Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
37Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengertian Investasi

Pengertian Investasi

Ratings: (0)|Views: 6,166|Likes:
Published by Rizky Darmawan

More info:

Published by: Rizky Darmawan on Mar 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/02/2013

pdf

text

original

 
 
Pengertian Investasi
Pengertian investasi menurut James C Van Horn (1981) yaitu kegiatan yang dilangsungkan denganmemanfaatkan kas pada masa sekarang ini, dengan tujuan untuk menghasilkan barang di masa yangakan datang.Menurut Fitz Gerald (1978), inevstasi yaitu aktivitas yang berkaitan dengan usaha penarikan sumber-sumber yang dipakai untuk mengadakan modal barang pada saat sekarang ini. Barang modal tersebutakan menghasilkan aliran produk baru di masa yang akan datang.Fitz Gerald juga mengungkapkan bahwa investasi yaitu aktivitas yang berkaitan dengan usaha penarikansumber-sumber untuk dipakai mengadakan barang. Dari modal tersebut akan dihasilkan aliran produkMenurut
Sunariyah (2003:4): “Investasi adalah penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang
dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa-masa
yang akan datang.”
 Menurut Antony dan James S. Reece (1985:613), investasi adalah modal yang ditanam sekarang atausaat ini yang diharapkan akan diterima kembali setelah beberapa tahun kemudian. Dapat pula dikatakanbahwa investasi itu meliputi semua dana (modal) yang tertanam dalam suatu perusahaan atau proyekbaik berupa harta lancar atau harta tetap dalam jangka waktu lebih dari satu tahun.Menurut M.G. Wriot B. Com (1985:59) mengatakan bahwa
“ Investasi adalah dengan harapan bahwa
perusahaan akan dapat memperoleh kembali dana yang telah diinvestasikan dalam aktiva terseb
ut “
 Dalam buku Security analysis: principles and technique, Benjamin Graham menyebutkan bahwa investasi
adalah “An operation, which upon thorough analysis, promises safety of principal, and an adequate
return. Operations not meeting these requirements ar
e speculative“. Menurut definisi lain, investasimerupakan “Method of purchasing asset in order to gain profit in the form of reasonably predictableincome (dividen, interest or rentals) and or apperciation over the long term”
.
 
Investasi dari Perspektif Islam
Dengan absennya bunga dalam perekonomian, hubunganinvestasi dan tabungan dalam perekonomian Islam tidak sekuat sepertiyang ada dalam konvensional. Dalam konvensional hubungan investasidan tabungan dihubungkan oleh peran bunga dalam perekonomian.Sehingga bunga menjadi indicator fluktuasi yang terjadi di investasi dantabungan. Ketika bunga (bunga simpanan dan bunga pinjaman) tinggimaka kecenderungan tabungan akan meningkat, sementara investasirelatif turun. Begitu sebaliknya, ketika bunga rendah, maka tabunganakan menurun dan investasi akan meningkat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa motivasi dalam aktivitastabungan dan investasi dalam konvensional didominasi oleh motif keuntungan (returns) yang bisa didapatkan darikeduanya.Sedangkan dalam perspektif ekonomi Islam, investasi bukanlah melulu bercerita tentang berapakeuntungan materi yang bisa didapatkan melalui aktivitas investasi, tapi ada beberapa faktor yang mendominasimotifasi investasi dalam Islam. Pertama, akibat implementasi mekanisme zakat maka asset produktif yang dimilikiseseorang pada jumlah tertentu (memenuhi batas nisab zakat) akan selalu dikenakan zakat, sehingga hal ini akanmendorong pemiliknya untuk mengelolanya melalui investasi. Dengan demikian melalui investasi tersebut pemilikasset memiliki potensi mempertahankan jumlah dan nilai assetnya. Berdasarkan argumentasi ini, aktifitasinvestasi pada dasarnya lebih dekat dengan prilaku individu (investor/muzakki) atas kekayaan atau asset merekadaripada prilaku individu atas simpanan mereka. Sejalan dengan kesimpulan bahwa sebenarnya ada perbedaanyang mendasar dalam perekonomian Islam dalam membahas prilaku simpanan dan investasi, dalam Islaminvestasi lebih bersumber dari harta kekayaan/asset daripada simpanan yang dalam investasi dibatasi oleh definisibagian sisa dari pendapatan setelah dikurangi oleh konsumsi.Kedua, aktivitas investasi dilakukan lebih didasarkan pada motifasi sosial yaitu membantu sebagianmasyarakat yang tidak memiliki modal namun memiliki kemampuan berupa keahlian (skill) dalam menjalankanusaha, baik dilakukan dengan bersyarikat (musyarakah) maupun dengan berbagi hasil (mudharabah). Jadi dapatdikatakan bahwa investasi dalam Islam bukan hanya dipengaruhi factor keuntungan materi, tapi juga sangatdipengaruhi oleh factor syariah (kepatuhan pada ketentuan syariah) dan factor sosial (kemashlahatan ummat).Melihat praktek ekonomi kontemporer, definisi investasi cenderung meluas dari definisi orisinilnya. Definisiinvestasi kini juga digunakan dalam menggambarkan aktivitas penanaman sejumlah capital dalam pasar keuangan
 
