Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
85Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hubungan Agama Islam Dengan Sains

Hubungan Agama Islam Dengan Sains

Ratings:

4.5

(10)
|Views: 6,732 |Likes:
Published by abifadel

More info:

Published by: abifadel on Nov 25, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/15/2013

pdf

text

original

 
HUBUNGAN PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM DENGANPEMBELAJARAN SAINS: SINTESA KE ARAHPEMBELAJARAN KONKRIT
Oleh: Syukri
1
A, PendahuluanAgama Islam bersumber dari al-Qur’an dan Hadits. Kedua kitab suci yangditinggalkan Rasulullah SAW menjamin manusia selalu pada jalan yang lurus sesuai petunjuk Allah dan Rasul.
2
 Siapa yang mampu bertahan di jalan Allah dan Rasulnyadengan menjalankan segala perintah dan menjauhi semua laranganNya, maka pasti orangtersebut akan selamat bahkan memperoleh bahagia di dunia dan akhirta. Jika ia seorangilmuwan (dosen atau guru) yang ikhlas mengamalkan ilmunya, pandai beramal shaleh(sedekah), dan senantiasa taqarrub kepada Allah (shalat tahajud, mengeluarkan zakat),maka tempatnya pasti diangkat derajatnya disisi Allah.
3
 Dengan bekal ketundukan yangsempurna kepada sang Pencipta, maka seorang pendidik atau pembelajar (guru)selayaknya membeikan kontribusi nyata untuk mewariskan segala kelebihan dankeistimewaan kepada generasi Muslim berikutnya. Tentunya, cara mewariskan ilmu pengetahuan kepada peserta didik atau peserta belajar (siswa) harus disesuaikan tuntutanzaman, dimana zaman yang akan dihadapi oleh generasi tersebut.Berkaitan dengan perbedaan zaman yang tengah dihadapi sang guru dengan murid,mengingatkan kita semua sebagai pendidik dan pembelajar bahwa ada dua dimensi yangakan diperoleh oleh peserta belajar. Pertama, dimensi jangka pendek di mana materitertentu dapat diterapkan langsung oleh murid seperti; puasa, shalat, adab bersuci, tatakrama dengan semua pihak. Kedua, dimensi jangka panjang di mana materi diterimasebagai informasi dan akan diterapkan pada saat mereka mencapai umur sempurna (baligatau sudah kawin); seperti materi; haji, nikah, kepemimpinan dalam keluarga danmasyarakat. Karena itu, materi pembelajaran agama yang bersifat normatif dan prakatisyang akan diterapkan dalam beberapa tahun kemudian, para pendidik (pembelajar)menampilkan dengan strategi yang mengundang mereka berpikir jauh ke depan seperti;metode pemecahan masalah, dan studi kritis. Ali bin Abi Thalib mengingatkan kita untuk 
1
Mahasiswa Program Doktor Konsentrasi Pendidikan Islam Sekolah Pascasarjana UIN Syarif HidayatullahJakarta dan Dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Mataram NTB.
2
Rasulullah bersabda “Aku tinggalkan dua perkara, kalian tidak akan sesat untuk selama-lamanya, selamatetap berpegang teguh pada kedua kitab itu yaitu Kitab Allah (al-Qur’an) dan Sunnah Rasul (Hadits)”. (Al-Hadits).
3
QS. Al-Mujadilah ayat 11.
1
 
