Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
35Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
buku panduan IPSRS

buku panduan IPSRS

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 3,980 |Likes:
Published by rs_mb4651

More info:

Published by: rs_mb4651 on Feb 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/03/2014

pdf

text

original

 
BUKU PETUNJUK TEKNISPEMELIHARAAN SARANA – PRASARANARUMAH SAKIT MITRA BANGSA PATI
I. PENGERTIANA. U m u m
1.
Pemeliharaan Sarana - prasarana adalah kegiatan untuk menjaga kehandalansarana – prasarana agar selalu dalam keadaan layak fungsi.
2.
Perawatan Sarana - prasarana adalah kegiatan untuk memperbaiki dan / ataumengganti bagian / komponen sarana dan prasarana agar selalu dalam keadaanlayak fungsi.
B. T e k n i s
1.
Air Limbah
 
adalah semua air yang berasal dari buangan proses rumah tangga( limbah domestik ) dan proses industri ( limbah industri ).
2.
Air Kotor 
 
adalah semua air yang bercampur dengan kotoran – kotoran dapur,kamar mandi, kakus dan peralatan – peralatan pembuangan lainnya.
3.
Atrium adalah suatu ruang dalam suatu gedung yang menghubungkan dua ataulebih tingkat / lantai, di mana :
a.
Seluruh atau sebagian ruangnya tertutup pada bagian atasnya olehlantai atau atap, termasuk struktur atap kaca
 b.
Termasuk setiap ruang yang berbatasan / berdekatan tetapi tidakterpisahkan oleh pembatas
c.
Tidak termasuk lorong tangga, lorong ramp, atau ruang dalam saf.
4.
Gedung
 
adalah bangunan yang didirikan dan atau diletakkan dalam suatulingkungan sebagian atau seluruhnya pada, di atas, atau di dalam tanah dan / atauperairan secara tetap yang berfungsi sebagai tempat manusia untuk melakukankegiatan bertempat tinggal, berusaha, berinteraksi, dan kegiatan lainnya.
5.
Gedung Turutan
 
adalah bangunan sebagai tambahan atau pengembangan daribangunan yang sudah ada.
6.
Gedung Umum
 
adalah bangunan yang berfungsi untuk tempat manusiaberkumpul, mengadakan pertemuan, dan melaksanakan kegiatan yang bersifatpublik lainnya.
7.
Gedung induk adalah bangunan yang mempunyai fungsi dominan dalammelakukan kegiatan.
8.
Fungsi Gedung sebagai fungsi hunian ataupun fungsi khusus harus memenuhipersyaratan baik secara teknis maupun administratif yang ditentukan berdasarkanketentuan yang berlaku.
9.
Klasifikasi Gedung adalah penggolongan dari fungsi gedung berdasarkanpemenuhan tingkat persyaratan teknis / administrasinya.
10.
Baku Tingkat Getaran Mekanik / Kejut adalah batas maksimal tingkat getaranmekanik / kejut yang diperbolehkan dan usaha atau kegiatan pada media padatsehingga tidak menimbulkan gangguan terhadap kenyamanan dan kesehatan sertakeutuhan gedung.
 
11.
Baku Tingkat Kebisingan adalah batas maksimal tingkat kebisingan yangdiperbolehkan sehingga tidak menimbulkan gangguan kesehatan manusia dankenyamanan lingkungan.
12.
Daerah Hijau Gedung, yang selanjutnya disebut DHG adalah ruang terbuka padabangunan yang dimanfaatkan untuk penghijauan.
13.
Dinding Pembatas adalah dinding yang menjadi pembatas antara gedung.
14.
Dinding Luar adalah suatu dinding bangunan terluar yang bukan merupakandinding pembatas.
15.
Dinding Luar Non – structural adalah suatu dinding luar yang tidak memikulbeban dan bukan merupakan dinding panel.
16.
Garis Sempadan Gedung merupakan jarak bebas minimum dari bidang terluar suatu massa gedung terhadap :a.Batas lahan yang dikuasai
 b.
Batas tepi sungai / parit
c.
Antar massa bangunan lainnya, atau
d.
Saluran, jaringan tegangan tinggi listrik, jaringan pipa gas dan sebagainya.
17.
Garis Sempadan Pagar adalah garis bagian luar dari pagar persil atau pagapekarangan.
18.
Garis Sempadan Loteng adalah garis yang terhitung dari tepi jalan berbatasanyang tidak diperkenankan didirikan tingkat bangunan.
19.
Getaran adalah gerakan bolak – balik suatu massa melalui keadaan seimbangterhadap suatu titik acuan.
20.
Getaran Kejut adalah getaran yang berlangsung secara tiba – tiba dan sesaat.
21.
Getaran Mekanik adalah getaran yang ditimbulkan oleh sarana dan peralatankegiatan manusia.
22.
Getaran Seismik adalah getaran tanah yang disebabkan oleh peristiwa alam dankegiatan manusia.
23.
Jarak Antara Gedung adalah jarak terkecil antara bangunan yang diukur antarapermukaan – permukaan denah bangunan.
24.
Jaringan Persil adalah jaringan sanitasi dan jaringan drainasi dalam persil.
25.
Jaringan Saluran Umum Kota adalah jaringan sarana dan prasarana saluranumum perkotaan, seperti jaringan sanitasi dan jaringan drainasi.
26.
Kamar adalah ruangan yang tertutup seluruhnya atau sebagian, untuk tempatkegiatan manusia, selain kamar untuk MCK dan dapur.
27.
Kebisingan adalah bunyi yang tidak diinginkan dari usaha atau kegiatan dalamtingkat dan waktu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia dankenyamanan lingkungan.
28.
Koefisien Dasar Bangunan ( KDB ) adalah koefisien perbandingan antara luaslantai dasar bangunan terhadap luas persil / kaveling / blok peruntukan.
29.
Koefisien Daerah Hijau ( KDH ) adalah angka prosentase perbandingan antaraluas ruang terbuka di luar bangunan yang diperuntukkan bagi pertamanan /penghijauan dengan luas tanah perpetakan / daerah perencanaan yang dikuasaisesuai rencana tata ruang dan tata gedung yang ada.
30.
Koefisien Lantai Besmen ( KLB ) adalah koefisien perbandingan antara luaskeseluruhan lantai bangunan terhadap luas persil / kaveling / blok peruntukan.
 
