Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
P. 1
Buku Geger Talangsari Lengkap

Buku Geger Talangsari Lengkap

Ratings:

4.0

(1)
|Views: 1,592 |Likes:
Published by Indra Anugrah
Buku Talangsari terlengkap, berikut juga dokumen-dokumen mengenai peristiwa, serta kesaksian pelaku sejarah langsung.
Buku Talangsari terlengkap, berikut juga dokumen-dokumen mengenai peristiwa, serta kesaksian pelaku sejarah langsung.

More info:

Published by: Indra Anugrah on Nov 24, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/08/2012

pdf

text

original

 
Page 1Buku Geger Talangsari11/24/2008 11:19:02 AMhttp://www.talangsari.org/book/export/html/46
Buku Geger Talangsari
PENGANTAR Balai PustakaKARYA ini, hasil pekerjaan penelitian lapangan yang dilakukan oleh WidjionoWasis, yang disusun dan ditulis -menurut Ramadhan K.H.- dengan gaya yangganjil, tidak konvensional, lancar, dan jarang terdapat dalam buku-bukuserupa mengenai penelitian peristiwa.Penulis telah mengeluarkan biaya dan perhatian yang luar biasa, termasuk waktu yang sangat panjang dalam proses penelitian yang tidak selalu berjalanlancar, sampai akhirnya berhasil menyuguhkan karya ini.Yang cukup menarik ialah penutup dari karya ini, mengedepankan islah sebagai pokok untuk menyelesaikan setiap perselisihan -seberapa pun kadamya- demikedamaian dan persatuan serta untuk menghindari perpecahan yang tidak  berujung.Semoga buku ini mampu memberikan sumbangan yang berarti.Balai Pustaka
PENGANTAR RAMADHAN K.H.
Sebuah PertimbanganSEORANG sahabat baru, Saudara Widjiono Wasis menyuguhkan sebuah naskah yangternyata mengikat perhatian saya, menyebabkan saya ingin terus membacanya.la mencantumkan judul pada naskahnya itu GEGER TALANGSARI, Serpihan GerakanDarul Islam. Di bulan Februari 1989 telah terjadi peristiwa yangmenggegerkan di Cihideung, Lampung. Rombongan pejabat muspika diserang danKapten Soetiman dibunuh. Kelanjutannya adalah bentrokan fisik antara rakyat bersama tentara dan polisi dengan mereka yang membunuh petugas negara itu;yang bemama Warsidi menjadi pembicaraan orang, termasuk sejumlah pengikutnya. Dan kemudian Warsidi pun diakhiri hidupnya dengan tembakan peluru, sementara sejumlah orang juga jadi korban. Tak jelas benar  berapajumlahnya.Peristiwa ini menjadi perhatian Wasis, terutama -seperti diceritakannyasendiri kepada saya-, karena adanya pro-kontra mengenai kasus ini. Ada pihak yang ingin mengungkit dan mempersoalkan, tetapi kata Wasis, masyarakatsetempat menolaknya dengan keras. Selain itu, -masih kata dia, gegeranTalangsari punya ciri dan cara yang unik, tentang perkembangan sejarah perjuangan Islam di Indonesia.Wasis tergerak hatinya untuk mengadakan penelitian tentang peristiwa ini,yang bagaimana pun juga menyangkut keyakinan hidup, agama, Islam. Dan kalausudah bicara tentang ini, kita jadi ingat, apa hubungan peristiwa ini denganDarul Islam (DI), dengan NII (Negara Islam Indonesia), dengan ajaran atau pandangan hidup tokoh-tokoh berpengaruh yang berkaitan atau seperti berkaitan dengan ini, semisal SM Kartosoewirjo, Daoed Beureuh, Ibnu Hajar,Kahar Muzakkar, dengan peristiwa Cicendo, pembajakan Woyla, Tragedi TanjungPriok. Hampir satu tahun Wasis bekerja untuk mendapatkan gambaran yangdirasakannya pantas dan bisa dipertanggungjawabkannya di hadapan umum. lamulai bekerja untuk ini di bulan Mei 2000 dan dianggapnya selesai di bulanApril 200 1, dengan terhitung 2 ( dua) bulan mengadakan penelitian lapangandi Lampung, sekian waktu di sejumlah perpustakaan dan tempat bacaan lainnya,
 
