Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengaruh Perubahan Pemanfaatan Ruang Daratan Sekitar Danau Terhadap Eutrofikasi Perairan Danau

Pengaruh Perubahan Pemanfaatan Ruang Daratan Sekitar Danau Terhadap Eutrofikasi Perairan Danau

Ratings: (0)|Views: 958|Likes:
Published by Veronica Kumurur

More info:

Published by: Veronica Kumurur on Mar 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/01/2012

pdf

text

original

 
 Jurnal Sabua
Vol.1, No.1: 9-20, Mei 2009 ISSN 2085-7020HASIL PENELITIAN
© Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK)Jurusan Arsitektur
 – 
Fakultas Teknik, Universitas Sam Ratulangi, Manado, IndonesiaMei 2009
 
PENGARUH PERUBAHAN PEMANFAATAN RUANG DARATAN SEKITARDANAU TERHADAP EUTROFIKASI PERAIRAN DANAU(Suatu studi pada pemanfaatan ruang daratan di kawasan sekitar Danau Mooat,Sulawesi Utara Periode 1988-1998)
Veronica A. Kumurur
Staf Pengajar Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Univesitas Sam Ratulangi
 Abstract.
 
This research started from researcher’s desire to test empirically the effect of 
terrestrial space utilization pattern changes to the lake eutrophication. The reason behind thisstudy was that the fact that there is a tendency in the change of the terrestrial space utilization pattern around Lake Mooat which occurs continuously and uncontrollably. Each spaceutilization within the area around the lake in a span of 10 years (1988-1998), the extent of land has changed as follows : (1) in 1988 the total extent of land within the protected zone was2389.975ha, and in 1988 the total extent of land changed into 1208.925ha; (2) in 1988 the totalextent of land within the cultivation zone was 647.6 ha; and in 1998 the total extent of land changed to 1828.7ha. From the data, it is found out that from 1988 to 1998, 118.11 ha of the protected zone has been converted to cultivation zone or an increase of 4% each year. Of theabove data, it is concluded that in 1988 the composition of the land space utilization within thearea around Lake Mooat, where the protected zone occupied 79% and cultivation area of 21% of the land extent, quotion has placed the trophic condition of Lake Mooat waters under thecategory of end of olygotrophic. In 1988 where the protected zone occupied 40% and thecultivation zone occupied 60% of the land extent, quotation has placed the trophical condition of  Lake Mooat waters at the eutrophic category. At such condition (without any management), Mooat Lake waters is predicted to enter the dystrophic category in 2092.Keywords: Mooat Lake, Space Utilization, Land Use
PENDAHULUAN
Danau Mooat merupakan salah satu danaudari tiga danau yang berpotensi untuk di kembangkandi Propinsi Sulawesi Utara, terletak pada ketinggian1080 meter di atas permukaan laut di KecamatanModayag, Kabupaten Bolaang Mongondow.Keberadaannya memberikan manfaat dalam halsebagai sumber air, pembangkit tenaga listrik, irigasi,perikanan, wisata, dan lain sebagainya. Tahun 1985,sebuah potret udara memperlihatkan bahwa kawasandi sekitar Danau Mooat sudah mengalami perubahanyang disebabkan oleh perladangan liar,penggembalaan liar, pembakaran hutan danpenebangan hutan (Wowor,1991). Berdasarkan PetaRupa Bumi Kotamobagu tahun 1991 dan Peta TataGuna Lahan Kabupaten Bolaang Mongondow,Kabupaten Minahasa telah terjadi perubahan polapemanfaatan ruang yang cukup besar sejak tahun 1989sampai dengan 1992, sebagian besar pemanfaatanruang yang digunakan sebagai kawasan lindung, di sisisebelah timur perairan danau, telah berubah menjadikawasan budidaya. Melihat perubahan polapemanfaatan ruang di kawasan sekitar D. Mooat yangtidak terkendali dan perubahan keadaan trofik yangcenderung terus meningkat dengan drastis, sudahmemberikan dampak negatif terhadap ekosistemperairan danau, maka perlu dilakukan upaya-upayamenuju ke arah pengendalian pemanfaatan ruangdaratan dan pelestarian fungsi danau.Salah satu upaya adalah penerapan RencanaUmum Tata Ruang Kabupaten/Kota/Wilayah(RUTRK/W) yang ditetapkan oleh Pemerintah DaerahTingkat II sebagai peraturan daerah setempat.Kawasan Sekitar Danau/Waduk merupakan salah satu
 
