Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Membangun Dinasti Cikeas

Membangun Dinasti Cikeas

Ratings: (0)|Views: 418|Likes:
Published by Uda Arie
Harian media online Jakarta memberitakan bahwa kapasitas calon presiden dari partai demokrat dibawah rata-rata. Hal tersebut diungkapkan pengamat politik dari Universitas Indonesia Iberamsjah. Empat nama calon presiden tersebut yang santer dibincangkan di internal partai diantaranya Anas Urbaningrum, Pramono Edie Wibowo, Marzuki Alie, Andi Alfian Mallarangeng. Pengamat politk dari Universitas Indonesia tersebut sah-sah saja memberikan analisis tentang calon yang diusung dari partai demokrat dengan alasan Marzuki Alie yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPR RI, dinilainya gagal total dan suka aneh dalam mengeluarkan manuver politik, seperti rencana pembangunan gedung baru DPR dan terlebih lagi saat menyalahkan masyarakat yang tinggal di pantai saat tsunami di Mentawai tahun lalu. Kemudian Anas Urbaningrum sangat jarang memberikan komentar-komentar di media mengenai kasus yang diduga menimpa dirinya. Begitu juga Andi Alfian Malarangeng yang menurut Iberamsjah tidak cocok untuk menjadi pemimpin dari partai yang berlambang mercy tersebut dan terakhir Pramono Edie Wibowo yang notabenenya ipar SBY menurut pengamat politik UI belum mengenal sosok Promono Edie Wibowo. Pernyataan Iberamsjah boleh jadi perhatian publik tanah air mengenai capres yang diusung dari partai demokrat tetapi politik merupakan seni berbagai kemungkinan. Siapapun yang bertarung di pilpres nanti kalau diusung dari partai politik akan berlaga dalam pilpres nanti. Tidak mudah bagi Demokrat untuk mengajukan capres sendiri, sementara popularitas SBY terus merosot. Selain itu tidak mudah bagi Demokrat memilih dan memutuskan kandidat karena figur internal partai yang belum memiliki popularitas dan kredibilitas yang teruji. "Demokrat sadar, tidak mudah menghadapi pemilu 2014 mendatang. Apalagi di tengah penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah. Pada saat yang sama juga belum ada figur kuat di internal partai pasca-SBY. Hal ini menyebabkan Demokrat mulai melirik figur dari luar partainya.
Dinasti Sarwo Edhie
Ada yang meyakini keluarga besar Sarwo Edhie punya wahyu keprabon untuk menjadi presiden 2014. Tampilnya menantu dan anak Sarwo Edhie di panggung politik nasional jauh sebelumnya sudah dipersiapkan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pengetian silsilah adalah catatan yang menggambarkan hubungan keluarga sampai beberapa generasinya. Sementara itu, Menurut Kamus. Silsilah tersebut adalah merupakan suatu susunan keluarga dari atas ke bawah dan ke samping, dengan menyebutkan nama keluarganya. Jelas, bahwa yang dimaksud dengan silsilah itu, ialah suatu daftar susunan nama orang-orang yang merupakan susunan keturunan dari suatu warga atau dinasti, misalnya Dinasti Sriwijaya, Dinasti Syailendra, dan dinasti-dinasti lainya yang pernah berkuasa. Maksud penyusunan silsilah ini adalah sebagai ucapan syukur kepada para leluhurnya yang telah memberi bimbingan serta mengayomi dan yang lebih utama lagi, adalah bahwa seseorang lahir ke dunia, adalah karena adanya leluhurnya itu. Penyusunan silsilah keturunan ini mempunyai arti yang penting bagi suatu keluarga, seperti untuk mengetahui keturunan siapa orang itu, untuk mengetahui siapa dan bagaimana leluhurnya itu, dan yang utama sekali, ialah bagaimana pandangan masyarakat terhadap leluhurnya itu, untuk dijadikan kenangan secara turun-temurun, agar keturunannya tidak kehilangan jejak leluhurnya, agar dapat dijadikan kebanggaan seluruh keturunannya. Silsilah keluarga merupakan sesuatu yang amat penting bagi Sarwo Edhie Wibowo. Dalam bab awal buku Kepak Sayap Putri Prajurit Ani Yudhoyono putri ketiga Sarwo Edhie bertutur tentang pentingnya garis keturunan itu untuk sang ayah. Sejak belia, anak-anak Sarwo Edhie selalu mendapat cerita tentang garis darah keluarga mereka yang bisa di runut sampai trah raja-raja Jawa. Darah ningrat itu mengalir dari ibunda Sarwo Edhie- Raden Ajeng Sutini yang masih terhitung keturunan dari Hamengku Buwono I. salah satu kakek moyang Sarwo Edhie Raden Mas Surokusumo kurir kepercay
