Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hubungan Komponen SPM Dgn Kinerja

Hubungan Komponen SPM Dgn Kinerja

Ratings:
(0)
|Views: 24|Likes:
Published by Fendria Yudha

More info:

Published by: Fendria Yudha on Feb 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/08/2013

pdf

text

original

 
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANGPadang, 23-26 Agustus 2006
1
Hubungan Komponen Sistem Pengendalian Manajemen(
Quality Goal 
,
Quality Feedback 
, dan
Quality Incentive 
)terhadap Kinerja Kualitas dan Konsekuensi terhadapKinerja Keuangan
Salman JumailiUniversitas JambiGudonoUniversitas Gadjah Mada
ABSTRACT
This research aims to give empirical evidence about relationship managementcontrol system components with quality performance, and relationship qualityperformance with customer satisfaction and financial performance, and relationshipcustomer satisfaction with financial performance. Data collection via electronicmail survey from Indonesian manufacturings
.
Data analysis use by path analysis.The result indicate the managers must consider quality goal, quality feedback,and quality incentive that’s positively increase quality performance of product,although relation for quality goal was not significant. Quality performance waspositively associated with customer satisfaction. Further more, quality performanceas non-financial measure was not significant positively associated with financialperformance, and high rate of customer satisfaction is positively associated withfinancial performance.
Key words
: Quality Goal, Quality Feedback, Quality Incentive, Qualityperformance, Customer satisfaction, and Financial performance.
K-AMEN 09
 
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANGPadang, 23-26 Agustus 2006
2
LATAR BELAKANG PENELITIAN
Tingkat persaingan yang semakin tajam pada saat ini ditambah denganperubahan selera konsumen, kemajuan teknologi, serta perubahan sosial ekonomimemunculkan tantangan-tantangan dan peluang dalam bisnis. Perusahaan harusdapat memanfaatkan kemampuan yang dimiliki agar dapat memenangkanpersaingan dan memperoleh
 profit 
semaksimal mungkin yang merupakan salah satutujuan didirikannya perusahaan.Menurut Porter (1980), pelaku bisnis dituntut untuk berlomba-lombamelakukan strategi kompetisi dengan fokus pada penciptaan sesuatu yang berbedauntuk melayani konsumen dengan perpaduan yang unik. Porter (1999) jugamengatakan bahwa inti strategi suatu organisasi adalah “
coping with competition
”.Perusahaan harus mampu menyesuaikan diri sedekat mungkin dengan kompetisipasar yang sedang dihadapinya. Perusahaan harus mempunyai kinerja yang baikagar menjadi lebih unggul dalam bersaing dari kompetitornya.Literatur strategi manufaktur menunjukkan bahwa kualitas produk sebagaisalah satu prioritas bersaing utama untuk memperoleh manfaat bersaing adalahsesuatu yang dapat didukung (Hill, 1997). Young dan Selto (1991) menunjukkanbahwa perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat merespon kompetisi globaldengan mengadopsi strategi yang dibutuhkan untuk memproduksi suatu produkyang berkualitas tinggi, serta membuat kualitas produk sebagai sasaran utama dariunit manufaktur mereka.Banyak studi (Daniel dan Reitsperger, 1991; Ittner dan Larcker, 1995, Sarkar,1997; Sim dan Killough, 1998) yang menyelidiki efek langsung dari satu atau lebihkomponen dari sistem pengendalian (misal:
Feedback 
, insentif, dan
goal
 /sasaran)terhadap kinerja atau beberapa variabel (misal: perbaikan kualitas dan kinerjakeuangan). Maiga dan Jacob (2005) menyelidiki pengaruh langsung independenatau interaksi langsung atas komponen sistem pengendalian atau variabelintervening atas kinerja.Tulisan ini menggunakan model analisis jalur (
Path analysis modelling)
 bertujuan untuk menguji hubungan tiga komponen system pengendalian manajemen(SPM), yaitu kehadiran
quality goal
, penetapan
quality feedback 
, dan
qualityincentive
terhadap kinerja kualitas ; hubungan antara kinerja kualitas terhadap
K-AMEN 09
 
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI 9 PADANGPadang, 23-26 Agustus 2006
3kepuasan pelanggan; hubungan antara kinerja kualitas terhadap kinerja keuangan;dan hubungan antara kepuasan pelanggan terhadap kinerja keuangan.
TELAAH LITERATUR DAN PENGEMBANGAN HIPOTESISS
ISTEM
P
ENGENDALIAN
M
ANAJEMEN DAN
OTAL
UALITY 
ANAGEMENT 
 
Pengendalian manajemen merupakan proses dimana para manajermempengaruhi anggota organisasi lainnya untuk mengimplementasikan strategiorganisasi (Anthony dan Govindarajan, 2004). Meskipun sistematis, prosespengendalian manajemen tidak bersifat mekanis. Proses ini meliputi interaksi antaraindividu, yang tidak dapat digambarkan dengan cara mekanis. Para manajermemiliki tujuan pribadi dan juga tujuan organisasi. Masalah pengendalian utamaadalah bagaimana mempengaruhi manajer untuk bertindak demi pencapaian tujuanpribadi mereka dengan sedemikian rupa sekaligus juga membantu pencapaiantujuan organisasi sehingga tujuan anggota organisasi konsisten dengan tujuanorganisasi demi tercapainya keselarasan tujuan (
goal congruence
).Keunggulan organisasi yang sudah menerapkan manajemen kualitas adalahdapat melakukan pengembangan konsep kualitas dengan pendekatan totalitas.Dalam konsep
total quality management 
(TQM), pelanggan bukan saja pembelitetapi diartikan sebagai proses berikutnya yaitu pihak yang menentukan persyaratandan mendambakan kepuasan. TQM juga menekankan pada aspek operasional danperilaku sosial pada perbaikan kualitas sebagai tambahan untuk penelitian yangsudah ada pada sistem manajemen kualitas. Secara ringkas dalam TQM terkandunglima program pokok yang saling terkait yaitu: (1) fokus pada pelanggan, (2)perbaikan terus-menerus, (3) pengembangan sistem, (4) partisipasi secara penuh,dan (5) pengukuran kinerja.
K
UALITAS SEBAGAI
K
OMPONEN
P
ENGENDALIAN
 
Arti kualitas dapat berbeda-beda tergantung konteks dan pihak yangmenggunakan. Dari berbagai definisi yang dikutif oleh Qomari (1996) dalamNurbiyati (2000) menunjukkan bahwa kualitas mempunyai arti yang luas, tidakhanya dari sudut pandang pelanggan ataupun perusahaan tetapi dapat ditinjauberdasarkan perbandingan produk, nilai dan tingkat kepentingannya. Walaupuntidak ada definisi mengenai kualitas yang diterima secara universal, dari definisi
K-AMEN 09

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->