebagian besar penduduk Indonesia, karena itu beras memegang peranan penting dalam kehidupan ekonomi Indonesia.Permintaan akan beras semakin meningkat dariwaktu ke waktu dengan semakin bertambahnya penduduk, hal ini menyebabkan terjadinya perubahan pola konsumsi penduduk dari non beraske beras, sehingga untuk mencukupi kebutuhan pangan, produksi beras harus ditingkatkan.Di lain pihak terjadi pengurangan lahansawah irigasi intensif akibat konversi lahan untuk kepentingan di luar pertanian, dan munculnyafenomena degradasi kesuburan lahan yangmenyebabkan produktivitas padi sawah irigasicenderung mengalami pelandaian. MenurutIndraningsih
et al 
., (2003) dalam kurun waktusepuluh tahun dari tahun 1989 hingga tahun1999 telah terjadi alih fungsi lahan sawah seluas1.6 juta ha, sekitar 1 juta ha diantaranya terjadidi Pulau Jawa, hal ini menyebabkan terjadinya penurunan produksi. Berkaitan dengan haltersebut maka perlu diupayakan penanggulanganmelalui peningkatan produktivitas lahan sawahyang ada, pencetakan lahan irigasi baru, dan pengembangan lahan potensial lainnya termasuk di dalamnya lahan kering.Selama ini peningkatan produksi tanaman pangan di Indonesia khususnya tanaman padimasih dititikberatkan pada pelaksanaanintensifikasi padi sawah. Usaha ini padaakhirnya tidak banyak membantu, karena arealintensi
kasi akan mencapai kejenuhan. Untuk menanggulangi hal tersebut salah satu usaha yang perlu dilakukan adalah dengan melaksanakan program pengembangan tanaman padi lahankering atau padi gogo.Hingga saat ini padi gogo sulit berkembangmeskipun potensi penggunaan lahan di Indonesiasangat luas. Kurang diminatinya penggunaan padi gogo oleh petani dikarenakan perbedaan produktivitas dan kualitas padi gogo yangdiperoleh petani lebih rendah dibandingkandengan penanaman komoditas lain. Rendahnya produktivitas dan kualitas padi gogo tersebutmendorong pemulia tanaman untuk melakukan pengembangan varietas baru padi gogo, yangmeliputi peningkatan produktivitas padi, peningkatan kualitas padi dan peningkatanketahanan penyakit pada padi.Peningkatan produktivitas padi gogosebagai salah satu alternatif usahatani bagi petanidapat diusahakan pada lahan kering. Selain untuk memenuhi kebutuhan pangan di daerah setempat, pengembangan usahatani padi gogo diharapkandapat mendukung peningkatan produksi nasional.
 
288Jurnal Agroforestri
 
Volume V Nomor 4 Desember 2010Kajian Pertumbuhan Padi Gogo Varietas Lokal di Kecamatan Tobelo Timur Kabupaten Halmahera Utara
Saat ini areal pertanaman padi gogo sekitar 1,2 juta hektar dan menyumbang 5,1% terhadap produksi beras nasional. Rata-rata produksi padinasional selama lima tahun terakhir mencapai52,010 juta ton, dari produksi tersebut sumbangan padi gogo sebesar 2,6 juta ton. Hal ini eratkaitanya dengan proporsi luas areal padi gogoyang relatif kecil dengan tingkat produktivitassebesar 2,4 ton/ha atau baru mencapai 43% dari produksi padi sawah yang mencapai 5,68 t/ha(BPS, 2005). Di samping itu luas lahan keringyang telah diusahakan di Halmahera Utara adalah109.753 ha, dan direncanakan lahan keringyang akan dikembangkan untuk usaha pertaniandiantaranya bagi pengembangan usahatani padigogo sebesar 530.894 ha (BPS, 2009).Produksi padi gogo di KabupatenHalmahera Utara masih sangat rendah dan perludikembangkan dan ditingkatkan produksinya.Upaya peningkatan produksi yang akandilaksanakan perlu didasarkan atas pemahamanyang mendalam tentang karakteristik padi gogodi daerah ini, baik variates yang ada maupun pertumbuhan di daerah ini.Penelitian tentang budidaya padi gogotelah banyak dilakukan, namun untuk PropinsiMaluku Utara khususnya Kabupaten HalmaheraUtara penelitian yang menyangkut aspek budidaya belum dilaksanakan. Hal ini mendorong penulisuntuk melakukan penelitian tentang pertumbuhan padi gogo di kabupaten Halmahera Utara.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuikeadaan tanah serta pertumbuhan dan hasil padigogo varietas lokal di beberapa kecamatan.
METODE PENELITIANPelaksanaan Penelitian
Pelaksanaan penelitian selama 3 bulandan dilaksanakan pada Kecamatan Tobelo Timur yakni pada Desa Mawea, Paca, Leleoto, danYaro. Metode yang digunakan dalam penelitianini adalah metode survei budidaya tanaman,di mana penentuan lokasi penelitian dilakukansecara multistage random sampling. Pemilihandesa disampling secara random, dan dipilihsebanyak 10 petani sampel, sehingga jumlahkeseluruhan adalah 40 orang petani sampel.Bahan yang digunakan dalam penelitian iniadalah sampel polulasi tanaman padi gogo milik  petani, sedangkan alat yang digunakan adalahmeteran, kamera, voice recorder, kuisioner, danalat tulis.
Tahapan Penelitian
Penelitian ini dilakukan meliputi duatahapan sebagai berikut :a. Pengujian sampel tanahSampel tanah diambil dari lokasi pengama-tan dan selanjutnya dianalisis di Laboratori-um untuk mengetahui unsur hara makro dankandungan bahan organik yang terkandungdidalamnya. b. Pengukuran komponen pertumbuhan danhasil tanamanPengamatan dan pengukuran komponen pertumbuhan tanaman dilakukan langsung padalokasi pengamatan. Pengukuran komponen hasil panen dilakukan dengan caraubinan mengikutistandar Badan Pusat Statistik (BPS) yaitu 2,5 m
2
 x 2,5 m
2
. Komponen-komponen tersebut antaralain
 
