Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
11Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ARSITEKTUR ‘MODERN’ (NEO) VERNAKULAR di INDONESIA

ARSITEKTUR ‘MODERN’ (NEO) VERNAKULAR di INDONESIA

Ratings: (0)|Views: 1,561 |Likes:
Published by Veronica Kumurur

More info:

Published by: Veronica Kumurur on Mar 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2014

pdf

text

original

 
 Jurnal Sabua
Vol.3, No.3:32-39, November 2011 ISSN 2085-7020TINJAUAN
@Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota(PWK)Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik –Universitas Sam Ratulangi Manado November2011
ARSITEKTUR ‘MODERN’ (NEO) VERNAKULAR di INDONESIADeddy Erdiono
Staf Pengajar Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Abstrak 
. Di beberapa kota di Indonesia, bangunan dengan tradisi arsitektur vernakular ataumodel bangunantertentu dilestarikan sebagai monumen. Modernisasi arsitektur tradisionalseringkali di-‘muncul’-kan ketikabangunan-bangunan pemerintahan, gedung-gedung DPR, bangunan-bangunan pendidikan, ibadah dan lain-lainnya sengaja dirancang denganmengadopsi dan menduplikasi bentuk fisik bangunan tradisional saja. Pembangunan gedung-gedung modern vernakular di Indonesia seolah kehilangan roh, wujud fisik tanpa nilai-nilai,tanpa pemahaman makna. Hal ini ditandai dengan hilangnya makna simbolis, tradisiarsitektur vernakular, model bangunan dan punahnya peran penting kultur masyarakat dalamkehidupan sosial budaya. Dalam proses eksplorasinya, ada empat model pendekatan yangharus diperhatikan terkait dengan bentuk dan maknadalam merancang dan memodernisir  bangunan tradisional dalam konteks ke-kini-an, yaitu kecenderungan terjadinya perubahan- perubahan dengan paradigma, yaitu: (a)bentuk dan maknanya tetap (b)bentuk tetap denganmakna baru (c) bentuk baru dengan makna tetap (d) bentuk dan maknanya baru
Kata kunci
: tradisi arsitektur vernakular, modernisasi arsitektur tradisional, bentuk danmakna.
TRADISI ARSITEKTUR VERNAKULA
Tradisi arsitektur vernakular diIndonesia hadir berdasarkan sistem kognisi yangmelatarbelakangi bentukan arsitektur rumahtinggal sebagaihasil dari tradisi berarsitektur di Nusantara. Sistem kognisi tersebut adalahsebagai berikut:Kosmologiyakni hubungan manusia denganalam, determinasi lingkungan terhadapkehidupan manusia, dimana kehidupan manusiasangat ditentukan oleh alam. Manusia merasasangat bergantung pada keramahan dan terasaamat kecil di alam raya. Hal ini membawaorientasi pemikiran manusia ke arah dua macamhubungan ( Susanto, 1987):
-
Kosmis
: hubungan manusia dengan alamsemesta, misalnya matahari, bulan, bintangdan sebagainya.
-
Chtonis
: hubungan manusia dengan bumi,dunia yang ia tinggali, seperti hubunganmanusia dengan gunung, laut, pohon, batudan sebagainya.Hubungan antara manusia denganlingkungannya ini berkembang dan menjadidasar kehidupan
masyarakat ‘
masa lalu
’ yangoleh para penulis Barat sering disebutsebagai masyarakat ‘
 primitif 
’ atau
vernakular 
(Colquhon, 1989). Namun menurutEliade (1959), menekankan bahwa istilah
 primitif 
’ itu mudah sekali menimbulkan salah pengertian, sehingga ia mengusulkan istilah
 
