Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Penataan an Di Lahan Miring Pinggir Sungai Yang

Penataan an Di Lahan Miring Pinggir Sungai Yang

Ratings: (0)|Views: 682 |Likes:
Published by Veronica Kumurur

More info:

Published by: Veronica Kumurur on Mar 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/28/2014

pdf

text

original

 
 Jurnal Sabua
Vol.3, No.3: 20-31, November 2011 ISSN 2085-7020PERENCANAAN DAN PERANCANGAN
@Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota(PWK)Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik –Universitas Sam Ratulangi Manado November2011
PENATAAN PERMUKIMAN DI LAHAN MIRING PINGGIR SUNGAI YANGRESPONSIF TERHADAP EROSI DAN LONGSOR DIMANADOStudi Kasus
:
Kampung Weris Wilayah Karombasan Utara
Rieneke L.E Sela
Staf Pengajar di Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sam Ratulangi
 Abstract.
 Land area with steep slope in Manado is 62,66% of the total’s city area. Population and city growth have caused scarcity of land for living, so that thedevelopment of the city moved to the steep slope riverbank. The problems of suchdevelopment in this area are erosion and landslide. Some factors that cause erosionand landslide are steep slope, rainfall, soil condition, vegetation and humanbehaviour. Manado is one of the landslide disaster area especially when the rainfall is high. Kampong Weris as the case study for this research lies in one of steep sloperiverbank in Manado and often has experienced erosion and landslide disasters. Thecauses are internal and external factors, from existing condition
,
either natural enviroment and man made
.
 By using Kampong Weris as a case study, the goal of thisresearch is to know the cause of erosion and landslide problems and also to proposea model for the development of settlements in steep slope riverbank, which isresponsive to those problems. Analysiswas conducted using literature studyapproach and comparing the experiences of other cases in applying techniques and  solutions to respond erosion and landslide which may be applicable in Kampong Weris. Based on this research, the concept for settlement development in steep sloperiverbank has to be based on specific problems of steep slope zone and riverbank and also on community responses and preferences. Concept rests on principle that there should be slope protection and stabilisation system and run off control. Final finding is the combination of zoning model and the size of land for utilization, slope protection model, drainage model, dwelling and infrastructure development model and vegetation model.
 Keywords
:
Steep Slope, Riverbank, Erosion, Landslide, Development Concept.
PENDAHULUAN
Fenomena urbanisasi dan peningkatan jumlah penduduk berimplikasi pada perkembangan kota. Lingkungan perkotaanharus menyiapkan ruang atau lahan dan berbagaifasilitas kehidupan, khususnya perumahan dan pelayanan infrastruktur dasar. Sejalan denganitu, pelaksanaan pembangunan perkotaan perludilakukan dengan konsepsi pembangunan berkelanjutan atau
 sustainable development 
.
 
