Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
8Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Benarkah Sholahuddin al

Benarkah Sholahuddin al

Ratings: (0)|Views: 1,391|Likes:
Published by shecutesib9835

More info:

Published by: shecutesib9835 on Mar 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/07/2013

pdf

text

original

 
Benarkah Sholahuddin al-Ayyubi PencetusPerayaan Maulid Nabi?
Feb 5 Posted by admin 
Oleh : Ustadz Ahmad Sabiq bin Abdul Latif Abu Yusuf hafidzahullah
 Alkisah
 Ada sebuah kisah yang cukup masyhur di negeri nusantara ini tentang peristiwa pada saatmenjelang Perang Salib. Ketika itu kekuatan kafir menyerang negeri Muslimin dengan segalakekuatan dan peralatan perangnya. Demi melihat kekuatan musuh tersebut, sang raja muslimwaktu itu, Sholahuddin al-Ayyubi, ingin mengobarkan semangat jihad kaum muslimin. Makabeliau membuat peringatan maulid nabi. Dan itu adalah peringatan maulid nabi yang pertamakali dimuka bumi.Begitulah cerita yang berkembang sehingga yang dikenal oleh kaum Muslimin bangsa ini,
 penggagas perayaan untuk memperingati kelahiran Rasulullah shalallahu „alaihi wasallam ini
 adalah Imam Sholahuddin al Ayyubi. Akan tetapi benarkah cerita ini? Kalau tidak, lalu siapasebenarnya pencetus peringatan malam maulid nabi? Dan bagaimana alur cerita sebenarnya?
Kedustaan Kisah Ini
 Anggapan bahwa Imam Sholahuddin al Ayyubi adalah pencetus peringatan malam maulid nabiadalah sebuah kedustaan yang sangat nyata. Tidak ada satu pun kitab sejarah terpercaya
 – 
yangsecara gamblang dan rinci menceritakan kehidupan Imam Sholahuddin al Ayyubi- menyebutkanbahwa beliau lah yang pertama kali memperingati malam maulid nabi.Akan tetapi, para ulama ahli sejarah justru menyebutkan kebalikannya, bahwa yang pertama kalimemperingati malam maulid nabi adalah para raja dari Daulah Ubaidiyyah, sebuah Negara (yangmenganut keyakinan)
 Bathiniyyah Qoromithoh
meskipun mereka menamakan dirinya sebagai
Daulah Fathimiyyah. Merekalah yang dikatakan oleh Imam al Ghozali: “Mereka adalah sebuah
kaum yang tampaknya sebagai orang Syiah Rafidhah padahal sebenarnya mereka adalah orang-
orang kafir murni.” Hal ini dikatakan o
leh al Miqrizi dalam
al-Khuthoth
: 1/280, al Qolqosyandidalam
Shubhul A’sya
: 3/398, as Sandubi dalam
Tarikh Ihtifal Bil Maulid 
hal.69, Muhammad
Bukhoit al Muthi‟I dalam
 Ahsanul Kalam
hal.44, Ali Fikri dalam
 Muhadhorot 
beliau hal.84, AliMahfizh dalam
al ‘Ibda’ 
hal.126.
Imam Ahmad bin Ali al Miqrizi berkata: “Para kholifah Fathimiyyah mempunyai banyak 
perayaan setiap tahunnya. Yaitu perayaan tahun baru, perayaan hari asyuro, perayaan maulidnabi, maulid Ali bin Abi Tholib, maulid Hasan, maulid Husein, maupun maulid Fathimah az
 
Zahro‟, dan maulid kholifah. (Juga ada) perayaan awal Rojab, awal Sya‟ban, nisfhu Sya‟ban,awal Romadhon, pertengahan Romadhon, dan penutup Ramadhon…” [
al Mawa’izh
:1/490]Kalau ada yang masih mempertanyakan: bukankah tidak hanya ulama yang menyebutkan bahwayang pertama kali membuat acara peringatan maulid nabi ini adalah raja yang adil dan berilmuyaitu Raja Mudhoffar penguasa daerah Irbil?
Kami jawab:
Ini adalah sebuah pendapat yang salah berdasarkan yang dinukil oleh para ulamatadi. Sisi kesalahan lainnya adalah bahwa Imam Abu Syamah dalam
al Ba’its ‘Ala Inkaril Bida’ 
wal h\Hawadits
hal.130 menyebutkan bahwa raja Mudhoffar melakukan itu karena mengikutiUmar bin Muhammad al Mula, orang yang pertama kali melakukannya. Hal ini juga disebutkanoleh Sibt Ibnu Jauzi dalam
 Mir’atuz Zaman
: 8/310. Umar al Mula ini adalah salah seorangpembesar sufi, maka tidaklah mustahil kalau Syaikh Umar al Mula ini mengambilnya dari orang-orang Ubaidiyyah.Adapun klaim bahwa Raja Mudhoffar sebagai raja yang adil, maka urusan ini kita serahkankepada Allah akan kebenarannya. Namun, sebagian ahli sejarah yang sezaman dengannyamenyebutkan hal yang berbeda. Yaqut al Hamawi dalam
 Mu’jamul Buldan
 
