Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
34Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
BAB II - Landasan Teori

BAB II - Landasan Teori

Ratings: (0)|Views: 3,705|Likes:
Published by MAWAR08
BAB II LANDASAN TEORI

2.1

Umum Jembatan adalah bangunan pelengkap jalan yang berfungsi sebagai

penghubung dua ujung jalan yang terputus oleh sungai, danau, lembah, jalan, saluran irigasi, teluk dan jalan lain-lain. Struktur bangunan bawah jembatan memiliki fungsi untuk mendukung dan meneruskan gaya-gaya dari bangunan atas ke pondasi, kemudian pondasi meneruskan ke lapisan tanah di bawahnya. Dapat dikatakan struktur bangunan bawah jembatan dan pondasi dapat menentukan stabil tidaknya suatu str
BAB II LANDASAN TEORI

2.1

Umum Jembatan adalah bangunan pelengkap jalan yang berfungsi sebagai

penghubung dua ujung jalan yang terputus oleh sungai, danau, lembah, jalan, saluran irigasi, teluk dan jalan lain-lain. Struktur bangunan bawah jembatan memiliki fungsi untuk mendukung dan meneruskan gaya-gaya dari bangunan atas ke pondasi, kemudian pondasi meneruskan ke lapisan tanah di bawahnya. Dapat dikatakan struktur bangunan bawah jembatan dan pondasi dapat menentukan stabil tidaknya suatu str

More info:

Published by: MAWAR08 on Mar 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/23/2013

pdf

text

original

 
3
BAB IILANDASAN TEORI
2.1
 
Umum
Jembatan adalah bangunan pelengkap jalan yang berfungsi sebagaipenghubung dua ujung jalan yang terputus oleh sungai, danau, lembah, jalan,saluran irigasi, teluk dan jalan lain-lain.Struktur bangunan bawah jembatan memiliki fungsi untuk mendukung danmeneruskan gaya-gaya dari bangunan atas ke pondasi, kemudian pondasimeneruskan ke lapisan tanah di bawahnya. Dapat dikatakan struktur bangunanbawah jembatan dan pondasi dapat menentukan stabil tidaknya suatu strukturbangunan yang berada di atasnya. Pada umumnya struktur bawah dapat berupaKepala Jembatan (
abutment 
) dan Pilar (
 piers
).1.
 
Kepala Jembatan (
 Abutment 
)Kepala jembatan/ 
abutment 
adatah struktur bawah jembatan yang berada dikedua ujung jembatan yang berfungsi untuk menerima beban langsung danstruktur atas. Selain itu abutment juga berfungsi untuk menahan gaya lateraltanah yang berada di bagian oprit. Pada bagian kepala jembatan terdapat jugalandasan atau
bearing
yang menghubungkan antara girder jembatan dengan
abutment 
. Bentuk 
abutment 
dilihat pada gambar 2.1 berikut ini.Gambar 2.1
 Abutment 
jembatan
 
4
2.
 
Pilar (
Piers
)Pilar
 /Piers
terletak di tengah jembatan (di tengah sungai) yang memilikikesamaan fungsi dengan kepala jembatan yaitu mentransfer gaya jembatanrangka ke tanah. Sesuai dengan standar yang ada. panjang bentang rangka baja.Sehingga apabila bentang sungai melebihi panjang maksimum jembatantersebut maka dibutuhkan pilar.Sama halnya dengan abutment, pada
 pilar 
jembatan rangka juga terdapatkomponen-komponen seperti lateral
stop block 
dan
bearing pad 
. Tetapi yangberbeda adalah pada pilar terdapat
seismic buffer block 
. Seperti terlihat padagambar 2.2 berikut ini.Gambar 2.2 Pilar jembatanKedua struktur di atas menggunakan tiang pancang dikeranakan lapisantanah pondasi termasuk dalam (> 8 m). tiang pancang dibuat menjadi satukesatuan yang monolit dengan kepala jembatan dan dibuat menjadi satu kesatuanyang monolit dengan pilar jembatan.
2.2
 
Pembebanan Untuk Jembatan
Pembebanan untuk jembatan ini adalah ringkasan dari PeraturanPembebanan untuk Jembatan yang merupakan RSNI T-02-2005.
2.2.1
 
Beban Tetap
Beban tetap adalah beban yang merupakan beban utama dalamperhitungan teganagan pada setiap perencanaan jembatan yang berfungsi sebagaiberikut:
 
5
1.
 
Berat sendiri adalah berat bahan dan bagian jembatan yang merupakan elemenstruktural ditambah dengan elemen non struktural yang dianggap tetap.Tabel 2.1 Berat isi untuk beban mati (kN/m
3
)
No Bahan Berat/satuan isi(kN/m
3
)Kerapatan masa(kg/m
3
)1 Campuran aluminium 26,7 27202 Lapisan permukaan beraspal 22,00 2.2403 Besi tuang 71,00 7.2004 Timbunan tanah dipadatkan 17,20 1.7605 Kerikil dipadatkan 18,80-22,70 1.920-2.3206 Aspal beton 22,00 2.2407 Beton ringan 12,25-19,60 1.250-.20008 Beton 22,00-25,00 2.240-2.5609 Beton prategang 25,00-26,00 2.560-2.64010 Beton bertulang 23,50-25,50 2.400-2.60011 Timbal 111 11. 40012 Lempung lepas 12,50 1.28013 Batu pasangan 23,50 2.40014 Neoprin 11,30 1.15015 Pasir kering 15,70-17,20 1.600-1.76016 Pasir basah 18,00-18,80 1.840-1.92017 Lumpur lunak 17,20 1.76018 Baja 77,00 7.85019 Kayu (ringan) 7,80 80020 Kayu (keras) 11,00 1.12021 Air murni 9,80 1.00022 Air garam 10,00 1.02523 Besi tempa 75,50 7.680
2.
 
Beban mati tambahan adalah berat seluruh bahan yang membentuk suatu bebanpada jembatan yang merupakan elemen non struktural, dan mungkin besarnyaberubah selama umur jembatan.3.
 
Tekanan tanah adalah koefisen tekanan tanah nominal harus dihitung dari sifat-sifat tanah yang ditentukan berdasarkan pada kepadatan, kadar kelembaban,kohesi sudut geser dalam dan sebagainya.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->