Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
11Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Penelitian tindakan kelas bahasa inggris

Penelitian tindakan kelas bahasa inggris

Ratings: (0)|Views: 3,167|Likes:
Published by anatta sannai
Uploaded from Google Docs
Uploaded from Google Docs

More info:

Published by: anatta sannai on Mar 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/07/2013

pdf

text

original

 
Varia Pendidikan, Vol. 19, No. 2, Desember 200788
 
PENERAPAN PENDEKATAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN MENULISBERBAHASA INGGRIS PADA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 2 JATEN,KABUPATEN KARANGANYAR
A. Dahlan Rais
Fakultas Keguruan dan Ilmu PendidikanUniversitas Sebelas Maret SurakartaJl. Ir. Sutami Surakarta
 Abstract
: The aims of this research are to describe: (1) the process approach applied in the learning process of English writing class at SMP Negeri 2 Jaten, (2) the problems faced by the teacher aswell as the students, and (3) the actions to solve them. This research belongs to descriptive qualitativeresearch which covers: incidents (the learning process of the writing class), informants (the Englishteacher and the students of IX grade), and documents (students’ writings and writing-score archives)as the source data. The techniques of data collection used were observation and interview. To validatethe data, this researcher used triangulation method and member-check. The interactive model wasapplied. The results of the research are as follows: the process approach had not been applied in theteaching process of English writing although the teacher had tried to. It is due to the fact that theteacher had not fully understood about the concept of the process approach in learning writing. Inaddition, the teacher got some difficulties to provide appropriate media and materials. Meanwhile,the students were lack of English competence, interest, and motivation in learning writing. Toovercome the problems the teacher should assign the students homeworks and writing exercisesboth individually and in groups, and send the teacher to attend the up-grading courses. However,there was no significant effort done by the teacher or school committee to solve the problems.
 Keywords:
process approach, learning writing,
and
 English competence.
88
Pendahuluan
Untuk meningkatkan mutu kemampuanberbahasa Inggris secara produktif para pelajarperlu dilakukan berbagai pembenahan dalampembelajaran bahasa Inggris. Secara formal, upa-ya pertama yang harus segera dibenahi adalahsistem pengajarannya. Sebagaimana kita ketahuibahwa dewasa ini sistem pengajaran yang berja-lan masih secara tradisional sehingga mengham-bat para pelajar untuk dapat belajar secara aktif dan kreatif. Sistem pengajaran seperti itu tidak mampu menciptakan hasil didik yang diidam-idamkan, terutama untuk bidang-bidang keteram-pilan. Dominasi guru dalam pembelajaran denganpendekatan tradisional memang lebih menonjolsehingga keterlibatan siswa kurang mendapattempat.Untuk mengoptimalkan hasil belajar, teru-tama bidang keterampilan berbahasa, sepertimenulis, diperlukan pendekatan pengajaran yanglebih menekankan pada aktivitas belajar dankreativitas para siswa. Adapun suatu upaya untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajarmenulis seperti itu adalah dengan menggunakanpendekatan yang menekankan pentingnya proses
 
