Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
33Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Seni Tari Dalam Islam

Seni Tari Dalam Islam

Ratings:

4.83

(6)
|Views: 18,846|Likes:

More info:

Published by: H Masoed Abidin bin Zainal Abidin Jabbar on Nov 30, 2008
Copyright:Traditional Copyright: All rights reserved

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/31/2013

pdf

text

original

 
Pointers Diskusi Seni dan Tari dalam Pandangan AgamaIslamdalam kegiatan tema “Hoeriyah Adam dan SpiritMinangkabau Dalam Tari”, bertempat di Ruang PameranTaman Budaya Propinsi Sumatera Barat, JalanDiponegoro, Padang, pada hari Senin, tanggal 10Nopember 2008.
Mukaddimah1.Bernyanyi, bermain musik, menari adalah bagian dari seni.Guna memahami fakta (
fahmul waqi’ 
) yang menjadi objek penerapanhukum syara’, maka kita semestinya tahu apa batasan seni itu.Seni adalah
 penjelmaan rasa indah yang terkandung dalam jiwamanusia
, yang dilahirkan dengan perantaraan alat komunikasi kedalam bentuk yang dapat ditangkap oleh indera pendengar (senisuara), indera pandang (seni lukis), atau perantaraan gerak (seni tari,drama).Seni musik (instrumental art) berhubungan dengan
alat-alat musik 
dan irama yang dihasilkan alat-alat musik tersebut. Di sini terkait
cara
memainkan instrumen musik, cara membuat not, dan studibermacam-macam aliran musik.Di samping itu ada seni suara (vocal) yang mencakup cara melagukansyair melalui perantaraan mulut (suara saja) tanpa iringan instrumenmusik.Bahkan seni suara ini dapat digabungkan dengan
alat-alat musik tunggal
(gitar, biola, piano, dan lain-lain) atau dengan
alat-alatmusik majemuk 
seperti band, orkes simfoni, karawitan, dansebagainya.
1
2.Sering kali terjadi, masyarakat umum, di antaranya kaum Muslimīnumumnya menghadapi kesenian sebagai suatu masalah yangmenimbulkan berbagai pertanyaan, bagaimana hukum tentang bidangyang satu ini, boleh, makrūh atau harām?3.Dalam praktek kehidupan sehari-hari, sadar atau tidak, kita terlibatmasalah seni. Bidang seni telah menjadi bagian dari gaya hidup bagi
bertempat kediaman tetap
di kota. Umat di desa dan di kampung puntelah terasuki
(penetrate, possess)
.Media elektronika seperti radio, radiokaset, televisi, dan video telahlama masuk nagari. Kehidupan di kota, tidak jarang terjadi tempat-tempat hiburan diiringi music tumbuh jadi tempat ma‘shiat seperti"night club", dan sejenisnya.
1
Dr. Abdurrahman al-Baghdadi, Seni Dalam Pandangan Islam, hal. 13 - 14.
1
 
Generasi muda dan tua terbawa arus mencari kesenangan denganbernyanyi, menari bersama, kadangkala tanpa mempedulikan lagihukum halāl-harām. Ada yang berpikir bahwa hidup itu hanya untukbersenang-senang, jatuh cinta, pacaran, dan lain-lain.1.
Seni dan budaya tradisional
kita telah tergeser
(shifted,moved, removed)
oleh seni budaya dan peradaban produk Baratyang
 perhatiannya
menekankan kehidupan yang bebas tanpaikatan agama apapun.2.Cabang seni yang paling dipermasalahkan adalah nyanyian,musik dan tarian. Ketiga bidang itu telah menjadi bagian pentingkehidupan modern,
karena kurang kontrol
dapat merusakakhlaq dan nilai-nilai keislāman.3.Karena dampak negatif itu, kadangkala menyebabkan banyakorang bertanya-tanya, khususnya yang masih memiliki
ghirahIslam
 