31.
Koefiesien Tapak Besmen ( KTB ) adalah angka prosentasi perbandingan luastapak besmen dengan luas tanah perpetakan / daerah perencanaan yang dikuasaisesuai dengan rencana tata ruang dan tata bangunan yang ada.
32.
Lubang Atrium adalah ruang dari suatu atrium yang dikelilingi oleh batas pinggir bukaan lantai atau oleh batas pinggir lantai dan dinding luar.
33.
Pekarangan adalah bagian yang kosong dari suatu persil / kaveling / blokperuntukan bangunan.
34.
Rencana Tata Gedung dan Lingkungan ( RTGL ) adalah pedoman rencanateknik, program tata bangunan dan lingkungan, serta pedoman pengendalianpelaksanaan yang umumnya meliputi suatu lingkungan / kawasan (
urban designand development guidelines
).
35.
Sambungan Jaringan adalah penghubung antara sesuatu jaringan persil dengan jaringan saluran umum kota.
36.
Tingkat kebisingan adalah ukuran energi bunyi yang dinyatakan dalam satuandesibel disingkat dB.
37.
Tingkat Ketahanan Api ( TKA )
,
adalah tingkat ketahanan api yangdipersyaratakan pada bagian atau komponen gedung ukuran waktu satuan menit,dengan kriteria – kriteria berurut yaitu aspek ketahanan struktural, integritas, daninsulasi. Contoh : TKA 90 / - / 60 berarti hanya terdapat persyaratan TKA untukketahanan struktural 90 menit dan insulasi 60 menit.
38.
Tinggi Bangunan adalah jarak antara garis potong permukaan atap denganmuka gedung bagian luar dan permukaan lantai denah bawah.
39.
Tinggi Efektif adalah tinggi ke lantai tingkat paling atas ( tidak termasuk lantaiatap ), bila hanya terdiri atas mesin lif, tangki air atau unit pelayanan lainnya darilantai dasar / tanah (
ground floor 
) yang menyediakan jalan keluar langsung menuju jalan atau ruang terbuka.
C.
Istilah Khusus
1.
Buffing 
adalah cara membersihkan lantai dengan mesin, termasuk menggosokdengan menggunakan bulu atau kain, dan penggunaan secara berkala dengan
steel wool 
atau
spon nylon
untuk menghilangkan bekas kaki atau lumpur, sampaipermukaan lantai benar – benar bersih, merata dan mengkilap.
2.
Pembersihan Dinding adalah cara membersihkan cat, kertas atau dinding kayudengan tidak menggunakan air, kecuali dengan instruksi khusus dan dibersihkandengan menggunakan bulu ayam ( kemoceng ) setinggi dinding.
3.
Damp Mopping 
adalah membersihkan lantai atau permukaan lainnya denganpengepel benang atau spon, dan deterjen atau obat pembersih kotoran biladiperlukan, serta menggunakan air seminim mungkin sampai permukaan yang dipelbebas dari kotoran, debu dan air yang berlebih.
4.
Damp Wiping 
adalah cara untuk menghilangkan minyak, bercak tangan padapermukaan yang dicat atau lainnya menggunakan kain lembut yang bersih dengandeterjen yang lembut dan air hangat yang diperas sebelum digunakan.
5.
Dry Moping 
adalah cara penggosokan ringan pada daerah yang jarang dilalui,atau lantai licin dengan mop penggosok yang tebal.
6.
Pembersihan debu adalah cara penggunaan
duster 
lembab atau
hand mop
yangtebal dan berbulu, atau
vacuum
pembersih debu dengan
nozzle
-nya yang cocoksampai permukaan yang berdebu bebas dari debu, sarang laba laba, bercakkotoran atau debu – debu lainnya yang dapat dilihat.

Activity (35)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Fadrin Adhyaksa liked this
Onchyzuki Aw liked this
riuhardana liked this
Marina Wijayanti liked this
Rangga Munggaran liked this
Saipullah Klmn liked this
efaizah_1 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->