Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
78Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PSIKOSOSIAL DEWASA TENGAH

PSIKOSOSIAL DEWASA TENGAH

Ratings: (0)|Views: 2,909 |Likes:
Published by silvazshade

More info:

Published by: silvazshade on Mar 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/21/2013

pdf

text

original

 
Perkembangan Psikososial Masa DewasaMadya (Psychosocial DevelopmentMiddle Adulthood)
Masa dewasa madya ini berlangsung dari umur 40-60 tahun.Ciri-ciri yang menyangkut pribadi dan sosial antara lain; masa dewasa madya merupakan masatransisi, dimana pria dan wanita meninggalkan ciri-ciri jasmani dan perilaku masa dewasanyamemasuki suatu periode dalam kehidupan dengan ciri-ciri jasmani dan perilaku yang baru. Tahun-tahun ini merupakan masa puncak dimana kondisi kesejahteraan psikologis, kesehatan, produktivitas, dan keterlibatan dalam masyarakat sangat optimal. Masa-masa ini juga sering kalimerupakan waktu untuk melakukan refleksi dan peninjauan kembali. Orang melihat kembali hal-hal yang telah merekacapai, merinci hal-hal yang mereka sesali atau sisa hidup mereka. Dan jugasaat krisis terjadi, hal ini terjadi karena alasan yang tidak berhubungan dengan bertambahnya usia,melainkan karena kejadian-kejadian spesifik yang mengubah hidup seseorang, misalnya terjangkit penyakit atau kehilangan pekerjaan atau pasangan (Wethington, 2000).
a.Masa KrisisDalam ilmu psikologi, setiap tahap kehidupan memiliki ciri-ciri yangkhas. Jung menekankan pentingnya tahap usia dewasa pertengahan (40-60),kehidupan seseorang sangat ditentukan bagaimana ia mengatasi midlifecrises-nya ini. Masa krisis ialah masa dimana usaha individu untuk mengatasikesenjangan antara masa lalu dan masa depan (Devid Levinson). Krisis paruhbaya seringkali lebih dikenal dengan istilah puber kedua, puber kedua initerkait dengan terjadinya perubahan fisik yang signifikan dalam diri individu.Puber kedua adalah tahapan seseorang dari dewasa berpindah menjadi tua,masa-masa dimana seseorang dihinggapi rasa takut, keraguan diri, takutmenjadi tua, takut tidak menarik lagi, takut mati, takut tidak berguna lagi,takut tidak kuat lagi dan sebagainya.Pada usia paruh baya banyak terjadi peristiwa besar yang dapatmenimbulkan masa-masa penuh stress dan depresi seperti meninggalknayorang yang dicintai, kemunduran dalam karir, anak-anak yang mulaimeninggalkan rumah, gejala penuaan secara umum, (munculnya keriput,beruban, kulit berkurang elastisitasnya, berkurangnya vitalitas, dll)
 
