Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Nuzulul Qur’an

Nuzulul Qur’an

Ratings: (0)|Views: 168 |Likes:
Published by Sami Aji

More info:

Published by: Sami Aji on Mar 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2014

pdf

text

original

 
A. Pengertian Nuzulul Qur’an
Secara etimologis, kata
 Nuzul 
memiliki beberapa pengertian. Menurut Ibn Faris, kata Nuzul berarti
hubuth syay wa wuqu’uh,
turun dan jatuhnya sesuatu. Sedang menurut al-Raghibal-Isfahaniy, kata Nuzul berarti
al-inhidar min ‘ulw ila asfal,
meluncur atau turun daria atsaskebawah. Nuzul dalam pengertian ini dapat di jumpai dalam QS al Baqarah ayat 22.Kata
nuzul,
bisa juga berarti singgah atau tiba di tempat tertentu. Pengertian ini,sebagaimana dikatan al-Zamakhsari dalam kitabnya asas al-Balaghah, menganggap pengertiansebagai makna hakiki.Menurut al-Zarqoni, kata
 Nuzul 
di ungkapkan dalam penuturanya yang lain untuk pengertian perpindahannya sesuatu daria atas kebawah. Lebuh dari itu, Nuzul berarti bergeraknya sesuatudri dari atas kebawah. Pengertian tersebut tidak tepat atau tidak lazim bagi pengertian
 Nuzulul qur’an.
 
B. Peroses Turunnya Al-Qur’an
Turunnya al-Qur’an pertama kali pada lailatul Qodar merupakan pemberitahuan kepadaalam samawi yang dihuni para malaikat tentang kemuliaan umat Muhammad. Turunnya al-Qur’an yang kedua kali secara bertahap, berbeda dengan kitab-kitab yang turun sebelumnya.1. Turunnya Al-Qur’an sekaligusAllah SWT berfirman:
 Artinya: (beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan- penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).
(Al-Baqorah:185)Dalam ayat lain:
 Artinya: Sesungguhnya kami Telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.
Memaknai Turunnya Al-Qur’an
 
’’Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqan (Al-quran) kepada hamba-Nya, agar diamemberi peringatan kepada seluruh alam’’ (Q.S. Al-Furqaan : 1)
Al-Quran merupakan rangkaian firman Allah yang diturunkan kepada Nabi MuhammadSAW melalui perantara malaikat Jibril sebagai pedoman hidup bagi manusia dalam menatakehidupan demi mencapai kebahagiaan lahir dan bathin, baik di dunia maupun di akhirat.Konsep-konsep yang dibawa al-Quran selalu relevan dengan segala permasalahan yangdihadapi manusia, karena itu ia diturunkan untuk mengajak manusia berdialog dengan penafsiran sekaligus memberikan solusi terhadap problema tersebut di manapun mereka berada.Pada kenyataannya, al-Quran benar-benar telah mengepung level kecil klasik kesusastraan jahiliyah untuk lebih memperkenalkan pemikiran keagamaan dan konsep-konsepmonoteistiknya ke dalam Bahasa Arab. la juga menciptakan design dahsyat dalam Bahasa Arabdengan mengubah instrument-instrument teknis pengungkapannya. Pada satu sisi, iamenggantikan syair metrik dengan bentuk ritmenya sendiri yang tak tertirukan, dan pada sisilain memperkenalkan konsep-konsep dan tema-tema baru yang mengarah kepada arus besar monoteisme.Luas dan keberagaman cakupan tema al-Quran merupakan hal yang sangat unik, Al-quran menembus sudut pandang paling kabur dalam pikiran manusia, menembus dengankekuatan nyata jiwa orang beriman bahkan orang yang tanpa iman sekalipun untuk dapatmerasakan sesuatu dalam gerak-gerik jiwanya.Al-Quran juga mengalihkan perhatiannya kepada masa lalu yang jauh dalam sejarah perjalanan umat manusia sekaligus mengarah ke masa depannya dengan tujuan mengajarkantugas-tugas masa kini. la melukiskan gambaran dan tanda-tanda yang mengundang manusiauntuk segera menarik pelajaran darinya. Setelah pelajaran dapat ditarik kesimpulannya,ternyata jiwa manusia tanpa disadari terseret serta terpesona oleh kedalaman dan keluasanmakna al-Quran. Hal ini menunjukkan bahwa al-Quran sebagai mukjizat terbukti menjadimodal kehidupan dunia dan akhirat.
 
Hikmah Turunnya Alqur’an Secara Berangsur-angsur
 
Al-Qur’an diturunkan oleh Allah SWT kepada Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallamtidak serta merta sekaligus satu kitab, tetapi diturunkan secara bertahap atau berangsur-angsur,surat-persurat, ayat per-ayat menurut tuntutan peristiwa yang melatar belakanginya. Lantas apahikmahnya? Hikmah yang dapat diambil dari proses turunnya Al-quran adalah:1. Untuk menguatkan hati Nabi Shallahu ‘Alaihi wa Sallam . Firman-Nya:“Orang-orang kafir berkata, kenapa Qur’an tidak turun kepadanya sekali turun saja?Begitulah, supaya kami kuatkan hatimu dengannya dan kami membacanya secara tartil(teratur dan benar).” (Al-Furqaan: 32)Allah memang menurunkan Al-Qur’an secara berangsur-angsur, tidak sekali turun langsung berbentuk kitab seperti kitab-kitab yang diturunkan kepada rasul sebelumnya, tidak. Lantasapa rahasia dan tujuannya? Tujuannya ialah untuk meneguhkan hati Nabi MuhammadSAW, sebab dengan turunnya wahyu secara bertahap menurut peristiwa, kondisi, dansituasi yang mengiringinya, tentu hal itu lebih sangat kuat menancap dan sangat terkesan dihati sang penerima wahyu tersebut, yakni Muhammad Rosulullah.Dengan cara berangsur-angsur tersebut berimplikasi bahwa turunnya melaikat kepada beliau juga lebih intens (sering), yang tentunya akan membawa dampak psikologis kepada beliau; terbaharui semangatnya dalam mengemban risalah Allah. Beliau tentunya jugasangat bergembira yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Karena itu saat-saat yang paling baik di bulan Ramadhan, ialah seringnya perjumpaan beliau dengan Jibril.2. Untuk menantang orang-orang kafir yang mengingkari Al-Qur’an karena menurut merekaaneh kalau kitab suci diturunkan secara berangsur-angsur. Dengan begitu Allah menantangmereka untuk membuat satu surat saja yang (tak perlu melebihi) sebanding dengannya. Danternyata mereka tidak sanggup membuat satu surat saja yang seperti Qur’an, apalagimembuat langsung satu kitab.3. Supaya mudah dihapal dan dipahami. Memang, dengan turunnya Qur’an secara berangsur-angsur, sangatlah mudah bagi manusia untuk menghafal serta memahami maknanya. Lebih-lebih bagi orang-orang yang buta huruf seperti orang-orang arab pada saat itu; Qur’an turunsecara berangsur-angsur tentu sangat menolong mereka dalam menghafal serta memahamiayat-ayatnya. Memang, ayat-ayat Qur’an begitu turun oleh para sahabat langsungdihafalkan dengan baik, dipahami maknanya, lantas dipraktekkan langsung dalamkehidupan sehari-hari. Itulah sebabnya Umar bin Khattab pernah berkata:“Pelajarilah Al-Qur’an lima ayat-lima ayat. Karena Jibril biasa turun membawa Qur’ankepada Nabi Shallahu ‘Alaihi wa Sallam lima ayat-lima ayat.” (HR. Baihaqi)

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->