Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Revolusi Hijau Dan Perubahan Sosial

Revolusi Hijau Dan Perubahan Sosial

Ratings: (0)|Views: 207 |Likes:
Published by Santi Setyaningtyas

More info:

Published by: Santi Setyaningtyas on Feb 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/23/2013

pdf

text

original

 
Nama: Aristi Pramadita PutriNama Asisten:Rosana Podesta S.NRP: C34070031Topik:Perubahan Sosial danPembangunan
Revolusi Hijau dan Perubahan Sosial di Pedesaan Jawa
Oleh : Sediono M.P. TjondronegoroPelaksanaan Revolusi Hijau sekitar tahun 1960-an inimengacu pada program intensifikasi pertanian tanaman pangan.Program tersebut mengantarkan beberapa teknologi baru dalamteknik pertanian (agronomi) di negara-negara berkembang. DiIndonesia sendiri sebenarnya program intensifikasi demikiansudah mulai diterapkan pada tahun 1937. Sejak awal tujuanprogram ini di bawah nama yang berbeda adalah untukmeningkatkan produksi tanaman pasi yang untungnya jugapeningkatan tersebut dapat diusahakan tanpa mengubahstruktur sosial pedesaan. Revolusi yang dimaksud mengacu padaperubahan serentak tingkat produksi tanaman (hijau) panganseperti jagung, gandum , dan padi. Hasil Revolusi Hijau ditunjangoleh perkreditan rakyat, koperasi, rehabilitasi pengairan, dansebagainya.Rencana untuk mencapai keswasembadaaan beras padadasarnya sudah lama dirumuskan oleh Departemen PerencanaanNasional (Depernas) dalam Rencana Pembangunan Semesta(1961-1969). Sasaran dari Depernas tersebut ternyata tidakberhasil dicapai, ini terlihat dari lebih dari satu juta ton berasdiimpor oleh pemerintah Indonesia pada periode 1961-1964.Pendirian Koperasi Pertanian (Koperta) di daerah pedesaandikelola oleh elit dan birokrasi dan bukan enterpreneur. Sejaktahun1963-1964 program swasembada bahan makanandiintensifikasikan dengan pendekatan bimbingan Massal(BIMAS). Paket Bimas yang dibeikan mencakup kredit ( naturapupuk buatan, obat-obatan, bibit unggul dan biaya hidup petani(tunai untuk semusim (cost of living)). Ternyata petani golongan menengah dan petani kecil ataumiskin dengan luas tanah garapan 0,5 ha merasa bahwa kredityang ditawarkan, walaupun menarik juga menimbulkan risikoyang relatif besar. Tanah hasil garapan sampai 0,75 ha rupanyabelum memberikan surplus yang mencukupi benar untuk bisamenjaga-jaga apabila ada musibah yang menimpa penggarap.Analisis perubahan sosial1) Deskripsi perubahan sosial
 
Bacaan menceritakan tentang proses perubahan sosialdalam masyarakat akibat Revolusi Hijau. Dengan diawalisuksesnya program BIMAS oleh staf pengajar dan mahasiswa IPBdalam meningkatkan hasil padi di daerah Karawang, diadaptasisecara nasional untuk program peningkatan pangan nasional.Revolusi Hijau dengan beberapa program paketnya,mengakibatkan adanya perubahan sosial dalam masyarakatyaitu perubahan pola budaya dan struktur sosial. Perubahan polabudaya tampak pada perubahan nilai trdisional yang bersifatkekerabatan pada mulanya brubah nilai ekonomi yangmemperhitungkan untung dan rugi. Hubungan yang mulanyasakap-menyakap menjadi sewa-menyewa, gejala komersialisasi,penggunaan sarana-sarana transportasi, komunikasi informasidengan teknologi yang lebih maju dan pola konsumsi alaperkotaan, serta memodernisasi dalam pertanian. Perubahanstruktur sosial tampak pada perubahan dalam organisasi sosial,sistem pelapisan sosial, dan kelembagaan sosial (Bimas, Inmas,sistem pengairan, dan sistem sewa walau belum ada organisasibaru dari masyarakat). Perubahan tersebut meliputi perubahanstruktur dan kuantitas, kecuali pada pelapisan sosial dimanayang berubah hanya komposisinya.2) Bentuk perubahan dari struktur sosialPerubahan pada jumlah personilnya biasanya diikutidengan berubahnya jumlah masyarakat yang ada di desa karenasebagian dari mereka pindah ke kota. Yang terjadi adalahperubahan mata pencaharian dari petani menjadi penjual jasaatau pedagang kecil.Perubahan pada ciri hubungan antara bagian-bagian daristruktur sosial, pada bacaan tampak pada hubungan antarapetani yang semula hubungan sakap-menyakap menjadi sewamenyewa, hubungan patron-klien yang semula kekeluargaanmenjadi hutang piutang.Perubahan fungsi-fungsi dari struktur sosial dalam bacaantampak para petani yang sudah tidak dapat bercocok tanam lagikarena penguasaan lahan oleh petani kaya, akan cenderungmenuju kota akibat pandangan kehidupan kota yang lebihmenjajikan, walaupun berbeda dalam kenyataan.Perubahan dalam hubungan diantara beragam strukturdalam bacaan tampak pada perubahan jumlah serta komposisilapisan petani yang menyebabkan adanya perubahankeanggotaan KUD. Petani lapisan atas dan bawah memilih tidakmenjadi anggota KUD., sedangkan petani lapisan menengahbanyak yang menjadi anggota KUD karena bermanfaat untukmereka.Berkembangnya struktur sosial baru dalam bacaan tampakpada komersialisme dan pola konsumsi ala masyarakat

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->