Varia Pendidikan, Vol. 19, No. 2, Desember 200790
juga sumbangan pemikiran untuk memecahkanmasalah yang dihadapinya. Oleh karena itu,peneliti terdorong untuk melakukan kajian me-ngenai pelaksanaan pembelajaran menulis denganpendekatan proses oleh guru Bahasa Inggris SMPNegeri 2 Jaten, Kabupaten Karang-anyar. Kajiantersebut diarahkan pada masalah: (1) prosedurpembelajaran menulis yang dilakukan guru, (2)kendala yang dihadapi guru dan siswa, dan (3)tindakan yang dilakukan untuk mengatasikendala-kendala tersebut.Mengenai pengertian menulis, dalam
Webster’s New Universal Unabridged Dictionary
(1992:1648) diberikan definisinya sebagaitindakan melahirkan pikiran atau perasaan sepertimengarang, menulis surat, dan sebagainya. De-finisi tersebut sejalan dengan pendapat Crimmon(1978:2) yang menuliskan bahwa menu!is meru-pakan kegiatan menggali pikiran dan perasaanmengenai suatu subjek, memilih hal-hal yangakan ditulis, menentukan cara menuliskannya se-hingga pembaca dapat memahaminya denganmudah dan jelas.Pada dasarnya aktivitas menulis bukanhanya berupa melahirkan pikiran atau perasaan,melainkan juga merupakan kegiatan pengung-kapan ide, pengetahuan, ilmu, dan pengalamanhidup seseorang dalam bahasa tulis. Penyam-paiannya melalui bahasa tulis kepada pembacaharus dapat dipahami tepat seperti yang dimak-sudkan oleh penulis. Oleh karena itu, menulisbukanlah merupakan kegiatan yang sederhanadan tidak perlu dipelajari. Kegiatan menulismerupakan kegiatan yang sangat kompleks karenamelibatkan cara berpikir yang teratur dan berba-gai persyaratan yang berkaitan dengan teknik penulisan, antara lain adanya kesatuan gagasan,penggunaan kalimat yang jelas dan efektif, alineadisusun dengan baik, penerapan kaidah ejaanyang benar, serta penguasaan kosa kata yangmemadaiDari uraian di atas dapat disimpulkan bah-wa menulis ada1ah suatu rangkaian kegiatanpengungkapan gagasan, pikiran, perasaan, ataupengalaman dengan bahasa tulis yang diorgani-sasikan secara logis dan sistematis sehingga dapatdipahami pembaca dengan tepat. Itulah sebabnyaseseorang yang ingin menghasilkan tulisan yangbaik hendaknya memiliki keeakapan dan keteram-pilan seperti: mencetuskan ide, mengorganisasiisi tulisan secara sistematis, dan menerapkan kai-dah-kaidah kebahasaan secara benar yang men-cakup pemakaian tanda baca, penulisan kata,pemilihan kata, penyusunan kalimat dan alinea.Sehubungan dengan kompleksnya keca-kapan yang diperlukan, tidaklah mengherankankalau dikatakan bahwa menulis bukan suatupekerjaan yang mudah. Artinya, tidaklah mudahbagi seseorang untuk menghasilkan tulisan yangbaik, terlebih lagi kalau aktivitas menulis tersebutdilakukan dalam bahasa kedua atau bahasa asing,terutama pada pelajar yang tengah belajar menulissekaligus tengah belajar bahasa asing tersebut.Fungsi tulisan adalah sebagai alat komuni-kasi tidak langsung sehingga dapat dinyatakanbahwa manfaat menulis adalah mengadakankomunikasi dengan orang lain secara tidak lang-sung, tidak secara tatap muka dengan orang yangdiajak berkomunikasi. Adapun manfaat menulislainnya, yang berkaitan dengan proses belajar-mengajar seperti diungkapkan oleh Akhadiah(1995), meliputi beberapa manfaat sebagaiberikut ini.
Pertama
, dengan menulis seseorang bisamembuktikan dan sekaligus menyadari potensi-nya dalam penguasaan ilmu pengetahuan maupunbeserta penga1aman hidupnya, sehingga tulisanseseorang bisa dijadikan sebagai tolok ukur bagipenentuan kualitas dan kualifikasi orang tersebut,sekaligus mengenai bidang ilmu yang dikuasai-nya.
Kedua
, dengan banyak melakukan kegiatanmenulis, akan memberikan kesempatan yang luasbagi penulis untuk mengungkapkan gagasan-gagasan maupun perasaannya sehingga dapatmenyumbangkan pengalaman hidup, ilmu penge-tahuan, serta ide-idenya yang berguna bagi ma-syarakat secara lebih luas mengingat media tulisdapat mencapai cakupan yang luas dengan lebih