Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
perkembangan bahasa indonesia

perkembangan bahasa indonesia

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 441 |Likes:
Published by alfiyah_
sejarah bahasa indonesia dari zaman kerajaan, prasasti dan zaman sekarang
sejarah bahasa indonesia dari zaman kerajaan, prasasti dan zaman sekarang

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: alfiyah_ on Mar 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/14/2013

pdf

text

original

 
Soal:1. Periode Perkembangan Bahasa Indonesia dari zaman kerajaan sampai sekarang!Bahasa Indonesia adalah varian bahasa Melayu, sebuah bahasaAustronesia yang digunakan sebagai
 diNusantara kemungkinan sejak abad-abad awal penanggalan modern.Berikut merupakan perkembangan bahasa Indonesia secara rinci:I. Kerajaan Sriwijaya (dari abad ke-7 Masehi) memakai bahasa Melayu (sebagai bahasaMelayu Kuna) sebagai bahasa kenegaraan. Hal ini diketahui dari empat prasasti berusiaberdekatan yang ditemukan di Sumatera bagian selatan peninggalan kerajaan itu berangkatahun 900 Masehi juga menunjukkan keterkaitan wilayah itu dengan Sriwijaya.II. Pada abad ke-15 berkembang bentuk yang dianggap sebagai bentuk resmi bahasa Melayukarena dipakai oleh Kesultanan Malaka, yang kelak disebut sebagai
bahasa Melayu Tinggi
.Penggunaannya terbatas di kalangan keluarga kerajaan di sekitar Sumatera, Jawa, danSemenanjung Malaya.III. Pada akhir abad ke-19 pemerintah kolonial Hindia-Belanda melihat bahwa bahasaMelayu (Tinggi) dapat dipakai untuk membantu administrasi bagi kalangan pegawai
 pribumi. Pada periode ini mulai terbentuklah “bahasa Indonesia” yang secara perlahan
terpisah dari bentuk semula bahasa Melayu Riau-Johor. Bahasa Melayu di Indonesiakemudian digunakan sebagai
lingua franca
(bahasa pergaulan), namun pada waktu itubelum banyak yang menggunakannya sebagai bahasa ibu. Bahasa ibu masih menggunakanbahasa daerah yang jumlahnya mencapai 360 bahasa.IV. Pada pertengahan 1800-an, Alfred Russel Wallace menuliskan di bukunya
 Malay Archipelago
 
 bahwa “penghuni Malaka telah memiliki suatu bahasa tersendiri yang
bersumber dari cara berbicara yang paling elegan dari negara-negara lain, sehingga bahasaorang Melayu adalah yang paling indah, tepat, dan dipuji di seluruh dunia Timur. Bahasa
mereka adalah bahasa yang digunakan di seluruh Hindia Belanda.”
V. Pada awal abad ke-20, bahasa Melayu pecah menjadi dua. Di tahun 1901, Indonesia dibawah Belanda mengadopsi ejaan Van Ophuijsen sedangkan pada tahun 1904 Malaysia dibawah Inggris mengadopsi ejaan Wilkinson.VI. Bahasa Indonesia secara resmi diakui sebagai bahasa nasional pada saat SumpahPemuda tanggal 28 Oktober 1928. Penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa nasional atasusulan Muhammad Yamin, seorang politikus, sastrawan, dan ahli sejarah. Dalam pidatonyapada Kongres Nasional kedua di Jakarta, Yamin mengatakan bahwa
:
 Jika mengacu padamasa depan bahasa-bahasa yang ada di Indonesia dan kesusastraannya, hanya ada duabahasa yang bisa diharapkan menjadi bahasa persatuan yaitu bahasa Jawa dan Melayu.Tapi dari dua bahasa itu, bahasa Melayulah yang lambat laun akan menjadi bahasa pergaulan atau bahasa persatuan.
 
 
VII. Selanjutnya perkembangan bahasa dan kesusastraan Indonesia banyak dipengaruhi olehsastrawan Minangkabau, seperti Marah Rusli, Abdul Muis, Nur Sutan Iskandar, SutanTakdir Alisyahbana, Hamka, Roestam Effendi, Idrus, dan Chairil Anwar. Sastrawantersebut banyak mengisi dan menambah perbendaharaan kata, sintaksis, maupun morfologibahasa Indonesia.Selain penjelasan di atas, perkembangan Bahasa Indonesia juga dibagi menjadi dua periode,yaitu sebelum dan sesudah kemerdekaan.I. Perkembangan Bahasa Indonesia Sebelum MerdekaPada dasarnya bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu. Pada zaman Sriwijaya,bahasa Melayu dipakai sebagai bahasa perhubungan antar suku di nusantara dan sebagaibahasa yang digunakan dalam perdagangan antara pedagang dari dalam nusantara dandari luar nusantara.Perkembangan dan pertumbuhan bahasa Melayu tampak lebih jelasdari berbagai peninggalan
 – 
peninggalan, misalnya :
 
Tulisan yang terdapat pada batu nisan di Minye Tujoh,Aceh pada tahun 1380 M.
 
