Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
16Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
4 POLA PENGALIRAN SUNGAI

4 POLA PENGALIRAN SUNGAI

Ratings: (0)|Views: 979|Likes:
Published by Djauhari Noor

More info:

Published by: Djauhari Noor on Mar 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/29/2013

pdf

text

original

 
 BAB 4 POLA PENGALIRAN SUNGAI
 
GEOMORFOLOGI
36
44
 
Pola Pengaliran Sungai
4.1. Pola Pengaliran Sungai
Dengan berjalannya waktu, suatu sistem jaringan sungai akan membentuk pola pengalirantertentu diantara saluran utama dengan cabang-cabangnya dan pembentukan pola pengaliranini sangat ditentukan oleh faktor geologinya. Pola pengaliran sungai dapat diklasifikasikan atasdasar bentuk dan teksturnya. Bentuk atau pola berkembang dalam merespon terhadaptopografi dan struktur geologi bawah permukaannya. Saluran-saluran sungai berkembangketika air permukaan (surface runoff) meningkat dan batuan dasarnya kurang resistenterhadap erosi.Sistem fluviatil dapat menggambarkan perbedaan pola geometri dari jaringan pengaliran sungai.Jenis pola pengaliran sungai antara alur sungai utama dengan cabang-cabangnya disatuwilayah dengan wilayah lainnya sangat bervariasi. Adanya perbedaan pola pengaliran sungaidisatu wilayah dengan wilayah lainnya sangat ditentukan oleh perbedaan kemiringan topografi,struktur dan litologi batuan dasarnya. Pola pengaliran yang umum dikenal adalah sebagaiberikut:
1. Pola Aliran Dendritik
Pola aliran dendritik adalah pola aliran yang cabang-cabang sungainya menyerupai strukturpohon. Pada umumnya pola aliran sungai dendritik dikontrol oleh litologi batuan yang homogen.Pola aliran dendritik dapat memiliki tekstur/kerapatan sungai yang dikontrol oleh jenisbatuannya. Sebagai contoh sungai yang mengalir diatas batuan yang tidak/kurang resistenterhadap erosi akan membentuk tekstur sungai yang halus (rapat) sedangkan pada batuanyang resisten (seperti granit) akan membentuk tekstur kasar (renggang).Tekstur sungai didefinisikan sebagai panjang sungai per satuan luas. Mengapa demikian ? Halini dapat dijelaskan bahwa resistensi batuan terhadap erosi sangat berpengaruh pada prosespembentukan alur-alur sungai, batuan yang tidak resisten cenderung akan lebih mudah di-erosimembentuk alur-alur sungai. Jadi suatu sistem pengaliran sungai yang mengalir pada batuanyang tidak resisten akan membentuk pola jaringan sungai yang rapat (tekstur halus),sedangkan sebaliknya pada batuan yang resisten akan membentuk tekstur kasar.
2. Pola Aliran Radial
Pola aliran radial adalah pola aliran sungai yang arah alirannya menyebar secara radial darisuatu titik ketinggian tertentu, seperti puncak gunungapi atau bukir intrusi. Pola aliran radial juga dijumpai pada bentuk-bentuk bentangalam kubah (domes) dan laccolith. Padabentangalam ini pola aliran sungainya kemungkinan akan merupakan kombinasi dari pola radialdan annular.
 
 BAB 4 POLA PENGALIRAN SUNGAI
 
GEOMORFOLOGI
37
3. Pola Aliran Rectangular
Pola rectangular umumnya berkembang pada batuan yang resistensi terhadap erosinyamendekati seragam, namun dikontrol oleh kekar yang mempunyai dua arah dengan sudutsaling tegak lurus. Kekar pada umumnya kurang resisten terhadap erosi sehinggamemungkinkan air mengalir dan berkembang melalui kekar-kekar membentuk suatu polapengaliran dengan saluran salurannya lurus-lurus mengikuti sistem kekar.Pola aliran rectangular dijumpai di daerah yang wilayahnya terpatahkan. Sungai-sungainyamengikuti jalur yang kurang resisten dan terkonsentrasi di tempat tempat dimana singkapanbatuannya lunak. Cabang-cabang sungainya membentuk sudut tumpul dengan sungaiutamanya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pola aliran rectangular adalah polaaliran sungai yang dikendalikan oleh struktur geologi, seperti struktur kekar (rekahan) dansesar (patahan). Sungai rectangular dicirikan oleh saluran-saluran air yang mengikuti pola daristruktur kekar dan patahan.
4. Pola Aliran Trellis
Geometri dari pola aliran trellis adalah pola aliran yang menyerupai bentuk pagar yang umumdijumpai di perkebunan anggur. Pola aliran trellis dicirikan oleh sungai yang mengalir lurusdisepanjang lembah dengan cabang-cabangnya berasal dari lereng yang curam dari keduasisinya. Sungai utama dengan cabang-cabangnya membentuk sudut tegak lurus sehinggamenyerupai bentuk pagar.Pola aliran trellis adalah pola aliran sungai yang berbentuk pagar (trellis) dan dikontrol olehstruktur geologi berupa perlipatan sinklin dan antilin. Sungai trellis dicirikan oleh saluran-saluran air yang berpola sejajar, mengalir searah kemiringan lereng dan tegak lurus dengansaluran utamanya. Saluran utama berarah se arah dengan sumbu lipatan.
Gambar 4-1 Pola Aliran Sungai
5.
 
