Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword or section
Like this
45Activity
×

Table Of Contents

0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Chapter II

Chapter II

Ratings: (0)|Views: 11,756|Likes:

More info:

Published by: YakopPither_SimopiarefMeage_ on Mar 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/24/2013

pdf

text

original

 
BAB IITINJAUAN PUSTAKA2.1 Teori Perencanaan Wilayah
Perencanaan Wilayah adalah suatu proses perencanaan pembangunan yangdimaksudkan untuk melakukan perubahan menuju arah perkembangan yang lebihbaik bagi suatu komunitas masyarakat, pemerintah, dan lingkungannya dalamwilayah tertentu, dengan memanfaatkan atau mendayagunakan berbagai sumberdaya yang ada, dan harus memiliki orientasi yang bersifat menyeluruh, lengkap,tetap berpegang pada azas prioritas (Riyadi dan Bratakusumah, 2003).Dalam upaya pembangunan wilayah, masalah yang terpenting yang menjadiperhatian para ahli ekonomi dan perencanaan wilayah adalah menyangkut prosespertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan. Perbedaan teori pertumbuhanekonomi wilayah dan teori pertumbuhan ekonomi nasional terletak pada sifatketerbukaan dalam proses
input-output 
barang dan jasa maupun orang. Dalamsistem wilayah keluar masuk orang atau barang dan jasa relatif bersifat lebihterbuka, sedangkan pada skala nasional bersifat lebih tertutup (Sirojuzilam, 2007).Perencanaan Wilayah merupakan satu-satunya jalan yang terbuka untuk menaikkan pendapatan per kapita, mengurangi ketimpangan pendapatan danmeningkatkan kesempatan kerja (Jhingan, 2000). Perencanaan Pembangunan Daerahadalah “Suatu usaha yang sistematik dari pelbagai pelaku (aktor), baik umum (publik)
Universitas Sumatera Utara
 
atau pemerintah, swasta, maupun kelompok masyarakat lainnya pada tingkatan yangberbeda untuk menghadapi saling ketergantungan dan keterkaitan aspek fisik, sosial,ekonomi dan aspek lingkungan lainnya dengan cara:1.
 
secara terus menerus menganalisis kondisi dan pelaksanaan pembangunan daerah;2.
 
merumuskan tujuan dan kebijakan pembangunan daerah;3.
 
menyusun konsep strategi bagi pemecahan masalah (solusi), dan4.
 
melaksanakannya dengan menggunakan sumber daya yang tersedia sehinggapeluang baru untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah dapatditangkap secara berkelanjutan” (Solihin, D, 2005
).
 Menurut Archibugi (2008) berdasarkan penerapan teori perencanaan wilayahdapat dibagi atas empat komponen yaitu :(a)
 
Physical Planning
(Perencanaan fisik). Perencanan yang perlu dilakukan untuk merencanakan secara fisik pengembangan wilayah. Muatan perencanaan inilebih diarahkan kepada pengaturan tentang bentuk fisik kota dengan jaringaninfrastruktur kota menghubungkan antara beberapa titik simpul aktivitas. Teoriperencanaan ini telah membahas tentang kota dan sub bagian kota secarakomprehensif. Dalam perkembangannya teori ini telah memasukkan kajiantentang aspek lingkungan. Bentuk produk dari perencanaan ini adalahperencanaan wilayah yang telah dilakukan oleh pemerintah Kota Medan dalambentuk 
master plan
(tata ruang, lokasi tempat tinggal, aglomerasi, danpenggunaan lahan).
 
Universitas Sumatera Utara
 
(b)
 
 Macro-Economic Planning
(Perencanaan Ekonomi Makro). Dalam perencanaanini berkaitan perencanaan ekonomi wilayah. Mengingat ekonomi wilayahmenggunakan teori yang digunakan sama dengan teori ekonomi makro yangberkaitan dengan pembangunan ekonomi, pertumbuhan ekonomi, pendapatan,distribusi pendapatan, tenaga kerja, produktivitas, perdagangan, konsumsi daninvestasi. Perencanaan ekonomi makro wilayah adalah dengan membuatkebijakan ekonomi wilayah guna merangsang pertumbuhan ekonomi wilayah.Bentuk produk dari perencanaan ini adalah kebijakan bidang aksesibilitaslembaga keuangan, kesempatan kerja, tabungan).
 
(c)
 
Social Planning
(Perencanaan Sosial). Perencanaan sosial membahas tentangpendidikan, kesehatan, integritas sosial, kondisi tempat tinggal dan tempat kerja,wanita, anak-anak dan masalah kriminal. Perencanaan sosial diarahkan untuk membuat perencanaan yang menjadi dasar program pembangunan sosial didaerah. Bentuk produk dari perencanaan ini adalah kebijakan demografis.
 
(d)
 
 Development Planning
(Perencanaan Pembangunan). Perencanaan ini berkaitandengan perencanaan program pembangunan secara komprehensif guna mencapaipengembangan wilayah.
 
Fianstein dan Norman (1991) tipologi perencanaan dibagi atas empat macamyang didasarkan pada pemikiran teoritis. Empat macam perencanaan tersebut dapatdijelaskan sebagai berikut:
Universitas Sumatera Utara

Activity (45)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
dehasri liked this
Heni Sulastrie liked this
Cik Hijawz liked this
Nadya Dewanti K liked this
Herry Jb liked this
almen hutagalung liked this
Fauzan Roziqin liked this
fidelia_shafira liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->