1/138 berkata: “Sifat
raja ini banyak kontradiktif, dia sering berbuat zalim, tidak memperhatikan rakyatnya, dan
senang mengambil harta mereka dengan cara yang tidak benar.” [lihat
al Maurid Fi ‘Amanil 
 Maulid 
kar.al Fakihani
 – 
tahqiq Syaikh Ali- yang tercetak dalam
 Rosa’il Fi Hukmil Ihtifal Bi
 Maulid an Nabawi
: 1/8]Alhasil, pengingatan maulid nabi pertama kali dirayakan oleh para raja Ubaidiyyah di Mesir.Dan mereka mulai menguasai Mesir pada tahun 362H. Lalu yang pertama kali merayakannya diIrak adalah Umar Muhammad al Mula oleh Raja Mudhoffar pada abad ketujuh dengan penuhkemewahan.Para sejarawan banyak menceritakan kejadian itu, diantaranya al Hafizh Ibnu Katsir dalam
 Bidayah wan Nihayah
: 13/137 saat menyebutkan biografi Raja Mudhoffar berkata: “Diamerayakan maulid nabi pada bulan Robi‟ul Awal dengan amat mewa
h. As Sibt berkata:
“Sebagian orang yang hadir disana menceritakan bahwa dalam hidangan Raja Mudhoffar 
disiapkan lima ribu daging panggang, sepuluh ribu daging ayam, seratus ribu gelas susu, dan tiga
 puluh ribu piring makanan ringan…”
 Imam Ibnu Katsir juga
 berkata: “Perayaan tersebut dihadiri oleh tokoh
-tokoh agama dan paratokoh sufi. Sang raja pun menjamu mereka, bahkan bagi orang sufi ada acara khusus, yaitu
 bernyanyi dimulai waktu dzuhur hingga fajar, dan raja pun ikut berjoget bersama mereka.”
 Ibnu Kholikan dalam
Wafayat A’yan
4/117-
118 menceritakan: “Bila tiba awal bulan Shofar,
mereka menghiasi kubah-kubah dengan aneka hiasan yang indah dan mewah. Pada setiap kubahada sekumpulan penyanyi, ahli menunggang kuda, dan pelawak. Pada hari-hari itu manusia liburkerja karena ingin bersenang-senang ditempat tersebut bersama para penyanyi. Dan bila maulidkurang dua hari, raja mengeluarkan unta, sapi, dan kambing yang tak terhitung jumlahnya,
dengan diiringi suara terompet dan nyanyian sampai tiba dilapangan.”
Dan pada malam mauled,
raja mengadakan nyanyian setelah sholat magrib di benteng.”
 
 
Setelah penjelasan diatas, maka bagaimana dikatakan bahwa Imam Sholahuddin al Ayyubiadalah penggagas maulid nabi, padahal fakta sejarah menyebutkan bahwa beliau adalah seorangraja yang berupaya menghancurkan Negara Ubaidiyyah. [1]
Siapakah Gerangan Sholahuddin al Ayyubi
[2]Beliau adalah Sultan Agung Sholahuddin Abul Muzhoffar Yusuf bin Amir Najmuddin Ayyub
 bin Syadzi bin Marwan bin Ya‟qub ad Duwini. Beliau lahir di Tkrit
pada 532 H karena saat itubapak beliau, Najmuddin, sedang menjadi gubernur daerah Tikrit.Beliau belajar kepada para ulama zamannya seperti Abu Thohir as Silafi, al Faqih Ali bin Binti
Abu Sa‟id, Abu Thohir bin Auf, dan lainnya.
 Nuruddin Zanki (raja pada saat itu) memerintah beliau untuk memimpin pasukan perang untuk masuk Mesir yang saat itu di kuasai oleh Daulah Ubaidiyyah sehingga beliau berhasilmenghancurkan mereka dan menghapus Negara mereka dari Mesir.Setelah Raja Nuruddin Zanki wafat, beliau yang menggantikan kedudukannya. Sejak menjadiraja beliau tidak lagi suka dengan kelezatan dunia. Beliau adalah seorang yang punya semangattinggi dalam jihad fi sabilillah, tidak pernah didengar ada orang yang semisal beliau.Perang dahsyat yang sangat monumental dalam kehidupan Sholahuddin al Ayyubi adalah PerangSalib melawan kekuatan kafir salibis. Beliau berhasil memporak porandakan kekuatan mereka,terutama ketika perang di daerah Hithin.
Muwaffaq Abdul Lathif berkata: “Saya pernah datang kepada Sholahuddi
n saat beliau berada diBaitul Maqdis (Palestina, red), ternyata beliau adalah seorang yang sangat dikagumi oleh semuayang memandangnya, dicintai oleh siapapun baik orang dekat maupun jauh. Para panglima danprajuritnya sangat berlomba-lomba dalam beramal kebaikan. Saat pertama kali aku hadir dimajelisnya, ternyata majelis beliau penuh dengan para ulama, beliau banyak mendengarkan
nasihat dari mereka.”
 
Adz Dzahabi berkata: “Keutamaan Sholahuddin sangat banyak, khususnya dalam masalah jihad.
Beliau pun seorang yang sangat dermawan dalam hal memberikan harta benda kepada parapasukan perangnya. Beliau mempunyai kecerdasan dan kecermatan dalam berfikir, serta tekad
yang kuat.”
 Sholahuddin al Ayyubi wafat di Damaskus setelah subuh pada hari Rabu 27 Shofar 589 H. Masapemerintahan beliau adalah 20 tahun lebih.Note:[1] Untuk lebih lengkapnya tentang sejarah peringatan maulid nabi dan hokum memperingatinya,silahkan dilihat risalah Akhuna al-
Ustadz Abu Ubaidah “
Polemik Perayaan Maulid Nabi
 [2] Disarikan dari
Siyar A’lamin Nubala’ 
: 15/434 no.5301

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ghazally Faridah liked this
Adie Nakxnurdin liked this
Andi Suhandi liked this
Elza Echa liked this
Ibnu Alkatany liked this
Xie Tan Sen liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->