Pola Aliran Centripetal
Pola aliran centripetal merupakan ola aliran yang berlawanan dengan pola radial, dimana aliransungainya mengalir kesatu tempat yang berupa cekungan (depresi). Pola aliran centripetalmerupakan pola aliran yang umum dijumpai di bagian barat dan baratlaut Amerika, mengingat
 
 BAB 4 POLA PENGALIRAN SUNGAI
 
GEOMORFOLOGI
38
sungai-sungai yang ada mengalir ke suatu cekungan, dimana pada musim basah cekunganmenjadi danau dan mengering ketika musin kering. Dataran garam terbentuk ketika air danaumengering.
6.
Pola Aliran Annular
Pola aliran annular adalah pola aliran sungai yang arah alirannya menyebar secara radial darisuatu titik ketinggian tertentu dan ke arah hilir aliran kembali bersatu. Pola aliran annularbiasanya dijumpai pada morfologi kubah atau intrusi loccolith.
7.
Pola Aliran Paralel (Pola Aliran Sejajar)
Sistem pengaliran paralel adalah suatu sistem aliran yang terbentuk oleh lereng yangcuram/terjal. Dikarenakan morfologi lereng yang terjal maka bentuk aliran-aliran sungainyaakan berbentuk lurus-lurus mengikuti arah lereng dengan cabang-cabang sungainya yangsangat sedikit. Pola aliran paralel terbentuk pada morfologi lereng dengan kemiringan lerengyang seragam.Pola aliran paralel kadangkala meng-indikasikan adanya suatu patahan besar yang memotongdaerah yang batuan dasarnya terlipat dan kemiringan yang curam. Semua bentuk dari transisidapat terjadi antara pola aliran trellis, dendritik, dan paralel.
4.2. Genetika Sungai
Sebagaimana diketahui bahwa klasifikasi genesa sungai ditentukan oleh hubungan strukturperlapisan batuannya. Genetika sungai dapat dibagi sebagai berikut:a.
 
Sungai Superposed
atau sungai Superimposed adalah sungai yang terbentuk diataspermukaan bidang struktur dan dalam perkembangannya erosi vertikal sungaimemotong ke bagian bawah hingga mencapai permukaan bidang struktur agar supayasungai dapat mengalir ke bagian yang lebih rendah. Dengan kata lain sungaisuperposed adalah sungai yang berkembang belakangan dibandingkan pembentukanstruktur batuannya.b.
 
Sungai Antecedent
adalah sungai yang lebih dulu ada dibandingkan dengankeberadaan struktur batuanya dan dalam perkembangannya air sungai mengikis hinggake bagian struktur yang ada dibawahnya. Pengikisan ini dapat terjadi karena erosi arahvertikal lebih intensif dibandingkan arah lateral.c.
 
Sungai Konsekuen
adalah sungai yang berkembang dan mengalir searah lerengtopografi aslinya. Sungai konsekuen sering diasosiasikan dengan kemiringan asli danstruktur lapisan batuan yang ada dibawahnya. Selama tidak dipakai sebagi pedoman,bahwa asal dari pembentukan sungai konsekuen adalah didasarkan atas lerengtopografinya bukan pada kemiringan lapisan batuannya.d.
 
Sungai Subsekuen
adalah sungai yang berkembang disepanjang suatu garis atauzona yang resisten. sungai ini umumnya dijumpai mengalir disepanjang jurusperlapisan batuan yang resisten terhadap erosi, seperti lapisan batupasir. Mengenaldan memahami genetika sungai subsekuen seringkali dapat membantu dalampenafsiran geomorfologi.e.
 
Sungai Resekuen
. Lobeck (1939) mendefinisikan sungai resekuen sebagai sungaiyang mengalir searah dengan arah kemiringan lapisan batuan sama seperti tipe sungaikonsekuen. Perbedaanya adalah sungai resekuen berkembang belakangan.

Activity (16)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
a_ahn liked this
Wahyuni Wulandari added this note
penyajiannya bagus. makasih ya, aku jadi kebantu
DjayusYus liked this
Windi Hilman liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->