Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
0Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
pendekatan karya sastra

pendekatan karya sastra

Ratings: (0)|Views: 1,334 |Likes:
Published by Nurul Hamdani
pendekatan karya sastra
pendekatan karya sastra

More info:

Published by: Nurul Hamdani on Mar 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/22/2013

pdf

text

original

 
www.seksislam.com 3.2 Pendekatan dan Problematikanya www.ilmuseksislam.com/?id=nunuhttp://www.loker4uang.comSeperti telah disinggung di depan, pada umumnya pendekatan disamakan denganmetode. Dalam pembicaraan ini Pendekatan didefinisikan sebagai cara-caramenghampiri objek, sedangkan metode adalah cara-cara mengumpulkan,menganalisis, dan menyajikan data. Tujuan metode adalah efisiensi, dengan caramenyederhanakan. Dengan memanfaatkan metode dan teori yang baru, tujuanpendekatan adalah pengakuan terhadap hakikat ilmiah objek ilmu pengetahuan itusendiri. Oleh karena itulah, pendekatan lebih dekat dengan bidang studi tertentu.Pendekatan perlu dikemukakan secara agak luas dengan pertimbangan bahwapendekatan mengimplikasikan cara-cara memahami hakikat keilmuan tertentu.Dalam pendekatan terkandung manfaat penelitian yang akan diharapkan, baik secarateoretis maupun praktis, baik terhadap peneliti secara individu maupun masyarakatpada umumnya. Dalam pendekatan juga terkandung kemungkinan apakah penelitiandapat dilakukan, sehubungan dengan dana, waktu, dan aplikasi be-rikutnya.Pendekatan sosiologi sastra jelas berbeda dengan psikologi sastra, pendekatanekspresif berbeda dengan pragmatik, disebabkan dari sudut mana penelitimemandangnya, kendala-kendala yang akan dihadapi dalam proses penelitian, dankemungkinan penerimaan masyarakat terhadap hasil penelitian. Penelitian sebagianbesar, bahkan secara keseluruhan ditentukan oleh tujuan. Pendekatan merupakanlangkah pertama dalam mewujudkan tujuan tersebut. Oleh karena itulah, dalampembicaraan ini pendekatan dikemukakan secara agak luas. Seperti telah disinggungdi atas, pendekatan dibedakan baik dengan teori maupun metode. Pada dasarnyadalam rangka melaksanakan suatu penelitian, pendekatan menda-hului teori danmetode. Artinya, pemahaman mengenai pendekatanlah yang seharusnyadiselesaikan lebih dulu, kemudian diikuti dengan penentuan masalah teori, metode,dan tekniknya. Pembicaraan terhadap novel Belenggu, misalnya, peneliti diasumsikantelah memiliki paradigma sastra sebagai hasil imajinasi. Dengan hakikat imajinasimaka penelitian dilakukan melalui pemahaman, bukan pembuktian. Langkahberikutnya adalah menentukan model pendekatannya, yang diikuti denganpenentuan pemilihan teori, metode, dan teknik. Dalam pembicaraan berikut,pendekatan akan menjadi jelas keberadaannya sesudah dihubungkan dengan teoriyang akan dikemukakan pada bagian berikut. Pendekatan juga mengarahkanpenelusuran sumber-sumber sekunder, sehingga peneliti dapat memprediksikanliteratur yang harus dimiliki, perpustakaan dan toko-toko buku yang akan menjadiobjek sasarannya. Model-model pendekatan perlu dibedakan secara jelas, baikdengan metode dan teori seperti di atas, maupun di antara model-model pendekatanyang lain. Masalah pendekatan dalam ilmu sastra di Indonesia perlu mendapatperhatian yang lebih serius dengan pertimbangan bahwa dalam sastra Indonesiapenelitian seolah-olah lebih bersifat praktis daripada teoretis. Hal ini di-akibatkan olehkeberadaan sastra Indonesia sebagai bagian yang tak terpisahkan dengankebudayaan di satu pihak, ku-rangnya pemahaman mengenai teori sastra di pihakyang lain. Seperti diketahui, khazanah sastra semata-mata didominasi oleh
 
www.seksislam.com perdebatan pendapat antara menerima dan menolak teori sastra Barat, dibandingkandengan menciptakan teori baru yang khas Indonesia. Atas dasar penjelasan di atas,maka model pendekatan sastra yang perlu
 
