Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
27Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Semnas LS 2011 Makalah Matematika

Semnas LS 2011 Makalah Matematika

Ratings: (0)|Views: 941 |Likes:
Published by Mochammad Haikal

More info:

Published by: Mochammad Haikal on Feb 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/11/2013

pdf

text

original

 
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 4
PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIKDANKUALITAS PEMBELAJARAN SECARA BERKELANJUTAN
(Continuing Professional Development)
Seminar Nasional Lesson Study 4 Matematika | 1
STUDI KASUS PENALARAN KOVARIASIONAL MAHASISWAPADA MATAKULIAH KALKULUS LANJUT
Erry Hidayanto
Jurusan Matematika FMIPA UM, erryhidayantoum@gmail.com
Abstrak 
: Penalaran kovariasional, khususnya dalam mengkonstruksi grafik fungsi merupakan salahsatu kajian yang dilakukan tentang penalaran pada mahasiswa.
 
Ada dua macam cara yang dapatdilakukan dalam mengkonstruksi grafik, yaitu dilakukan dengan cara mengetahui terlebih dahulu rumusfungsi tersebut kemudian menggambarkannya dalam suatu grafik atau bisa juga mengetahui sifat-sifatanalitisnya lebih dahulu, kemudian menggambar grafiknya. Pada penelitian ini dikaji bagaimana penalaran kovariasional mahasiswa pada matakuliah kalkulus lanjut dengan memberikan tugas tentang bentuk penalaran mahasiswa beserta pengkonstruksian grafiknya dengan mengikuti kerangka kerja penalaran kovariasional yang dikembangkan oleh Carlson dkk. Dari hasil kajian yang telah dilakukandapat diperoleh kesimpulanbahwa mahasiswa jurusan matematika FMIPA UM melakukan tindakanmental 1 (MA 1), yaitu pengkoordinasian nilai dari satu variabel terhadap perubahan variabel laindengan cara melabeli sumbu dengan dua variable, tindakan mental 2 (MA 2) yaitu pengkoordinasianarah perubahan satu variabel terhadap perubahan variabel lain dengan cara menggambar titik-titik yangarahnya naik atau turun dan mampu menyatakannya secara lisan dengan suatu kesadaran arah perubahan output ketika mempertimbangkan perubahan input, dan tindakan mental 3 (MA 3) yaitu pengkoordinasian besarnya perubahan dari satu variabel terhadap perubahan variabel yang lain dengancara mengkonstruksi kemiringan garis dan menyatakan secara lisan dengan suatu kesadaran dari besarnya perubahan output ketika mempertimbangkan perubahan input.
Kata Kunci
: penalaran, kovariasional, kejadian dinamik.
Penalaran kovariasional, khususnya dalam mengkonstruksi grafik fungsi merupakan salah satu kajianyang dilakukan tentang penalaran pada mahasiswa. Ada dua macam cara yang dapat dilakukan dalammengkonstruksi grafik, yaitu dilakukan dengan cara mengetahui terlebih dahulu rumus fungsi tersebutkemudian menggambarkannya dalam suatu grafik atau bisa juga mengetahui sifat-sifat analitisnya lebihdahulu, kemudian menggambar grafiknya.Masalah penalaran mahasiswa dalam mengkonstruksi grafik telah banyak dikaji oleh para peneliti.Hal ini dapat dilihat diantaranya pada penelitian yang dilakukan oleh Saldanha, L., & Thompson, P.W.(1998), Stump (2001), Carlson dkk (2001, 2002, 2003), Engelke (2004), Mejia & Hurtado (2006),Steinthorsdottir (2006), Kynigos, C. (2006), Strom (2006), Silverman (2006), Moore, KC & Bowling, SA.(2008), dan Thomson & Silverman (2008). Temuan-temuan yang diperoleh dari hasil kajian tersebutdiantaranya: mahasiswa kesulitan mengkonstruksi grafik yang diberikan sifat-sifat analitisnya daripadamengkonstruksi grafik yang diberikan rumus fungsinya, mahasiswa kesulitan menginterpretasikan danmerepresentasikan kecekungan dan titik belok grafik fungsi, mahasiswa kesulitan untuk memahami bahwasuatu fungsi merupakan hubungan dua variabel, mahasiswa kesulitan memahami grafik dengan variabelyang bervariasi dan memberikan alasan mengapa grafik fungsi berperilaku seperti itu, kemampuanmahasiswa untuk menafsirkan informasi grafik fungsi lambat berkembang dan mahasiswa cenderung tidak melihat grafik fungsi merupakan penggambaran suatu kovariasi, mahasiswa mengalami kesulitan dalammengkonstruksi grafik fungsi kejadian dinamik.
 
