Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
24Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Semnas LS 2011 Makalah Fisika

Semnas LS 2011 Makalah Fisika

Ratings: (0)|Views: 798 |Likes:
Published by Mochammad Haikal

More info:

Published by: Mochammad Haikal on Feb 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/16/2012

pdf

text

original

 
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 4
PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIKDANKUALITAS PEMBELAJARAN SECARA BERKELANJUTAN
(Continuing Professional Development)
Seminar Nasional Lesson Study 4 Fisika | 1
MENINGKATKAN KUALITAS BELAJAR FISIKA SISWAMENERAPKAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TYPESTAD PADA MATERI PESAWAT SEDERHANA
Yayuk Sudarwati
SMPN 2 Gempol Pasuruan Jl. Dau Darmorejo Kepulungan Gempol
Abstrak:
Banyak variable yang mempengaruhi cara belajar siswa, mencakup factor-faktor fisik dannon fisik. Oleh sebab itu metode yang diterapkan di kelas harus memperhatikan keberagaman cara belajar siswa. Salah satu indikator tercapainya kualitas serta kesuksesan nyata bagi siswa adalah perolehan nilai hasil belajar siswa minimal mencapai KKM. Dalam pembelajaran selama dilakukanPenelitian Tindakan Kelas materi pesawat sederhana ini diterapkan model pembelajaran cooperativelearning tipe STAD didukung Kecakapan guru dalam mengelola kelas menggunakan Media berupagambar, alat praktikum, alat peraga dan power point. Hasil pembelajaran menunjukan peningkatanaktifitas belajar dan hasil belajar siswa.
Kata kunci
: STAD, kualitas belajar, pesawat sederhana
Fisika sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah bersama mata pelajaran sains yang lain adalahilmu yang diharapkan dapat menciptakan siswa berilmu dan berketrampilan yang unggul. Melalui penguasaan mata pelajaran fisika baik proses, produk, maupun sikap yang baik, siswa diharapkan mampumengembangkan ilmunya dan mampu membina kerja sama yang sinergi demi tercapainya efisiensi danefektivitas, kualitas serta kesuksesan nyata bagi siswa. Memungkinkan dijaminnya kerjasama berbagaisumber daya kemampuan dalam meningkatkan pengalaman kreasi, inovasi, prestasi dan ketinggian moralsiswa.Salah satu indikator tercapainya kualitas serta kesuksesan nyata bagi siswa adalah perolehan nilaihasil belajar siswa mencapai minimal sesuai KKM. Penunjang dari indikator di atas yaitu tersedianyasarana dan prasarana pendukung serta kecakapan guru dalam pengelolaan kelas dan penguasaan materiyang cukup mendalam. Pembelajaran Fisika sulit dipahami siswa jika proses pembelajaran tidak didukungdengan metode yang menarik dan media yang mudah diamati. Media berupa gambar, alat praktikum, alat peraga dan power point dan lain-lain dapat dimanfaatkan untuk memaksimalkan pembelajaran.Banyak variable yang mempengaruhi cara belajar seseorang, mencakup factor-faktor fisik dan nonfisik. Ada anak mudah belajar melalui belajar kelompok, anak yang lain bisa belajar lebih mudah bilasendirian. Ada anak mudah belajar sambil mendengar musik, ada yang dapat berkonsentrasi hanya dalamkeadaan sepi. Ada juga yang mudah belajar dengan gaya kinestetik yaitu belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh
.
Berdasarkan
 pengamatan selama proses belajar sejak 3 bulan sebelumnya, cara belajar siswa di kelas VIII A ini beragam. Oleh sebab itu metode dan alat pembelajaran yang diterapkan dikelas harus memperhatikan keberagaman cara belajar siswa sebagai anak yang berbeda tersebut.Dalam penelitian ini model pembelajaran yang dipilih adalah cooperative learning type STAD(Standard Teams Achievement Divisions) yaitu pembelajaran yang memiliki enam fase yang membentuk fondasi untuk pengurutan pelajaran IPA, yaitu 1) Menyampaikan tujuan dan motivasi
,
2) Menyajikaninformasi
,
3)
 
Mengorganisasi siswa ke dalam kelompok belajar 
,
4)Membimbing lelompok bekerja dan belajar 
,
5)
 
Evaluasi,
 
6) Penilaian/ pemberian penghargaan.
 
