Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
54Activity

Table Of Contents

0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
cak nun

cak nun

Ratings: (0)|Views: 4,543 |Likes:
Published by Cahrulah Abbasi
I
JABARIAH TEOLOGI PENGUASA ZALIM

Di ujung lain dari garis ekstremitas pandangan teologis ialah mereka yang menganut paham keterpaksaan manusia di hadapan kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa. Mereka menganggap bahwa manusia tidak berdaya menghadapi ketentuan Tuhan dan kehendak-Nya. Karena itu bagi mereka manusia tidak dapat dituntut untuk bertanggung jawab atas tingkah-lakunya, baik maupun buruk, sebab semuanya berasal dari Tuhan menurut kehendak-Nya yang mutlak. Manusia memperoleh kebahagiaan atau
I
JABARIAH TEOLOGI PENGUASA ZALIM

Di ujung lain dari garis ekstremitas pandangan teologis ialah mereka yang menganut paham keterpaksaan manusia di hadapan kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa. Mereka menganggap bahwa manusia tidak berdaya menghadapi ketentuan Tuhan dan kehendak-Nya. Karena itu bagi mereka manusia tidak dapat dituntut untuk bertanggung jawab atas tingkah-lakunya, baik maupun buruk, sebab semuanya berasal dari Tuhan menurut kehendak-Nya yang mutlak. Manusia memperoleh kebahagiaan atau

More info:

Published by: Cahrulah Abbasi on Mar 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/21/2013

pdf

text

original

 
I
 JABARIAH TEOLOGI PENGUASA ZALIM
Di ujung lain dari garis ekstremitas pandangan teologis ialah merekayang menganut paham keterpaksaan manusia di hadapan kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa. Mereka menganggap bahwa manusia tidakberdaya menghadapi ketentuan Tuhan dan kehendak-Nya. Karena itubagi mereka manusia tidak dapat dituntut untuk bertanggung jawab atastingkah-lakunya, baik maupun buruk, sebab semuanya berasal dari Tuhanmenurut kehendak-Nya yang mutlak. Manusia memperoleh kebahagiaanatau kesengsaraan hanyalah atas kehendak Tuhan semata. Paham inisecara teknis disebut Jabariah (Arab:
 jabarîyah
”, artinya “PahamKeterpaksaan [Manusia])”.Seperti bisa diduga, paham Jabariah itu mendapatkan pasarannya yangkuat di kalangan penguasa dengan kecenderungan zalim, karenakeperluan mereka kepada kerangka intelektual dan teologis yangmembenarkan tindakan-tindakan mereka. Dan inilah memang yangterjadi pada perkembangan Islam di masa setelah khalifah yang empatawal. Para penguasa Umayyah di Damaskus, seolah-olah karena didorongoleh keinginan membela dan melindungi nama Utsman ibn Affan, tapi jelas juga untuk kepentingan mereka sendiri mempertahankankekuasaan, menunjukkan gejala paham Jabariah. Jika
toh
tidak dalambentuk rumusan-rumusan intelektual dan teologis, gejala Jabariah parapenguasa Umayyah itu menampakkan diri secara jelas dalam praktik. Biladiperingatkan bahwa tindakan-tindakan mereka yang menindas rakyatdan mengekang perkembangan pemikiran di kalangan umat itumenyalahi semangat Islam dan bahwa mereka harusmempertanggungjawabkan kezaliman itu di hadapan umat, selain dihadapan Tuhan kelak di akhirat, rezim Umayyah itu akan menolak denganmengatakan: Kami tidak bisa dimintai tanggung jawab atas tindakan-tindakan kami. Sebab Tuhanlah yang menghendaki semuanya itu. Hanyapada-Nyalah kekuasaan untuk menentukan kebaikan atau keburukan!
 JABARIAH VS QADARIAH
Kaum Mu’tazilah dikenal sebagai kaum rasionalis Islam. Secarateologis, mereka sebetulnya merupakan titisan kaum Khawarij. KetikaKhawarij tampil sebagai gerakan politik, sebetulnya telah ada bibit-bibitteologi yang bermula dari isu pembunuhan Utsman. Sebagaipenggantinya, Ali menerima banyak tuntutan untuk menemukan siapapembunuhya. Tetapi ia tidak bisa, sehingga A’isyah memeranginya dankalah. Suasana Madinah yang sudah tidak mendukung, membuat Alipindah ke Kufah. Namun di sini Ali menghadapi penentang lainnya,Mu’awiyah dan terjadilah pertempuran. Akhir dari pertempuran itu adalahsebuah kompromi yang berakibat kekecewaan pada pengikut Ali gariskeras.Mereka yang kecewa ini keluar dari barisan Ali dan menamakan dirinya
al-Syûrâ
. Tetapi karena mereka keluar (
khurûj
) dari jamaah, maka
 
