Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
jrnl01_batu

jrnl01_batu

Ratings: (0)|Views: 302|Likes:
Published by Rahmat Uciha

More info:

Published by: Rahmat Uciha on Mar 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/08/2012

pdf

text

original

 
37
Pemanfaatan Batu Berangkal Kapur Limbah IndustriSebagai Agregat Untuk Beton Non-Pasir
(Suatu Alternatif dalam upaya Pengembangan Diklat Pada Keahlian Teknik Sipil diP4TK BMTI Bandung)
The Use of Petrify Berangkal Kapur Industrial Waste As Aggregate in No-Fines Concrete(As an Alternative of Civil Engineering Subject Matters in Training Development at TEDC  Bandung)
Deddy Misdarpon
(1)
, Nunuy Nurjanah
(2)
(1)
Widyaiswara P4TK BMTI Bandung, .................................
(1)(2)
..........................................., ..............................................
(2)
ABSTRACTPetrify berangkal kapur is an Industrial waste resulting from calcifies production thatsometime deteriorate environment condition. It is possible to exploit it as ossifyingmaterials for road e.g. Rigid pavement, but only a few has been implemented, because of its limitation reason as petrify berangkal kapur. This research was conducted in a way tostudy the properties of petrify berangkal kapur / calcify waste as concretes aggregate aswell as the properties of no fines concrete made of petrify berangkal kapur aggregate. Inthis research, the specimen tested were concrete cylinder of 15 cm diameter and height of 30 cm, the water /cement ratio was 0,40, the variation of aggregate/cement ratio was 6variations, they were 1:5, 1:6, 1:7, 1:8, 1:9, and 1:10, the technical properties of no finesconcrete to be examined were : specific gravity, cavity volume, and strength ness, Testspecimen was conducted at 28 days age of concrete. The experimental result shows, that ingeneral petrify berangkal kapur is favorable to be used for no-fines concrete aggregates.Greater amount of cement has to be used to make no-fines concrete of greater specificgravity, and strength ness. The cavities volumes were tend to minimize. The petrifyberangkal kapur is unfavorable as a light weight aggregates, because of owning to itsspecific gravity that’s nearly 2, 5. The most efficient usage of cement in concrete of petrifies berangkal kapur aggregates were reached aggregate/cement ratio of 1:6, and theresult the strength ness of more than 9 Map. The implementation of developing researchand design of no-fines concrete will be conducted in Skill Training program and planning.
Keyword:
Petrify berangkal kapur waste, the properties of aggregates, no-finesconcrete and Skill Training.
 
DiSainTek Vol. 01, No. 01 Desember 2007
 38
1.
 
PENDAHULUAN
Dalam rancangan peraturan pemerintahNomor:?.......... pasal 26 tentang PendidikanVokasi/Kejuruan, dinyatakan bahwapendidik pada SMK/MAK atau bentuk lainyang sederajat harus memiliki kualifikasiakademik dan kompetensi sebagai agenpembelajaran. Kompeten sebagai agenpembelajaran, sebagai mana yang dimaksuddalam Standar Nasional Pendidikan,meliputi kompetensi pedagogic (atau tanpa‘k’), kompetensi kepribadian, kompetensiprofesional, dan kompetensi sosial sesuaidengan. (Hidayat D, dkk, 2005).Dalam rangka pembinaan danpeningkatan profesionalitas bagi pendidik dan tenaga kependidikan serta widyaiswara,khususnya dalam upaya penjaminan mutupendidikan dalam rangka pembentukaninsan Indonesia cerdas dan kompetitif mutlak diperlukan peningkatan kompetensipendidik tersebut secara berkelanjutan,sesuai dengan tuntutan persaingan global.Salah satu pilar dari kompetensi Pendidik yang perlu dikembangkan adalahkompetensi profesional sebagai ciri utamaprofesionalitas pendidik/guru vokasi. Untuk itu, penelitian bidang keahlian yangmencermati secara tajam kompetensi bagitenaga pendidik keahlian teknik sipil inimenjadi sangat diperlukan.Hasil pengamatan dan observasilapangan di beberapa Pabrik Kapur di daerahCipatat – Padalarang Kabupaten Bandung,ternyata batuan kapur limbah industri dariPabrik kapur Cipatat, adalah batuan yangoleh masyarakat setempat disebut
batuberangkal kapur
, sebagai sisa-sisapembakaran yang dilakukan secarakonvensional.Dari proses pembuatan kapur hasilindustri, ternyata terdapat limbah berupabatuan kapur yang tidak dapat diproses lagimenjadi kapur produksi, yang disebut batuberangkal kapur, jumlahnya cukupmemadai, sehingga perlu untuk dioptimalkan pemanfaatannya bagikepentingan masyarakat dan umum.Batuan kapur limbah industri inisecara visual dimungkinkan untuk dijadikan agregat beton, termasuk untuk beton non-pasir.Hasil dari penelitian ini diharapkandapat terungkap sejumlah kompetensi yangdapat dikembangkan lagi untuk kepentingan pengembangan diklat padaKeahlian Teknik Sipil.
2. METODOLOGI PENELITIANBahan dan Benda Uji
Agregat kasar ukuran 10-20mm, daribatu berangkal kapur yang diambil daripabrik kapur Cipatat–PadalarangKabupaten Bandung.Benda uji berupa silinder beton,dengan diameter 150 mm dan tinggi 300mm.
Peralatan
Peralatan yang digunakan dalampenelitian ini adalah :1.
 
