Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
13Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
kompetensi dokter gigi

kompetensi dokter gigi

Ratings: (0)|Views: 946|Likes:

More info:

Published by: nisa milati biyantini on Mar 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/15/2013

pdf

text

original

 
Menurut undang-undang praktik kedokteran nomor 29 tahun 2004 pasal 1 butir 11 :
 “Profesi kedokteran atau kedokteran gigi adalah suatu pekerjaan kedokteran
 atau kedokteran gigi yang dilaksanakan berdasarkan suatu keilmuan,kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan yang berjenjang, dan kode etik 
yang bersifat melayani masyarakat.” 
 Bab II pasal 2 :
 “Praktik kedokteran dilaksanakan berasaskan Pancasila dan didasarkan pada nilai
 ilmiah, manfaat, keadilan, kemanusiaan, keseimbangan, serta perlindungan dankes
elamatan pasien.” 
 Pasal 51 butir a dan b :
 “Dokter atau dokter gigi dalam melaksanakan praktik kedokteran mempunyai
 kewajiban :a. memberikan pelayanan medis sesuai dengan standar profesi dan standarprosedur operasional serta kebutuhan medis pasien;b. merujuk pasien ke dokter atau dokter gigi lain yang mempunyai keahlian ataukemampuan yang lebih baik, apabila tidak mampu melakukan suatu
pemeriksaan atau pengobatan” 
 Maka bisa dimaknai bahwa tindakan dokter gigi terhadap pasien HIV/AIDS adalahberkisar pada lesi-lesi oral yang terjadi dengan sesuai kemampuan maupun kompetensiyang sudah terstandar di Indonesia. Karena, berdasarkan standar keilmuan yangditerima, wilayah kerja dokter gigi adalah di daerah mulut dan maksilofasial. Adapunstandar pelayanan dokter gigi menurut Permenkes nomor 512 tahun 2007 pasal 19adalah :a)
 
Dokter dan dokter gigi dalam melaksanakan praktik kedokteran harus sesuai dengankewenangan dan kompetensi yang dimiliki serta kewenangan lainnya yangditetapkan oleh Konsil Kedokteran Indonesiab)
 
Dokter dan dokter gigi, dalam rangka memberikan pertolongan gawat darurat gunapenyelamatan jiwa atau pencegahan kecacatan, dapat melakukan tindakankedokteran dan kedokteran gigi di luar kewenangannya sesuai dengan kebutuhanmedisc)
 
Pelaksanaan kewenangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) harusdilakukan sesuai dengan standar profesiDari peraturan-peraturan tersebut, dapat disimpulkan bahwa dokter gigi bolehmelakukan semua tindakan yang memang menjadi kompetensinya di area yangmenjadi standar kerjanya. Di luar itu semua, maka dokter gigi harus menyerahkan
 
tindakan pada tenaga medis lain yang lebih kompeten (merujuk). Namun, dalamkeadaan gawat darurat, dokter gigi boleh melakukan intervensi lebih jauh tanpamerujuk terlebih dahulu. Sementara kompetensi dokter gigi sendiri menurut KonsilKedokteran Indonesia di domain yang berhubungan dengan kualitas keahlian doktergigi yaitu :Domain II :
Penguasaan Ilmu Pengetahuan Kedokteran dan Kedokteran Gigi 
Memahami ilmu kedokteran dasar dan klinik, kedokteran gigi dasar dan klinik yangrelevan sebagai dasar profesionalisme serta pengembangan ilmu kedokteran gigi.
 
 

Activity (13)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Ayu Nurlaila liked this
Dita Pramesti liked this
Lely Anggrainy liked this
Hendri Poernomo liked this
Ofier Siki liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->