Harian media online Jakarta memberitakan bahwa kapasitas calon presiden dari partai demokrat dibawah rata-rata. Hal tersebut diungkapkan pengamat politik dari Universitas Indonesia Iberamsjah. Empat nama calon presiden tersebut yang santer dibincangkan di internal partai diantaranya Anas Urbaningrum, Pramono Edie Wibowo, Marzuki Alie, Andi Alfian Mallarangeng. Pengamat politk dari Universitas Indonesia tersebut sah-sah saja memberikan analisis tentang calon yang diusung dari partai demokrat dengan alasan Marzuki Alie yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPR RI, dinilainya gagal total dan suka aneh dalam mengeluarkan manuver politik, seperti rencana pembangunan gedung baru DPR dan terlebih lagi saat menyalahkan masyarakat yang tinggal di pantai saat tsunami di Mentawai tahun lalu. Kemudian Anas Urbaningrum sangat jarang memberikan komentar-komentar di media mengenai kasus yang diduga menimpa dirinya. Begitu juga Andi Alfian Malarangeng yang menurut Iberamsjah tidak cocok untuk menjadi pemimpin dari partai yang berlambang mercy tersebut dan terakhir Pramono Edie Wibowo yang notabenenya ipar SBY menurut pengamat politik UI belum mengenal sosok Promono Edie Wibowo. Pernyataan Iberamsjah boleh jadi perhatian publik tanah air mengenai capres yang diusung dari partai demokrat tetapi politik merupakan seni berbagai kemungkinan. Siapapun yang bertarung di pilpres nanti kalau diusung dari partai politik akan berlaga dalam pilpres nanti. Tidak mudah bagi Demokrat untuk mengajukan capres sendiri, sementara popularitas SBY terus merosot. Selain itu tidak mudah bagi Demokrat memilih dan memutuskan kandidat karena figur internal partai yang belum memiliki popularitas dan kredibilitas yang teruji. "Demokrat sadar, tidak mudah menghadapi pemilu 2014 mendatang. Apalagi di tengah penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah. Pada saat yang sama juga belum ada figur kuat di internal partai pasca-SBY. Hal ini menyebabkan Demokrat mulai melirik figur dari luar partainya.
Dinasti Sarwo Edhie
Ada yang meyakini keluarga besar Sarwo Edhie punya wahyu keprabon untuk menjadi presiden 2014. Tampilnya menantu dan anak Sarwo Edhie di panggung politik nasional jauh sebelumnya sudah dipersiapkan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pengetian silsilah adalah catatan yang menggambarkan hubungan keluarga sampai beberapa generasinya. Sementara itu, Menurut Kamus. Silsilah tersebut adalah merupakan suatu susunan keluarga dari atas ke bawah dan ke samping, dengan menyebutkan nama keluarganya. Jelas, bahwa yang dimaksud dengan silsilah itu, ialah suatu daftar susunan nama orang-orang yang merupakan susunan keturunan dari suatu warga atau dinasti, misalnya Dinasti Sriwijaya, Dinasti Syailendra, dan dinasti-dinasti lainya yang pernah berkuasa. Maksud penyusunan silsilah ini adalah sebagai ucapan syukur kepada para leluhurnya yang telah memberi bimbingan serta mengayomi dan yang lebih utama lagi, adalah bahwa seseorang lahir ke dunia, adalah karena adanya leluhurnya itu. Penyusunan silsilah keturunan ini mempunyai arti yang penting bagi suatu keluarga, seperti untuk mengetahui keturunan siapa orang itu, untuk mengetahui siapa dan bagaimana leluhurnya itu, dan yang utama sekali, ialah bagaimana pandangan masyarakat terhadap leluhurnya itu, untuk dijadikan kenangan secara turun-temurun, agar keturunannya tidak kehilangan jejak leluhurnya, agar dapat dijadikan kebanggaan seluruh keturunannya. Silsilah keluarga merupakan sesuatu yang amat penting bagi Sarwo Edhie Wibowo. Dalam bab awal buku Kepak Sayap Putri Prajurit Ani Yudhoyono putri ketiga Sarwo Edhie bertutur tentang pentingnya garis keturunan itu untuk sang ayah. Sejak belia, anak-anak Sarwo Edhie selalu mendapat cerita tentang garis darah keluarga mereka yang bisa di runut sampai trah raja-raja Jawa. Darah ningrat itu mengalir dari ibunda Sarwo Edhie- Raden Ajeng Sutini yang masih terhitung keturunan dari Hamengku Buwono I. salah satu kakek moyang Sarwo Edhie Raden Mas Surokusumo kurir kepercay