Page 2Buku Geger Talangsari11/24/2008 11:19:02 AMhttp://www.talangsari.org/book/export/html/46dan 3 (tiga) bulan menu1iskan hasil penelitiannya. Syukur bahwa ia menaruh perhatian banyak pada sejarah, terutama sejarah kontemporer, pada buku-buku biografi dan otobiografi, pada hasil-hasil wawancara orang, dan juga padadunia sastra. Dengan latar belakang itu ia diringankan oleh pengetahuannyayang sudah dimilikinya. Ada pula disebutnya hasil pekerjaannya yang sudah pemah ia hidangkan kepada umum, antaranya Ensiklopedi Nusantara (1989/PT.DianRakyat),AlmanakJagad Raya (1992/PT. Dian Rakyat) di samping duabuah bukulainnya yang agak menyimpang dari perhatiannya yang utama, tetapi pastimenjadi sasaran penerbit: Kamus Bisnis ( 1994/PT. Dian Rakyat) danEnsiklopedi Pelajar (1995/PT. Dian Rakyat).***Saya sendiri jauh dari menguasai materi yang digarap oleh peneliti mudaWasis ini. Akan tetapi, hasil pekerjaan peneliti lapangan ini rasanya cukupmenarik perhatian umum seperti saya, dengan susunan dan cara penulisannya,gayanya yang ganjil, jarang terdapat di dalam buku-buku yang serupa mengenai penelitian peristiwa, tidak konvensional dan lancar. Pengetahuannya dan pendiriannya mengenai Islam mencolok, termasuk mengenai islah, sebagai penyelesaian persoalan. Dan yang menyebabkan saya berani memberikan komentar atas hasil pekerjaan Sdr. Wasis ini, adalah sekurang-kurangnya adanyaketerangan Letjen (Purn.) A.M. Hendropriyono yang pemah menangani peristiwaini sewaktu masih menjadi Komandan Korem Garuda Hitam -Lampung, dengan pangkat Kolonel waktu itu. Letjen (Pum.) itu mengemukakan kepada saya, bahwadata-data yang didapat dan diangkat oleh Sdr. Wasis adalah benar. Harapdiingat bahwa A.M. Hendropriyono tampak tidak kunjung henti menambah ilmunyadi pelbagai pendidikan. Mengemukakan begitu, berarti mempertaruhkanreputasinya sebagai intelektual.***Kesimpulan Wasis setelah ia mengadakan penelitian lapangan dengan caramengadakan wawancara dengan sejumlah orang yang dianggapnya penting untuk memberikan kesaksian, ialah bahwa peristiwa itu bukan pemberontakan.Kelompok Warsidi bukan gerakan separatis seperti yang kini ( th 2001) ada diAceh atau yang di Maluku dan Irian Jaya. Dia juga bukan aliran sesat yangtimbul tenggelam. Kelompok Warsidi juga bukan gerakan makar. Tanda-tandamakar tidak ditemukannya pada kelompok ini, seperti diceritakannya kepadasaya. Mereka tidak melengkapi diri dengan senjata-senjata organik, sejenisatau setingkat militer. Kelompok ini, menurut Wasis, lebih tepat disebutsebagai gerakan pengacau keamanan yang membuat kerusuhan dalam skala besar,setelah merasa bersalah membunuh seorang petinggi militer di daerahtersebut.Tentunya pekerjaan penelitian seperti yang dilakukan Wasis ini mengeluarkantenaga dan menyita waktu yang tidak sedikit. "Hal terberat tapi sekaligusterindah", kata peneliti ini, "adalah mencari tokoh-tokoh pengikut Warsidi",orang yang berperan dalam peristiwa yang pemah menggegerkan Lampung 12 tahunyang lalu itu. Namun, penelitian seperti ini, -termasuk mengenai peristiwayang menyedihkan di Lampung itu-, tentunya tidak berhenti sampai di sini.Sumbangan kerja peneliti lain ditunggu oleh banyak pihak.***Ramadhan K.H.Jakarta, 5 Juni 2001
DASAR PEMIKIRAN
DI MASA lalu, ada banyak peristiwa. Terlebih jika menyangkut kehidupan politik di Indonesia, sedikit saja ada gejolak, orang langsung berteriak, pasti ada orang Islam berontak. Nyatanya memang demikian. Apalagi setelahmuncul berbagai peristiwa, beruntun seperti diatur, kapan harus.bergerak dan
 
