Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pentingnya Zakat Bagi Kemaslahatan Umat

Pentingnya Zakat Bagi Kemaslahatan Umat

Ratings: (0)|Views: 80 |Likes:

More info:

Published by: Rendi Septiyan Nugraha on Mar 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/15/2013

pdf

text

original

 
Pentingnya Zakat Bagi Kemaslahatan Umat
Membicarakan tentang zakat fitrah, ingatan kitapasti akan tertuju kepada bulan Ramadan, bulan yangsangat dimuliakan oleh semua umat Islam. Karenasederet aktivitas ibadah bisa dilakukan di sanasekaligus menjanjikan reward yang tak ternilai,mulai dari dibukanya pintu rahmat dan ampunan sampaipada jaminan akan pembebasan dari api neraka.
 
Zakat fitrah bagi umat Islam bukan hanya sebuah rutinitas yang berdimensisosial yang mengiringi ibadah puasa di bulan Ramadan. Akan tetapi lebihdari itu zakat fitrah merupakan kewajiban yang diperuntukkan bagiterwujudnya kesempurnaan ibadah puasa yang dilakukan.Seorang muslim yang menjalankan ibadah puasa akan merasa kurang sempurna,apabila tidak mengeluarkan zakat fitrah. Sementara itu, bagi umat Islamyang enggan melaksanakan ibadah puasa sekalipun, zakat fitrah tetap menjadisesuatu yang penting bagi diri mere
ka. Ada perasaan tidak “enak” bila tidak
menunaikannya.Karena itu, tidak mengherankan apabila pada akhir setiap bulan Ramadanbanyak umat Islam berbondong-bondong membayar zakat fitrah kepada panitia-panitia zakat fitrah yang ada di masjid, musala atau tempat-tempat yanglain.
Zakat adalah rukun ketiga dari rukun Islam yang lima. Zakat hukumnya wajib 
„ain (fardu „ain), bagi setiap muslim apabila telah memenuhi syarat
-syarat yang telah ditentukan oleh syariat.
Perintah menunaikan zakat atas harta dan penghasilan yang diperoleh,mendidik umat Islam agar menjauhi sifat mementingkan diri sendiri, dansebaliknya mewujudkan semangat berbagi dengan orang lain. Kesadaranberzakat dipandang sebagai indikator utama ketundukan seseorang pada ajaranIslam.Dalam kitab suci Alquran kata zakat dalam bentuk makrifah (definisi)disebut tiga puluh kali dalam Alquran, di antara dua puluh tujuh kalidisebut bersama salat. Misalnya dalam surat Al-Baqarah: 277
 
 
“Sesungguhnya orang 
-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikansalat dan menunaikan zakat mereka mendapatkan pahala di sisi Tuhan, tidak 
ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati” 
 
Ayat Alquran di atas menunjukkan dengan tegas, betapa pentingnyapelaksanaan zakat di samping ibadah salat. Apabila ibadah salat berfungsisebagai bukti pengabdian dan kepatuhan kepada Allah SWT, serta sebagaipencegahan yang keji dan munkar, maka zakat dimaksudkan sebagai pembersihjiwa bagi yang menunaikan.Perintah mendirikan salat dalam Alquran tidak pernah terpisahkan denganperintah membayar zakat. Zakat yang disebut dalam Alquran sejajar dengansalat merupakan sarana komunikasi utama antara manusia dengan manusia laindalam suatu tatanan kehidupan sosial.Sekarang persoalannya, bagaimana kenyataan dalam pengalamannya? Ajarantentang syahadat, salat, puasa dan haji tampak sekali lebih meratadipahami, dihayati dan diamalkan oleh umat Islam, Puluhan ribu masjid danratusan ribu musala berdiri di segenap penjuru tanah air sebagai tempatumat Islam melaksanakan salat berjamaah.Bahkan di kantor-kantor, bank-bank, universitas-universitas, pabrik-pabrikdidirikan pula masjid dan musala. Ajaran puasa pun tampak juga diamalkandengan penuh gairah manakala bulan Ramadan tiba, dan jamaah salat tarawihpun di mana-mana melimpah.Demikian juga bila datang bulan Dzulka'dah atau Dzulhijjah terasa sekalikesibukan mengantar dan menjemput jemaah haji. Akan tetapi bagaimanapelaksanaan rukun Islam ketiga yakni zakat ?Para da'i, mubaligh dan khatib harus meningkatkan dakwah, tabligh dankhutbah mengenai zakat. Harus dikupas, dijawab dan diatasi mengapa zakatsebagai salah satu rukun Islam, selain mempunyai nilai kesalehan ritual,zakat berfungsi sebagai kesalehan sosial bukan hanya kurang dilaksanakan,bahkan kurang dipahami.
 
Pentingnya dana bagi kesejahteraan bangsa dan umat Islam, maka zakatmerupakan salah satu sumber utama dana umat harus digalakkan pelaksanaandan pengelolaan. Tentunya dengan menggalakkan sosialisasi dan memperbaikipengelolaan zakat, maka impian untuk menyejahterakan masyarakat dapat terusdiupayakan.Karena pada hakikatnya, zakat bermacam-macam. Sehingga betapa pentingnyazakat dikelola secara profesional dan amanah. Sehingga dapat menunjangpembangunan di berbagai sektor seperti, ekonomi, sosial, pendidikan danpemberantasan kemiskinan. Memberantas kemiskinan berdampak pula padapenyelamatan dari kekafiran sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW yang
artinya “Kekafiran itu mendekatkan seseorang kepada kekufuran”.
 
Nabi Muhammad SAW. dalam khotbah terakhirnya menegaskan: Wahai manusia,tunaikanlah zakat hartamu. Ketahuilah barang siapa tidak menunaikan zakat,tidak sempurna salatnya. Ketahuilah barang siapa tidak sempurna salatnya,tidak sempurna pula agamanya, tidak sempurna puasanya dan tidak sempurnajihadnya.
Pada surah Al-
Ma’aarij ayat 24 juga disebutkan. Dan orang
-orang yang dalamhartanya tersedia bagian tertentu, serta ayat 25: Bagi orang (miskin) yangmeminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta).
Dalam setiap penghasilan maupun harta yang berhasil diperoleh, di dalamnyaada hak orang lain dan kewajiban bagi setiap pribadi muslim yang  menguasainya untuk mengeluarkan sedekah, infak, dan zakat.
Apabila tidak mengeluarkannya berarti pribadi muslim berlaku zalim denganmenguasai atau memakan harta yang merupakan hak orang lain khususnya kaumduafa. Harta yang berhasil dikumpulkan itu pun merupakan suatu cobaan bagisetiap manusia. Dengan pengertian, kita harus dapat mensyukuri harta yangdiperoleh tersebut dan mau berbagi dengan orang lain.Firman Allah SWT dalam Al-
Ma’aarij ayat 28: “Dan ketahuilah, bahwa hartamu
dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. Wallahualam Bishawab, semoga bisa bermanfaat danmampu melakukannya atas Ridha kepada Allah SWT.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->