More info:

Published by: Uda Arie on Mar 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/07/2013

pdf

text

original

 
MEMBANGUN DINASTI CIKEASHasrul Harahap*
Harian media online Jakarta memberitakan bahwa kapasitas calon presiden dari partai demokrat dibawah rata-rata. Hal tersebut diungkapkan pengamat politik dariUniversitas Indonesia Iberamsjah. Empat nama calon presiden tersebut yang santer dibincangkan di internal partai diantaranya Anas Urbaningrum, Pramono EdieWibowo, Marzuki Alie, Andi Alfian Mallarangeng. Pengamat politk dariUniversitas Indonesia tersebut sah-sah saja memberikan analisis tentang calon yangdiusung dari partai demokrat dengan alasan Marzuki Alie yang saat ini menjabatsebagai Ketua DPR RI, dinilainya gagal total dan suka aneh dalam mengeluarkanmanuver politik, seperti rencana pembangunan gedung baru DPR dan terlebih lagisaat menyalahkan masyarakat yang tinggal di pantai saat tsunami di Mentawaitahun lalu. Kemudian Anas Urbaningrum sangat jarang memberikan komentar-komentar di media mengenai kasus yang diduga menimpa dirinya. Begitu juga AndiAlfian Malarangeng yang menurut Iberamsjah tidak cocok untuk menjadi pemimpin dari partai yang berlambang mercy tersebut dan terakhir Pramono EdieWibowo yang notabenenya ipar SBY menurut pengamat politik UI belum mengenalsosok Promono Edie Wibowo. Pernyataan Iberamsjah boleh jadi perhatian publik tanah air mengenai capres yang diusung dari partai demokrat tetapi
 politik merupakan seni berbagai kemungkinan
. Siapapun yang bertarung di pilpres nantikalau diusung dari partai politik akan berlaga dalam pilpres nanti. Tidak mudah bagi Demokrat untuk mengajukan capres sendiri, sementara popularitas SBY terusmerosot. Selain itu tidak mudah bagi Demokrat memilih dan memutuskan kandidatkarena figur internal partai yang belum memiliki popularitas dan kredibilitas yangteruji
.
"Demokrat sadar, tidak mudah menghadapi pemilu 2014 mendatang. Apalagidi tengah penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah. Pada saatyang sama juga belum ada figur kuat di internal partai pasca-SBY. Hal inimenyebabkan Demokrat mulai melirik figur dari luar partainya.
Dinasti Sarwo Edhie
 
