Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
permasalahan di indonesia

permasalahan di indonesia

Ratings: (0)|Views: 224 |Likes:
Published by Sumar Dewi

More info:

Published by: Sumar Dewi on Mar 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/01/2014

pdf

text

original

 
BABIPERMASALAHANâ

PERMASALAHANDIINDONESIAI. PERMASALAHANDIBIDANGEKONOMIBeberapapermasalahanekonomiIndonesiayangmasihmunculsaatiniakansayajelaskandidalam6bidangyaitu:ketahananenergi,sumberdayaalam,lingkungandanpertanian,pemberdayaanusahamikrokecildanmenengah(UMKM),pelaksanaankomitmenmasyarakatekonomiASEAN,infrastruktur,danketenagakerjaandanketransmigrasian.1. KetahananenergySebagaimanakitaketahuibahwahargaenergiduniasangatsulituntukdiprediksi.Padatahun2008hargaminyakduniabahkansudahmencapairekortertinggisebesarUS$147perbarelpada11Junilalu.WalausaatinimenurunpadakisaranUS$106,bahkanhariinitanggal10September2008hargaminyaktelahturundibawahUS$100.Halinisangatberbahayabagiketahananenerginasionalkarenakitatahubahwa,sebagaiinput,naiknyahargaenergiakanberdampakterhadapkenaikanbiayaproduksidanhargajual.DisampingkenaikanbiayaproduksidanhargajualakanmengurangidayasaingprodukIndonesiadipasarinternasionalapalagipadasaatinisedangterjadipenurunnyadayabelimasyarakatinternasionalakibatinflasiyangmeningkathampirdisemuanegaratujuanutamaeksporIndonesiayaituAmerikaSerikat,NegaraEropa(EU),danAsiaTimur(Jepang,KoreaSelatandanChina).Dalamrangkaketahananenergiini,pemerintahmelakukandiversifikasienergidenganmisalnyamemproduksibio-fuelyangmerupakanpencampuranprodukfosildengannabati(minyakkelapasawit).NamunmunculkendalaprograminikarenasaatinihargakomoditiyangmenggunakanbahanbakukelapasawitmengalamikenaikanyangluarbiasayaituCrudePalmOil(CPO).Akibatnya,produsenkelapasawitmenjadigamangdalammenggunakankelapasawitapakahuntukdigunakansebagaibioenergyatauuntukmenghasilkanCPOyangditujukanuntukekspor.BeberapapengamatmengatakansebaiknyaIndonesialebihmengembangkanenergygeothermal(panasbumi)yangcadangannyasangatberlimpahdiIndonesia(terbesardidunia)karenabiayainvestasiyangmahaluntukinvestasienergipadageothermaliniakandioffsetolehturunnyasubsidipemerintahuntukbahanbakarminyakkarenaadanyaperalihanpenggunaanenergidariminyakkegeothermal.2. Kebijakansumberdayaalam,lingkungandanpertanianIndonesiaberuntungmemilikisumberdayaalamyangmelimpahbaikbahantambang,hutan,pertanian,hasillaut,dancahayamatahariyangsepanjangtahun.Untukitu,sumberdayaalamyangadaharusdikeloladenganbaikbagipeningkatanpertumbuhanekonomidanpeningkatankesejahteraanekonomirakyat(welfare).SejauhiniIndonesiatelahmemanfaatkanbanyakbahantambangbagipertumbuhanekonomisepertiminyakbumi,batubara,gas,bijihbesi,emas,nikel,timahdanlainsebagainya.Namunpemanfaatansumberdayaalaminimembawadampaknegatif(negativeexternalities)terhadaplingkunganberupapenggundulanhutanpenghancuranbukit-bukityangtentunyaberdampaksangatnegatifterhadapkondisilingkungan.Disisipertanian,walaubanyakkemajuanyangdicatatIndonesiamasihmengimporberas,danprodukpertanianlainsepertikedele,danhasilperkebunan(gula).Ditargetkanpadatahun2009,Indonesiasudahdapatberswasembadaberasdangula.3. Pemberdayaanusahamikrokecildanmenengah(UMKM).Sektorusahamikrokecildanmenengah(UMKM)inimerupakansektorekonomiyangcukuptangguhterutamapadasaatkrisisekonomi1998dimanabanyakpelakuekonomibesarbertumbangan.Beberapaprogramyangakanditerapkanolehpemerintahmenyangkutpengembanganusahamikrokecildanmenengah(UMKM)iniadalahpeningkatanaksesUMKMpadasumberpembiayaandengan(i)MeningkatkankapasitaskelembagaandanaksesUMKMpadasumberpembiayaan.(ii)MemperkuatsistempenjaminankreditbagiUMKM.(iii)Mengoptimalkanpe-manfaatandananonperbankanuntukpemberdayaanUMKM.Disampingituakandilakukanjugapengembangankewirausahaandansumberdayamanusia(SDM)dengan(i)MeningkatkanmobilitasdankualitasSDM.(ii)Mendorongtumbuhnyakewira-usahaanyangberbasisteknologi.HallainnyaadalahpeningkatanpeluangpasarprodukUMKMdengan(i)MendorongberkembangnyainstitusipromosidankreasiprodukUMKM.(ii)Mendorongberkembangnyapasartradisionaldantatahubungandagangantarpelakupasaryangberbasiskemitraan.(iii)Mengemb
 