V.A. KUMURUR10
kawasan yang harus dilindungi melalui PeraturanDaerah dengan tujuan untuk melindungi danau/waduk tersebut dari kegiatan-kegiatan yang dapatmengganggu kelestarian fungsi danau/waduk (Karmisa
dkk 
. 1990). Menurut Keputusan Presiden RINomor 32 Tahun 1990 tentang pengelolaan kawasanlindung, pasal 18 menyatakan bahwa kawasan sekitardanau adalah daratan sepanjang tepi danau/waduk yang lebarnya proporsional dengan bentuk dan kondisifisik danau/waduk antara 50-100m dari titik pasangtertinggi ke arah darat.Ruang daratan di kawasan Danau Mooatadalah wadah tempat manusia, flora, dan fauna hidupdan melakukan kegiatan serta memeliharakelangsungan hidup di sepanjang tepi danau yangmempunyai fungsi sebagai daerah tangkapan air dansebagai daerah pelindung kestabilan eutrofikasidanau. Keberhasilan pelestarian dan pengelolaansumberdaya alam akan menjadi kunci untuk terpenuhinya harkat hidup seluruh masyarakat(Sugandhy 1992). Salah satu pendekatan yangberperan besar dalam penggunaan sumberdaya alamadalah tata ruang, yang pada dasarnya merupakansuatu alokasi sumberdaya alam ruang bagi berbagaikeperluan pembangunan agar memberi manfaat yangoptimal bagi suatu wilayah (Coutrier 1992).Menurut Undang-Undang Republik IndonesiaNomor 24 tahun 1992 tentang Penataan Ruang, pasal14(2), yang dimaksud dengan pola pemanfaatanruang adalah bentuk hubungan antar berbagai aspek sumberdaya manusia, sumberdaya alam, sumberdayabuatan, sosial budaya, ekonomi, tekhnologi,pertahanan keamanan; fungsi lindung, budidaya, danestetika lingkungan; dimensi ruang dan waktu yangdalam kesatuan secara utuh menyeluruh sertaberkualitas membentuk tata ruang. MenurutSugandhy (1995), ruang merupakan suatu wujud fisik wilayah dalam dimensi geografis yang dipergunakansebagai wadah bagi setiap usaha pemenuhankehidupan manusia baikpemanfaatannya secarahorizontal mau-pun vertikal. Akibat dari perubahanruang daratan di sekitar D. Mooat yang disebabkanoleh pemanfaatannya secara terus-menerus dan tidak terkendali maka diduga akan berpengaruh pada daya-dukung, fungsi dan keberadaan danau, sertakehidupan penduduk yang bermukim di sekitar danautersebut. Dalam usaha mengelola dan menatapemanfaatan ruang daratan di kawasan sekitar D.Mooat berbagai informasi pendukung sangatdiperlukan, namun informasi-informasi yangdimaksud tidak tersedia (sejauh penelusuran pustakayang dilakukan).Beberapa informasi yang ditemukanmengenai hanya sebatas pada ekologi D. Mooat,misalnya mengenai parameter pertumbuhan danreproduksi
Osteochilus hasselti
dan
Pontius javanicus
(Bataragoa
dkk.
1990), relung makanankomunitas ikan (Rondo
dkk.
1996), tingkatan tropik (Tasirin 1987; Wantasen
dkk.
1993). Berdasarkanhal-hal tersebut di atas maka penelitian ini dilakukandengan tujuan menganalisis perubahan polapemanfaatan ruang daratan di kawasan sekitar DanauMooat dalam periode tahun 1987 sampai 1998 (±10tahun). Analisis yang ditampilkan bermanfaat antaralain untuk penyediaan informasi mengenai kondisiruang daratan dan pola perubahan pemanfaatannya dikawasan sekitar danau tersebut, dan sebagaikontribusi bagi ilmu pengetahuan mengenai polapemanfaatan ruang daratan di kawasan sekitar danau.Dalam penelitian ini batasan lebar daratanditentukan oleh kondisi lahan sebagai tempataktivitas mahluk hidup (permukiman, pertanian,perkebunan dan hutan) pada peta topografi yangmempunyai kemiringan kontur dengan arah limpasanair ke perairan Danau Mooat, yaitu antara 750-2500meter diukur dari titik pasang tertinggi ke arah darat.Untuk dapat mencakup kondisi topografi yang tidak beraturan di sekitar danau, maka digunakanpendekatan bentuk persegi panjang (lebar 4375m danpanjang 6943 m) untuk mempermudah perhitunganluas daratan tanpa mengabaikan bentuk topografiyang memberikan pengaruh terhadap arah aliranpermukaan di sekitar danau ke dalam perairan danauMooat.
METODE PENELITAN
Penelitian dilakukan di perairan DanauMooat dan ruang daratan di kawasan sekitarnya,Kecamatan Modayag, Kabupaten BolaangMongondow. Penelitian dilakukan dalam periodewaktu Bulan Pebruari sampai Mei 1998. Observasidilakukan terhadap pola pemanfaatan ruang daratan dikawasan sekitar danau dengan melakukan pengukuranpada (1)luas daratan pada kawasan lindung (luas lahanhutan lindung dan hutan belukar), (2)luas daratan padakawasan budidaya (luas lahan panen/kebun sayur,permukiman, dan ladang). Pengukuran denganmenggunakan teknik sederhana (menggunakanmeteran) dilakukan baik secara langsung di lapanganmaupun di atas peta. Metode overlay (tumpang tindih)diaplikasikan untuk menganalisis data perubahan luaslahan pada kawasan lindung dan budidayamenggunakan data dasar (data I) dari Peta Rupa BumiKotamobagu, skala 1:50.000 (Bakorsurtanal 1991).Dalam peta ini, pola pemanfaatan ruangdiperoleh dari foto udara pada tahun 1981-1982 dan dicek-ulang di lapangan pada tahun 1987-1988. Sebagai
 
