Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
70Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PROSIDING Seminar Hasil Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat, UNILA, Oktober 2011

PROSIDING Seminar Hasil Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat, UNILA, Oktober 2011

Ratings: (0)|Views: 4,060 |Likes:
Published by Hamim Sudarsono
Penggerek batang tebu Chilo aurichilius Dudgeon dari famili Pyralidae (Lepidoptera)
menyebabkan kerugian cukup penting pada perkebunan tebu. Alternatif terbaik untuk
pengendalian penggerek batang ini dalam skala luas adalah dengan menggunakan varietas tebu
resisten dan menggunakan musuh alami sebagai agensia hayati. Penelitian ini dilaksanakan
dengan tujuan untuk: (1) membandingkan bobot larva, bobot kotoran dan panjang gerekan
penggerek batang tebu berkilat C. auricilius yang hidup pada varietas tebu RGM 90-599, RGM 00-
612, GM 21 dan GP 11; dan (2) menyelidiki kualitas indikator fitness dan kemampuan parasitasi
dari beberapa generasi Trichogramma chilonis hasil pembiakan laboratorium. Hasil percobaan
menunjukkan bahwa varietas GP 11 relatif lebih tahan terhadap serangan hama C. auricilius
dibandingkan dengan varietas RGM 90-599 dan RGM 00-612. Data pada percobaan pengaruh
generasi terhadap indikator kinerja biologis parasitoid T. chilonis memperlihatkan adanya
tendensi penurunan kualitas pada koloni yang berasal dari generasi yang lebih lama dibiakkan di
laboratorium. Kemampuan T. chilonis pada generasi F 9 dalam memarasit telur C. auricilius
secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan generasi-generasi yang lebih awal.
Walaupun indikator-indikator lain tidak secara tegas menunjukkan pola penurunannya, data
percobaan memperlihatkan bahwa T. chilonis yang diperoleh dari alam (F 0) selalu mempunyai
indikator yang lebih baik sebagai parasitoid.
Penggerek batang tebu Chilo aurichilius Dudgeon dari famili Pyralidae (Lepidoptera)
menyebabkan kerugian cukup penting pada perkebunan tebu. Alternatif terbaik untuk
pengendalian penggerek batang ini dalam skala luas adalah dengan menggunakan varietas tebu
resisten dan menggunakan musuh alami sebagai agensia hayati. Penelitian ini dilaksanakan
dengan tujuan untuk: (1) membandingkan bobot larva, bobot kotoran dan panjang gerekan
penggerek batang tebu berkilat C. auricilius yang hidup pada varietas tebu RGM 90-599, RGM 00-
612, GM 21 dan GP 11; dan (2) menyelidiki kualitas indikator fitness dan kemampuan parasitasi
dari beberapa generasi Trichogramma chilonis hasil pembiakan laboratorium. Hasil percobaan
menunjukkan bahwa varietas GP 11 relatif lebih tahan terhadap serangan hama C. auricilius
dibandingkan dengan varietas RGM 90-599 dan RGM 00-612. Data pada percobaan pengaruh
generasi terhadap indikator kinerja biologis parasitoid T. chilonis memperlihatkan adanya
tendensi penurunan kualitas pada koloni yang berasal dari generasi yang lebih lama dibiakkan di
laboratorium. Kemampuan T. chilonis pada generasi F 9 dalam memarasit telur C. auricilius
secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan generasi-generasi yang lebih awal.
Walaupun indikator-indikator lain tidak secara tegas menunjukkan pola penurunannya, data
percobaan memperlihatkan bahwa T. chilonis yang diperoleh dari alam (F 0) selalu mempunyai
indikator yang lebih baik sebagai parasitoid.