b.Masa berprestasi pada usia madyaPada saat tahun-tahun pertama usia setengah baya terbuka peluanguntuk berprestasi, bahkan puncak prestasi yang pernah dicapai individu padatiap tahap perkembangannya tidak dapat menandingi prestasi yang dicapaipada usia ini. Menurut A.A. Werner menyatakan bahwa pada usia 40 tahunbagi orang-orang normal telah memiliki pengalaman yang cukup dalampendidikan dan pengalaman dalam bergaul. Sehingga mereka memiliki sikappasti atau nilai-nilai tentang hubungan sosial yang berkembang dengan baik.Selain itu dalam usia madya, seseorang telah dapat melihat tujuan dengan jelas, mempunyai gambaran tentang masa depan, serta kondisi keuanganyang telah mapan.• Pada orang dewasa madya wanita, apabila pada saat dewasa mudanyaterfokus pada memelihara anak-anak, pada saat dewasa madya ketikaanak-anaknya meninggalkan rumah akan memulai sebuah karir barudan terpaksa meraih puncak kesuksesan pada usia yang relatif tua.Pada dewasa madya pria, ia mencapai puncak kesuksesan karirbiasanya pada usia 40 50 tahun, yaitu ketika mereka telah puasdengan apa yang telah ia peroleh dan menikmati hasil kerja kerasnyatersebut pada usia awal enampuluhan. Ketika mereka dianggap terlalutua untuk bekerja dan merelakan pekerjaannya pada yang lebih muda.Faktor yang mempengaruhi dalam pencapaian puncak karir pada usiamadya dipengaruhi oleh kreativitas, tingkat pendidikan, bidang kegiatan dankesempatan seperti relasi-relasi sosial. Usia madya merupakan dimana masakepemimpinan, baik pria maupun wanita di sebuah perusahaan, kantor,organisasi mencapai puncaknya. Karena pada umumnya organisasi akan lebihmemilih orang yang berumur lima puluh tahun atau lebih untuk menjadidirektur. Oleh karena itu pada masa ini dewasa madya juga disebut sebagai“generasi pemimpin”.Menurut Neugarten, menyatakan bahwa, “keberhasilan orang usia madyaseringkali menunjukkan dirinya sebagai orang yang tidak dikemudikan lagi,tetapi sekarang sebagai pengemudi atau pemberi perintah.”c.Penyesuaian Moral-SosialMenurut Hurlock, pasangan usia madya yang tanggung jawab terhadapkeluarganya telah berkurang, akan mulai melakukan kegiatan-kegiatan sosialdi tengah masyarakat dibandingkan pada saat anak-anaknya masih tinggal
 
dengannya. Banyak orang dewasa madya yang memanfaatkan kegiatan-kegiatan sosial sebagai penghilang rasa kesepian karena anak-anaknya yangtelah dewasa dan tidak tinggal bersama mereka lagi.Pola kegiatan sosial pada usia dewasa madya juga dipengaruhi oleh statuskelas sosial seseorang. Dewasa madya yang status sosial ekonominya tinggilebih cenderung aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial sedangkan yangmempunyai status sosial ekonomi yang relatif rendah tidak begitu aktif dalamkegiatan sosial di masyarakat.Dewasa madya pria umumnya bergabung dalam lebih dari satuorganisasi, sehingga dewasa pria lebih banyak mempunyai temandibandingkan wanitaDewasa madya wanita lebih suka menjadi anggota dalam sebuahorganisasi saja sehingga teman-teman lebih dianggap sebagaisaudara.Secara keseluruhan, orang usia madya lebih bisa melakukan penyesuaiansosial daripada anak muda, disebabkan karena mereka lebih banyaktergantung pada orang luar rumah daripada yang pernah mereka lakukandulu. Dalam kaitannya dengan status, janda atau duda usia dewasa madyalebih cenderung untuk aktif dalam kegiatan sosial seperti saat merekamenikah.Dalam usia tengah baya, laki-laki dan perempuan sangat mirip dalambeberapa bidang, akan tetapi jelas berbeda dalam beberapa bidang:
Bidang Lelaki PerempuanKarier
“Mengapa saya harus bekerja?Apa yang telah saya capai dalamhidup saya? Bagaimana sayamengarahkan tenaga saya untukkarier yang lebih berarti?”“Kapan saya dapat mulai bekerja?Bagaimana saya dapatmengembangkan karier saya?”
Keintiman
Intim pada awal pernikahan untukmengokohkan pernikahan,kemudian konsentrasi beralihpada karier. Masuk saat krisismulai memikirkan hubungan antarpribadi yang hilang terutamadengan anak-anaknyaSering menukar keintiman dengansikap yang tegas, melihat dengan jelas kemana ia menuju dansasarannya. Kadang berorientasipada sasaran mengorbankanbeberapa kualitas keintiman,misalnya untuk mengejar karieratau pendidikan.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->