Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Cerpen Di Balik Kemegahan

Cerpen Di Balik Kemegahan

Ratings: (0)|Views: 778|Likes:

More info:

Published by: Muhammad Miftahul Huda on Mar 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/09/2012

pdf

text

original

 
 1BEM UI 2012: Inspirasi untuk Berkarya
DI BALIK KEMEGAHAN
Keterangan:
 
Semua tokoh dan alur yang ada di Cerita ini adalah fiksi belaka, tapi semua datakeuangan yang disajikan adalah akurat.
Dara berdecak kagum memandangi kemegahan dinding-dinding perpustakaan pusat UI yangbaru saja selesai dibangun. Deretan ukiran berseni tinggi menyambut langkahnya danpuluhan pengunjung lain. Ratusan
 Macbook 
bertengger di pinggiran tembok putih polos.Semakin ke dalam semakin mengagumkan.
Kampusku, hebat!
Katanya dalam hati.Di tengah kekaguman itu,
handphone
Dara berdering menerima sms.
“UI adalah kampusrakyat, yang dibangun dengan uang rakyat….”
Dara mengernyitkan dahinya.
 Ah, sialan!
 Beberapa hari terakhir dia sering menerima sms aneh atas nama gerakan mahasiswa,selamatkan UI, dan nama-nama aneh lainnya.
 Mau apa mereka ini!
 
Sudah untung dibuatkan perpustakaan sebagus ini
. Keluhnya dalam hati.
Palingan orang-orang ini jadi tukang baksonanti!
Bebrapa saat setelah itu, dia kembali tenang dan memandangi ruangan perpus pusat,sambil membayangkan masa depannya sebagai auditor lembaga keuangan internasional.
Gue, Andre Dara, akan sukses..
 Di tengah lamunannya itu, Astrid, teman baik Dara, bergegas menghampirinya dari kejauhan.
“Dara! Kemana aja lo?”
Astrid menyentak dengan sedikit terengah-engah.
“Eh, kenapa trid?”
Dara menoleh sambil sedikit tersenyum.
“Gue dari tadi di sini liat 
-liat  per 
 pus baru”
 
“Tadi gue didatengin dua orang mahasiswa yang nyariin lo. Gue bilang gatau,
tapi merekamaksa buat ketemu sama lo. Katanya penting banget. Gue suruh mereka hubungin lo, tapi hp
lo mati.”
Astrid meneruskan.
“Hah? Dua orang mahasiswa? Siapa? Ngapain mereka ngebet ketemu gue?”
Daramenimpali dengan sedikit kaget.
“Gue gatau. Tapi karena lo gabisa dihubungin juga, dia nitip ini ke gue”
Astridmenyerahkan amplop cokelat.
“Kata mereka tolong jangan dibuka sebelum Dara megang ini.”
 Dara menerima amplop cokelat yang masih terlihat rapi.
 Apa ini? Siapa mereka?
Gumamnya.Di tengah kebingungannya, Astrid berkata lagi
“Sorry gue harus buru
-buru ada ketemuan
 
 2BEM UI 2012: Inspirasi untuk Berkarya
sama dosen gue di Kafe
Diapun pergi dengan lebih tergesa-gesa ke kafe mewah di salahsatu sudut perpus pusat UI. Sementara Dara masih kebingungan.Dara pun menuju deretan meja kayu mahoni yang berjejer di pinggiran perpus pusat lantaidua. Perlahan Dara membuka amplop cokelat itu. Setelah terbuka, dilihatnya lembaran kertasyang cukup tebal. Di bawah tumpukan kertas tebal itu terhimpit secarik kertas kecil. Daramengambil kertas itu dan dia melihat tulisan
Kami
membutuhkanmu”
Dara semakinbingung.
 Apa-apaan ini?
Tukasnya dalam hati. Akan tetapi, tak lama kemudian,kebingungannya berubah menjadi rasa kaget yang amat besar. Saat membuka tumpukankertas dari dalam amplop, matanya terbelalak tidak percaya. Dara melihat deretan angka dandata-data yang sungguh mengejutkan.
Tidak mungkin! Ini tidak mungkin!
Ia kemudianmemandangi dinding-dinding sekitarnya yang masih megah. Dindin-dinding tersebut bisu,tapi menjadi seolah-olah berkata banyak setelah Dara membuka tumpukan kertas tersebut.Mereka seakan berbisik,
Telusurilah kebenaran, nak!
 Sebagai anak akuntansi dengan IP di atas 3,9 setiap semester, punya pengalaman
internship
 di lembaga audit internasional dan terobsesi untuk menjadi auditor handal, Dara benar-benarterpukul. Dia masih heran seribu bahasa. Bayang-bayang tumpukan kertas itu kini memenuhikepalanya. Pembayaran tenaga ahli pekerjaan jasa konsultan manajemen konstruksipembangunan gedung perpustakaan pusat tahap III tidak sesuai dengan ketentuan sebesar91.500.000,00 rupiah, artinya untuk pembayaran konsultan saja diindikasikan adapenghamburan uang sebesar 91.500.000,00 rupiah. Panitia lelang tidak menetapkan kriteriadan formula evaluasi teknis secara transparan pada seleksi konsultan perencanaan pekerjaanpembangunan gedung perpustakaan tahap II Tahun 2009 sehingga mengakibatkanketidakhematan harga sebesar 287.237.000,00 rupiah. Pelaksanaan pengadaan danpembangunan perpustakaan pusat Universitas Indonesia tahap II dan III tidak sesuai denganketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah dan mengakibatkan kelebihan pembayaransebesar 2.091.194.514,43 rupiah. Artinya ada indikasi penghamburan di sini sampai lebihdari dua miliar.
 Apa-apaan ini? Benarkah lembaga seprofesional UI sampai bisa cerobohsejauh ini?
 Di tengah kebingungannya, Astrid muncul lagi dari kejauhan, kali ini dengan lebih tenang.
“Lo udah baca isi amplop itu?”
Kali ini Astrid menyapa dengan halus.
dah”
Dara menjawab dengan perasaan masih gundah.
“Siapa yang ngirim ini ke gue?”
 
