Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
4 PROSES PROSES GEOLOGI

4 PROSES PROSES GEOLOGI

Ratings: (0)|Views: 70 |Likes:
Published by Djauhari Noor

More info:

Published by: Djauhari Noor on Mar 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/09/2012

pdf

text

original

 
 
BAB 4 PROSES PROSES GEOLOGI DAN PERUBAHAN BENTANGALAM
 
Pengantar Geologi
 
105
PROSES PROSESGEOLOGI
PROSES ENDOGEN :
 
AKTIVITAS MAGMATIS / VOLKANISME
 
GEMPABUMI
 
OROGENESA & EPIROGENESAPROSES EXOGEN :
 
PELAPUKAN
 
EROSI / MASS WASTING
 
SEDIMENTASI
PERUBAHANBENTANG
A
LAM
44 
Proses Proses Geologi danPerubahan Bentangalam
4.1. Pendahuluan
Proses proses geologi adalah semua aktivitas yang terjadi di bumi baik yang berasal dari dalam bumi(endogen) maupun yang berasal dari luar bumi (eksogen). Gaya endogen adalah gaya yang berasaldari dalam bumi seperti orogenesa dan epirogenesa, magmatisme dan aktivitas volkanisme,sedangkan gaya eksogen adalah gaya yang bekerja di permukaan bumi seperti pelapukan, erosi danmass-wasting serta sedimentasi. Gaya endogen maupun eksogen merupakan gaya-gaya yangmemberi andil terhadap perubahan bentuk bentangalam (
landscape
) yang ada di permukaan bumi.Pada gambar 4-1 disajikan suatu bagan yang memperlihatkan proses-proses geologi (endogen &eksogen) sebagai agen dalam perubahan bentuk bentangalam.
Gambar 4-1 Proses-proses geologi (proses endogenik dna proseseksogenik) dan perubahan bentangalam
4.2. Gaya Endogen
Gaya endogen adalah gaya yang berasal dari dalam bumi. Gaya yang berasal dari dalam bumi dapatberupa gempabumi, magmatisme, volkanisme, orogenesa dan epirogenesa. Aktivitas Tektonik adalah aktivitas yang berasal dari pergerakan lempeng-lempeng yang ada pada kerak bumi(lithosphere). Hasil dari tumbukan antar lempeng dapat menghasilkan gempabumi, pembentukanpegunungan (
orogenesa
), dan aktivitas magmatis/aktivitas gunungapi (
volcanism
). Aktivitasmagmatis adalah segala aktivitas magma yang berasal dari dalam bumi. Pada hakekatnya aktivitasmagmatis dipengaruhi oleh aktivitas tektonik, seperti tumbukan lempeng baik secara convergent,divergent dan atau transform. Pembentukan material kulit bumi (batuan) yang terjadi di Pematangtengah samudra adalah salah satu contoh dari aktivitas magma, sedangkan pembentukan gunungapi
 
 
BAB 4 PROSES PROSES GEOLOGI DAN PERUBAHAN BENTANGALAM
 
di kepulauan Hawaii adalah contoh lain dari aktiitas magma yang terjadi di sepanjang batas lempeng(
transforms
). Produk dari aktivitas magma dapat menghasilkan batuan beku, baik batuan bekuintrusive dan batuan beku ekstrusive.
4.3. Bentangalam Endogenik (Bentangalam Konstruksional)
Bentangalam endogenik adalah bentangalam yang proses pembentukannya/genetikanya dikontrololeh gaya-gaya endogen, seperti aktivitas gunungapi, aktivitas magma dan aktivitas tektonik (perlipatan dan patahan). Bentuk bentangalam endogen secara geomorfologi dikenal sebagai bentuk bentangalam konstruksional (
constructional landforms
). Adapun bentuk-bentuk bentangalamendogen antara lain adalah :
4.3.1. Bentangalam Struktural (Structural/Tectonic Landforms)
Bentangalam Struktural adalah bentangalam yang proses pembentukannya dikontrol oleh gayatektonik seperti perlipatan dan atau patahan. Gambar 4-2 adalah blok diagram dari suatu patahansesar mendatar yang menghasilkan bentuk bentuk bentangalam antara lain Gawir (Scarp), BukitTertekan (Pressure Ridges), Cekungan Kantong (Sag Basin), Bukit Terpotong (Shutter Ridges), danSungai Sigsag (Offset River).
Gambar 4-2 Blok diiagram yang memperlihatkan bentuk-bentuk bentangalam yang terjadi di daerahpatahan, khusunya di wilayah yang terkena sesar mendatar (strike slip fault), antara lainGawir, Bukir Tertekan (pressure ridge), Sag Basin, Shutter Ridge, dan Offset River
1.
 