angkansisteminformasiangkutankapaluntukUMKM.(iv)Mengembangkansinergitaspasar.Terakhiradalahreformasiregulasidengan(i)MenyediakaninsentifperpajakanuntukUMKM.(ii)MenyusunkebijakandibidangUMKM.4. PelaksanaankomitmenmasyarakatekonomiASEAN.SebagaianggotapentingASEANIndonesiaberkomitmenuntukmelaksanakanprogramyangtelahditetapkanolehorganisasiyaitupelaksanaankomitmenMasyarakatEkonomiASEAN(ASEANEconomicCommunity-AEC).Beberapalangkahkedepanadalah(i)KomitmenAECuntukArusBarangSecaraBebas(ii)KomitmenAECuntukArusJasaSecaraBebas(iii)KomitmenAECuntukArusPenanamanmodalSecaraBebas(iv)KomitmenAECuntukArusModalSecaraBebas(v)KomitmenAECuntukArusTenagaKerjaTerampilSecaraBebas(vi)KomitmenAECuntukPerdaganganMakanan,Pertanian,danKehutanan(vii)KomitmenAECuntukMenujuKawasanEkonomiYangKompetitif(viii)SosialisasiPelaksanaanKomitmenMasyarakatEkonomiASEAN2015.5. Infrastruktur.Sebagaimanadisinggungdidepan,kondisiinfrastrukturekonomiIndonesiaberadapadatitikyangnadir.Kalaupadamasaordebaru,kondisiinfrastrukturIndonesiamengalamititikpuncak,seiringdenganmeningkatnyapertumbuhanekonomiinfrastrukturyangadasudahtidaklagimemadai.Belumlagikondisiinfrastrukturyangkualitasnyamenurunseiringberjalannyawaktu.Banyaknyajalandanjembatanyangrusakinitidakterlepasdarimasa-masasulitAPBNkitayangsampaitahun2004lebihdikonsentrasikankepadapembayaranhutangdanbelanjabarangdangajipegawai.Ditahun2009,perluditingkatkannyabelanjapemerintahuntukkeperluaninfrastrukturinidisampingmenerapkanKPS(KerjasamaPemerintahdanSwasta)untukmembangunjalan,jembatan,pelabuhan,perlistrikan,telekomunikasidanlain-lain.6. Ketenagakerjaandanketransmigrasian.MasalahpenganggurandiIndonesiamasihmenjadimasalahekonomiutamayangsampaisaatinibelumbisadiatasi.Sampaitahun2008,tingkatpengangguranterbukamasihberadapadakisaran9%darijumlahangkatankerjaatauberadapadakisaran9jutaorang.Sebagaimanakitaketahui,bahwaterjadiperubahanpaternperekonomianpaskakrisisdariusahayangpadatkaryakeusahayanglebihpadatmodal.Akibatnyapertumbuhantenagakerjayangadasejaktahun1998s/d2004terakumulasidalammeningkatnyaangkapengangguran.Dilainsisi,pertumbuhantingkattenagakerjainitidakdiikutidenganpertumbuhanusaha(investasi)yangdapatmenyerapkeberadaannya.AkibatnyaterjadipeningkatanjumlahpenganggurandiIndonesiayangpadapuncaknyaditahun2004mencapaitingkat10%atausekitar11jutaorang.Untukmenanganimasalahpengangguraninipemerintahperlumemberikanfasilitasbaikfiskal,perkreditan,maupunpartnershipuntukmenciptakanusahayangbersifatpadatkaryadalamrangkamenyerapkelebihantenagakerjayangada.Menyangkutmasalahketransmigrasianadayangberubahpadapenanganannyadibandingkandenganmasaordebaru.Kalaituprogramtransmigrasiberjalandengansangatgencardenganhasilyangbervariasi.Disatudaerahprogramtransmigrasiberjalanbaiktapididaerahlainmengalamikegagalan,namunsecarakeseluruhanprogramtransmigrasiberjalanlumayan.Paskakrisis,programtransmigrasikelihatannyamatisuriatausudahhampirtidaklagiterdengargaungnya.Apalagisejakberlakunyaotonomidaerahdimanakewenanganmengaturdaerahdiserahkankepadapemerintahdaerah,termasukmengaturdatangnyapendudukdariluardaerah.Saatinitentunyaperluadakoordinasiantarapusatdengandaerahmenyangkutmasalahtransmigrasiini.II. PERMASALAHANDIBIDANGPOLITIKDalamhalinisayaakanmembahasmengenaipekerjaanak.PermasalahanpekerjaanakinibukansajadiIndonesiatetapisudahmenjadimasalahdunia.DiIndonesia,padatahun2004dari104jutaangkatankerja,tigajutadiantaranyaadalahpekerjaanakyangbekerjadiberbagaisektor.JumlahnyapalingbanyakterdapatdiPulauJawakarenajumlahpenduduknyabesardibandingpulaulain.Berbicaralebihjauhtentangpekerjaanakini,sebuahterobosanyangdilakukanKabupatenKutaiKartanegara(Kukar)patutdiancungijempol.KabupatenyangterletakdiProvinsiKalimantanTimuriniterbilangsuksesmelaksanakanprogramZonaBebasPekerjaAnak(ZBPA).
 
