Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Karakterisitik Petani Kelapa Dan Produksi Kopra Rakyat

Karakterisitik Petani Kelapa Dan Produksi Kopra Rakyat

Ratings: (0)|Views: 280 |Likes:
Published by Zeth Patty

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Zeth Patty on Feb 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/25/2014

pdf

text

original

 
KARAKTERISTIK PETANI KELAPA DAN PRODUKSI KOPRA RAKYATDI KABUPATEN HALMAHERA UTARAZeth Patty
 Dosen Agroforestri Politeknik Perdamaian Halmahera – Tobelo
ABSTRACT
The aim of this research was (1) to know the characteristic of coconut farmers (2) toanalyse the factors in
  fl 
uencing the production of copra, (3) to determine the in
  fl 
uenc-ing of secondary crops on copra production. The location of this research was selected to avoid subjective sample selection. The collection of primary data was conducted through direct interview by utilizing a questionnaire. Farmer information was presented in the form of descriptive statistic data, for the factors in
  fl 
uencing copra production,multiple linear regression with least square method (OLS) was used. The result of thisresearch indicates that : (1) farmer but age group was 26 - 60 years 86,67%; about 57,78% had secondary education (SLTP and SLTA); and 30% of farmers planted their coconut trees using ideal plant spacing with 107 - 126 trees per hectare (2) factorsin
  fl 
uence copra production are : number of labourers, number of coconut trees, farmer experience and existence of secondary crops either as perennial or annual crop types(3) Cultivation of annual crops as secondary crops had an signi
  fi
cant in
  fl 
uence onincreasing copra production Key words : characteristic, copra production, secondary crop
PENDAHULUAN
Indonesia merupakan salah satu negaraagraris yang kehidupan perekenomiannyatidak bisa lepas dari sektor pertanian. Hal inikarena sektor pertanian, masih tetap memegang peranan penting yakni sebagai penyedia bahan pangan bagi seluruh masyarakat, serta menopang pertumbuhan industri dalam hal penyediaan bahan baku industri.Sub sektor perkebunan, merupakan bagian dari sektor pertanian yang memberikankontribusi besar dalam perekonomian Indonesia.Secara umum tanaman perkebunan mempunyai peranan yang besar, terutama dalam penyediaanlapangan kerja, pendapatan dari ekspor dansumber pertumbuhan ekonomi.Tanaman kelapa (
Cocos nucifera
. Linn.)dalam perekonomian Indonesia merupakan salahsatu komoditi strategis karena perannya yangsangat besar, baik sebagai sumber pendapatanmaupun sumber bahan baku industri. DataDirektorat Jenderal Perkebunan menunjukkan bahwa luas tanaman kelapa Indonesia mencapai3.728.600 ha, sekitar 92,40% diantaranyaadalah kelapa dalam yang diusahakan sebagai perkebunan rakyat, sedangkan kelapa hibridahanya sekitar 4%. Salah satu produk olahan darikelapa yang cukup potensial diperdagangkandi pasar dunia adalah kopra, yang merupakanhasil pengeringan daging kelapa, dan banyak diusahakan oleh masyarakat Indonesia sebagai bahan baku pembuatan minyak kelapa. Konsumsikopra dalam pasar internasional dikelompokkanke dalam sektor industri (bahan baku), karenakopra tidak dapat dikonsumsi langsung olehkonsumen akhir tetapi harus diubah menjadi
Crude Coconut Oil 
(CCO)
 ,
yang kemudiandiubah menjadi minyak goreng, bahan bakuolekimia untuk pembuatan sabun, kosmetik, danlain sebagainya. Negara-negara yang dikenalsebagai penghasil utama kopra antara lainFilipina, Indonesia, India, Meksiko, Thailanddan Srilangka.Data BPS Halmahera Utara tahun 2009,menunjukkan bahwa tanaman kelapa masihmenjadi tanaman unggulan di daerah ini, denganluas areal perkebunan kelapa mencapai 61.143,65hektar dengan produksi ± 83.379,60 ton per tahun,dan jumlah petani kelapa yang mencapai 36.112kepala keluarga. Luasnya perkebunan kelapadi daerah ini karena tanaman kelapa (
Cocosnucifera
. Linn) memang sudah lama dikenal didaerah Halmahera Utara, sejak diintroduksi sekitar awal abad 19 yang lalu. Secara turun-temuruntanaman kelapa diusahakan sebagai tanaman
 