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 4
PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIKDANKUALITAS PEMBELAJARAN SECARA BERKELANJUTAN
(Continuing Professional Development)
Seminar Nasional Lesson Study 4 Fisika | 2
Media mengajar merupakan segala macam bentuk perangsang dan alat yang disediakan guru untuk mendorong siswa belajar (Nana, 2005 : 108). Pengertian media yang cukup luas mencakup berbagai perangsang belajar yang sering disebut sebagai audio visual aid. Media juga merupakan salah satu saranauntuk meningkatkan kegiatan proses belajar mengajar. Ada berbagai macam media pembelajaran yangdapat digunakan berupa audio, visual dan audio visual antara lain film, Power Point, gambar/carta, alat peraga, alat eksperimen, buku, dan lain-lain. Dalam PTK ini peneliti menggunakan bantuan media power  poin, gambar/carta, dan alat eksperimen. Gambar/carta dibuat sendiri oleh peneliti sederhanamenggunakan kertas karton putih dengan pewarna krayon.Prestasi belajar atau hasil belajar adalah suatu istilah yang digunakan untuk mewujudkan suatutingkat keberhasilan tentang suatu usaha yang telah dicapai. Dalam hal ini diperlukan pengukuran terhadaphasil belajar untuk mengetahui sudah sampai dimana suatu tujuan telah dicapai. Bloom (dalam Winkel,1989) membagi hasil belajar dalam tiga ranah, yaitu kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotor. Dalam penelitian ini ranah yang diamati hanya kognitif saja. Ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang dibagi dalam enam aspek, yaitu pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis danevaluasi. Pengetahuan mencakup kemampuan mengingat tentang hal yang telah dipelajari dan tersimpandalam ingatan pengetahuan berkenaan dengan fakta, peristiwa, pengertian, kaidah, prinsip, teori danmetode.Pemahaman mencakup kemampuan untuk menyerap pengertian dari hal-hal yang telah dipelajari.Kemampuan seseorang untuk memahami sesuatu dapat dilihat dari kemampuannya menyerap suatu materikemudian mengkomunikasikannya. Aplikasi merupakan kemampuan untuk menerapkan pengetahuan yangtelah diperoleh dalam kegiatan pembelajaran untuk menghadapi situasi baru yang ada dalam kehidupansehari-hari. Dalam aplikasi ini dapat diukur dari kemampuan dalam menggunakan konsep, prinsip, teoridan metode untuk menghadapi masalah dalam kehidupan sehari-hari. Analisis memberikan penekanan pada kemampuan untuk merinci sesuatu menjadi bagian-bagian dan cara mengorganisasikannya. Sintesismerupakan proses pemahaman terhadap unsur-unsur atau bagian-bagian, kemudian mengkombinasikannyadengan sesuatu cara sehingga sebelumnya yang tidak tampak akan menjadi jelas, siswa dituntut untuk memahami konsep, prinsip, teori dan hukum sehingga memberikan pemahaman baru. Evaluasi, siswadiharapkan dapat mengambil keputusan-keputusan dan mempertimbangkan masalah nilai, tujuan, metode penyelesaian termasuk didalamnya pertimbangan mengenai efektifitas dan ketepatannya. Penelitian inihanya menggunakan evaluasi ranah kognitif dengan aspek pengetahuan, pemahaman, aplikasi dan analisiskualitatif dan evaluasi.Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajarancooperative learning type STAD dengan menggunakan media power point, gambar/carta dan alat praktikum, pada kualitas belajar siswa kelas VIII A SMPN 2 Gempol dalam materi Pesawat Sederhanamata pelajaran Fisika.
METODE
Subjek penelitian adalah siswa di kelas VIII A SMP Negeri 2 Gempol yang berjumlah 39 siswa terdiridari 18 laki-laki dan 21 perempuan. Diambilnya subyek ini atas dasar pertimbangan bahwa (1) subjek adalah siswa peneliti dalam melaksanakan tugas mengajar di kelas sehari-hari, (2) dipilih secara acak,dengan pertimbangan dapat mewakili 6 kelas parallel yang ada di kelas VIII. Kompetensi Dasar yangdikembangkan adalah kompetensi dasar (KD) 5.4. Melakukan percobaan tentang pesawat sederhana dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Materi pada siklus 1 : Tuas/Pengungkit, Materi pada siklus 2 :Bidang miring. Tiap siklus diterapkan tahap perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Data berupalembar kerja siswa (LKS), lembar observasi dan lembar evaluasi.
Hasil dan Pembahasan
Pada pengamatan proses pembelajaran sebelumnya diperoleh data bahwa siswa kelas VIII A SMPN 2Gempol merupakan gabungan/oplosan dari kelas VII yang telah beberapa kali diamati dalam pelaksanaan
 