Page 3Buku Geger Talangsari11/24/2008 11:19:02 AMhttp://www.talangsari.org/book/export/html/46kapan tidak.Munculnya rentetan peristiwa itu memancing orang untuk berspekulasi,menghubung-hubungkan peristiwa satu dengan yang lain. Tragedi Tanjung Priok 1984 misalnya, dikait-kaitkan dengan Peristiwa Talangsari Lampung 1989.Malahan membias jauh, menyebut-nyebut berbagai peristiwa gegeran di sejumlahtempat. Peristiwa Cicendo Bandung 1981, peristiwa pembajakan Woyla 1981, peristi wa Haurkoneng sampai ke teror Warman yang tewas 1981, seluruhnya digebyah uyah, sama.Spekulasi tersebut agaknya jauh panggang dari api. Kaitan peristiwa satudengan yang lain, tak saling berhubungan secara langsung dan oleh karenanya tak cukup sekedar dugaan.Masing-masing kejadian punya karakter dan tokoh yang berbeda. Akar  persoalannya juga berlainan, tidak saling berkait, satu dan lainnya. TanjungPriok misalnya, memunculkan tokoh dadakan yang bemama Amir Biki. Tentu berbeda dengan geger di Talangsari, Lampung, yang menokohkan Warsidi.Huru hara Tanjung Priok, mungkin lebih pas disebut sebagai musibah dari padatragedi perjuangan umat. Di sana, tak tergambar ada nuansa skenario ataualur cerita yang mengawali dan mengakhirinya. Kejadiannya begitu mendadak dan meledak tiba-tiba. Jika dari peris- tiwa itu, kemudian membawa korbandan memunculkan sejumlah pahlawan, tentu soal lain. Kasus Cicendo dan kasusImron, juga punya karakter yang berbeda lagi. Kedua peristiwa itu merupakangerakan protes atas suatu kebijakan. Cuma cara mengekspresikannya agak tak lazim, membajak kapal terbang dengan kekerasan.Peristiwa Lampung bukan gerakan protes, juga bukan kecelakaan yang datangnyatiba-tiba. la jauh dari nuansa Cicendo, Imron dan Tanjung Priok. Bahkan jugatidak sama dengan geger Haurkoneng, apalagi gerakan Warman yang senantiasamenebar teror, kapan dan di mana saja. Lampung punya ciri dan cara yang berbeda, sekaligus unik. Peristiwanya, tempatnya, orang-orangnya,dramaturginya, historisnya, seluruhnya saling berkait secara sistematis,terencana dan teratur.Di Lampung ada gegeran. Ada angkaramurka yang tak terkendali. Ada gerombolanyang tak memahami; "di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung". DiLampung, ada rojopati. Ada jelujur benang merah, antara Warsidi dan gerakan Nll. Antara mereka dan suatu daerah yang bemama Ngruki. Tak cuma itu, disana juga ada gairah orang-orang yang ingin mewujudkan mimpi, mendirikansebuah perkampungan antik, sebagai "basis perjuangan"-nya. Dan dari peristiwa Lampung, juga lahir gerakan rujuk antar petikai bernama islah.Uniknya, gerakan islah itu justru lahir dari mereka, orang-orang yangmenciptakan gegeran itu sendiri. itulah renik-pernik, centang-perenang yangmendasari mengapa buku Geger Talangsari ini terbit dan mengapa kini ada ditangan Anda.Menyoal AngkaBuku ini, sekaligus merupakan jawaban saya, untuk berbagai pertanyaanseputar teka-teki Peristiwa Lampung 1989 dan permasalahannya. Yang menarik dari Peristiwa Lampung ialah pertanyaan tentang berapakah jumlah korbanTalangsari, baik yang hidup maupun yang sudah pupus. Siapa yang membunuhmereka, bagaimana cara membunuhnya, alatnya, saksinya, waktunya dan seabreg pertanyaan lain yang tak henti-henti ingin diketahui orang.Oleh sebab itu, ketika ada segelintir orang meneriak- kan angka,jumlahkorban peristiwa Talangsari, beberapa media masa berebut menayangkan temuantersebut. Tak seorang pun bertanya, dari mana asal angka itu, bagai- manacara mendapatkannya dan menggunakan tolok ukur apa, sehingga angka itumuncul.
Bagian 1 - Senjakala Lampung Tengah

Activity (16)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
van3x liked this
Acib Sign liked this
apl.eric liked this
jimmy1951 liked this
Bagas Andriyono liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->