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Hamim Sudarsono on Feb 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/21/2013

pdf

text

original

 
 
Seminar Hasil Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat UNILA - 21 September 2011
 
PROSIDING
ISBN
 
978–979
8510
22
9
KELOMPOK 1
 
 
Seminar Hasil Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat UNILA - 21 September 2011
 
PROSIDING
 
I
1ISBN
 
978–979
8510
22
9
 
KEANEKARAGAMAN JENIS DAN KARAKTERISTIK IKAN-IKANDI PERAIRAN WAY TULANG BAWANG, KABUPATEN TULANGBAWANG
 
Indra Gumay Yudha
PS Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Lampung
ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan pada Oktober-November 2009 di Kecamatan Menggala, Kabupaten TulangBawang, Lampung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji komposisi jenis dankarakteristik ikan-ikan yang tertangkap di perairan Way Tulang Bawang. Metode penelitian yangdigunakan adalah metode survei dengan mengumpulkan ikan-ikan yang tertangkap oleh nelayansetempat untuk selanjutnya dianalisis di laboratorium. Identifikasi ikan dilakukan berdasarkanKottelat
et.al.
(2003). Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa jenis-jenis ikan yangdominan di Way Tulang Bawang adalah ikan-ikan famili Cyprinidae dengan komposisi 91,98%.Ikan-ikan tersebut sebagian besar merupakan herbivora. Ikan-ikan yang dominan adalah wader
 
(
Osteochilus
 
enneaporus
), ikan palau (
Osteochilus hasseltii
), ikan lampan (
Barbodes gonionotus
), dan ikan ulubatu (
Barbichthys laevis
).
Kata kunci
: komposisi jenis ikan, Way Tulang Bawang,
PENDAHULUAN
Provinsi Lampung memiliki sumberdaya perikanan di perairan umum yang cukup potensial, baikyang berupa sungai, danau, waduk, maupun rawa-rawa air tawar. Salah satu perairan umum diProvinsi Lampung, yaitu Way Tulang Bawang di Kabupaten Tulang Bawang, telah lama dikenalsebagai penghasil ikan-ikan air tawar ekonomis tinggi, seperti belida, baung, betutu, gabus, lais,keting, seluang, jelabat, tambakan, gurami, tawes, palau, nilem, wader, mas, sepat, udanggalah, dan lain-lain. Selain itu terdapat juga beberapa jenis ikan hias air tawar yang cukuppopular di masyarakat, seperti botia, beta, sumatera, betok, barbir, arwana, ikan kaca, danlain-lain.Kondisi sumberdaya perikanan di perairan umum di Kabupaten Tulang Bawang dari tahun ketahun semakin menurun dan bahkan beberapa jenis ikan lokal (
indegenous spesies
) diperkirakanterancam punah. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu: hilangnya habitat biota airtersebut akibat konversi lahan; penggundulan hutan yang mengakibatkan sedimentasi danpendangkalan perairan umum; pencemaran perairan, penangkapan ikan yang tidak ramahlingkungan dengan menggunakan arus listrik, racun, ataupun jaring
stow net
yang memilikiukuran mata jaring kecil; serta eksploitasi yang berlebihan.Dalam Undang-Undang No.31 Tahun 2004 tentang Perikanan antara lain diatur tentang konservasisumberdaya ikan yang dilakukan melalui konservasi ekosistem, konservasi jenis, dan konservasigenetik. Upaya konservasi sumberdaya ikan pada dasarnya tidak dapat dipisahkan denganpengelolan sumberdaya ikan dan lingkungannya secara keseluruhan. Mengingat karakteristiksumberdaya ikan dan lingkungannya mempunyai sensitivitas yang tinggi terhadap pengaruh iklimglobal maupun iklim musiman serta aspek-aspek keterkaitan ekosistem antar wilayah perairan,maka dalam upaya pengembangan dan pengelolaan konservasi sumberdaya ikan harusberdasarkan prinsip kehati-hatian dengan dukungan bukti-bukti ilmiah.

Activity (70)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Gede Adiputra liked this
cahya_dwie liked this
Ramli Salasa liked this
fyanari liked this
Ieda Royyan liked this
Ai Ajeng liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->