Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
8Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Permen No.15-2008

Permen No.15-2008

Ratings:

4.33

(3)
|Views: 3,367|Likes:
Published by Indo, Inc.

More info:

Published by: Indo, Inc. on Nov 25, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/06/2012

pdf

text

original

 
PERATURAN MENTERI DALAM NEGERINOMOR 15 TAHUN 2008TENTANGPEDOMAN UMUM PELAKSANAAN PENGARUSUTAMAAN GENDER DI DAERAHDENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAMENTERI DALAM NEGERI,
Menimbang:a.bahwa dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, danpelayanan masyarakat di daerah, masih terdapat ketidaksetaraan danketidakadilan gender, sehingga diperlukan strategi pengintegrasiangender melalui perencanaan, penyusunan, pelaksanaan, penganggaran,pemantauan, dan evaluasi atas kebijakan, program, dan kegiatanpembangunan di daerah;b.bahwa Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 132 Tahun 2003 tentangPedoman Umum Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender DalamPembangunan di Daerah, sudah tidak sesuai dengan perkembangankeadaan sehingga perlu diganti;c.bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf adan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Dalam Negeri tentangPedoman Umum Pelaksanaan Pengarus-utamaan Gender di Daerah;Mengingat:1.Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1984 tentang Pengesahan KonvensiMengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi TerhadapPerempuan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1984 Nomor 29, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3277);2.Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437)sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-UndangNomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Menjadi Undang-Undang(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4548);3.Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem PerencanaanPebangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomo4421);4.Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian UrusanPemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, danPemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 4737);5.Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 tentang RencanaPembangunan Jangka Menengah Nasional 2004-2009;6.Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 130 Tahun 2004 tentangOrganisasi dan Tata Kerja Departemen Dalam Negeri;Memperhatikan:Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 tentang PengarusutamaanGender Dalam Pembangunan Nasional;
 
MEMUTUSKAN:
Menetapkan
:PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI TENTANG
 
PEDOMAN UMUMPELAKSANAAN PENGARUSUTAMAAN GENDER DI DAERAH.BAB IKETENTUAN UMUMPasal 1
Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan :1. Pengarusutamaan Gender di daerah yang selanjutnya disebut PUG adalah strategi yangdibangun untuk mengintegrasikan gender menjadi satu dimensi integral dariperencanaan, penyusunan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi atas kebijakan,program, dan kegiatan pembangunan di daerah.2.Gender adalah konsep yang mengacu pada pembedaan peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan yang terjadi akibat dari dan dapat berubah oleh keadaan sosial danbudaya masyarakat.3.Kesetaraan Gender adalah kesamaan kondisi bagi laki-laki dan perempuan untukmemperoleh kesempatan dan hak-haknya sebagai manusia, agar mampu berperan danberpartisipasi dalam kegiatan politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dankeamanan, dan kesamaan dalam menikmati hasil pembangunan.4.Keadilan Gender adalah suatu proses untuk menjadi adil terhadap laki-laki danperempuan.5.Analisis Gender adalah analisis untuk mengidentifikasi dan memahami pembagiankerja/peran laki-laki dan perempuan, akses kontrol terhadap sumber-sumber dayapembangunan, partisipasi dalam proses pembangunan, dan manfaat yang merekanikmati, pola hubungan antara laki-laki dan perempuan yang timpang, yang di dalampelaksanannya memperhatikan faktor lainnya seperti kelas sosial, ras, dan suku bangsa.6.Perencanaan Berperspektif Gender adalah perencanaan untuk mencapai kesetaraandan keadilan gender, yang dilakukan melalui pengintegrasian pengalaman, aspirasi,kebutuhan, potensi, dan penyelesaian permasalahan perempuan dan laki-laki.7.Anggaran Berperspektif Gende
(Gender budget)
adalah penggunaan atau pemanfaatananggaran yang berasal dari berbagai sumber pendanaan untuk mecapai kesetaraan dankeadilan gender.8.Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh PemerintahDaerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsipotonomi seluas-luasnya dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesiasebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik IndonesiaTahun 1945.9.Pemerintah Daerah adalah Gubernur, Bupati, Walikota, dan perangkat daerah sebagaiunsur penyelenggara Pemerintahan Daerah.10.Kecamatan adalah wilayah kerja Camat sebagai perangkat daerah Kabupaten dandaerah Kota.11.Kelurahan adalah wilayah kerja Lurah sebagai perangkat daerah Kabupaten dan/atauDaerah Kota di bawah Kecamatan.12.Desa atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut desa, adalah kesatuanmasyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adatistiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan NegaraKesatuan Republik Indonesia.13.Focal Point PUG adalah aparatur SKPD yang mempunyai kemampuan untukmelakukan pengarusutamaan gender di Unit kerjanya masing-masing.
 
14.Kelompok Kerja Pengarusutamaan Gender yang selanjutnya disebut Pokja PUGadalah wadah konsultasi bagi pelaksana dan penggerak pengarusutamaan gender dariberbagai instansi/lembaga di daerah.
BAB IIMAKSUD DAN TUJUANPasal 2
Pedoman umum pelaksanaan pengarusutamaan gender di daerah dimaksudkan untukmemberikan pedoman kepada pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan,pembangunan, dan pelayanan masyarakat yang berperspektif gender.
Pasal 3
Pedoman umum pelaksanaan pengarusutamaan gender di daerah bertujuan :a.memberikan acuan bagi aparatur Pemerintah Daerah dalam menyusun strategipengintegrasian gender yang dilakukan melalui perencanaan, pelaksanaan,penganggaran, pemantauan, dan evaluasi atas kebijakan, program, clan kegiatanpembangunan di daerah;b.mewujudkan perencanaan berperspektif gender melalui pengintegrasian pengalaman,aspirasi, kebutuhan, potensi, dan penyelesaian permasalahan laki-laki dan perempuan;c.mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam kehidupan berkeluarga, berbangsa,dan bernegara;d.mewujudkan pengelolaan anggaran daerah yang responsif gender;e.meningkatkan kesetaraan dan keadilan dalam kedudukan, peranan, dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan sebagai insan dan sumberdaya pembangunan; danf.meningkatkan peran dan kemandirian lembaga yang menangani pemberdayaanperempuan.
BAB IIIPERENCANAAN DAN PELAKSANAANBagian KesatuPerencanaanPasal 4
(1)Pemerintah daerah berkewajiban menyusun kebijakan, program, dan kegiatanpembangunan berperspektif gender yang dituangkan dalam Rencana PembangunanJangka Menengah Daerah atau RPJMD, Rencana Strategis SKPD, dan Rencana KerjaSKPD.(2)Penyusunan kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan berperspektif gender sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui analisis gender.
Pasal 5
(1)Dalam melakukan analisis gender sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) dapatmenggunakan metode Alur Kerja Analisis Gender 
(Gender Analisys Pathway)
ataumetode analisis lain.(2)Analisis gender terhadap Rencana Kerja SKPD dilakukan oleh masing-masing SKPDbersangkutan.(3)Pelaksanaan analisis gender terhadap RPJMD dan Renstra SKPD dapat bekerjasamadengan lembaga perguruan tinggi atau pihak lain yang memiliki kapabilitas di bidangnya.

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Heri Setiyawan liked this
aryo234 liked this
kestari liked this
Omri Sitohang liked this
BBM_gultom7464 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->