Prasasti Kedukan Bukit, di Palembang, pada tahun 683.
 
Prasasti Talang Tuo, di Palembang, pada tahun 684.
 
Prasasti Kota Kapur, di Bangka Barat, pada tahun 686.
 
Prasasti Karang Brahi Bangko, Merangi, Jambi, pada tahun 688.Bahasa Melayu menyebar ke pelosok nusantara bersamaan dengan menyebarnya agamaislam di wilayah nusantara. Serta makin berkembang dan bertambah kokohkeberadaannya, karena bahasa Melayu mudah diterima oleh masyarakat nusantara sebagaibahasa perhubungan antar pulau, antar suku, antar pedagang, antar bangsa dan antarkerajaan. Perkembangan bahasa Melayu di wilayah nusantara mempengaruhi danmendorong tumbuhnya rasa persaudaraan dan rasa persatuan bangsa Indonesia olehkarena itu para pemuda Indonesia yang tergabung dalam perkumpulan pergerakan secarasadar mengangkat bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia yang menjadi bahasapersatuan untuk seluruh bangsa Indonesia (Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928)II. Perkembangan Bahasa Indonesia Setelah MerdekaBahasa Indonesia lahir pada tanggal 28 Oktober 1928. pada saat itu, para pemuda dariberbagai pelosok nusantara berkumpul dalam rapat, dan para pemuda tersebutmengucapkan ikrar yang dikenal dengan nama
“Sumpah Pemuda”.
Unsur yang ketigadari
“Sumpah Pemuda”
merupakan pernyataan tekad bahwa bahasa Indonesia merupakanbahasa persatuan bangsa Indonesia. Pada tahun 1928 bahasa Indonesia di kokohkankedudukannya sebagai bahasa nasional.Bahasa Indonesia dinyatakan kedudukannyasebagai bahasa negara pada taggal 18 Agustus 1945, karena pada saat itu Undang
 – 
 Undang dasar 1945 di sahkan sebagai Undang
 – 
Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Di dalam UUD 1945 disebutkan bahwa
“Bahasa Negara Adalah Bahasa
 
 Indonesia”
(Bab XV, Pasal 36) Prolamasi kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus1945, telah mengkukuhkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia secara konstitusionalsebagai bahasa negara. Kini bahasa Indonesia dipakai oleh berbagai lapisan masyarakatIndonesia.Dalam perkembangannya, bahasa indonesia juga juga berperan dalam peristiwa-peristiwapenting, diantaranya:1. Pada tahun 1901 disusunlah ejaan resmi bahasa Melayu oleh Ch. A. van Ophuijsen dania dimuat dalam Kitab Logat Melayu.2. Pada tahun 1908 Pemerintah mendirikan sebuah badan penerbit buku-buku bacaanyang diberi nama Commissie voor de Volkslectuur (Taman Bacaan Rakyat), yangkemudian pada tahun 1917 ia diubah menjadi Balai Pustaka. Balai itu membantupenyebaran bahasa Melayu di kalangan masyarakat luas.3. Tanggal 28 Oktober 1928 merupakan saat-saat yang paling menentukan dalamperkembangan bahasa Indonesia karena pada tanggal itulah para pemuda pilihanmamancangkan tonggak yang kukuh untuk perjalanan bahasa Indonesia.4. Pada tahun 1933 secara resmi berdirilah sebuah angkatan sastrawan muda yangmenamakan dirinya sebagai Pujangga Baru yang dipimpin oleh Sutan Takdir Alisyahbanadan kawan-kawan.5. Pada tanggal 25-28 Juni 1938 dilangsungkanlah Kongres Bahasa Indonesia I di Solo.Dari hasil kongres itu dapat disimpulkan bahwa usaha pembinaan dan pengembanganbahasa Indonesia telah dilakukan secara sadar oleh cendekiawan dan budayawanIndonesia saat itu.6. Pada tanggal 18 Agustus 1945 ditandatanganilah Undang-Undang Dasar RI 1945, yangsalah satu pasalnya (Pasal 36) menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.7. Pada tanggal 19 Maret 1947 diresmikan penggunaan Ejaan Republik (Ejaan Soewandi)sebagai pengganti Ejaan van Ophuijsen yang berlaku sebelumnya.8. Kongres Bahasa Indonesia II di Medan pada tanggal 28 Oktober s.d. 2 November 1954 juga salah satu perwujudan tekad bangsa Indonesia untuk terus-menerusmenyempurnakan bahasa Indonesia yang diangkat sebagai bahasa kebangsaan danditetapkan sebagai bahasa negara.9. Pada tanggal 16 Agustus 1972 H. M. Soeharto, Presiden Republik Indonesia,meresmikan penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD) melaluipidato kenegaraan di hadapan sidang DPR yang dikuatkan pula dengan KeputusanPresiden No. 57, tahun 1972.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->