V.A. KUMURUR10
data pembanding digunakan data hasil pengukuranlangsung terhadap luas lahan pemanfaatan ruang disisi sebelah barat D. Mooat dan pengukuran luas lahanpemanfaatan ruang di sebelah Timur pada peta tataguna lahan Kabupaten Bolaang Mongondow tahun1992 sebagai data II (data ke-n).Sebelum pengambilan contoh air, dilakukanpenentuan kedalaman zona limnetik (pengukurankecerahan) dengan piring secchi. Contoh air diambilpada tiga kedalaman yang berbeda (pada zonalimnetik). Populasi sampel yang akan diteliti adalah;seluruh perairan danau, sedangkan yang menjaditarget populasi adalah: ruang perairan yang beradapada daerah litoral Danau Mooat. Pertimbangandalam menentukan tujuh titik tempat pengambilansampel air, sebagai berikut: (1)Daerah litoral adalahdaerah di ruang perairan danau yang cenderungmemperlambat aliran air dan memungkinkanpengendapan lumpur (mengandung unsur hara) yangterbawa masuk ke perairan dari lahan pertanian, lahanpermukiman oleh aliran permukaan; dan (2) Daerahlitoral yang diperkirakan menerima tambahan unsurhara melalui aliran masuk (inlet) dari sungai-sungaiyang ada di sisi sebelah Timur Danau Mooat. Analisisdata dengan menggunakan metode sebagai berikut:a.
 