kelompok ini kemudian lebih dikenal dengan sebutan Khawarij. Khawarijinilah yang mengangkat isu bahwa orang Islam yang melakukankejahatan (dosa besar) menjadi kafir dan harus dibunuh. Menurut mereka,Utsman memang harus dibunuh karena telah melakukan dosa besardengan berbuat zalim dalam menjalankan kekhalifahan. Selama 12 tahunmenjadi khalifah, enam tahun pertama dijalani Utsman dengan bagus.Menurut Ibn Taymiyah, yang menjadi masalah enam tahun berikutnyaadalah ketika Utsman mulai menunjukan gejala nepotisme. SelainUtsman, yang dituduh zalim dan harus dibunuh adalah Ali; hal inidikarenakan ia telah membuat kesepakatan dengan Mu’awiyah yangdipandang sudah kafir. Kaum Khawarij berhasil membunuh Ali, tetapigagal membunuh Mu’awiyah yang telah menjadi raja. Yang menarik, kenapa kaum Khawarij menyatakan bahwa orang Islamyang berdosa besar itu harus dibunuh. Menurut mereka, manusia diberikemampuan untuk memilih pekerjaannya sendiri. Kalau ternyata diamemilih berbuat jahat, maka sepenuhnya menjadi tanggung jawabpribadi. Inilah yang disebut Qadariah, paham bahwa manusia itu mampumemilih pekerjaannya sendiri.Pendapat ini ditentang oleh Bani Umayah dengan mengatakan tidakbegitu. Menurut mereka, Utsman tidak boleh dibunuh dan dia tetap Islamkarena semua kejahatan yang dilakukannya sudah ditakdirkan oleh Tuhan. Ini yang disebut Jabariah. Qadariah-Jabariah ini menjadi
anticode
dan merupakan dua faham yang mendominasi Islam waktu itu. KetikaKhawarij sebagai gerakan politik mati, teologinya yang sangat antropo-sentris, berpusat kepada manusia, menjelma kembali ke dalamMu’tazilah. Mereka menetapkan segala sesuatu berdasarkan rasio.Baik Jabariyah maupan Qadariah sebagai teologi mempunyaikelemahan masing-masing. Kalau seluruh pekerjaan itu hasil karyamanusia, seperti kata Jabariah, maka itu bisa menjadi ancaman bagitauhid karena seolah-olah manusia menuhankan kemampuannya sendiri. Tetapi kalau seluruh pekerjaan kita ditentukan oleh Tuhan, seperti kataQadariah, maka konsep pahala dan dosa menjadi tidak masuk akal; kalaupahala dan dosa merupakan balasan dari perbuatan, maka yangmendapat pahala dan dosa adalah Allah sendiri, bukan manusia. Ditengah tarik-menarik inilah muncul Asy’ari. Ia sukses menengahi antarakeduanya. Menurutnya, memang betul bahwa seluruh perbuatan manusiaitu buatan Tuhan, tetapi tidak berarti bahwa manusia tidakbertanggungjawab atas perbuatannya; perbuatan baik akan mendapatpahala, perbuatan jahat akan mendapat dosa. Dia memperkenalkanistilah yang bernama
kasb
, keputusan pertama ketika melakukan sesuatu.
Kasb
inilah yang menjadi milik manusia, dan karena itu menjadi tempattanggung jawab manusia. Memang
kasb
itu rumit, dan karena terlalumenekankan pada ide bahwa seluruh perbutan manusia ditentukan olehAllah, maka akhirnya
kasb
tergelincir kepada Jabariah.

