PROSIDING SEMINAR NASIONAL LESSON STUDY 4
PERAN LESSON STUDY DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS PENDIDIKDANKUALITAS PEMBELAJARAN SECARA BERKELANJUTAN
(Continuing Professional Development)
Seminar Nasional Lesson Study 4 Matematika | 2
Kejadian dinamik merupakan suatu kejadian yang menggambarkan perubahan bentuk. Perubahannilai pada suatu variabel menyebabkan perubahan nilai pada variabel yang lain. Contoh-contoh kejadiandinamik antara lain: mengisi botol dengan air, penurunan tinggi ujung tangga yang menempel pada dinding jika tangganya ditarik perlahan-lahan, gerakan kura-kura menyeberangi sungai dan lain-lain. Namundemikian masih cukup terbatas penelitian yang berkaitan dengan grafik dan fungsi untuk kejadian dinamik (Carlson, 2002, 2003; Cho, Kim & Song, 2004).Krulick & Rudnick (1995) menyatakan bahwa penalaran merupakan tingkatan berpikir yangmencakup berpikir dasar, berpikir kritis, dan berpikir kreatif, tetapi tidak termasuk mengingat (
recall
).Dengan kata lain penalaran merupakan proses berpikir yang memiliki karakteristik tertentu, yaitu: pola berpikir logis dan bersifat analitis. Lebih lanjut Subanji (2007) menyatakan bahwa pola berpikir logis berarti menggunakan logika tertentu, sedangkan bersifat analitis merupakan konsekuensi dari pola berpikir tertentuMenurut Carlson dkk (2002), kovariasional didefinisikan sebagai pengkoordinasian beberapakuantitas, perubahan salah satu kuantitas mengakibatkan perubahan kuantitas lainnya. Sedangkan Slavit(1997) mendefinisikan kovariasional sebagai hubungan antar perubahan kuantitas. Dari pengertian penalaran dan kovariasional tersebut, penalaran kovariasional didefinisikan sebagai aktivitas mental yang berkaitan dengan pengkoordinasian dua kuantitas (variabel bebas dan variabel terikat) yang berkaitandengan cara-cara perubahan satu kuantitas terhadap kuantitas yang lain. Menurut Subanji (2007), pengkoordinasian dua kuantitas ini sangat terkait dengan konsep fungsi, yaitu salah satu kuantitas dapatdipandang sebagai input (variabel bebas) dan kuantitas yang lain dipandang sebagai output (variabelterikat).Carlson, M. dkk (2002) menemukan bahwa kemampuan mahasiswa dalam meginterpretasikan grafik fungsi masih sangat kurang. Juga ditemukan bahwa dalam belajar Kalkulus, mahasiswa kesulitanmenginterpretasikan dan merepresentasikan kecekungan dan titik belok pada sebuah grafik. Walaupunmahasiswa mampu membuat gambar laju perubahan untuk interval yang berdekatan dari domain fungsitersebut, namun mahasiswa masih memiliki kesulitan untuk menggambar perubahan nilai kontinu dantidak bisa secara tepat merepresentasikan dan menginterpretasikan laju peningkatan atau penurunan untuk fungsi dinamik. Kejadian dinamik yang diteliti oleh Carlson dkk ini adalah mengisi botol dengan air.Kemudian mahasiswa disuruh menggambarkan suatu grafik ketinggian air dalam botol terhadap banyaknyaair yang dimasukkan ke dalam botol beserta alasannya.Carlson, M., dkk (2002) telah menyusun kerangka kerja penerapan penalaran kovariasionalmahasiswa dalam menggambar grafik masalah dinamik dengan mengidentifikasi level-level penalarankovariasional. Level-level penalaran kovariasional ini didasarkan tindakan/aksi mental (
mental action
)dalam menyelesaikan masalah. Terdapat lima tindakan mental yang disusun oleh Carlson dkk ini. Kelimatindakan mental tersebut masing-masing mendeskripsikan suatu aksi atau tindakan beserta perilakunya.Dari kerangka kerja kovariasional yang telah disusunnya, Carlson dkk (2002) telah menetapkan 5level penalaran kovariasional yang dihasilkan dari 5 mental aksi/tindakan mental. Dikatakannya bahwakemampuan penalaran kovariasional dicapai dari level penalaran kovariasional yang diberikan, yaituadanya dukungan terhadap tindakan mental yang berkaitan dengan level-level penalaran kovariasionalnya.Menurut Carlson dkk, level-level penalaran kovariasional tersebut adalah: Level 1 (L1) Koordinasi(
Coordination
), Level 2 (L2) Arah (
Direction
), Level 3 (L3) Koordinasi Kuantitas (
QuantitativeCoordination
), Level 4(L4) Tingkat rata-rata (
Average rate
), dan Level 5 (L5) Laju Sesaat (
Instantaneous Rate
).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penalaran kovariasional mahasiswa Jurusan MatematikaFMIPA UM pada matakuliah Kalkulus Lanjut dalam mengkonstruksi grafik fungsi kejadian dinamik.
PENGERTIAN BERPIKIR
Berpikir diartikan menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu ataumenimbang-nimbang dalam ingatan (Subanji, 2011). Kita tidak bisa melihat apa yang dipikirkan olehorang. Karena berpikir merupakan suatu proses yang ada di dalam otak. Namun begitu kita bisa melihat