Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
69Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
askep Fraktur Tibia Fibula

askep Fraktur Tibia Fibula

Ratings: (0)|Views: 4,427 |Likes:
Published by Muhammad Irwan

More info:

Published by: Muhammad Irwan on Feb 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/25/2013

pdf

text

original

 
LAPORAN PENDAHULUANFRAKTUR TIBIA
A. Konsep Medik 1. Definisi
Fraktur tibia adalah terjadinya trauma, akibat pukulan langsung jatuh dengan kakidalam posisi fleksi atau gerakan memuntir yang keras ( Brunner and suddart th2000 hal 2386 )
2. Anatomi Fisiologi
Tulang tibia merupakan tulang besar dan utama pada tungkai bawah. Iamempunyai kondilus besar tempat berartikulasi. Pada sisi depan tulang hanyaterbungkus kulit dan periosteum yang sangat nyeri jika terbentur. Pada pangkal proksimal berartikulasi dengan tulang femur pada sendi lutut. Bagian distal berbentuk agak pipih untuk berartikulasi dengan tulang tarsal. Pada tepi luaterdapat perlekatan dengan tulang fibula. Pada ujung medial terdapat maleolusmedialis. Tulang fibula merupakan tulang panjang dan kecil dengan kepala tumpultulang fibula tidak berartikulasi dengan tulang femur ( tidak ikut sendi lutut ) padaujung distalnya terdapat maleolus lateralis.Tulang tibia bersama-sama dengan otot-otot yang ada di sekitarnya berfungsimenyangga seluruh tubuh dari paha ke atas, mengatur pergerakan untuk menjagakeseimbangan tubuh pada saat berdiri.Dan beraktivitas lain disamping itu tulang tibia juga merupakan tempat depositmineral ( kalsium, fosfor dan hematopoisis). Fungsi tulang adalah sebagai berikut,yaitu :a..Menahan jaringan tubuh dan memberi bentuk kepada kerangka tubuh b.Melindungi organ-organ tubuh ( contoh, tengkorak melindungi otak )c.Untuk pergerakan ( otot melekat kepada tulang untuk berkontraksi dan bergerak.d.Merupakan gudang untuk menyimpan mineral ( contoh, kalsium )e.Hematopoeisis ( tempat pembuatan sel darah merah dalam sum-sum tulang )3
 
MalleolusmedialisTuberositas tibiaCaput fibulaeMalleolusMalleolusLateralis Malleolus medialis4
Gambar Tulang Tibia dan Fibulae
(Andy Santosa Augustinus, dr., 1994)
 
3. Etiologi
Penyebab paling utama fraktur tibia biasa disebabkan oleh :A.Benturan / trauma langsung pada tulang, antara lain kecelakaan lalu lintas atau jatuh.B.Kelemahan / kerapuhan struktur tulang, akibat gangguan atau penyakit primeseperti osteoporosis atau kanker tulang metastaseC.Olah raga / latihan yang terlalu berat , masukan nutrisi yang kurang
4. Patofisiologi
 jika tulang patah maka periosteum dan pembuluh darah pada kortek, sum-sum dan jaringan lunak sekitarnya mengalami gangguan / kerusakan. Perdarahan terjadi dariujung tulang yang rusak dan dari jaringan lunak (otot) yang ada disekitarnya.Hematoma terbentuk pada kannal medullary antara ujung fraktur tulang dan bagian bawah periosteum. Jaringan nekrotik ini menstimulasi respon inflamasi yang kuatyang dicirikan oleh vasodilasi, eksudasi plasma dan lekosit , dan infiltrasi oleh seldarah putih lainnya. Kerusakan pada periosteum dan sum-sum tulang dapatmengakibatkan keluarnya sum-sum tulang terutama pada tulang panjang, sum-sumkuning yang keluar akibat fraktur masuk ke dalam pembuluh darah dan mengikutialiran darah sehingga mengakibatkan terjadi emboli lemak apabila emboli lemak ini sampai pada pembuluh darah kecil, sempit, dimana diameter emboli lebih besar dari pada diameter pembuluh darah maka akan terjadi hambatan aliran-aliran darahyang mengakibatkan perubahan perfusi jaringan. Emboli lemak dapat berakibatfatal apabila mengenai organ-organ vital seperti otak, jantung, dan paru-paru.Kerusakan pada otot dan jaringan lunak dapat menimbulkan nyeri yang hebatkarena adanya spasme otot di sekitarnya. Sedangkan kerusakan pada tulang itusendiri mengakibatkan terjadinya perubahan ketidakseimbangan dimana tulangdapat menekan persyarafan pada daerah yang terkena fraktur sehingga dapatmenimbulkan fungsi syaraf, yang ditandai dengan kesemutan, rasa baal dankelemahan. Selain itu apabila perubahan susunan tulang dalam keadaan stabil atau benturan akan lebih mudah terjadi proses penyembuhan fraktur dapat dikembalikansesuai dengan anatominya
KLASIFIKASI PATAH TULANG
 KLASIFIKASI MENURUT BENTUK PANTAH TULANG
A.faktur complete, pemisahan komplit dari tulang menjadi dua fragmenB.fraktur incomplete, patah sebagian dari tulang tanpa pemisahan5

Activity (69)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Bio07Unsrat liked this
murianda liked this
Era Puteri Madi liked this
Anok Coker liked this
yuhuma_qyu6841 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->