Satu set Saringan/Ayakan (Sieves),2.
 
Timbangan3.
 
Mesin Los Angeles, Cetakan silinderbeton ukuran diameter = 150 mm,tinggi = 300 mm dan Mesin aduk beton,4.
 
Tabung kerucut dan alas rata yangkedap air5.
 
Oven6.
 
Gelas ukur dan7.
 
Mesin uji tekan beton (
UniversalTesting Machine
UTM 
) merek 
 
Pemanfaatan Batu Berangkal Kapur Limbah Industri Sebagai Agregat Untuk Beton Non-Pasir
39
 RIEHLE 
, berkapasitas
 
60.000 lbs,dengan ketelitian 5 lbs.
Pembuatan Agregat Kasar
Agregat kasar dihasilkan dengan caradipecah memakai mesin
Stone Crusher 
,dan manual dengan tangan, sehinggadiperoleh gradasi ukuran 10- 20mm.
Pengujian Sifat Teknis Agregat
Pengujian sifat Teknis Agregatdilakukan terhadap : Berat Satuan, BeratJenis, dan Serapan Air Agregat, sertaKeausan Agregat dengan mesin LosAngeles.
Pencetakan dan Perawatan Benda Uji
 Pencetakan dan perawatan benda ujidilakukan pada benda uji sebanyak enam (6)variasi adukan, dan tiap-tiap variasi terdiridari lima (5) buah sampel.
Pengujian sifat Teknis Beton Non-Pasir
Pengujian sifat teknis beton non-pasirdilakukan terhadap : Pemeriksaan berat jenis, Volume Rongga, dan kuat tekan, jugadilakukan analisis terhadap kebutuhan bahandan pemanfaatan beton non-pasir.
Variabel Penelitian
Variabel yang digunakan dalam penelitianini adalah :Perbandingan semen : agregat = 1:5, 1:6,1:7, 1:8, 1:9, dan 1:10.
3. HASIL PENELITIAN DANPEMBAHASAN
 
Kelayakan Batu Berangkal KapurStudi Pendahuluan Agregat
Berdasarkan studi lapangan yangdilakukan di beberapa Pabrik Kapur (PK)Cipatat, maka hasil penelitian tentang batuberangkal kapur limbah industri, secaraumum adalah sebagai berikut :a.
 
Batu berangkal kapur dapatdiperoleh dari batuan yang mengandungsenyawa karbonat / batu batuan kapur(CaCO
3
), dimasukkan ke dalam tungkupembakaran berkapasitas 40-50 ton), dandibakar dengan menggunakan bahan bakar’kayu bakar’ selama tiga hari tiga malam,kemudian dikeluarkan secara berangsur-angsur.b.
 
Hasil pembakaran batuan kapurberupa: kapur produksi, sebanyak ± 95 %dan limbah sisa pembakaran, berupa batuberangkal kapur sebanyak ± 5%.
Ketersediaan Batu berangkal kapuruntuk agregat beton non-pasir
 Ketersediaan batu berangkal kapursebagai limbah dari pembuatan kapursebanyak 64 ton per bulan, cukup memadaiuntuk dimanfaatkan bahkan secaralangsung menjadi salah satu alternatif dalam mengatasi permasalahan lingkungan.Ketersediaan agregat dapat dilihat padaTabel 1.
Tabel 1. Kapasitas produksi kapur dan jumlahlimbah per bulan
No. Nama Pabrik KapurJmlKapur(ton)Persts.limbah(%)JmlLimbah(ton)1. Sinar Baru 140 5 72. Bina Raksa 220 4.5 103. Subur 200 5 104. Putra Jaya 150 3.3 55. Gunung Kawi 320 4.4 146. Karya Mekar 310 3.9 127. OkubawaSakti96 6.25 6Jml 7 1436ton4.62%64 ton

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->