Morfologi Gawir Sesar (Escarpments Landforms)
Morfologi Gawir Sesar adalah bentangalam yang berbentuk bukit dimana salah satu lerengnyamerupakan bidang sesar. Morfologi gawir sesar biasanya dicirikan oleh bukit yang memanjangdengan perbedaan tinggi yang cukup ekstrim antara bagian yang datar dan bagian bukit. Padaumumnya bagian lereng yang merupakan bidang sesar diendapkan material hasil erosi (talus)membentuk morfologi kaki lereng dengan berelief landai. Pada sesar mendatar, pergeseranmemungkinkan salah satu bagian bergerak kearah atas terhadap bagian lainnya yang kemudianmembentuk gawir. Pada gambar 4-3 diperlihatkan salah satu bentuk gawir sesar yang ada di wilayah“Owen Valley” dan sesar ini terbentuk bersamaan dengan terjadinya gempabumi pada tahun 1872.Tampak pada gambar, bagian depan berupa dataran dan latar belakang berupa gawir denganendapan talus yang diendapkan didepan bidang sesar.
2. Morfologi Bukit Tertekan (Pressure Ridge Landforms)
Morfologi Bukit Tertekan adalah bentangalam yang berbentuk bukit dan terjadi sebagai akibat gayayang bekerja pada suatu sesar mendatar dan akibat tekanan tersebut mengakibatkan batuan yang
Pengantar Geologi
 
106
 
 
BAB 4 PROSES PROSES GEOLOGI DAN PERUBAHAN BENTANGALAM
 
berada disepanjang patahan terpatahkan menjadi beberapa bagian yang kemudian menekan batuantersebut kearah atas (Gambar 4-4).
Gambar 4-3 Morfologi Escarpment (Gawir Sesar) yang berupabukit dengan lereng sebagai bidang sesar dandicirikan oleh perbedaan relief yang cukup ektrimantara dataran dan perbukitan.Gambar 4-4 Morfologi Presure Ridges (Bukit Tertekan) yangberupa bukit hasil dari pengangkatan yangdiakibatkan oleh gaya yang bekerja disepanjangpatahan.
3. Morfologi Cekungan Kantong (Sag Basin Landforms )
Morfologi Cekungan Kantong adalah bentangalam yang terbentuk dari hasil pergeseran sesarmendatar (strike slip fault), dengan bentuk relief yang lebih rendah (depresi) dibandingkan denganpasangannya (Gambar 4-5). Morfologi “Sag Basin” merupakan pasangan dari morfologi “PressureRidge” dan morfologi ini hanya terbentuk pada sesar mendatar saja.
4. Morfologi Bukit Terpotong (Shutter Ridge Landforms)
Morfologi Bukit Terpotong umumnya juga dijumpai pada sesar mendatar (Gambar 4-6). Shutterridges terjadi apabila salah satu sisi dari bidang sesar merupakan bagian tanah yang berelief tinggidan pada sisi lainnya merupakan bagian permukaan yang lebih rendah. Perbedaan relief inidisebabkan oleh pergeseran yang terjadi disepanjang patahan mendatar dan seringkalimengakibatkan tesrumbatnya aliran sungai.
Gambar 4-5. Morfologi “Sag Basin” yang dicirikan olehbentangalam yang berbentuk cekungan danmerupakan bagian dari suatu pasangan sesarmendatar.Gambar 4-6 Morfologi “Shutter Ridges” (Bukit Terpotong) yangmemperlihatkan bagian batuan yang terangkatkearah atas membentuk morfologi bukit.
Pengantar Geologi
 
107

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->