 A. Dahlan Rais, Penerapan Pendekatan Proses dalam Pembelajaran Menulis ...
89
belajar bagi subjek didik, yakni pendekatan pro-ses, bukan pendekatan tradisional. Ini disebabkanpada pendekatan proses yang menjadi fokuspembelajarannya adalah proses maupun produk menulis, sedangkan pada pendekatan tradisionaladalah produknya saja. Karena itulah dalam kuri-kulum yang berlaku saat ini, bahkan kurikulumsebelumnya pun telah tercantum masalah pene-rapan pendekatan proses.Dengan pendekatan tradisional, guru sudahmenyiapkan satu atau dua judul karangan untuk para siswanya. Setelah waktu yang ditentukanselesai, guru akan mengumpulkan hasil karangansiswa tersebut dan selanjutnya melakukan koreksi(
teacher correction
) dan memberi nilai. Sering-kali tulisan tersebut membuat guru atau siapa punyang membacanya menjadi kecewa karena tulisanyang dibuat siswa selama kurang lebih 50 menititu hanya berisi dua atau tiga kalimat atau adatulisan yang memuat lebih banyak kalimat namundari segi isi maupun struktur bahasa (ketataba-hasaan) sangat kacau. Kondisi seperti itu bisa di-sebabkan di samping mereka kurang memilikipemahaman terhadap masalah yang harus ditulismengingat judul sudah ditentukan guru, juga tidak terlatih untuk menemukan kesalahan dan ke- janggalan pemakaian bahasanya sendiri. Selamaini contoh-contoh kesalahan berbahasa, baik darisegi isi gagasan maupun struktur bahasa yangdiberikan berasal dari guru yang tidak sesuai de-ngan konteks siswa sehingga memungkinkanterjadinya fosilisasi kesalahan pada bahasamereka.Berbeda dengan pendekatan tradisional,dalam pendekatan proses terdapat tahap-tahapkegiatan menulis yang kesemuanya melibatkanaktivitas dan kreativitas para siswa. Hal tersebutdapat dikaitkan dengan pengertian pendekatanproses dalam pembelajaran menulis yang disam-paikan oleh Tompkins (1990:2) yaitu sebagaipendekatan yang selain mementingkan kualitashasil tulisan, juga mementingkan tahap-tahapyang dilakukan dalam proses menulis. Mengenaitahap-tahap dalam proses menulis ini ada yangmengidentifikasinya menjadi 3, yaitu prapenu-lisan, penulisan, dan revisi (Akhadiah, 1995). Adayang merincinya menjadi 4 tahap, yaitu pra-penulisan, penulisan, revisi, dan evaluasi (White& Arndt,1997). Pakar pengajaran menulis yanglain, Murray (2000:15), membedakannya menjaditahap
 prewriting, drafting, revising
, dan
rewri-ting
. Adapun Tompkins (1990) mengidentifikasiada 5 tahap dalam penerapan pendekatan proses,yaitu prapenulisan, penulisan draf, revisi, penge-ditan, dan publikasiDalam pedoman pelaksanaan KurikulumBahasa Inggris yang berlaku, secara konseptualgaris besar masalah pendekatan keterampilanproses sudah dijelaskan. Namun demikian, pro-sedur yang jelas dan rinci memang belum disam-paikan. Demikian halnya pada pelatihan-pelatihan yang diberikan pemerintah kepada paraguru, yakni belum memberikan model penerapanpendekatan proses dalam pembelajaran bahasaInggris, termasuk menulis atau
writing
yang bisadigunakan sebagai acuan oleh para guru. Sudahbarang tentu kondisi tersebut memungkinkanterjadinya bentuk penerapan yang berbeda-bedaantarsekolah, bahkan antarguru. Selain itu, belumadanya panduan yang jelas mengenai penerapanpendekatan proses juga menyebabkan guruenggan untuk menerapkannya, baik karena mera-sa khawatir keliru maupun karena belum mampu.Oleh karenanya ada sekolah-sekolah yang paragurunya telah menerapkan pendelatan itu dan adayang belumSalah satu sekolah menengah di Karang-anyar, yang para gurunya telah menerapkanpendekatan proses adalah SMP Negeri 2 Jaten,demikian juga dalam pembelajaran menulisberbahasa Inggris. Sudah barang tentu, agarpelaksanaan pembelajaran dapat berlangsungsecara optimal perlu mendapat dukungan dariberbagai pihak, terutama dari pihak LembagaPendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Inidisebabkan pada dasarnya guru memerlukan
 feedback 
mengenai pelaksanaan pembelajarandengan pendekatan proses yang dilakukannya,
 
