Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Artikel Orientasi Supervsi Kelas

Artikel Orientasi Supervsi Kelas

Ratings: (0)|Views: 450|Likes:
Published by hartoyoame
Beberapa alternatif melakukan supervisi secara profesional
Beberapa alternatif melakukan supervisi secara profesional

More info:

Published by: hartoyoame on Mar 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/04/2012

pdf

text

original

 
1
ORIENTASI PENDEKATAN SUPERVISI
Sebagai Upaya Mereduksi Kendala dan Sikap Guru Terhadap Supervisi Kelas 
Hartoyo
Kepala SMP Negeri 3 PorongMahasiswa Pascasarjana Program DoktorManajemen Pendidikan Universitas Negeri Malang
 Abstract: Classroom Supervision Approach Orientation.
Classroomsupervision remains many problems at education today. The headmaster andthe school superintendant still use conventional approach when founding forthe teachers in the classroom. As snoopervisor they conduct inspections in theclassroom. The effect, of course the teachers feel upset, discouraged and
uncomfortable at learning process. It’s
offering some classroom supervisionapproaches should be selection the suitable one.
 Keywords:
superintendant, snoopervisor, approach.
Supervision is service activity that exists to help teachers do their job better.
(Wiles,1955 dalam Imron,A, 1995:10, Indrafachrudi,2006:87) definisi di atas dijelaskan bahwasupervisi merupakan serangkaian bantuan yang berwujud layanan profesional yang diberikanoleh orang yang lebih ahli (Kepala Sekolah, Penilik Sekolah, Pengawas dan ahli lainnya)kepada guru agar dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar sehingga tujuanpendidikan yang direncanakan dapat tercapai. Sergiovani and Starrat dalam Mulyasa,
(2005:111) mendefinisikan “
Supervision is a process designed to help teacher and supervisor learn more about their practice; to better able to use their knowledge and skills; to better serve parents and schools and to make the school more effective learning community
”.
Kutipan diatas menunjukkan bahwa supervisi merupakan suatu proses yang dirancang secara khususuntuk membantu guru dan supervisor dalam mempelajari tugas sehari-hari di sekolah, agardapat menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk memberikan layanan yang lebihbaik kepada orang tua dan sekolah, serta berupaya menjadikan sekolah sebagai masyarakatpembelajar yang efektif.
Chan,MS dan Sam,TT (2005:82) menyatakan: ”Kepala Sekolah dalam menjalan
kanfungsinya sebagai supervisor dituntut dari dirinya suatu kompetensi yang memungkinkan dapatatau mampu meneliti, mencari dan menentukan syarat-syarat yang diperlukan bagi upaya
mencapai kemajuan sekolahnya”.
Pernyataan ini sangat beralasan bila kita merujuk pada Peraturan Menteri PendidikanNasional (Permendiknas) Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasahkhususnya pada Dimensi Kompetensi Supervisi yang didalamnya terdapat tiga kompetensi yangdisyaratkan yaitu: (1) Merencanakan Program Supervisi Akademik dalam rangka peningkatan
 
