Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
14Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Permen No.32-2008

Permen No.32-2008

Ratings:

5.0

(2)
|Views: 905 |Likes:
Published by Indo, Inc.
PEDOMAN PENYUSUNAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2009
PEDOMAN PENYUSUNAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2009

More info:

Published by: Indo, Inc. on Nov 24, 2008
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2014

pdf

text

original

 
PERATURAN MENTERI DALAM NEGERINOMOR 32 TAHUN 2008TENTANGPEDOMAN PENYUSUNANANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2009DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA,MENTERI DALAM NEGERI,
Menimbang:bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal
34
ayat (2) PeraturanPemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah,perlu menetapkan Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang PedomanPenyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran2009;Mengingat:1.Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);2.Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3455);3.Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang PemeriksaanPengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 4400);4.Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem PerencanaanPembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik IndonesiaNomor 4421);5.Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437)sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);6.Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Penmbangan KeuanganAntara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 4438);7.Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang PengelolaanKeuangan Daerah, (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomo4578);8.Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian UrusanPemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, danPemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 4737);9.Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang OrganisasiPerangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007
 
Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741);10.Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2003 tentangOrganisasi dan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri;11.Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang PedomanPengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah diubah denganPeraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentangPerubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.
MEMUTUSKAN:
Menetapkan:PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI TENTANG PEDOMANPENYUSUNAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAHTAHUN ANGGARAN 2009.
Pasal 1
Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan :1.Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang selanjutnya disingkat APBD, adalahrencana keuangan tahunan pemerintahan daerah yang dibahas dan disetujui bersamaoleh pemerintah daerah dan DPRD, dan ditetapkan dengan peraturan daerah.2.Pedoman Penyusunan APBD adalah pokok-pokok kebijakan yang harus diperhatikandan dipedomani oleh pemerintah daerah dalam penyusunan dan penetapan APBD.3.Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota.4.Kepala Daerah adalah Gubernur dan Bupati/Walikota.
Pasal 2
(1) Pedoman penyusunan APBD Tahun Anggaran 2009, meliputi:a.sinkronisasi kebijakan Pemerintah dengan Pemerintah Daerah;b.pokok-pokok kebijakan penyusunan APBD;c.teknis penyusunan APBD; dand.hal-hal khusus lainnya.(2)Uraian pedoman penyusunan APBD Tahun Anggaran 2009 sebagaimana dimaksudpada ayat (1) tercantum dalam Lampiran Peraturan Menteri ini.
Pasal 3
Semua peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan penyusunan APBDsepanjang tidak bertentangan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri ini tetap dinyatakanberlaku untuk penyusunan APBD Tahun Anggaran 2009.
Pasal 4
Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.Ditetapkan di Jakartapada tanggal 16 - 6 - 2008
MENTERI DALAM NEGERI,ttd.H. MARDIYANTO
 
LAMPIRAN: PERATURAN MENTERI DALAM NEGERINOMOR:32 TAHUN 2008TANGGAL :16 - 6 - 2008
PEDOMAN PENYUSUNANANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAHTAHUN ANGGARAN 2009I.SINKRONISASI KEBIJAKAN PEMERINTAH DENGAN PEMERINTAH DAERAH
Dalam rangka mencapai tujuan nasional diperlukan sinkronisasi kebijakanpemerintah dengan pemerintah daerah melalui kesamaan persepsi terhadap berbagaipersoalan dan program pembangunan daerah dalam kerangka pembangunan yangberkesinambungan. Untuk itu, beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pemerintahdaerah dalam penyusunan APBD Tahun Anggaran 2009 antara lain :1. Perkembangan pembangunan sampai tahun 2007 dan perkiraan tahun 2008menunjukkan adanya berbagai tantangan/hambatan dan permasalahan pokok yangakan dihadapi pada tahun 2009 yakni masih tingginya angka pengangguran terbuka,besarnya jumlah penduduk miskin, pemenuhan kebutuhan energi yang masihterkendala, kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat yang masih rendah,kurangnya dukungan mfrastruktur pedesaan sesuai standar pelayanan minimum,upaya stabilisasi harga dan pengamanan pasokan bahan pokok yang belummemadai dan upaya mendorong daya saing sektor riil, pertanian dan komoditasekspor yang masih terbatas, kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang masihterbatas, peningkatan penataan kelembagaan, ketatalaksanaan dan pengawasanaparatur negara yang rendah, perlunya antisipasi terhadap pelaksanaan pemilihanumum dan upaya pemantapan stabilitas politik dan keamanan dalam negeri.2.Berdasarkan tantangan dan permasalahan tersebut di atas, pada tahun 2009Pemerintah menetapkan
3
(tiga) prioritas pembangunan nasional sebagaimanatertuang dalam RKP tahun 2009, yaitu 1) peningkatan pelayanan dasar danpembangunan perdesaan; 2) percepatan pertumbuhan yang berkualitas denganmemperkuat daya tahan ekonomi yang didukung oleh pembangunan pertanian,infrastruktur dan energi; 3) peningkatan upaya anti korupsi, reformasi birokrasi, sertapemantapan demokrasi dan keamanan dalam negeri.3.Proses sinkronisasi perencanaan dan penganggaran antara pemerintah denganpemerintah daerah diwujudkan melalui integrasi program dan kegiatanpembangunan dalam menghadapi permasalahan dan tantangan global dan nasionalyang disesuaikan dengan dinamika kebutuhan dan karakteristik di masing-masingdaerah, sehingga implementasi pembangunan nasional dan daerah dapat berjalansecara optimal, terpadu dan berkesinambungan.4.Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2009 perlu disesuaikan dengan prakiraanasumsi ekonomi makro untuk APBN 2009 antara lain; pertumbuhan ekonomisebesar 6,6 persen, laju inflasi sebesar 6,0 persen, angka pengangguran terbukadan persentase penduduk miskin diturunkan sampai dengan 6,5-7,5 persen dariangkatan kerja, persentase penduduk miskin ditekan sampai kisaran 10-11 persenpada akhir tahun 2009. Selain itu, Daerah juga diminta mempertimbangkanperkiraan kondisi keuangan negara tahun 2009 akan mengalami defisit APBNsebesar 1,7-1,9 persen dari PDB, penerimaan pajak sebesar 13,8-14,1 persen dariPDB, dan stok hutang pemerintah sebesar 32,0-34,0 persen dari PDB. Dengandemikian, pemerintah daerah harus semakin berhati-hati dalam mengefektifkanpemanfaatan sumber-sumber penerimaan daerah dan lebih mengutamakan untukprogram-program yang terkait dengan upaya pemberdayaan masyarakat,pertumbuhan ekonomi daerah dan pembangunan infrastruktur dasar gunapeningkatan kesejahteraan masyarakat.

Activity (14)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Andi Mappaguttu liked this
Marfuatul Latifa liked this
kusnowij liked this
hatorii liked this
Purwoko Nugroho liked this
Armawan Akbar liked this
Tonny Hadianto liked this
Azhari Rachman liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->