33 D. ERDIONO
yang lebih baik yaitu ‘
arkhais
’ atau
 preliterate
’ 
.Istilah-istilah tersebut menggambarkansuatu masyarakat yang mempunyai ciri-ciriarkhais, tradisional, pra-modern, eksotis,ahistoris dan pra historis. Sedangkan kata
 primitif 
’ lebih mengandung arti suatu pemikiranyang tidak logis/rasional, kebodohan primordialatau taraf mental rendah.Kosmologi menduduki tempat utama dikalangan masyarakat arkhais. Pandangan merekatentang kehidupan dan tentang duniamembentuk satu kesatuan dan keseluruhanorganis. Pandangan mereka tentang duniaterbatas pada daerah yang mereka tinggali dandiami, daerah yang selama ini mereka kenalikarena wilayah inilah yang dianggap sebagaisuatu dunia yang teratur, sebagai kosmos yangsudahdi
 suci
’kan. Sedangkan segala sesuatu diluar wilayah tersebut dianggap masih kacau,merupakan tempat tinggal jin-jin dansebagainya.Manusia arkhais dengan segalaketerbatasannya adalah manusia religius,merekameyakini adanya suatu kekuatan diluar dirinya(supra natural). Ketergantungan pada kekuatansupra natural sangat kuat karena diyakini dapatmenguasai hidupnya. Sukses tidaknya kehidupanmereka dinilai dari berhasil tidaknya perbuatanmereka untuk meniru dan memperagakankembali
kosmogoni 
, yaitu penciptaan semestaalam oleh para dewa, suatu tindakan yangdianggap paling kreatif. Daerah baru yang akanmereka tinggali sebagai daerah pengembanganharuslah diciptakan kembali dari sebuah prototype, contoh model untuk segala penciptaan, model dari setiap susunan yangteratur, misalnya sebuah desa dijadikan sebagaigambaran dunia (
 Imago mundi 
) yang padaumumnya terbagi atas area penguasa, perumahan dan pemujaan. Mereka jugamengenal adanya tiga dunia yaitu
dunia atas
sebagai dunia Ilahi,
dunia yang didiamimanusia,
dan
dunia bawah
dunia kematian.Ketiga dunia ini membentuk tiga lapisan yangdihubungkan oleh satu poros yang disebut
 Axis Mundi 
(poros dunia).Poros dunia ini sering dilambangkandengan tiang (menhir), tangga (punden berundak), pohon, gunung, laut dan sebagainya.Cerminan dari kosmologi ini dapat terlihat padaarsitektur Jawa (sumbu Utara-Selatan), Bali(perempatan agung, Nawa Sanga) dan Dayak Iban (lintasan Timur-Barat). Klasifikasi pembagian dunia merupakan tanda-tanda yangharus dimiliki oleh masyarakat arkhais. Bilamereka tidak/belum menemukan suatu tandapunmaka tanda itu diusahakan untuk ada dengancara mencari,meminta atau memanggil tanda itumelalui berbagai cara. Proses pencarian tanda itudinamakan
Orientatio
.Sedangkan pada masyarakat arkhais Eropa(Eliade,1959), mereka sudah mengenal pembagian kosmos dengan adanya pusat(diletakkan pada manusianya) dan arah mataangin tertentu, seperti pembagian muka- belakang, kiri-kanan, atau lintasan matahari.
MITOLOGI
, berasal dari kata ‘
 Myth’ 
yang berarti cerita tradisional yang anonim dandibuat seolah-olah berdasarkan sejarah,menjelaskan tentang fenomena alam, asal-usuladat istiadat dan ritus-ritus agama dengan peran para dewa atau para pahlawan di dalamnya.Mitos mempunyai peranan yang penting didalam kehidupan masyarakat arkhais. Hampir tidak mungkin membicarakan masyarakatarkhais tanpa membicarakan mitos, karena mitosmerupakan dasar kehidupan sosial dankebudayaannya.Mitos mengungkapkan carahadir/adanya sesuatu di dunia. Mitos merupakanrealita kultural yang kompleks dan karena itusulit untuk memberikan batasan definitifnya.Mitos menjadi suatu kebenaran yang pasti danabsolut yang tak dapat diganggu gugat. Mitos berbicara hanya tentang apa yang padakenyataannya terjadi. Kenyataan ini merupakanyang
kudus
(holy), berbeda dengan
 suci 
(sacred), karena hanya yang kuduslah yangsungguh-sungguh merupakan kebenaran yang
 