Metode overlay (tumpang tindih) untuk menentukan perubahan luas lahan pada kawasanlindung dan kawasan budidaya di kawasansekitar Danau Mooat dengan menggunakan datadasar (data I) dari peta rupa bumi Kotamobaguskala 1:50.000 yang diterbitkan Bakosurtanalpada tahun 1991
.
Dalam peta ini, polapemanfaatan ruang diperoleh dari foto udara padatahun 1981-1982 dan di cek ulang di lapanganpada tahun 1987-1988. Sebagai data pembanding(data ke-n) peneliti mengukur luas lahanpemanfaatan ruang di sisi sebelah barat DanauMooat langsung di lapangan dan mengukur luaslahan pemanfaatan ruang di sebelah Timur padapeta tata guna lahan Kabupaten BolaangMongondow tahun 1992
 
sebagai data II (data ke-n).b.
 
Metode analisis varians (ANOVA), untuk menentukan parameter keadaan trofik yangsignifikan pada tujuh titik sampel.c.
 
Metode Jorgensen, untuk menentukan besarperubahan ekspor unsur hara (fosfat dan nitrogen)pada tahun 1987 dan tahun 1998.d.
 
Metode statistik sederhana, untuk menentukanbesar pengaruh perubahan pola pemanfaatanruang terhadap eutrofikasi danau secarakuantitatif.
HASIL DAN PEMBAHASANGambaran Lokasi Penelitian
Obyek penelitian terdapat di wilayah danauMooat kecamatan Modayaq, kabupaten BolaangMongondow, propinsi Sulawesi Utara. Yang menjadiobyek penelitian adalah pemanfaatan ruang daratan dikawasan sekitar danau serta perairan Danau Mooat.Obyek ini terletak pada wilayah yang memilikitipologi lingkungan sebagai berikut: Posisi geografisd
anau Mooat antara 124º27‟5‟‟
-
124º28‟18‟‟ Bujur Timur dan 0º43‟46‟‟
-
0º46‟30‟‟
. Lintang Utara. Mukaair danau terletak pada ketinggian 1080 dpl. IklimDanau Mooat dan sekitarnya tergolong pada iklimtropis basah dan dikategorikan pada iklim A dan iklimB berdasarkan pengelompokan tipe iklim menurutKoppen. Curah hujan rata-rata setiap tahun berkisarantara 2500-3500 mm, sedangkan curah hujan rata-rata setiap bulan 200-300 mm. Temperatur padasiang hari 22
0
celsius dan pada malam hari 13
0
celsius.
Pola Pemanfaatan Ruang Daratan
Yang dimaksud dengan
Pola pemanfaatanruang
menurut Undang-undang Republik IndonesiaNomor 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang, pasal14 (2) adalah bentuk hubungan antar berbagai aspek sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber dayabuatan, sosial budaya, ekonomi, teknologi, pertahanankeamanan; fungsi lindung, budi daya, dan estetikalingkungan; dimensi ruang dan waktu yang dalamkesatuan secara utuh menyeluruh serta berkualitasmembentuk tata ruang.
Tata ruang
adalah wujud struktural dan polapemanfaatan ruang, baik direncanakan maupun tidak.
 Ruang
adalah wadah yang meliputi ruang daratan,ruang lautan, dan ruang udara sebagai satu kesatuanwilayah tempat manusia dan makhluk lainnya hidupdan melakukan kegiatan serta memeliharakelangsungan hidupnya. Menurut Sugandhy (1995)bahwa
 Ruang
merupakan suatu wujud fisik wilayahdalam dimensi geografis yang dipergunakan sebagaiwadah bagi setiap usaha pemenuhan kehidupanmanusia baik pemanfaatannya secara horizontalmaupun vertikal.
 Ruang daratan
adalah ruang yangterletak di atas dan di bawah permukaan daratantermasuk permukaan perairan darat dan sisi darat darigaris laut terendah. Kesatuan ruang dengan semuabenda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhikelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->