Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Jawaban Soal Tarikh Tasyri

Jawaban Soal Tarikh Tasyri

Ratings: (0)|Views: 984|Likes:
Published by Ayed Wahyu

More info:

Published by: Ayed Wahyu on Mar 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

08/11/2012

pdf

text

original

 
JAWABAN SOAL TARIKH TASYRI’
Pertanyaan Ke 1
a.Kondisi masyarakat Arab Pra-Islam
Orang-orang Arab hidup secara komunal, hidup dalam suku-suku yang umumnya terbentuk  berdasarkan pertalian darah. Dengan hidup secara komunal, seseorang bisa bertahan hidup.Suku ketika itu adalah pelindung bagi eksistensi seseorang. Jika seseorang terbunuh olehsuku yang lain, suku orang tersebut akan melakukan tindakan menuntut balas. Inilah satu-satunya hukum yang berlaku bagi tindak kriminal pembunuhan. Tidak ada sistem hukummapan dan canggih yang mengatur hal ini. Ini akhirnya menciptakan lingkaran setan pembunuhan, sehingga berakibat pada terjadinya konflik dan peperangan antar suku yangtidak pernah berhenti.Meski demikian masih ada hal-hal positif yang ada pada suku-suku tersebut. Mereka padaumumnya sangat membangga-banggakan
muru’ah
(sifat-sifat ksatria). Para penyair ketikaitu biasa memuji-muji suku atas sifat-sifat
muru’ah
yang mereka miliki.Berbicara tentang wanita, secara singkat bisa dikatakan bahwa di Arab pada masa itu kaumwanita tidak mendapat kedudukan dan penghargaan yang layak.Masyarakat Mekkah sendiri adalah masyarakat pamganis, penyembah berhala. Mereka politeis, menyembah banyak tuhan. Meski Allah bagi mereka adalah
The Supreme God 
,Tuhan Tertinggi, namun mereka masih memiliki banyak dewa yang mereka posisikansebagai perantara antara mereka dan Allah. Yang paling populer dari dewa-dewa tersebutadalah Latta, ’Uzza, Manat dan Hubal.Situasi Masyarakat Arab Pra Islam Sebelum Nabi saw diutus, orang-orang Arab adalahumat yang tidak memiliki aturan dan mereka dikendalikan oleh kebiadaban, dinaungi olehkegelapan dan kejahilan, serta tak ada agama yang mengikat dan undang-undang yang harusmereka patuhi. Hanya sedikit saja dari mereka yang berjalan dengan aturan yang dapatmenyelesaikan perselisihan mereka, adat yang dianggap baik serta langkah yang mulia.Bangsa Arab pra Islam dikenal sebagai bangsa yang sudah memiliki kemajuan ekonomi.Adapun ciri-ciri utama tatanan Arab pra Islam adalah sebagai berikut:1. Menganut paham kesukuan (
kafilah
)2. Memiliki tata sosial politik yang tertutup dengan partisipasi warga yang terbatas3. Mengenal hirarki sosial yang kuat4. Kedudukan perempuan cenderung direndahkan.
b.Hikmah mengetahui kondisi di atas bagi awal pembentukan tasyriyangdiperankan Nabi SAW:
Dengan mengetahui kondisi di atas maka kita dapat mengetahui bagaimana tasyri’ itudisampaikan oleh Nabi Muhammad SAW dengan kondisi budaya masyarakat yang sepertiitu, dan juga dapat diketahui asbabunnuzul-asbabunnuzul dari setiap hukum yangdiwahyukan Allah SWT.
 Jawaban soal tarikh tasyri’ 
 
Pertanyaan ke 2a.
 Fase Makkiyah
, Pada fase ini umat Islam keadaannya masih terisolir, masih sedikitkuantitasnya dan kapasitasnya masih lemah, belum bisa membentuk komunitas umat yangmempunyai lembaga pemerintahan yang kuat. Oleh karena itu, perhatian Rasulullah saw pada fase ini dicurahkan kepada aktivitas penyebaran dakwah dalam rangka proyek  penanaman tauhid kepada Allah swt dan meninggalkan praktek-praktek penyembahan berhala. b.
 Fase Madaniyah
, ialah sejak Rasulullah saw hijrah dari Mekkah ke Madinah hinggawafatnya tahun II H/632 M, yakni sekitar 10 tahun lamanya. Pada fase ini Islam sudah kuat,kuantitas umatnya sudah banyak dan telah mempunyai tata pemerintahan tersendirisehingga media-media dakwah berlangsumg dengan aman dan damai. Periode Madinahdikenal sebagai periode penataan dan pemapanan masyarakat sebagai masyarakat percontohan. Karenanya, diperiode Madinah inilah ayat-ayat yang memuat hukum-hukumuntuk keperluan tersebut turun, baik yang berbicara tentang ritual maupun sosial. Alasan beberapa produk hukum itu berada dalam periode Madinah, antara lain :1.Dalam periode ini diperkirakan umat Islam sudah memiliki modalakhlak atau mental dan akidah yang kuat sebagai landasan melaksanakan tugas-tugaslain. Hanya orang yang mempunyai kepercayaan yang tinggi kepada pembuat aturanlahyang dapat melaksanakan dan memelihara peraturan.2.Hukum itu akan dapat terlaksana bila dilindungi oleh kekuatan politik.Di periode ini, Rasulullah saw dipercaya oleh masyarakatnya sebagai pemegangkekuasaan politik karena keberhasilannya menyelesaikan perselisihan yang disebabkanoleh perebutan pengaruh masyarakat Madinah karena primordialisme. MasyarakatMadinah yang kemudian terdiri atas penduduk asli dan imigrasi dari Mekkah(Muhaijrin) tidak lagi merasakan kesukuan sebagai ikatan solidaritas, tetapi kepercayaanagama.c.Sumber Hukum Islam Pada Masa Rasulullah saw. Pada periode Rasulullah saw padadasarnya hanya ada 2 sumber hukum (perundang-undangan), yaitu wahyu Ilahi (Al qur'an)dan Sunnah.Pertanyaan Ke 3a.Hukum Poligami
Sebelum IslamPoligami adalah praktik masyarakat Arab pra-Islam. Dr Najmân Yâsîn dalam kajianmutakhirnya tentang perempuan pada abad pertama Hijriah (abad ketujuh Masehi)menjelaskan memang budaya Arab pra-Islam mengenal institusi pernikahan tak beradab(
nikâh al-jâhili
) di mana lelaki dan perempuan mempraktikkan poliandri dan poligami.Pertama, pernikahan sehari, yaitu pernikahan hanya berlangsung sehari saja.Kedua, pernikahan
istibdâ’ 
yaitu suami menyuruh istri digauli lelaki lain dan suaminya tidak akan menyentuhnya sehingga jelas apakah istrinya hamil oleh lelaki itu atau tidak. Jikahamil oleh lelaki itu, maka jika lelaki itu bila suka boleh menikahinya. Jika tidak, perempuan itu kembali lagi kepada suaminya. Pernikahan ini dilakukan hanya untuk mendapat keturunan.Ketiga, pernikahan poliandri jenis pertama, yaitu perempuanmempunyai suami lebih dari satu (antara dua hingga sembilan orang). Setelah hamil,istri akan menentukan siapa suami dan bapak anak itu.Keempat, pernikahan poliandri jenis kedua, yaitu semua lelaki boleh menggauli seorang wanita berapa pun jumlahlelaki itu. Setelah hamil, lelaki yang pernah menggaulinya berkumpul dan si anak ditaruh di sebuah tempat lalu akan berjalan mengarah ke salah seorang di antara mereka,
 Jawaban soal tarikh tasyri’ 
 