21R.L.E. SELA
 Namun fenomena ini memberikan dampak pada penyediaan lahan atau ruang untuk tinggal dan beraktivitas.Kota Manado yang merupakan kotatrimatra terdiri dari laut, daratan dan bukit yangterletak di tepi pantai, dengan memilikikemiringan yang cukup beragam, memiliki permasalahan. Kondisi topografi kota Manadomenunjukkan luas lahan miring lebih besar daripada kawasan dataran, dimana luasnyamencapai 9.852,35 Ha (diatas kemiringan 15%)atau sekitar 62,66 % dari luas kota Manado.Kenyataan pada saat ini menunjukkan perkembangan pembangunan mulai bergeser  pada lahan miring, mendekati aliran sungai.Pembangunannya sangat tidak terarah dan tidak tertata dengan baik, ditandai dengan mulaimeluasnya pemanfaatan lahan perbukitan pinggir sungai. Hal ini menjadikan kawasan permukiman tersebut menjadi tidak amanterhadap bencana serta menyebabkanterganggunyalingkungan.Dengan kecenderungan masyarakatmembangun pada lahan miring pinggir sungai,maka terjadilah gangguan keseimbanganlingkungan. Gangguan yang terjadi berupa penurunan kualitas air sungai, meningkatnyaerosi tanah dan ketidakstabilan pada lereng.Fenomena seperti ini telah terjadi pada lahanmiring pinggir sungai Ranotana, yang wilayahalirannya melalui Kampung Weris WilayahKarombasan Utara di Manado.Berbagai peristiwa lingkungan terjadi pada beberapa tempat, dimana lereng seringmengalami erosi pada permukaan tanah.Penyebab dari peristiwa ini adalah oleh air yang jatuh pada permukaan dan air yang berasal darilapisan bawah tanah yang berubah menjadi air larian. Air larian atau
run off 
menyebabkan penggenangan air di permukaan, penghancuran bongkah tanah dan perpindahan partikel massatanah. Proses tersebut mengakibatkan terjadinya perubahan pada lereng dan perubahan dimensisungai yang belum terproteksi.Sedangkan peristiwa yang sangatmeresahkan masyarakat Kampung Weris adalahgerakan massa tanah pada lereng yangmengakibatkan longsor. Peristiwa ini beberapakali terjadi, paling terakhir terulang kembali pada bulan Februari tahun 2006. Meskipunlongsor yang terjadi tidak terlalu parahdibandingkan tahun 1996, namun peristiwa iniadalah peristiwa tanah longsor terbesar, yangterjadi di kota Manado-Minahasa sepanjangtahun.Peristiwa erosi dan tanah longsor yangterjadi di Kampung Weris tidak hanyadisebabkan oleh faktor internal. Faktor eksternal juga merupakan penyebab yang mendukungterjadinya peristiwa tersebut. Salah satu penyebab eksternal adalah terjadinya perubahanfungsi lahan konservasi berubah menjadi lahanterbangun pada lereng bagian atas. Akibatnyalereng harus menerima beban dan tidak didukung oleh sistem proteksi sehingga kondisilereng menjadi labil. Selain itu, penggundulan pada bagian atas memperkecil proses transpirasi,yang mengakibatkan volume
run off 
tidak dapatdiminimalkan. Pada akhirnya
run off 
yang bergerak dari lereng bagian atas merupakanfaktor pendorong terjadinya erosi hinggagerakan massa tanah berupa longsor.Sedangkan faktor eksternal lain yangmengganggu keseimbangan lingkungan adalahsistem pembuangan limbah padat. Permukimandi lingkungan Kampung Weris seringmembuang sampah melalui lereng, hinggamasyarakat Kampung Weris dan sungaiRanotana memperoleh sampah kiriman. Perilakuini merupakan salah satu faktor penyebabterjadinya longsor. Selain itu, hal ini juga dapatmenurunkan kualitas aliran sungai Ranotanakarena hasil pembuangan tersebut terbawasampai ke hilir, sehingga terjadi penurunankualitas DAS tersebut.Permasalahan pada Kampung Weristidak hanya merupakan persoalan setempat atau pada skala mikro. Problem tersebutmenimbulkan permasalahan makro, yang dapatdirasakan pada kawasan DAS Ranotana bagianhilir, terutama daerah selatan kota Manado yaituwilayah Sario. Pada daerah ini terbentuk titik-titik genangan air dan bencana banjir seringterjadi setiap musim penghujan. Jika dilihat,
 
PENATAAN PERMUKIMAN DI LAHAN MIRING PINGGIR SUNGAI..
 