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 4
PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIKDANKUALITAS PEMBELAJARAN SECARA BERKELANJUTAN
(Continuing Professional Development)
Seminar Nasional Lesson Study 4 Fisika | 3
LSBS, belum dapat memanfaatkan alat praktikum secara maksimal untuk menarik kesimpulan dalam pembelajaran fisika. Hal ini terjadi mungkin karena belum ada pendukung media dalam jumlah cukupyang menghubungkan konsep dengan kehidupan sehari-hari. Kadang-kadang praktikum memerlukanwaktu yang cukup lama. Untuk itu diperlukan membuat media pendukung berupa power point dan cartadalam upaya memanfaatkan waktu yang tersedia secara efektif. Diharapkan siswa menggunakan alat praktikum dengan bekerja sama yang kompak dengan anggota kelompok, jujur dalam mengumpulkan data pengukuran dan dapat mengambil kesimpulan yang obyektif berdasarkan hasil pengamatan.Pada siklus 1 ditunjukkan gambar tuas dan jungkat- jungkit untuk menarik perhatian siswa.Selanjutnya ditunjukan berbagai benda disekitar siswa yang menggunakan prinsip tuas melalui power  point. Konsep tuas dijelaskan melalui power point dengan singkat. Alat eksperimen digunakan secarakelompok yang masing-masing terdiri dari 4 siswa. Setelah data dicatat dilakukan diskusi kelompok dandiskusi kelas. Interaksi siswa dengan siswa dirangsang untuk mendapat kesimpulan yang benar  berdasarkan hasil data pengamatan. Kemampuan kognitif banyak diamati pada tahap kegiatan inti. Temuan pembelajaran pada siklus 1, siswa banyak terlibat aktif dalam belajar, interaksi siswa dengan alat praktikummendukung penemuan kesimpulan pada penguasaan konsep yang benar, media carta sangat sesuai padatahap motivasi dan kegiatan penutup, efektif mendukung proses pembelajaran. Namun power point perludipertimbangkan efetifitasnya sebab perannya dapat digantikan oleh carta.Pada siklus 2 carta tetap digunakan untuk memotivasi anak didik di awal pembelajaran dan di akhir  pembelajaran untuk proses pengambilan kesimpulan. Perhatian guru membimbing kelompok lebih meratamenjangkau siswa yang kurang aktif, pertanyaan yang sifatnya memancing siswa pada tahap apersepsi dan pada tahap diskusi lebih banyak sehingga siswa yang menjawab lebih banyak. Pemberian pujian dan penghargaan pada siswa dan kelompok yang aktif lebih banyak disampaikan sehingga siswa lebih aktif dalam diskusi kelas.Diperoleh hasil observasi refleksi pada siklus 1 bahwa model cooperative Learning tipe STADdengan menggunakan media tersebut dapat mempermudah proses belajar siswa. Namun perlu ada perbaikan yang diterapkan pada tindakan siklus 2 berdasarkan saran dari nara sumber Prof. Koji Sato yangturut mengamati open class kali ini, yaitu power point tidak harus digunakan jika tidak sangat diperlukan.Carta dalam materi tuas dan bidang miring dapat digunakan maksimal dengan meningkatkan aktifitasdiskusi siswa dan tanya jawab dengan guru sehingga komunikasi dalam kelas berlangsung lebih lancar.Pengukuran dilakukan jujur dan lebih teliti, siswa tidak lagi kesulitan dengan satuan dalam pengukuranselama praktikum. Perolehan data dalam kegiatan praktikum siklus 2 dapat memudahkan siswa menyusunkesimpulan dengan benar.Analisa data menunjukan adanya peningkatan hasil belajar. Rata-rata nilai tes evaluasi setelah adatindakan naik dari 70,0 menjadi 77,5. Kemampuan proses yang diamati menunjukkan peningkatan. Skor ketercapaian tindakan aspek Ketrampilan menggunakan alat naik dari 75 % menjadi 86%. Ini berartihampir semua siswa terlibat aktif menggunakan alat praktikum dalam belajar. Aspek kemampuanmenggunakan data naik dari 69,4% menjadi 83,8%. Atas arahan guru siswa sudah terlihat aktif melakukan pengukuran dan mau menganalisa data kelompok secara bersama-sama. Aspek Kemampuan diskusi naik dari 63,9% menjadi 80,5%. Komunikasi siswa dengan siswa dan siswa dengan guru berjalan lancar. Aspek kemampuan menyusun kesimpulan naik dari
 
69,4% menjadi 80,5%. Saling membelajarkan pada prosesdiskusi dapat membantu siswa membuat kesimpulan yang benar berdasarkan kegiatan praktikum.
KESIMPULAN
Penelitian tindakan kelas menerapkan model pembelajaran cooperative Learning tipe STADmenggunakan bantuan media carta dan alat praktikum yang tepat dapat meningkatkan hasil belajar siswakelas VIII A SMPN 2 Gempol Pasuruan. Kemampuan guru sebagai fasilitator pembelajaran dalammengelola kelas sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas belajar siswa melalui pelaksanaan RPPyang tepat. Pemilihan media dan metode yang tepat dapat meningkatkan ketrampilan proses belajar siswayang pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Activity (24)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Gochay Gochenkk liked this
Nhyne Fisika liked this
Eko Shaggy liked this
Hery Guevara liked this
Fatimah Nabila liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->