336Jurnal Agroforestri
Volume V Nomor 4 Desember 2010Karakteristik Petani Kelapa dan Produksi Kopra Rakyat di Kabupaten Halmahera Utara
 pekarangan, baik untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan, obat bahkan bahan kosmetikatradisional. Kedatangan bangsa-bangsa Eropake daerah-daerah di Pasifik merupakan awaldimulainya usaha komersialisasi kelapa dalam bentuk perkebunan di daerah Pasi
k, termasuk daerah Tobelo di Kabupaten Halmahera Utara,yang kemudian dikenal dengan daerah WKO(Wari Klapper Onderneming dan Wosia Klapper Onderneming). Hal ini juga telah mendorong perkembangan usaha kelapa rakyat, tetapi terbatasdalam skala kecil. (Nanere, 2007).Potensi kelapa di atas, mestinya menjadi potensi yang luar biasa bagi pengembanganekonomi masyarakat, namun sayangnya kondisiyang terjadi adalah potensi yang ada belumdapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga belum mampu melepaskan masyarakat darikondisi kemiskinan. Kondisi kemiskinandi Halmahera Utara sampai saat ini masihcukup memprihatinkan. Hasil analisis denganmenggunakan 15 variabel kriteria penentuanstatus desa, menunjukkan bahwa 80% dari196 desa, pada 17 kecamatan di kabupaten ini,dikategorikan desa tertinggal, dengan 19% penduduknya tergolong miskin. Masih tingginyatingkat kemiskinan masyarakat yang didugasebagai akibat dari rendahnya produksi kopra dan pendapatan yang diterima. Kondisi ini dianggap perlu mendapat perhatian berbagai pihak terutama pemerintah daerah untuk mengkaji lebih jauh berbagai hal yang terkait dengan produksi koprarakyat dan pendapatan yang diterima petanikelapa di daerah ini. Berdasarkan penjelasandi atas, maka penelitian ini bertujuan untuk:(1) mengetahui karakteristik petani kelapa diHalmahera Utara, (2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kopra, (3)mengetahui pengaruh tanaman sela terhadap produksi kopra.
METODE PENELITIANPelaksanaan Penelitian
Penelitian ini mengunakan metode analisisdeskriptif, yakni memusatkan pada suatukelompok manusia, suatu set kondisi, suatusistem pemikiran maupun suatu peristiwa  padamasa sekarang (Nazir, 1983). Daerah sampelditentukan secara sengaja (
 purposive sampling 
)yakni di Kecamatan Tobelo Selatan, Galela Baratdan Kao Utara, pada periode panen 2009 / 2010.Penentuan daerah penelitian didasarkan pada pertimbangan kecamatan tersebut merupakandaerah dengan luas lahan kelapa dan produksikopra tertinggi di masing-masing wilayah. Petanisampel diambil secara acak (
 simple random sampling 
) sebanyak 90 petani sampel.
Analisis Data
Untuk karakteristik petani kelapadijelaskan secara kualitatif dengan menggunakanmetode statistik deskriptif 
,
sedangkan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kopra digunakan Metode RegresiLinier Berganda
,
disesuaikan dengan pendapatSoekartawi (2003) maupun Widarjono (2007),sebagai berikut :ln Y =
β
0
+
β
1
ln X
1
+
β
2
ln X
2
+
β
3
ln X
3
+
β
4
ln X
4
+
β
5
ln X
5
+
β
6
ln X
6
+ d
1
D
11
+ d
1
D
12 +
eKeterangan :Y (Prod) : Produksi kopra (Kg)
β
0
: Intercept
β
1
,
β
2
,
β
3
,
β
n : Koe
sien regresiX
1
(Labour) : Jumlah tenaga kerja (HOK)X
2
(Trees) : Jumlah tanaman menghasilkan(pohon)X
3
(Age_trees): Umur tanaman kelapa
 
(tahun)X
4
(Land) :
 
Luas lahan kelapa (ha) X
5
((Edu) : Pendidikan petani (tahun)X
6
(Exprc) : Pengalaman Petani (tahun)D
11
:
 
Dummy
 
tanaman selatahunand
11
= 1 :
 
Tanaman tahunand
11
= 0
 
:
 
lainnyaD
12
:
 