Ada yang meyakini keluarga besar Sarwo Edhie punya wahyu keprabon untuk menjadi presiden 2014. Tampilnya menantu dan anak Sarwo Edhie di panggung politik nasional jauh sebelumnya sudah dipersiapkan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pengetian silsilah adalah catatan yang menggambarkan hubungankeluarga sampai beberapa generasinya. Sementara itu, Menurut Kamus. Silsilahtersebut adalah merupakan suatu susunan keluarga dari atas ke bawah dan kesamping, dengan menyebutkan nama keluarganya. Jelas, bahwa yang dimaksuddengan silsilah itu, ialah suatu daftar susunan nama orang-orang yang merupakansusunan keturunan dari suatu warga atau dinasti, misalnya Dinasti Sriwijaya,Dinasti Syailendra, dan dinasti-dinasti lainya yang pernah berkuasa. Maksud penyusunan silsilah ini adalah sebagai ucapan syukur kepada para leluhurnya yangtelah memberi bimbingan serta mengayomi dan yang lebih utama lagi, adalah bahwa seseorang lahir ke dunia, adalah karena adanya leluhurnya itu. Penyusunansilsilah keturunan ini mempunyai arti yang penting bagi suatu keluarga, sepertiuntuk mengetahui keturunan siapa orang itu, untuk mengetahui siapa dan bagaimana leluhurnya itu, dan yang utama sekali, ialah bagaimana pandanganmasyarakat terhadap leluhurnya itu, untuk dijadikan kenangan secara turun-temurun, agar keturunannya tidak kehilangan jejak leluhurnya, agar dapat dijadikankebanggaan seluruh keturunannya. Silsilah keluarga merupakan sesuatu yang amat penting bagi Sarwo Edhie Wibowo. Dalam bab awal buku
 Kepak Sayap Putri  Prajurit 
 
Ani Yudhoyono putri ketiga Sarwo Edhie bertutur tentang pentingnyagaris keturunan itu untuk sang ayah. Sejak belia, anak-anak Sarwo Edhie selalumendapat cerita tentang garis darah keluarga mereka yang bisa di runut sampai trahraja-raja Jawa. Darah ningrat itu mengalir dari ibunda Sarwo Edhie- Raden AjengSutini yang masih terhitung keturunan dari Hamengku Buwono I. salah satu kakek moyang Sarwo Edhie Raden Mas Surokusumo kurir kepercayaan PangeranDiponegoro.
Siapa yang diusung Partai Demokrat?
 
Gonjang ganjing perdebatan sosok yang akan diusung oleh partai demokrat masihmenjadi pertanyaan besar publik. Sistem pemilihan capres internal partai demokratakan ditentukan oleh majelis tinggi yang diketuai oleh Susilo BambangYudhoyono. Dipastikan Ani Yudhoyono tidak akan maju dalam pilpres mendatangdan itu ditegaskan SBY beberapa waktu yang lalu. Kalau bukan istrinya terus siapalagi? Bagaimana dengan iparnya? (Pramono Edhie Wibowo) Apalagi pertanyaanSBY masih multitafsir yakni dengan mengatakan “biarlah rakyat yang memilihdengan hati nuraninya masing-masing” dan setiap orang berhak untuk mencalonkandiri dalam kompetisi RI 1. Kecurigaan publik semacam itulah yang menyulitkanmajunya dinasti Sarwo Edhie Wibowo dalam kompetisi pilpres 2014 nanti. Hal inisangat penting karena pencalonan presiden erat kaitannya dengan elektabilitas dan popularitas ditingkat elite dan massa. Disamping itu bagaimanakah dinasti politik trah Sarwo Edhie setelah SBY tidak maju lagi di pilpres 2014? Sarwo EdhieWibowo mempunyai lima putri dan dua putra diantara anak Sarwo Edhie tersebuthanya Promono Edhie yang lebih mungkin maju dalam pilpres 2014 nanti. Olehkarenanya siapapun yang diusung oleh partai demokrat sangat tergantung dengan popularitas SBY. Sejauh ini belum ada sosok dari internal partai demokrat yangmampu menyaingi popularitas SBY. Adapun Promono Edhie Wibowo harus bekerja keras untuk mendongkrak popularitasnya seandainya di calonkan oleh partai demokrat. Jabatan Kepala Staf TNI AD menjadi nilai tersendiri dimata publik.
Penutup
Sekali lagi, pemilu legislatif dan pilpres 2014 baru akan terselenggara dua tahunlagi, menurut hemat penulis sangatlah dini mewacanakan pencalonan pilpreskedepan. Masih banyak agenda nasional yang belum tuntas dan terselesaikansehingga isu ini tidak menjadi agenda utama dalam pemerintah SBY Boediono.Wacana pilpres bisa saja menghambat tugas pemerintah tiga tahun depan. Namunada rasionalisasi yang menyatakan wacana capres sejak dini sebuah pilihan yangtepat. Nama-nama yang digulirkan ke publik untuk bertarung dipilpres 2014mempunyai kesempatan yang sama untuk dinilai dan diuji. Publik akan berusaha

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->