 
 3BEM UI 2012: Inspirasi untuk Berkarya
“Apa isinya?”
Astrid penasaran.
“Kegilaan!”
Dara terlihat sangat kesal.
“Gue harus tau siapa yang ngirim ini. Gue pengenkonfirmasi. Ini ga mungkin!”
Dara masih marah-marah sendiri.Di tengah kemarahan Dara itu, Astrid tersenyum halus dan berkata lembut,
“Kamimembutuhkanmu.”
Astrid berkata dengan suara setenang air telaga. Sangat menyejukkan.Suasana kini berubah, senyap. Dengan mata Dara yang semakin terbelalak.
“Jadi, jadi lo senga
 ja kasih ini ke gue? Lo bagian dari gerakan-gerakan itu? Tapi sejak 
kapan?”
Dara terperangah.Astrid tersenyum kecil.
 Dara
 , harusnya lo tau lebih banyak tentang gue”
Ia kemudianmemalingkan pandangan jauh ke langit di luar jendela kaca perpustakaan.
Waktu gue masuk UI, gue enggak sekaya elo, ra. Ada masalah sama kerjaan bokap gue, dan nyokap gue iburumah tangga. Jadi di awal masuk UI gue punya masalah sama biaya kuliah yang menurut gue dan keluarga gue terlalu gede. Lo pasti enggak ngerasain apa yang gue rasa, karena lomampu bayar tanpa beban. Sedangkan gue bingung setengah mati. Di tengah kebingunganitu, gue dibantu sama banyak orang, sebagian besar orang-orang pergerakan, buat nyeleseinmasalah biaya ini. Akhirnya gue jadi cukup deket sama mereka sampe sekarang, tapi gueenggak masuk bagian gerakan mereka karena kondisi kesehatan gue enggak memungkinkan.Walaupun gue ga masuk organisasi kayak begituan, tapi gue banyak bantu mereka. Btw,waktu akhirnya gue deket sama lo, kondisi kerjaan bokap gue itu udah mulai membaik, danekonomi keluarga gue jadi bagus lagi.
 
“Ra”
, Astrid melanjutkan,
dari situ gue mulai sadar kalo di sekitar gue ada masalah yangnyata, tapi jarang gue liat. Dari situ juga gue sadar orang-orang kayak kelompok  pergerakan, sedikit banyak menyelesaikan masalah itu. Mungkin lo kesel dengan cara yangkebanyakan diambil, tapi sejujurnya gue apresiasi kepedulian mereka untuk masalah-masalah sekitar, dan tiap orang punya cara sendiri buat nunjukin kepedulian itu. Toh cara-cara mereka udah banyak bikin sejarah perubahan di Indonesia juga. By the way, Guedenger-denger mereka juga udah mulai mau ngubah cara mereka bergerak jadi lebihkreatif.
 
“Trus kenapa lo nunjukin ini ke gue?”
Dara bertanya masih keheranan.
“Mereka butuh elo
sekarang ra. Mereka butuh anak akuntansi kelas dewa kayak elo buat ikut nyelesein kasus ini.
 
Ga sembarang orang, termasuk anak akun sendiri, bisa analisis hasil-hasil audit kayak ginian.
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->