Varia Pendidikan, Vol. 19, No. 2, Desember 200790
 juga sumbangan pemikiran untuk memecahkanmasalah yang dihadapinya. Oleh karena itu,peneliti terdorong untuk melakukan kajian me-ngenai pelaksanaan pembelajaran menulis denganpendekatan proses oleh guru Bahasa Inggris SMPNegeri 2 Jaten, Kabupaten Karang-anyar. Kajiantersebut diarahkan pada masalah: (1) prosedurpembelajaran menulis yang dilakukan guru, (2)kendala yang dihadapi guru dan siswa, dan (3)tindakan yang dilakukan untuk mengatasikendala-kendala tersebut.Mengenai pengertian menulis, dalam
Websters New Universal Unabridged Dictionary
(1992:1648) diberikan definisinya sebagaitindakan melahirkan pikiran atau perasaan sepertimengarang, menulis surat, dan sebagainya. De-finisi tersebut sejalan dengan pendapat Crimmon(1978:2) yang menuliskan bahwa menu!is meru-pakan kegiatan menggali pikiran dan perasaanmengenai suatu subjek, memilih hal-hal yangakan ditulis, menentukan cara menuliskannya se-hingga pembaca dapat memahaminya denganmudah dan jelas.Pada dasarnya aktivitas menulis bukanhanya berupa melahirkan pikiran atau perasaan,melainkan juga merupakan kegiatan pengung-kapan ide, pengetahuan, ilmu, dan pengalamanhidup seseorang dalam bahasa tulis. Penyam-paiannya melalui bahasa tulis kepada pembacaharus dapat dipahami tepat seperti yang dimak-sudkan oleh penulis. Oleh karena itu, menulisbukanlah merupakan kegiatan yang sederhanadan tidak perlu dipelajari. Kegiatan menulismerupakan kegiatan yang sangat kompleks karenamelibatkan cara berpikir yang teratur dan berba-gai persyaratan yang berkaitan dengan teknik penulisan, antara lain adanya kesatuan gagasan,penggunaan kalimat yang jelas dan efektif, alineadisusun dengan baik, penerapan kaidah ejaanyang benar, serta penguasaan kosa kata yangmemadaiDari uraian di atas dapat disimpulkan bah-wa menulis ada1ah suatu rangkaian kegiatanpengungkapan gagasan, pikiran, perasaan, ataupengalaman dengan bahasa tulis yang diorgani-sasikan secara logis dan sistematis sehingga dapatdipahami pembaca dengan tepat. Itulah sebabnyaseseorang yang ingin menghasilkan tulisan yangbaik hendaknya memiliki keeakapan dan keteram-pilan seperti: mencetuskan ide, mengorganisasiisi tulisan secara sistematis, dan menerapkan kai-dah-kaidah kebahasaan secara benar yang men-cakup pemakaian tanda baca, penulisan kata,pemilihan kata, penyusunan kalimat dan alinea.Sehubungan dengan kompleksnya keca-kapan yang diperlukan, tidaklah mengherankankalau dikatakan bahwa menulis bukan suatupekerjaan yang mudah. Artinya, tidaklah mudahbagi seseorang untuk menghasilkan tulisan yangbaik, terlebih lagi kalau aktivitas menulis tersebutdilakukan dalam bahasa kedua atau bahasa asing,terutama pada pelajar yang tengah belajar menulissekaligus tengah belajar bahasa asing tersebut.Fungsi tulisan adalah sebagai alat komuni-kasi tidak langsung sehingga dapat dinyatakanbahwa manfaat menulis adalah mengadakankomunikasi dengan orang lain secara tidak lang-sung, tidak secara tatap muka dengan orang yangdiajak berkomunikasi. Adapun manfaat menulislainnya, yang berkaitan dengan proses belajar-mengajar seperti diungkapkan oleh Akhadiah(1995), meliputi beberapa manfaat sebagaiberikut ini.
Pertama
, dengan menulis seseorang bisamembuktikan dan sekaligus menyadari potensi-nya dalam penguasaan ilmu pengetahuan maupunbeserta penga1aman hidupnya, sehingga tulisanseseorang bisa dijadikan sebagai tolok ukur bagipenentuan kualitas dan kualifikasi orang tersebut,sekaligus mengenai bidang ilmu yang dikuasai-nya.
Kedua
, dengan banyak melakukan kegiatanmenulis, akan memberikan kesempatan yang luasbagi penulis untuk mengungkapkan gagasan-gagasan maupun perasaannya sehingga dapatmenyumbangkan pengalaman hidup, ilmu penge-tahuan, serta ide-idenya yang berguna bagi ma-syarakat secara lebih luas mengingat media tulisdapat mencapai cakupan yang luas dengan lebih

Activity (11)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Mambaul Maarif liked this
Januar Sofian liked this
Talifeh Azza liked this
Asih Wjayanti liked this
mitrakanca liked this
Nuril Hayati liked this
Nuril Hayati liked this
Putrakidul Tea liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->