senantiasa mengajarkan kepada generasi penerus materi jangka panjang yaitu materi kira-kira 20GB tahun kemudian baru mereka amalkan.
4
Bagi kita sebagai pembelajar, maka penyesuaian materi sesuai tuntutan zaman yang akan dihadapi para murid menjadi pertimbangan utama sebab jika tidak ada penyesuaian dikhwatirkan materi sia-sia dantidak manfaat sama sekali. Dalam hal ini peran guru sebagai pendesain materi pembelajaran yang memiliki visi jauh ke depan memiliki bobot nilai tertinggimanfaatnya bagi peserta belajar.
B. Al-Qur’an Sumber Ilmu Pengetahuan
Al-Qur’an adalah salah satu sumber ilmu pengetahuan.
5
Kandungan al-Qur'an berisi dasar-dasar segala ilmu pengetahuan, baik agama maupun umum termasuk sains.
6 
Dari segi perolehan, ilmu dibagi dua yaitu ilmu
aqaly
dan
sama’iy
.
7
 Ilmu
aqaly
yaituilmu diperoleh melalui penelitian, seperti ilmu biologi, kimia dan sebagainya dan ilmu
 sama’iy
adalah ilmu didapat melalui pendengaran seperti ilmu bahasa dan sastra.Kemudian segi pemahaman objek-objek ilmu dalam Islam dapat digunakan tiga cara,yaitu melalui indera, akal, dan hati.
8
Berbagai cara perolehan iilmu pengetahuan sertaobjek-objeknya terutama indera dan akal semua bermuara pada otak sebagai pusat pemrosesan informasi yang akan diungakpan oleh mulut manusia. Namun bagi ilmuagama tidak cukup pemahaman melalui akal (otak) saja, akan tetapi juga melaluirenungan spiritual (hati), sebab agama terfokus pada dua unsur kajian yaitu unsur gaibdan nyata.
4
Dalam ungkapan Ali bin Abi Thalib mengatakan “Ajarilah anak-anakmu dengan masalah (materi) yang belum kalian pelajari, sesungguhnya zaman yang mereka akan hadapi tidak sama dengan zaman di manamereka hidup sekarang”.
5
Dalam al-Qur’an terdapat istilah
ilm
dan kata jadiannya sebanyak 744 kali. (Abuddin Nata,
 Pendidikandalam Perspektif Al-Que’an
, Jakarta: UIN Press, 2005, h. 93). Sumber ilmu yang diakui dan mendapatkeabsahan para filosof Muslim selain al-Qur’an adalah indera, akal dan hati. Keempat sumber ilmumembentuk suatu kesatuan yang tidak tidak dapat dipisahkan satu sama lain tanpa menimbukandisintegrasi. Mulyadi Kertanegara,
 Integrasi Ilmu Sebuah Rekonstruksi Holistik 
, Jakarta: UIN JakartaPress, 2005, h. 115. Sementara Rasulullah menegaskan bahwa ilmu itu diua macam yaitu ilmu yangterdapat dalam kalbu dan ilmu yang terdapat dalam lisan. (Sayid Ahmad al-Hasyimy,
Mukhtarul Ahadist 
,Jakarta: Pustaka Amani, 1995, h. 314..
6
Salah satu buku berisi sains yaitu ilmu Botani (tumbuh-tumbuhan) dan Zoologi (ilmu hewan) yangdisusun Naim berdasarkan ayat—ayat al-Qur’an sebanyak 312 ayat. Lihat Mochtar Naim,
 Kompendium Himpunan Ayat-Ayat al-Qur’an yang Berkaitan dengan Botani & Zoologi (Ilmu Tumbuhan && Hewan
),Jakarta: Pen. Hasanah, 2001.
7
Quraish Shihab, Ed., Ensiklopedia al-Qur’an dan Kajian Kosakata, Jakarta: Lentera Hati, 2007, 329. 8
8
Penjelasan ketiga cara memahamai objek ilmu lihat Mulyadi Kertanegara,
 Integrasi Ilmu Sebuah Rekonstruksi Holistik 
, Jakarta: UIN Jakarta Press, 2005, h. 219.
2
 
Adanya dua unsur gaib dan nyata dalam bidang agama menunjukkan agama tidak  bisa sepenuhnya dipahami secara akal (otak) sebab akal tidak akan mampu menembus pemahaman ilmu gaib, melainkan wilayah pembahasan hati untuk menangkapnya.Adapun yang termasuk unsur gaib, seperti Allah, malaikat, jin, kiamat, surga, neraka dansebagainya. Sedangkan unsur nyata semua ciptaan Allah di atas muka bumi dan dikolong langit, seperti diri manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, fenomena alam, benda- benda langit, lautan dan aneka ragam isinya, matahari, bulan, hujan dan sebagainya.Unsur gaib, meskipun tidak nampak secara kasak mata, tetapi umat Islam tetapmeyakininya (beriman) sebagai sebuah kebenaran dan kenyataan di alam yang lain.Sungguhpun berada di alam tidak tampak, namun Allah sudah memberikan perumpamaan atau kiasaan kepada manusia sebagai bahan pembelajaran. Artinya Allahmembelajarkan manusia masalah gaib dapat menemukannya secara konkrit melaluiminiatur atau modelnya yang menyerupai bentuk aslinya. Baik unsur gaib maupun unsur nyata di alam dunia ini semua dapat dipahami melalui akal (berpikir).Adapun hubungannya dengan kajian sains (science) bahwa semua bertumpu padamasalah yang bisa diteliti, diamati, dan dipelajari secara seksama. Artinya pembelajaransains pendekatannya menggunakan hal-hal yang konkrit. Untuk memahami segalamacam sains sudah pasti menggunakan andalan akal (otak), sebab ia berhadapan denganmasalah konkrit (nyata). Dengan demikian antara agama dengan sains ada sesuatu yangsama yaitu sama-sama menggunakan potensi otak untuk berbagai tujuan manusia, sepertimengamati, menganalisa, mengkritisi, membandingkan, menyimpulkan dan sebagainya.Untuk itu, dalam proses pembelajaran materi mata pelajaran agama Islam di sekolahmenengah pertama (SMP) antara guru agama Islam dengan semua guru sains tidak salingmengklaim sebagai pihak yang mengagungkan nilai-nilai rasionalitas. Guru agama Islam pun memerlukan pendekatan rasionalitas dalam memahamai berbagai bentuk realitasyang terjadi di bumi dan di langit.Untuk jelasnya, bagaimana hubungan antara agama dengan sains dalam proses pembelajaran materi pelajaran apa saja yang diajarkan di sekolah semua samamenggunakan otak sebagai pusat kajian informasi. Secara sederhana, hubungan agamadengan sains dapat digambarkan dalam bentuk diagram di bawah ini
:
3

Activity (85)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
rahimisaad liked this
Fitria Damayanti liked this
Opick Jee liked this
Fau Fauziah liked this
priel_chubyz liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->