www.seksislam.com dikemukakan, di antara-nya: pendekatan biografi sastra, sosiologi sastra, psikologisastra, antropologi sastra, historis, dan mitopoik, termasuk pendekatan modelAbrams, yaitu ekspresif, pragmatik, mistik, dan objektif. 3.2.1. Pendekatan Biograf isMenurut Wellek dan Warren (1962: 75), model biografis dianggap sebagaipendekatan yang tertua. Pendekatan biografis merupakan studi yang sistematismengenai proses kreativitas. Subjek kreator dianggap sebagai asal-usul karya sastra,arti sebuah karya sastra dengan demikian secara relatif sama dengan maksud, niat,pesan, dan bahkan tujuan-tujuan tertentu pengarang. Penelitian harusmencantumkan biografi, surat-surat, dokumen penting pengarang, foto-foto, bahkanwawancara langsung dengan pengarang. Karya sastra pada gilirannya identik denganriwayat hidup, pernyataan-per-nyataan pengarang dianggap sebagai suatukebenaran, biografi mensubordinasikan karya. Oleh karena itu, pendekatan biografissesungguhnya merupakan bagian penulisan sejarah, sebagai historiografi. Sebagaianggota masyarakat, pengarang dengan sendirinya lebih berhasil untuk meiukiskanmasyarakat di tempat ia tinggal, lingkungan hidup yang benar-benar dialaminyasecara nyata. Oleh karena itulah, seperti juga ilmuwan dari disiplin yang lain dalammengungkapkan gejala-gejala sosial, pengarang juga dianggap perlu untukmengadakan semacam 'penelitian' yang kemudian secara interpretatif imajinatif diangkat ke dalam karya seni. Oleh karena itu pula, dalam kaitannya dengan aktivitaskreatif dibedakan tiga macam pengarang, yaitu: a) pengarang yang mengarangberdasarkan pengalaman langsung, b) pengarang yang mengarang berdasarkanketerampilan dalam penyusunan kembali unsur-unsur penceritaan, dan c) pengarangyang mengarang berdasarkan kekuatan imajinasi. Meskipun demikian, proseskreativitas pada umumnya didasarkan atas gabungan di antara ketiga faktortersebut. Manusia, dan dengan sendirinya pengarang itu sendiri, adalah makhluksosial. Meskipun sering ditolak, dalam kasus-kasus tertentu biografi masihbermanfaat. Dalam ilmu sastra, biogran pengarang, bukan curriculum vitae,membantu untuk memahami proses kreatif, genesis karya seni. Biografi memperluassekaligus membatasi proses analisis. Dalam ilmu sosial, pada umumnya biografidimanfaatkan dalam kaitannya dengan latar belakang proses rekonstruksi fakta-fakta, membantu menjelaskan pikiran-pikiran seorang ahli, seperti: sistem ideologis,paradigma ilmiah, pandangan dunia, dan kerangka umum sosial budaya yang ada disekitarnya. Dikaitkan dengan pemahaman sosiologi ilmu pengetahuan (Berger danLuckmann, 1973: 85—86), pada dasarnya hanya sebagian kecil dari keseluruhanpengalaman yang berhasil tersimpan dalam kesadaran manusia. Biografi merupakansedimentasi pengalaman-pengalaman masa lampau, baik personal, sebagaipengalaman individual, maupun kolektif, sebagai pengalaman intersubjektif, yangpada saat-saat tertentu akan muncul kembali. Tanpa sedimentasi, individu tidakdapat mengenali biografinya. Melalui sistem tanda, khususnya sistem tanda bahasa,sedimentasi pengetahuan ditransmisikan ke dalam aktivitas yang berbeda-beda.Moral, religi, karya seni dalam berbagai bentuknya, dan sebagainya, merupakan hasilseleksi sedimentasi pengalaman masa lampau. Makin kaya dan beragam isisedimentasi yang berhasil untuk direkam, makin lengkaplah catatan biografi yangberhasil dilakukan. Apabila analisis sosiologis berusaha memahami struktur biografi

Activity (0)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
henykw liked this
Dwi Inda Sari liked this
b09a liked this
8aso liked this
Agil Uchiha liked this
8aso liked this
Umam Pay Cools liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->