ARSITEKTUR ‘MODERN’ (NEO) VERNAKULAR di INDONESIA
34
sejati. Oleh karenanya, mitos sama sekali berbeda dengan dongeng.Jika kita lihat hubungan antara mitosdan arsitektur maka terlihatlah bahwa arsitektur merupakan mediator antara manusia denganalamnya yang dijalin dengan mitos sebagai
 Interlocking Meaning 
, yang memberi makna padanya. Dengan mitos, arsitektur dimengertioleh masyarakatnya yang menjadikannyasebagai arsitektur dalam arti yang sebenarnya,saling mengenal sehingga tampaklah keindahanyang abadi di dalamnya. Hal ini secaraarsitektural dapat dilihat pada bentuk atap padaarsitektur Bali, makna-makna yang menyertai bentuk rumah di arsitektur Riau, Rote, Toraja,Sumba, Maluku Utara dan Dayak Iban.
GENEALOGI
 bertitik tolak dari pengertian
Genea
yang berarti garis keturunan,sistem kekerabatan dalam suatu masyarakat.Kajian rumah tinggal dengan memperhatikanfaktor genealogi pernah dilakukan oleh LeviStrauss dalam penelitiannya di Asia Tenggaradan Amazone, dimana rumah tinggal dianggapsebagai kelompok kekerabatan, lingkunganritual dan unit politik.Francis L.K. Shu (Marella,1984) menganalisis berdasarkan psiko-sosiogram manusia, dan darihasilnya terlihat bahwa pada lingkaran ke tigadari tujuh lingkaran kepribadian manusiaterdapat ‘
lingkaran hubungan karib’( 
 Intimate Society)
yang mengandung konsepsi-konsepsitentang orang-orang, binatang atau benda-benda.Yang kemudian oleh individu diajak bergaulsecara mesra dan karib, bisa dipakai sebagaitempat berlindung, mencurahkan isi hatimanakala tertimpa masalah, mengalami tekanan batin atau kesedihan. Orang tua, saudarakandung, kerabat dekat atau sahabat karib biasanya merupakan penghuni penting darilingkaran nomor tiga ini.Hal ini berbeda dengan apa yang terjadi pada masyarakat Barat, individu yang sudahmerasa dewasa akan segera memisahkan diridari ‘
masyarakat karib
’-nya dan akan segeramencari orientasi dan jalan hidup sendiri.Dengan demikian ia akan mengembangkan
masyarakat karib
’ yang baru sebagai penggantiorang tua dan saudara-saudara dekatnya yanglain. Sedangkan masyarakat Timur selalumenganggap orang tua dan saudara dekatnyatetap sebagai masyarakat karibnya selamaindividu yang bersangkutan masih hidup. Olehkarenanya masyarakat Barat dianggap lebihgigih dalam bereksplorasi dan bertualang untuk memperoleh sesuatu yang baru jikadibandingkan dengan masyarakat Timur.Pada setiap keluarga masyarakat Timur selaluterdapat pola hubungan kekuasaan (
 Patron Klien
). Hubungan ini lebih kuat jikadibandingkandengan apa yang terdapat padamasyarakat Barat, baik menurut garis bapak (
 patrilineal 
) ataupun menurut garis ibu(
matrilineal 
).Ada beberapa pola hubungan antar keluarga didalam masyarakat Timur, yaitu:
-
Klen
, gabungan dari keluarga luas yang paraanggotanya berasal dari satu nenek moyangyang terikat oleh satu garis keturunan dari pihak laki-laki atau perempuan, dimana jumlah sebuah klen kecil sekitar 50 jiwa.
-
Compound 
, merupakan kelompok kekerabatan yang terdiri dari beberapakeluarga inti senior dan anak-anaknya.Mereka tinggal dalam rumah yang terpisah,tetapi masih dalam satu pekarangan.
-
Moite/paroh
, merupakan gabungan darisejumlah klen dan terbagi menjadi dua,sehingga satu suku terbagi menjadidua/paroh.Pola ini terjadi antara lain karena kebutuhan pengaturan pola kerja yang berkaitan denganmata pencarian serta masalah keamanan.Sedangkan berdasarkan pranata perkawinan,menurut Koentjaraningrat (1991), masyarakatTimur mempunyai beberapa pola hubunganantar keluarga, yaitu antara lain :
-
Virilokal 
,yakni adat menetap setelahmenikah di pihak keluarga lelaki.
-
Uxorilokal 
, yakni adat menetap setelahmenikah di pihak wanita.
-
Natolokal 
, yakni adat menetap setelahmenikah di tempat kelahirannya masing-masing seperti sebelum menikah.
-
Utrolokal 
, yakni adat menetap setelahmenikah di tempat yang baru.
-
Avunkolokal 
, yakni adat menetap setelahmenikah di tempat keluarga laki-laki dari pihak ibu.

Activity (11)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
poetra liked this
D' Ant DeRafter liked this
Mahadi Ahmad liked this
Mahadi Ahmad liked this
Inriyani Dulmin liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->