konvensional, dimana aktivitasnya berbeda jauh dengan maksud yang terkandung dalam kata investasi itu sendiriyang biasa digunakan dalam sector riil.Masuk pada makna investasi di sektor keuangan tentu aktivitas ini lebih dekat dengan motivasi spekulasidan capital gain. Prilaku investasi seperti ini tentu akan memberikan wajah atau corak ekonomi yang berbeda,bahkan konsekwensi terhadap interaksi dalam mekanisme ekonomi juga akan sangat berbeda dengan sistemekonomi non-spekulasi (syariah). Dan yang pasti teori-teori yang terbangun dari analisa prilaku dankecenderungan dalam mekanisme perekonomian konvensional tentu akan berbeda dengan perekonomian Islam(atau bahkan bertolak belakang). Jadi perlu ditegaskan kembali, bahwa dalam perekonomian Islam spekulasidalam segala bentuknya atau menanamkan dana atas motif profit atau return dalam bentuk bunga (interest rate)bukanlah investasi.Selanjutnya melihat segmentasi masyarakat Islam, maka golongan masyarakat yang aktif melakukanaktifitas investasi adalah golongan masyarakat muzakki. Golongan masyarakat ini memiliki potensi melakukaninvestasi akibat sumber daya ekonominya berlebih setelah memenuhi kebutuhan dasar dan kebutuhan untukberjaga-jaga. Investasi ini tentu akumulasi dan perannya dalam perekonomian secara makro sangat besar. Denganberfungsinya sistem zakat dan dilarangnya riba serta spekulasi, maka akumulasi dana besar yang dimiliki olehgolongan muzakki akan ditransfer menjadi investasi, sebagai reaksi untuk menghindari risiko berkurangnya hartamereka akibat kewajiban zakat dan motif ingin menjaga atau bahkan menambah jumlah kekayaan (harta) paramuzakki. Berarti akumulasi investasi tersebut akan terus berputar dan berputar. Dengan begitu tingkat velocityakan terjaga atau bahkan akan terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah akumulasi investasi.Jadi dapat disimpulkan investasi dalam Islam ditentukan oleh beberapa variabel yang diantaranya adalahekspektasi keuntungan pada sebuah projek, pendapatan dan kondisi perekonomian (bukan oleh tingkat bungayang selama ini dikenal dalam teori ekonomi konvensional.Seperti yang telah dijelaskan pada sub-bab tabungan, warga non-muslim yang memiliki kelebihan uangatau harta (idle money) tidak diberi kesempatan oleh sistem untuk bisa menanamkannya dalam pasar keuangankarena pasar tersebut tidak ada (no interest rate and speculative transaction). Pasar keuangan dalam artikonvensional tentunya. Sehingga kelebihan uang atau harta dari warga non-muslim akan mengalir pada aktifitasinvestasi.Pembahasan prilaku tabungan dan investasi dalam perspektif Islam ini akan menjadi salah satu landasandalam pendefinisian dan pengembangan sistem moneter Islam. Karena prilaku tabungan dan investasi dalamIslam jelas sekali berbeda dengan apa yang diyakini dalam ekonomi konvensional.Menggunakan definisi dan mekanisme investasi yang telah disebutkan diatas, maka investasi menjadisektor yang tidak kalah penting dalam perekonomian. Sector inilah yang menjelaskan bagaimana kegiatanekonomi riil dapat bergerak melalui penyediaan instrument-instrumen investasi dan preferensi golongan pemilik

Activity (37)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
aal liked this
Markus Hariyanto liked this
Nursyaima Annisa liked this
Arca Whisnanda liked this
Silvi Astria liked this
Jiwanda D. Puti liked this
Ahsanatul Ghina liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->