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 4
PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIKDANKUALITAS PEMBELAJARAN SECARA BERKELANJUTAN
(Continuing Professional Development)
Seminar Nasional Lesson Study 4 Matematika | 2
Kejadian dinamik merupakan suatu kejadian yang menggambarkan perubahan bentuk. Perubahannilai pada suatu variabel menyebabkan perubahan nilai pada variabel yang lain. Contoh-contoh kejadiandinamik antara lain: mengisi botol dengan air, penurunan tinggi ujung tangga yang menempel pada dinding jika tangganya ditarik perlahan-lahan, gerakan kura-kura menyeberangi sungai dan lain-lain. Namundemikian masih cukup terbatas penelitian yang berkaitan dengan grafik dan fungsi untuk kejadian dinamik (Carlson, 2002, 2003; Cho, Kim & Song, 2004).Krulick & Rudnick (1995) menyatakan bahwa penalaran merupakan tingkatan berpikir yangmencakup berpikir dasar, berpikir kritis, dan berpikir kreatif, tetapi tidak termasuk mengingat (
recall 
).Dengan kata lain penalaran merupakan proses berpikir yang memiliki karakteristik tertentu, yaitu: pola berpikir logis dan bersifat analitis. Lebih lanjut Subanji (2007) menyatakan bahwa pola berpikir logis berarti menggunakan logika tertentu, sedangkan bersifat analitis merupakan konsekuensi dari pola berpikir tertentuMenurut Carlson dkk (2002), kovariasional didefinisikan sebagai pengkoordinasian beberapakuantitas, perubahan salah satu kuantitas mengakibatkan perubahan kuantitas lainnya. Sedangkan Slavit(1997) mendefinisikan kovariasional sebagai hubungan antar perubahan kuantitas. Dari pengertian penalaran dan kovariasional tersebut, penalaran kovariasional didefinisikan sebagai aktivitas mental yang berkaitan dengan pengkoordinasian dua kuantitas (variabel bebas dan variabel terikat) yang berkaitandengan cara-cara perubahan satu kuantitas terhadap kuantitas yang lain. Menurut Subanji (2007), pengkoordinasian dua kuantitas ini sangat terkait dengan konsep fungsi, yaitu salah satu kuantitas dapatdipandang sebagai input (variabel bebas) dan kuantitas yang lain dipandang sebagai output (variabelterikat).Carlson, M. dkk (2002) menemukan bahwa kemampuan mahasiswa dalam meginterpretasikan grafik fungsi masih sangat kurang. Juga ditemukan bahwa dalam belajar Kalkulus, mahasiswa kesulitanmenginterpretasikan dan merepresentasikan kecekungan dan titik belok pada sebuah grafik. Walaupunmahasiswa mampu membuat gambar laju perubahan untuk interval yang berdekatan dari domain fungsitersebut, namun mahasiswa masih memiliki kesulitan untuk menggambar perubahan nilai kontinu dantidak bisa secara tepat merepresentasikan dan menginterpretasikan laju peningkatan atau penurunan untuk fungsi dinamik. Kejadian dinamik yang diteliti oleh Carlson dkk ini adalah mengisi botol dengan air.Kemudian mahasiswa disuruh menggambarkan suatu grafik ketinggian air dalam botol terhadap banyaknyaair yang dimasukkan ke dalam botol beserta alasannya.Carlson, M., dkk (2002) telah menyusun kerangka kerja penerapan penalaran kovariasionalmahasiswa dalam menggambar grafik masalah dinamik dengan mengidentifikasi level-level penalarankovariasional. Level-level penalaran kovariasional ini didasarkan tindakan/aksi mental (
mental action
)dalam menyelesaikan masalah. Terdapat lima tindakan mental yang disusun oleh Carlson dkk ini. Kelimatindakan mental tersebut masing-masing mendeskripsikan suatu aksi atau tindakan beserta perilakunya.Dari kerangka kerja kovariasional yang telah disusunnya, Carlson dkk (2002) telah menetapkan 5level penalaran kovariasional yang dihasilkan dari 5 mental aksi/tindakan mental. Dikatakannya bahwakemampuan penalaran kovariasional dicapai dari level penalaran kovariasional yang diberikan, yaituadanya dukungan terhadap tindakan mental yang berkaitan dengan level-level penalaran kovariasionalnya.Menurut Carlson dkk, level-level penalaran kovariasional tersebut adalah: Level 1 (L1) Koordinasi(
Coordination
), Level 2 (L2) Arah (
 Direction
), Level 3 (L3) Koordinasi Kuantitas (
QuantitativeCoordination
), Level 4(L4) Tingkat rata-rata (
 Average rate
), dan Level 5 (L5) Laju Sesaat (
 Instantaneous Rate
).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penalaran kovariasional mahasiswa Jurusan MatematikaFMIPA UM pada matakuliah Kalkulus Lanjut dalam mengkonstruksi grafik fungsi kejadian dinamik.
PENGERTIAN BERPIKIR 
Berpikir diartikan menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu ataumenimbang-nimbang dalam ingatan (Subanji, 2011). Kita tidak bisa melihat apa yang dipikirkan olehorang. Karena berpikir merupakan suatu proses yang ada di dalam otak. Namun begitu kita bisa melihat
 