dan itulah bapaknya.Kelima pernikahan-warisan, artinya anak lelaki mendapat warisandari bapaknya yaitu menikahi ibu kandungnya sendiri setelah bapaknyameninggal.Keenam, pernikahan-paceklik, suami menyuruh istrinya untuk menikah lagidengan orang kaya agar mendapat uang dan makanan. Pernikahan ini dilakukan karenakemiskinan yang membelenggu, setelah kaya perempuan itu pulang ke suaminya.Ketujuh, pernikahan-tukar guling, yaitu suami-istri mengadakan saling tukar pasangan.Sebagaimana yang telah dijelaskan tentang kondisi masyarakat Arab pra-Islam, bahwakedudukan perempuan cenderung direndahkan dan tidak mendapat kedudukan dan penghargaan yang layak. Dengan demikian, maka poligami sebelum islam datangadalah suatu hal yang biasa dilakukan dalam masyarakat arab.
Setelah IslamSetelah Islam datang, maka poligami dibatasi dan diatur dalam Al-Qur’an. Sebagaimanadalam QS.4:3 bahwa “
 pria muslim dapat menikahi empat perempuan
”. b.Syarat penerimaan Harta PusakaSebelum Islam:Syarat-syarat mempusakai pada zaman arab Jahiliyah adalah:1.Pertalian kerabat (Qarabah)2.Janji setia (Muhalafah)3.Adopsi (Tabanni)Setelah Islam:Pada zaman awal Islam (setelah Nabi Muhammad dan shahabat hijrah ke Madinah) selainkarena pertalian nasab atau kerabat, terdapat tiga sebab mendapatkan harta pusaka, yaitu:1.Adopsi2.Hijrah, dan3.Mu’akhakh (persaudaraan antara muhajirin dan anshor).Akomodasi al-Quran terhadap tradisi arab pra-Islam diantaranya dengan menjadikan perempuan sebagai anggota keluarga yang mendapatkan harta pusaka. Baik sebagai anak,istri, ibu, maupun saudara. Pokok-pokok hukum waris tercantum dalam surat An-Nisaa’ayat 7-14.c.Sangsi Potong TanganDalam Al-Quran dikatakan bahwa sangsi bagi pencuri, baik laki-laki maupun perempuanadalah potong tangan (Al-Maidah:38). Menurut Muhammad Azhar dalam
 fiqihkontemporer dalam pandangan neo modernisme islam
(1996), sanksi potong tangan itusangat mengerikan dan merupakan tradisi Arab Saudi sebelum Islam. Jadi, itu bukan hukumIslam. Dengan demikian, sanksi potong tangan bagi pencuri merupakan akomodasi terhadaphukum yang hidup di masyarakat arab saat itu.Menurut Ibrahim Dasuqi al-Syahawi (1961), sebagian ulama berpendapat bahwa salah satuarti memotong tangan pencuri yang terdapat dalam surat Al-Maidah: 38 itu adalahmencegah pelaku dari kemungkinan mencuri lagi. Kata al-qath’ ditafsirkan dengan kata al-man’. Mencegah pencuri dari tindakan pengulangan pencurian tidak mesti dengan potongtangan; dapat diganti dengan yang lain seperti dipenjara.Pertanyaan ke-4Poligami hukumnya tergantung pada situasi dan kondisi si pelaku. bisa haram, boleh, maupunwajib.Dikatakan haram, apabila dengan melakukan poligami tersebut dapat membawanya kepada halyang dilarang oleh Allah dan lebih banyak yang madharat daripada maslahatnya.Dikatakan boleh, apabila dengan poligami bisa menambah keimanan dan ketaqwaan kepadaAllah SWT dengan syarat suami bisa berbuat adil. Sebagaimana yang telah dicontohkan Nabi
 Jawaban soal tarikh tasyri’ 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->