Dummy
 
tanaman selasemusimd
12
= 1
 
: Tanaman semusimd
12
= 0
 
: lainnyae : Faktor pengganggu (
error 
)Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan komoditi kopra dilakukan dengan pengujian model secara statistik yakni :
Uji Koefisien Determinasi (R 
2
) untuk mengukur proporsi atau persentase dari totalvariasi variabel dependen (Y) yang dapat
 
337
Zeth Patty
Jurnal Agroforestri
Volume V Nomor 4 Desember 2010
independen yang bersangkutan berpengaruhsecara individual terhadap variabel dependen.Agar menghasilkan model regresi yangBLUE, maka perlu dilakukan uji asumsi klasik.Uji asumsi klasik yang diuji dalam penelitianini yaitu :
Uji Multikolinieritas, untuk menguji apakahterdapat hubungan linier antara variabelindependen di dalam regresi. Model regresiyang baik seharusnya tidak terjadi korelasidi antara variabel independen. Menurut Gu- jarati (2006), untuk mendeteksi ada tidaknyamultikolinearitas, digunakan uji nilai koe
-sien korelasi, dimana apabila nilai koe
sienkorelasi
0,8 maka variabel bebas tersebutterjadi multikolinearitas dan sebaliknya jika nilai koefsien korelasi
0,8 maka tidak terjadi multikolinearitas.
Uji Heterokedastisitas, untuk mengetahuiapakah dalam model regresi terjadi ketidak-samaan varians dari residual satu pengama-tan ke pengamatan yang lain. Prosedur ujiheteroskedastisitas dilakukan dengan meng-gunakan Uji White
(Widarjono, 2007).
Uji White didasarkan pada jumlah sampel(n) dikalikan dengan R 
2
yang akan mengikutidistribusi chi-squared dengan degree of free-dom sebanyak variabel independen, tidak termasuk konstanta. Mencari nilai F hitungdengan rumus (Widarjono, 2007) :
22
.
 Df  
 X  Rn
=
Keterangan :
2
= Koe
sien determinasin = jumlah observasiJika nilai
 X 
2
 
hitung
 
 
 X 
2tabel
, hipotesis nol (H
0
)ditolak, berarti terjadi heteroskedastisitas.Jika nilai
 X 
2hitung
<
 X 
2tabel
, hipotesisalternatif (H
a
) ditolak, berarti tidak terjadiheteroskedastisitas atau terjadi kondisihomoskedastisitas.Ada atau tidak masalah heteroskedastisitasdiketahui dengan cara membandingkan nilai probabilitas yang dihasilkan dengan nilai
α
 5%. Jika nilai probabilitas chi-squared lebih besar dari
α
5%, maka dugaan adanya masalahheteroskedastisitas tidak signi
kan.dijelaskan oleh variasi variabel independen(X). Koe
sien R 
2
diformulasikan sebagai berikut : (Widarjono, 2007)
[ ]
[ ]
222
()ˆ(
Yi R
ΣΣ=
Keterangan :
2
= Koe
sien Determinasi
ˆ
= Hasil estimasi nilai variabel dependen
= Rata-rata nilai variabel dependent
Yi
= Nilai observasi variabel dependent ke i
Uji Signi
kansi Simultan (Uji F) untuk mengetahui apakah semua variabelindependen yang dimasukkan dalam modelmempunyai pengaruh secara bersama-sama(simultan) terhadap variabel dependent,(Gujarati, 2006). Mencari nilai F hitungdengan rumus : (Widarjono, 2007)
)(/)1( )1(/
22
n R R F 
=
Keterangan :
2
= Koe
sien determinasiK =Jumlah parameter yang diestimasi termasuk konstann = jumlah observasiUji Signifikasi Individual (Uji t), untuk mengetahui seberapa besar pengaruhmasing-masing variabel independen secaraindividual dalam menerangkan variasivariabel dependen. Mencari nilai t hitungdengan rumus : (Gujarati, 2006)
ii
hitung 
 β  β 
=
Keterangan :
i
b
= Koe
sien Regresi variable ke i
i
b
= Standart error variabel ke-iJika nilai
t
hitung
>
t
tabel
, berarti hipotesis nol(H
0
) ditolak, berarti bahwa variabel independen bersangkutan berpengaruh secara individualterhadap variabel dependen.Jika nilai t
hitung
 
t
tabel
, berarti hipotesisalternatif (Ho) diterima, berarti bahwa variabel
 
Yi
ii
 β  β 

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->