SejakProgramZBPAinimulaiberjalantahun2002,jumlahpekerjaanakdiKukarturunsecarasignifikan.Penurunannyamencapai88persentiaptahunnya.Halinidilakukankarenaseharusnyaanakâ

anakyangberadadibawah15tahuntidakbolehbekerja.Kukarmempunyaiprogramtetapibukanprogramzonabebaspekerjaanaksajatetapiprogram-programlainyangsejalanmendukungprogramini.DimanakamimembebaskanSPP,mulaidariSekolahDasarhinggaSekolahLanjutanTingkatAtas(SLTA),baikituuntuksekolahnegeriataupunswasta.BukanhanyamembebaskanSPP,tapijugabiayapendaftaran.Termasukuangsemesteran,UangUjianNasionalsertabiayaoperasionalsekolah.SeharusnyaprograminijugaditerapkandidaerahlainterutamadipulauJawa.III. PERMASALAHANDIBIDANGHUKUMPenegakkanhukumdiIndonesiasudahlamamenjadipersoalanseriusbagimasyarakatdiIndonesia.Bagaimanatidak,karenapersoalankeadilantelahlamadiabaikanbahkandifakultas-fakultashukumhanyadiajarkanbagaimanamemandangdanmenafsirkanperaturanperundang-undangan.PersoalankeadilanatauyangmenyentuhrasakeadilanmasyarakatdiabaikandalamsistempendidikanhukumdiIndonesia.Halinimenimbulkanakibat-akibatyangseriusdalamkontekpenegakkanhukum.Parahakimyangnotabenemerupakanprodukdarisekolah-sekolahhukumyangbertebarandiIndonesiatidaklagimampumenangkapintidarisemuapermasalahanhukumdanhanyamelihatdarisisiformalitashukum.Sehinggatujuanhukumyangsesungguhnyamalahtidaktercapai.Sebagaicontoh,seluruhmahasiswahukumatauahli-ahlihukummempunyaipengetahuandenganbaikbahwakebenaranmateril,kebenaranyangdicapaiberdasarkankesaksian-kesaksian,adalahhalyangingindicapaidalamsistemperadilanpidana.Namun,kebanyakandarimerekagagalmemahamibahwatujuandiperolehnyakebenaranmaterilsesungguhnyahanyadapatdicapaiapabilaseluruhprosespidanaberjalandengandiatasrelhukum.Namunpadakenyataannyaprosesiniseringdiabaikanolehparahakimketikamulaimengadilisuatuperkara.Penangkapanyangtidaksah,penahananyangsewenang-wenang,danprosespenyitaanyangdilakukansecaramelawanhukumtelahmenjadiuratnadidarisistemperadilanpidana.Haliniterutamadialamiolehkelompokmasyarakatmiskin.Itulahkenapa,meskidijamindalamUUD1945danperaturanperundang-undanganlainnya,prinsippersamaandimukahukumgagaldalampelaksanaannya.Persoalandiatasmakinkompleks,ketikaaparatpenegakhukum(hakim,jaksa,polisi,advokat)jugamudahataudimudahkanuntukmelakukanberbagaitindakanterceladansekaligusjugamelawanhukum.Suatutindakanyangterkadangdilatarbelakangisalahsatunyaolehalasanrendahnyakesejahteraandariparaaparatpenegakhukumtersebut(kecualimunginadvokat).Namunmemberikangajiyangtinggijugatidakmenjadijaminanbahwaaparatpenegakhukumtersebuttidaklagimelakukakntindakanterceladanmelawanhukum,karenapraktek-praktekmelawanhukumtelahmenjadibagianhidupsetidakmerupakanpemandanganyangumumdilihatsejakmerekadudukdibangkumahasiswasebuahfakultashukum.Persoalannyaadalahbagaimanamengatasiinisemua,tentunyaharusdimulaidaripembenahansistempendidikanhukumdiIndonesiayangharusjugadiikutidenganpenguatankodeetikprofesidanorganisasiprofesibagikelompokadvokat,pengaturandanpenguatankodeperilakubagihakim,jaksa,danpolisisertaadanyasanksiyangtegasterhadapsetiapterjadinyatindakantercela,adanyatransparansiinformasihukummelaluiputusan-putusanpengadilanyangdapatdiaksesolehmasyarakat,danadanyakesejahteraandankondisikerjayangbaikbagiaparatpenegakhukum.IV. PERMASALAHANDIBIDANGSOSIALPermasalahankesejahteraansosialkedepanmasihdidominasiolehpermasalahankonvensionalterutamakemiskinandanketerlantaran,kecacatan,keterpencilandanketertinggalan,ketunaansosialdanpenyimpanganperilakusertaakibatbencana.Namundemikian,permasalahanaktualyangterkaitdengankelangsungankehidupankenegaraansepertidisintegrasisosial,kesenjangansosial,perlumemperolehperhatianyangseriusdanberkelanjutan.Demikianpulapermasalahankesejahteraansosialhuludandampakpelaksanaanberbagaibidangpembangunanlain,secaraintensifperluditanganimelaluiberbagaicara.Apabilahaliniluputdariperhatian,r

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->