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 4
PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIKDANKUALITAS PEMBELAJARAN SECARA BERKELANJUTAN
(Continuing Professional Development)
Seminar Nasional Lesson Study 4 Matematika | 3
 bentuk keluaran dari berpikir ini. Menurut Subanji (2011) bentuk keluaran dari berpikir ini bisa berupa proses atau langkah-langkah dalam memecahkan masalah.Dalam tingkatan berpikir, Krulick & Rudnick (1995) membagi menjadi empat tingkatan, yaitumengingat, berpikir dasar, berpikir kritis, dan berpikir kreatif. Tingkatan berpikir tersebut, oleh Krulick digambarkan pada gambar 1 sebagai berikut:
Gambar 1. Tingkatan Berpikir (diambil dari Krulick & Rudnick (1995))
Tahapan berpikir paling rendah adalah mengingat (
recall 
). Pada tahapan ini proses berpikir sesorang belum menggunakan proses logis ataupun analitis. Pada tahapan ini berlangsung proses berpikir secaraotomatis. Sebagai contoh, ketika seseorang diminta untuk berhitung, maka ia akan memulainya dengan 1,2, 3, .. dan seterusnya. Atau ketika seorang siswa kelas VI Sekolah dasar ditanya, berapa 1 + 1, maka dialangsung menjawab 2. Ketika menjawab ini, siswa tidak benar-benar berpikir tetapi langsung otomatismenjawab 2.Tingkatan berpikir berikutnya adalah berpikir dasar (
basic
). Tingkatan ini merupakan tingkatan yanglebih tinggi dari sekedar mengingat. Kebanyakan keputusan yang diambil oleh seseorang dilakukan padatingkatan berpikir ini.Tingkatan berpikir yang ketiga adalah berpikir kritis. Pada tingkatan ini sudah dilakukan prosesmenganalisa masalah, menentukan kecukupan data untuk menyelesaikan masalah, memutuskan perlunyainformasimtambahan dalam suatu masalah, dan menganalisa situasi. (Subanji, 2011).
PENGERTIAN PENALARAN KOVARIASIONAL
Mengkonstruksi grafik merupakan bagian yang penting dalam kegiatan matematika. Di mata kuliahkalkulus, cukup banyak materi matematika yang melibatkan konstruksi grafik fungsi. Grafik tidak hanyadigunakan untuk mengkonstruksi fenomena tetapi juga digunakan untuk membuktikan keberadaanfenomena. Mengkonstruksi grafik fungsi merupakan salah satu kajian yang dilakukan tentang penalaran pada mahasiswa. Ada dua macam cara yang dapat dilakukan dalam mengkonstruksi grafik, yaitu dilakukandengan cara mengetahui terlebih dahulu rumus fungsi tersebut kemudian menggambarkannya dalam suatugrafik atau bisa juga mengetahui sifat-sifat analitisnya lebih dahulu, kemudian menggambar grafiknya.
Mengingat (
recall 
)
 
Dasar (
Basic 
)KritisKreatif 

Activity (27)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ulumul Ummah liked this
Ulumul Ummah liked this
radjadanny liked this
radjadanny liked this
Erpin Habibah liked this
Erpin Habibah liked this
Feya Ferawati liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->