Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Budaya Presean

Budaya Presean

Ratings: (0)|Views: 546 |Likes:
Published by BWfool
budaya presean merupakan salah satu budaya asli lombok yang hingga kini masih dipertahankan.
budaya presean merupakan salah satu budaya asli lombok yang hingga kini masih dipertahankan.

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: BWfool on Mar 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/06/2014

pdf

text

original

 
1
BUDAYA PRESEAN
OLEH : LALU SATRIAWAN KHOLIDNIM : 11520241007KELAS : EPENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKAPENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKAFAKULTAS TEKNIKABSTRAK
Penyusunan makalah ini bertujuan untuk lebih memperkenalkan Budaya Presean yang pada saat ini kurang banyak dikenal oleh masyarakat luas, khususnya masyarakat yang ada di luar Pulau Lombok. Budaya Peresean adalah salah satu dari sekian banyaknya Budaya yang dimiliki oleh masyarakat Lombok, Peresean yang artinya pertarungandengan menggunakan Penjalin (Rotan) sebagai alat pukul dan Ende (Perisai)sebagai alat pelindung memang sudah dikenal oleh masyarakat Lombok sejak lama. Budaya Peresean adalah salah satu budaya yang terbilang "keras"karena dalam Budaya ini pemainnya (Pepadu) akan memperlihatkan sebuahaksi-aksi saling pukul sampai salah satu dari mereka mengeluarkan darahsegar, Walaupun demikian budaya yang penuh dengan "kekerasan" itu masihdi lestarikan hingga saat ini. Keunikan dari Budaya Peresean ini bisa andasaksikan ketika para Pepadu (Petarung) sudah memulai aksi saling pukul-memukul dengan menggunakan Penjalin (Rottan), pada saat pertarungandimulai para penabuh akan memainkan sebuah alat musik tradisional Pulau Lombok, sehingga pertarunganpun berlangsung dengan gaya lenggak-lenggok dari kedua Pepadu (Petarung) seirama dengan alat musik tradisional yang di mainkan oleh para penabuh, Pepadu (Petarung) saling menghalaudan memukul lawan sampai salah satu dari mereka mengeluarkan darahkarena bocor ataupun ada salah satu dari mereka yang menyerah. Dari penjelasan tersebut di atas membuat penulis termotivasi untuk membuat makalah tentang Budaya Presean ini. Di mana budaya tersebut dapat digunakan untuk menarik minat wisatawan mancanegara danwisatawan local untuk lebih mengenal budaya yang ada di Lombok khususnya Budaya Presean.
 Kata Kunci : Budaya, Presean, Pepadu
 
2
PENDAHULUAN
Pulau Lombok (penduduk pada tahun 1990: 2.403.025) adalah sebuahpulau di kepulauan Sunda Kecil atau Nusa Tenggara yang terpisahkan olehSelat Lombok dari Bali di sebelat barat dan Selat Alas di sebelah timur dariSumbawa. Pulau ini kurang lebih bulat bentuknya
dengan semacam “ekor” di
sisi barat daya yang panjangnya kurang lebih 70 km. Pulau ini luasnya adalah4.725 km² (sedikit lebih kecil daripada Bali). Kota utama di pulau ini adalahKota Mataram Bahasa Sasak dipakai oleh masyarakat Pulau Lombok, provinsiNusa Tenggara Barat.Bahasa ini mempunyai gradasi sebagaimana Bahasa Bali dan BahasaJawa. Bahasa Sasak mirip dan serumpun dengan Bahasa Bali.Bahasa Sasak mempunyai dialek-dialek yang berbeda menurut wilayah,bahkan dialek di kawasan Lombok Timur kerap sukar dipahami oleh parapenutur Sasak lainnya.Bali kedua. Inilah sebutan yang sering dilontarkan pelancong asingyang pernah menikmati keindahan Pulau Lombok di Nusa Tenggara Barat(NTB) dengan pantai dan obyek wisata lainnya. Bahkan sebagian merekaselalu membandingkan bahwa Lombok jauh lebih indah, eksotik,dan lebih menawan dibanding Bali, karena menawarkan lebih banyak pilihan.Anggapan itu memang tak keliru. Setidaknya bagi mereka yang telahmengenal dan mengunjungi obyek wisata di Bumi Gora ini. Banyaknya obyek wisata pantai merupakan daya tarik tersendiri bagi para wisatawan, terutamapara pelancong asing. Salah satunya adalah pantai di sepanjang pulau kecilyang mengelilingi Pulau Lombok, yaitu Gili (Pulau) Trawangan, Gili Meno,Gili Air, dan Gili Nongol, sebuah pulau yang baru muncul pada tahun 2000.Selain terkenal dengan tempat wisatanya, Pulau Lombok juga terkenaldengan kekayaan budaya yang dimilikinya antara lain Presean, Bau Nyale,
 
3
Maling Dedare, Perang Topat dan masih banyak lagi budaya lainnya yang adadi Pulau Lombok.Kali ini, penulis akan mengangkat tema Budaya Presean untuk makalah ini, yaitu salah satu dari sekian banyaknya Budaya yang dimiliki olehmasyarakat Lombok, Peresean yang artinya pertarungan denganmenggunakan Penjalin (Rotan) sebagai alat pukul dan Ende (Perisai) sebagaialat pelindung memang sudah dikenal oleh masyarakat Lombok sejak lama, dimana budaya tersebut sangat terkenal di berbagai kalangan masyarakatLombok mulai dari anak-anak, pria sampai wanita pun ada yang gemarmenonton Presean ini. Dalam makalah ini penulis akan membahas apapengertian dari Budaya Presean tersebut, bagimana pelaksanaannya danbagaimana tanggapan maupun antusiasme masyarakat terhadap budayatersebut serta bagaimana keunikan yang terdapat di dalam budaya tersebutsehingga tetap dilestarikan walaupun mengandung unsur kekerasan danpertarungan.
PEMBAHASANa.
 
Pengertian Presean
Budaya Peresean adalah salah satu dari sekian banyaknya Budayayang dimiliki oleh masyarakat Lombok, Peresean yang artinya pertarungandengan menggunakan Penjalin (Rotan) sebagai alat pukul dan Ende (Perisai)sebagai alat pelindung memang sudah dikenal oleh masyarakat Lombok sejak lama.Presean adalah Budaya SimbolKejantananPemuda Suku Sasak diPulau Lombok. Acara ini berupa pertarungan dua lelaki Sasak bersenjatakantongkat rotan atau biasa disebut peyalin serta berperisai kulit kerbau tebal dankeras yang biasa di sebut dengan Ende. Petarung biasa di sebut dengan

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Gung Sri liked this
Gung Sri liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->