:a) Tinggi tanaman (cm), Pengukuran dilakukan pada saat tanaman menjelang panen. Tinggitanaman adalah panjang tanaman diukur dari permukaan tanah hingga ujung daunyang paling tinggi dengan jumlah 5 tanamansampel yang diambil secara acak. b) Jumlah anakan produktif per rumpun, Per-hitungan dilakukan dengan cara menghitung jumlah rumpun yang menghasilkan malaidibagi dengan jumlah anakan tertinggi yangdihasilkan dikali dengan 100%.c) Jumlah malai per rumpun, ditentukan denganmenghitung jumlah anakan yang menghasil-kan malai pada setiap rumpun, diamati saat panen yang diambil dari rumpun 5 sampeltanaman.d) Berat 1000 butir gabah, (Ka 14 %) diperolehdengan cara menimbang 1000 butir gabah bernas yang telah diketahui kadar airnya.e) Produksi gabah kering giling, (Ka 14%)diambil dari hasil panen petak produksiukuran 2,5 x 2,5 m disesuaikan dengan luasubinan. Bobot gabah kering giling per petak dikonversi dalam kadar air 14%.
 
289
Ariance Y. Kastanja
Jurnal Agroforestri
Volume V Nomor 4 Desember 2010
Analisis Data
1. Jenis tanah dan kandungan unsur hara makroditampilkan dalam bentuk tabulasi data.2.
 
Analisis pertumbuhan dan hasil pada gogo.
Untuk menghitung berat seribu butir dilakukan dengan menggunakanrumus:
gramax100)x%(14100 100)x%(M100  butir 1000Berat
=
(1)
Perhitungan hasil panen dilakukandengan persamaan konversi sebagai berikut:
)5,25,2()( 25.6000.10)/(
22
m xm seluaskg  BG x mmhakg  HP 
=
(2)Dimana :HP = Hasil PanenBG = Berat Gabah
Analisis keragaman pertumbuhantanaman dilakukan dengan menggunakanrancangan tersarang (
 Nested Design
),yang dilakukan pada tingkat kepercayaan(
 signi
  fi
cant level 
) 95%. Selanjutnya jikaterdapat beda nyata dilanjutkan dengan pengujian uji Jarak Ganda Duncan untuk membandingkan beda antar sampel(Gomez, 1995). Bila terdapat perbedaanyang nyata (*) dimana Fh > F.
05
atau berbeda sangat nyata dimana Fh > F.
01
,maka pengujian dilanjutkan dengan UjiBNJ taraf 5 %.
HASIL DAN PEMBAHASAN1.
Keadaan Tanah
 
Selain kondisi iklim lokal, perkembangantanaman padi gogo juga berhubungan dengankondisi tanah. Keadaan tanah di daerah HalmaheraUtara sebagian besar merupakan tanah vulkanik sangat menguntungkan bagi tanaman padigogo. Gunung api Dukono di wilayah GalelaKabupaten Halmahera Utara pada waktu tertentumenyemburkan abu vulkan dan material lainnya,hal ini sangat membantu dalam proses pergantian hara mineral yang diserap tanaman padi gogo untuk  pertumbuhannya.
Tabel 1. Hasil Analisis Tanah Pada Masing-Masing Kecamatan Tobelo Timur di Kabupaten Halmahera Utara
Kecamatan/DesapHBON totP totK tot(H
2
O) (%)(gr)(me) %Mawea
5,964,970,103,181,62 
Paca
7,125,970,231,922,61 
Leleoto
6,463,880,511,791,62 
Yaro
6,04,310,292,311,97Sumber : Data hasil analisisSifat
sik/kesuburan tanah di KecamatanTobelo Timur dicirikan oleh karakteristik 
sik dan kimia tanah disajikan pada Tabel 2. Untuk C-organik juga terbagi dua kategori yaitutinggi dan sangat tinggi, selanjutnya untuk kandungan N-total digolongkan dari sangatrendah, rendah, sedang dan tinggi sedangkanuntuk P-total tergolong sangat tinggi padakeempat kecamatan.Keadaan pH tanah pada masing-masingdesa berkisar antara 5,96 sampai 7,12 sehingga pada keempat desa tersebut pH tanahnyadikelompokkan dalam dua kategori yaitu agak masam dan netral. Tingkat kemasaman tanah (pH)yang sesuai bagi pertumbuhan dan perkembangan padi gogo berkisar antara 5,5 – 6,5 (Anonim,1990).Pertumbuhan tanaman secara langsungmaupun tidak langsung ditentukan oleh pHtanah. Secara langsung pH tanah mempengaruhi pertumbuhan tanaman melalui pengaruh langsungion H
dan secara tidak langsung yaitu pH tanahdapat menyebabkan tidak tersedianya unsur hara. Kebanyakan tanaman toleran terhadap pH

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->