(cemburu terhadap musuh agama).
Bagaimanapandangan Islam terhadap seni budaya? Bolehkah kita bermaingitar, piano, organ, drum band, seruling, bermain musik blues,klasik, keroncong
(popular Indineisan music originating fromPortuguese songs)
, musik lembut, musik rock, dan lain-lain?Bagaimana pula dengan lirik lagu bernada asmara, porno,perjuangan, qashīdah, kritik sosial, dan sejenisnya? Bagaimanapandangan hukum Islam dalam seni tari. Apakah tarian Baratseperti Twist, Togo, Soul, Disko dan sebagainya boleh?Bagaimana dengan tari tradisional? Bolehkah wanita atau lelakimenari di kalangan mereka masing-masing?
4.
Islam diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW di Makkah danMadinah (Arab).Pada umumnya orang ‘Arab berbakat musik. Seni suara telah menjadisuatu kebanggaan sejak zamān jāhilliyah. Di Hijāz kita dapati orangmenggunakan
musik mensural
yang bernama
IQA
(
irama yangberasal dari semacam gendang, berbentuk rithm
) denganmenggunakan berbagai intrusmen (alat musik), antara lain seruling,rebana, gambus, tambur, dan lain-lain.Setelah bangsa ‘Arab masuk Islam, bakat musiknya berkembangdengan
 jiwa
dan
semangat
baru yakni
tauhid
.(
Demikian juga halnya sama dengan kebudayaan tradisonal Minangkabau, berubah setelah masuk agama Islam.
)
5.
Pada masa Rasūlullāh, ketika Hijāz menjadi pusat politik,perkembangan seni musik makin berkembang.a.T
erdapat nash-nash hadist yang membolehkan seseorang menyanyi,menari, dan memainkan alat-alat musik.
b.
 Tetapi kebolehan itu disebutkan pada nash-nash tersebut hanya ada padaacara pesta-pesta perkawinan, khitanan, dan ketika menyambut tamu2
 
yang baru datang atau memuji-muji syuhadak, mengingat Allah, ataumenyambut kedatangan hari raya dan yang sejenisnya.
c.
Beberapa kutipan riwāyat saja, antara lain ;a.Riwāyat Bukhārī dan Muslim dari ‘Ā’isyah r.a. ia berkata
:
2
"Pada suatu hari Rasūlullāh masuk ke tempatku. Di sampingku adadua gadis perempuan budak yang sedang mendendangkannyanyian (tentang hari) Bu‘ats
(Bu‘ats adalah nama salah satubenteng untuk Al-AWS yang jaraknya kira-kira dua hari perjalanandari Madīnah. Di sana pernah terjadi perang dahsyat antara kabilah Aus dan Khazraj tepat 3 tahun sebelum hijrah)
.(di dalam riwāyatMuslim ditambah dengan menggunakan rebana).(Kulihat)
Rasūlullāh s.a.w. berbaring tetapi denganmemalingkan mukanya.
Pada sā‘at itulah Abū Bakar masuk dan ia marah kepada saya.Katanya: "Di tempat Nabi ada seruling setan?"Mendengar seruan itu, Nabi lalu menghadapkan mukanya kepadaAbū Bakar seraya bersabda: "
Biarkanlah keduanya, hai AbūBakar!
". Tatkala Abū Bakar tidak memperhatikan lagi maka sayasuruh kedua budak perempuan itu keluar.Waktu itu adalah hari raya di mana orang-orang Sudan sedang(menari dengan) memainkan alat-alat penangkis dan senjataperangnya (di dalam masjid)....."
Dalam riwāyat lain Imām Bukhārī menambahkan lafazh,
3
يِع اَذه و اًدْيِع ٍمْوق ّلُك نإ ٍركب بَأ ي د 
"
Wahai Abū Bakar, sesungguhnya tiap bangsa punyahari raya. Sekarang ini adalah hari raya kita
(umatIslam)."
Hadīts Imām Ahmad dan Bukhārī dari ‘Ā’isyah r.a.:
4
 
ْمَص با َلف رصَا نِ لجر ىإ ةَأرا ِتفز َأ وْا مبجْي َرصَا نف ٍوْَ ْنِ ْمُك َنَك  شئع ي 
"Bahwa dia pernah mengawinkan seorang wanitadengan seorang laki-laki dari kalangan Anshār. MakaNabi s.a.w. bersabda: "Hai ‘Ā’'isyah, tidak adakah padamu hiburan (nyanyian) karena sesungguhnya
2
 
(Lihat SHAHĪH BUKHĀRĪ, Hadīts No. 949, 925. Lihat juga SHAHĪH MUSLIM, Hadīts No.829 dengan tambahan lafazh
: ((ن ِْ ي َ ت َ ي ِّ  َ غمُا َ تس َْ ي َ لَ و
"Kedua-duanya (perempuan itu) bukanlah penyannyi")
3
 
(Lihat SHAHĪH BUKHĀRĪ, Hadīts No. 509, 511):
4
 
(Lihat SHAHĪH BUKHĀRĪ Hadīts No. 5162, TARTĪB MUSNAD IMĀM AHMAD, Jilid XVI, hlm.213. Lihat juga: Asy-Syaukānī, NAIL-UL-AUTHĀR Jilid VI, hlm. 187)
3

Activity (33)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
adikuswoyo liked this
Hilalan Ramadhan liked this
NRohman Romayaz liked this
hudazkia liked this
MamAs Laxcu liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->