 JALAN HIDUP BERMORAL
 
Menempuh jalan hidup bermoral pada dasarnya bukanlah suatukeharusan yang dipaksakan dari luar diri manusia. Sebaliknya, iamerupakan bagian dari sifat manusia sendiri, sehingga menempuh jalanhidup bermoral tidak lain daripada memenuhi
nature
-nya sendiri.Pasalnya manusia menurut kejadian asalnya adalah makhluk
fithrah
yangsuci dan baik, dan karenanya berpembawaan kesucian dan kebaikan.(Q.,30: 30) Karena kesucian dan kebaikan itu
fithrî 
dan alami bagi manusia,maka ia membawa rasa aman dan tentram dalam dirinya. (Q., 47: 2)Sebaliknya, kejahatan adalah tidak
fithrî 
atau alami pada manusia,sehingga karenanya akan membawa kegelisahan dan konflik dalam dirimanusia (Q., 2: 57).Namun, disamping
fithrah
-nya, manusia juga memiliki sifat kelemahan(Q., 4: 28). Kelemahan itu bukanlah kejahatan
an sich,
tetapi menjadipintu bagi masuknya kejahatan pada manusia. Karena kelemahannya itumanusia tidak selalu setia kepada
fithrah
-nya sendiri. Meskipun kejahatanlebih disebabkan oleh faktor yang datang dari luar, tapi karena ia masukpada manusia melalui suatu kualitas yang inheren pada dirinya, yaitukelemahan, maka kejahatan pun merupakan bagian dari hakikat manusia,sekalipun merupakan hakikat sekunder (hakikat primernya tetap
fithrah
-nya yang suci). Adalah ketegangan antara kedua kecenderungan primerdan sekunder itu yang membuat manusia makhluk moral, dalam artibahwa ia menentukan dan memilih sendiri tindakannya, baik maupunburuk, kemudian harus mempertanggung-jawabkannya.

 JALAN HIDUP
Sejalan dengan tidak bolehnya paksaan dalam agama, terdapat isyaratdalam Kitab Suci bahwa setiap kelompok manusia telah ditetapkan olehAllah jalan hidup mereka sendiri, yang kemudian menghasilkankemajemukan masyarakat (pluralitas sosial), kemajemukan yangditegaskan sebagai hanya Tuhanlah yang mengetahui apa sebab danhikmahnya:
Untuk setiap kelompok dari kamu telah Kami (Tuhan)buatkan jalan dan cara (hidup). Jika seandainya Tuhan menghendaki,tentulah Dia akan menjadikan kamu sekalian umat yang tunggal. TetapiDia hendak menguji kamu berkenaan dengan hal-hal (kelebihan) yangdianugerahkan kepadamu. Maka berlomba-lombalah kamu dalamberbagai kebaikan. Kepada Tuhan kembalimu semua, maka Dia pun akanmenjelaskan hal-hal yang di dalamnya dahulu kamu berselisih
(Q., 5:48). Juga patut diperhatikan firman Ilahi,
Dan bagi setiap umat telah Kamibuatkan (tetapkan) suatu jalan (hidup) yang mereka tempuh. Maka janganlah sekali-sekali mereka (yang menempuh jalan hidup yangberbeda dari jalan hidupmu) itu menentangmu dalam perkara ini, danajaklah mereka ke (jalan) Tuhanmu. Sesungguh-nya engkau (Muham-mad) berada dalam petunjuk yang lurus
(Q., 22:67).Dari prinsip bahwa setiap kelompok manusia telah pernah datangkepadanya utusan Tuhan (pengajar kebenaran dan keadilan), para ulamaberselisih pendapat tentang kelompok mana sebenarnya yang tergolong

Activity (54)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
BANGASAN liked this
Riza Fahlefi liked this
Rheymon Xisilium liked this
Nor Aishah liked this
Nabila A Rahim liked this
Mihar Tiana liked this
Kesuma Wahida liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->