2
profesionalitas guru, (2) Melaksanakan Supervisi Akademik terhadap guru denganmenggunakan pendekatan dan teknik supervisi yang tepat, (3) Menindaklanjuti hasil SupervisiAkademik terhadap guru dalam rangka peningkatan profesionalitas guru. Kecenderungantuntutan kompetensi supervisi kepala sekolah hanya pada supervisi akademis yang terkaitdengan proses pembelajaran di kelas.Permendiknas Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah,terdapat dua Dimensi Kompetensi Supervisi yaitu Kompetensi Supervisi
 Manajerial
danKompetensi Supervisi
 Akademis
. Pada Dimensi Kompetensi Supervisi
 Manajerial
seorangpengawas diharapkan memiliki delapan Kompetensi yaitu (1) Menguasai metode, teknik danprinsip-prinsip supervisi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di sekolah,(2) Menyusun program kepengawasan berdasarkan visi-misi-tujuan dan program pendidikan disekolah, (3) Menyusun metode kerja dan instrumen yang diperlukan untuk melaksanakan tugaspokok dan fungsi pengawasan di sekolah, (4) Menyusun laporan hasil-hasil pengawasan danmenindaklanjutinya untuk perbaikan program pengawasan berikutnya di sekolah, (5) Membinakepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi satuan pendidikan berdasarkan manajemenpeningkatan mutu pendidikan di sekolah, (6) Membina kepala sekolah dan guru dalammelaksanakan bimbingan konseling di sekolah, (7) Mendorong guru dan kepala sekolah dalammerefleksikan hasil-hasil yang dicapainya untuk menemukan kelebihan dan kekurangan dalammelaksanakan tugas pokoknya di sekolah, (8) Memantau pelaksanaan standar nasionalpendidikan dan memanfaatkan hasil-hasilnya untuk membantu kepala sekolah dalammempersiapkan akreditasi sekolah.Pada Dimensi Kompetensi Supervisi
 Akademis,
diharapkan juga memiliki delapankompetensi yaitu: (1) Memahami konsep, prinsip, teori dasar, karakteristik, dan kecenderunganperkembangan tiap bidang pengembangan atau mata pelajaran di sekolah, (2) Memahamikonsep, prinsip, teori/teknologi, karakteristik, dan kecenderungan perkembangan prosespembelajaran/bimbingan tiap bidang pengembangan atau mata pelajaran di sekolah,(3) Membimbing guru dalam menyusun silabus tiap bidang pengembangan atau mata pelajarandi sekolah berlandaskan standar isi, standar kompetensi dan kompetensi dasar, dan prinsip-prinsip pengembangan KTSP, (4) Membimbing guru dalam memilih dan menggunakanstrategi/metode/teknik pembelajaran/bimbingan yang dapat mengembangkan berbagai potensisiswa melalui bidang pengembangan atau mata pelajaran di sekolah, (5) Membimbing gurudalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk tiap bidang pengembanganatau mata pelajaran di sekolah, (6) Membimbing guru dalam melaksanakan kegiatanpembelajaran/bimbingan (di kelas, laboratorium, dan/atau di lapangan) untuk mengembangkan
 
3
potensi siswa pada tiap bidang pengembangan atau mata pelajaran di sekolah, (7) Membimbingguru dalam mengelola, merawat, mengembangkan dan menggunakan media pendidikan danfasilitas pembelajaran/bimbingan tiap bidang pengembangan atau mata pelajaran di sekolah,(8) Memotivasi guru untuk memanfaatkan teknologi informasi untuk pembelajaran/ bimbingantiap bidang pengembangan atau mata pelajaran di sekolah. Kompetensi yang diharapkan baik dari sisi seorang kepala sekolah maupun seorang pengawas sekolah sangatlah ideal, bila haltersebut dapat diaplikasikan di sekolah mutu pembelajaran dan pendidikan tentunya terjaminakan meningkat.Kenyataan yang terjadi dan masih laten seperti ungkapan Glickman, 2004:6, bahwa
From the 17 
th
. to the late 19
th
. century, supervision took the form of committees of lay personsconducting
inspections of schools
 , teachers, and students learning”.
(Cooper,1982). Pada saatitu supervisi dilakukan sebagai inspeksi sekolah terhadap guru dan siswa, didalam buku
Orientation to Supervision
supervisor semacam itu biasa disebut sebagai
“Snoopervisor”,
dimana supervisor melakukan pengamatan terhadap guru dan siswa untuk mencari kekurangan-kekurangan guru didalam membelajarkan siswa.
 
Begitu juga ungkapan Daresh CJ, (1989:8), Mantja,W (2000:18), Sahertian,AP,(2000:16), Muslim,SB (2009:37), cara-cara seperti itu diistilahkan sebagai
Snoopervision
 
yaitu pekerjaan inspeksi. Gwynn,1961 dalam Imron,A, (1995:11) menjelaskan pengertiansupervisi yaitu:
Supervision originated as inspection of school”.
Pengertian
inspection
 
dalamhal ini adalah mencari-cari kesalahan, mengkritisi atau memperingatkan dengan tujuan untuk memperbaiki. Cara ini terjadi dalam historis sebelum diterapkannya model supervsi tradisional.Lebih lanjut dijelaskan bahwa konsep seperti ini tidak baik menyebabkan guru-guru menjaditakut dan mereka bekerja tidak dengan lebih baik karena selalu takut dipersalahkan.
Topik Pembahasan
Kajian ini memaparkan tentang: (1) Kendala-kendala dalam melaksanakan supervisikelas, (2) Sikap guru didalam terhadap pelaksanaan supervisi kelas, (3) Kiat-kiat untuk mereduksi kendala-kendala dalam melaksanakan supervisi kelas, (4) Pendekatan-pendekatansupervisi kelas yang lebih edukatif.
Tujuan Penulisan Makalah
Penulisan makalah tentang kendala dan sikap guru terhadap supervisi bertujuan untuk:(1) Menambah khasana bahan kajian dan pengetahuan tambahan sebagai upaya didalammeningkatkan profesionalitas Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah terkait dengan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->