22
daerah ini termasuk salah satu kawasan banjir rutin yang terjadi di wilayah selatan kotaManado. Terjadinya peristiwa banjir danangkutan material di kawasan ini, sejak lamadiduga sebagai akibat dari pembangunan fisik yang terjadi pada Kampung Weris.Pembangunan fisik yang didominasioleh kawasan permukiman mengakibatkan berkurangnya daerah ketertutupan permukaanlahan yang dapat menguapkan air. Dampaknya,limpasan air di sungai Ranotana menjadi berlebihan yang mengalir menuju wilayahselatan yang berbatasan dengan pusat kotaManado.Melihat kondisi bagian wilayah kotaManado yang mengalami terjadi permasalahanlingkungan dan terjadinya degradasi lingkungan pada kawasan bermukim Kampung Weris, perludilakukan penelitian untuk menemukan konsep penataan yang merespons erosi dan longsor.Penerapan konsep ini bertujuan untuk dapatmengeliminer permasalahan lingkungan,sehingga masyarakat golongan berpenghasilanmenengah kebawah yang bermukim tetap
 survive
.
METODOLOGI
Metodologi yang dipakai dalam penelitian tesis ini, yaitu: metode
expert opinion
,metoda observasi
 ,
metoda mapping dan metodasurvey. Sedangkan analisa data menggunakanmetoda kualitatif untuk hasil observasi.Sementara metoda kuantitatif digunakan untuk menganalisa hasil respons masyarakat.Sedangkan langkah untuk menghasilkantesis disain disusun berdasarkan metoda disainyang disebut dengan metoda
 synoptic
, yangsudah termasuk dengan kegiatan riset kecil yangdilakukan. Metode
Synoptic
yang dikemukakanoleh Shirvani dapat dijabarkan sebagai berikut.Langkah pertama adalah pengumpulan data primer. Data tersebutdiperoleh denganmengadakan observasi dan mapping pada lokasistudi kasus. Selain itu, data primer jugadiperoleh sebagai hasil survey kepadamasyarakat bermukim. Sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi atau pihak yang berkepentingan, untuk mendapatkan data pendukung tentang permasalahan erosi danlongsor di lokasi studi.Langkah selanjutnya adalahmengidentifikasikan konflik, potensi dan permasalahan untuk menganalisa data kawasan.Langkah ini adalah proses analisa denganmenggunakan metoda analisis dan uraiandeskriptif. Hasilnya adalah menemukan penyebab permasalahan, yang kemudiandilanjutkan dengan mencari alternatif solusi pemecahan masalah.Berdasarkan hasil analisa kemudiandirumuskan tujuan dan sasaran yang akandigunakan dalam penyusunan konsep penataandalam bentuk model. Sedangkan pendekatanyang dilakukan untuk menemukan solusi yangakan diaplikasikan melalui pendekatan teoritik danpendekatan studi banding
.
Cara ini bertujuanuntuk mengadopsi alternatif solusi penataanyang dapat dilakukan atau pernah dilakukan,kriteria serta persyaratan penataan yang harusdipenuhi untuk merespons persoalan erosi danlongsor.Kemudian dilakukan proses elaborasikonsep untuk melihat hubungan antara teknik solusi dengan lokasi atau daerah permasalahanerosi dan longsor. Hasil elaborasi tersebutmerupakan model penataan berdasarkan pertimbangan persoalan yang terjadi, responsmasyarakat serta daerah atau lokasi yangdirencanakan untuk menyelesaikan persoalantersebut.Langkah selanjutnya adalahmengevaluasi konsep yang dipakai danmeng
 feed back,
guna melihat apakah konsepyang digunakan telah menjawab persoalankawasan atau sesuai dengan tujuan dan sasaranyang dirumuskan. Dalam hal ini ditinjau kembalisolusi yang telah sesuai untuk menyelesaikan persoalan erosi dan longsor pada permukiman dilahan miring pinggir sungai.Setelahmenemukan disain model penataan kemudiandibuatkan bentuk penyajian grafis berisi usulankonsep penataan permukiman. Langkah inimerupakan hasil akhir berupa disain penataan didaerah studi yang terintegrasi dari tingkatkawasan hingga tingkat rumah.

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
abuirham liked this
Drian's Torday liked this
Via Dicky liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->