Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
98Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
11- PETA GEOMORFOLOGI

11- PETA GEOMORFOLOGI

Ratings: (0)|Views: 8,608|Likes:
Published by Djauhari Noor

More info:

Published by: Djauhari Noor on Mar 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

08/19/2013

pdf

text

original

 
 BAB 11 PETA GEOMORFOLOGI
GEOMORFOLOGI
153
1111 
Peta Geomorfologi
11.1. Pedahuluan
Peta geomorfologi pada hakekatnya adalah suatu gambaran dari suatu bentangalam(landscape) yang merekam proses-proses geologi yang terjadi di permukaan bumi. Pada petasatuan geomorfologi sungai (fluvial), proses-proses geologi seperti erosi dan pengendapansedimen termasuk di dalamnya. Satuan geomorfologi seperti teras sungai (stream terrace) dankipas aluvial (alluvial fans) merupakan representasi dari proses-proses pengendapan padasuatu sistem sungai dan menjadi dasar dalam penarikan batas pada peta geomorfologi. Metodapemetaan geomorfologi biasanya dilakukan dengan cara kombinasi antara penafsiran fotoudara (citra satelit), pemetaan lapangan terhadap bentuk bentuk bentangalam, analisislaboratorium serta menggunakan hasil survei yang telah dipublikasikan.Cara yang paling efektif untuk mempelajari bentangalam adalah dengan membuat petageomorfologi yang menyajikan persebaran dari satuan-satuan geomorfologi yang berbeda-beda. Pada dasarnya
 “
peta geomorfologi
” 
berbeda dengan
 “
peta geologi
” 
, karena petageomorfologi tidak memperlihatkan penyebaran batuan, namun demikian ada hubungan yangerat antara bentuk bentangalam dengan bebatuan yang mendasarinya; oleh karena itu petageomorfologi merupakan
 “
wakil
” yan
g berguna bagi peta geologi. Peta geomorfologi jugadapat menunjukkan bagian dari sejarah Bumi. Peta geologi menjelaskan sejarah pengendapan,sedangkan peta geomorfologi dapat menunjukkan sejarah erosi yang ditinggalkan.Secara tradisional, ahli geomorfologi mempelajari bentangalam di lapangan dengan caramengamati melalui mata mereka sendiri dan juga secara tidak langsung melalui foto udara danpeta topografi. Proses ini sudah sejak lama dilakukan, terutama pada daerah daerah yangberhutan lebat sehingga sulit untuk ditentukan bentuk bentangalamnya (morfologinya).Memindahkan hasil penafsiran dari pengamatan lapangan atau dari foto udara kedalam petadasar seringkali kurang teliti. Dengan adanya peta topografi maka akurasi, ketelitian,kelengkapan, dan koordinat yang tepat serta dalam bentuk digital maka akan memudahkandalam penafsiran bentangalam (morfologi).Sebagaimana diketahui bahwa geomorfologi adalah ilmu yang mempelajari bentuk bentuk ataukonfigurasi bentangalam di permukaan bumi yang berbentuk padat (litosfir), baik yang beradadiatas dan dibawah permukaan laut serta melibatkan pengelompokan bentangalam dan prosesyang terlibat didalam perkembangannya. Istilah "fisiografi" sangat erat hubungannya dengangeomorfologi, terutama dalam pemerian bentuk-bentuk bentangalam dan evolusinya dimanaair sebagai faktor yang paling penting dalam proses geomorfologi, baik air yang ada di lautanmaupun yang terdapat di cabang-cabang sungai di pegunungan.Sejak adanya pesawat terbang yang kemudian disusul dengan adanya satelit yang mengorbitbumi, para ahli geomorfologi mulai melakukan analisis dengan menggunakan foto udara
 
 BAB 11 PETA GEOMORFOLOGI
GEOMORFOLOGI
154
maupun citra satelit untuk memetakan bentangalam yang ada di permukaan bumi. Padaumumnya informasi peta geomorfologi berasal dari peta topografi (untuk bentuk bentangalam)dan peta geologi (untuk jenis struktur dan batuan yang mendasarinya) serta hasil pengamatandan pengukuran langsung di lapangan. Sebagaimana diketahui bahwa pengamatan yangdilakukan di lapangan cenderung bersifat lokal atau terbatas dan daerah yang relatif kecil,sedangkan pengamatan dan penafsiran yang dilakukan melalui foto udara dan citra satelitbersifat luas dan regional. Format yang paling umum untuk menggambarkan bentangalamsebagai peta fisiografi, biasanya menggunakan teknik sketsa.Penelitian geomorfologi rinci yang dilakukan di lembah Dataran Tinggi Pajarito di Los AlamosNational Laboratory (LANL) sebagai bagian dari implementasi Undang-Undang KonservasiSumberdaya dan Penyelidikan Pemulihan Fasilitas. Gambar 11-1 adalah peta sebaran sedimensungai yang terkontaminasi oleh limbah radionuklida (plutonium-239) yang dibuang ke ngarai-ngarai dalam bentuk limbah cair yang berasal dari pabrik fasilitas radiokimia yang berkaitandengan upaya pembuatan bom atom pertama kali pada Perang Dunia II tahun 1943. Pemetaansedimen yang terkontaminasi ini dilakukan dibagian hilir sungai dikarenakan pengendapankembali sedimen sedimen tersebut di bagian saluran-sungai dan dataran banjir.
Gambar 11-1 Peta geomorfologi detil dari endapan sedimen sungai di Dataran TinggiPajarito di Los Alamos National Laboratory (LANL) yang terkontaminasioleh radionuklida Plutonium-239.
Pada penyelidikan lapangan, satuan-satuan geomorfologi dari endapan-endapan sungai dimulaipasca-1942 yang dipetakan dengan menggunakan peta berresolusi tinggi untuk menentukansejarah pengendapan serta dipakai untuk memandu dalam pemilihan sampel. Satuan-satuangeomorfologi yang berbeda mengindikasikan umur sedimen yang berbeda, ketebalan sedimen,dan konsentrasi dari kontaminasi. Peta lapangan di-digitasi kedalam peta dasar topografidengan interval kontur 60 cm dan pada skala 1:200. Digitasi poligon-poligon dipakai untuk menghitung jumlah dari seluruh satuan geomorfologi dan dipakai untuk memperkirakan daerahyang terkontaminasi. Inventarisasi daerah yang terkontaminasi ini berguna untuk panduandalam penilaian risiko, mengevaluasi alternatif pemulihan, dan pengembangan model untuk potensi dampak dari perpindahan sedimen yang terkontaminasi di masa depan.Studi tentang bentangalam beserta struktur dan perkembangannya, termasuk bagaimanamenggambarkan keduanya melalui hasil penelitian dari karakter bentangalamnya. Para ahligeomorfologi telah memakai berbagai metode untuk menggambarkannya, termasuk dengancara membuat sketsa, diagram balok, serta berbagai jenis foto dan citra lainnya, baik daripermukaan tanah maupun dari udara, untuk menunjukkan gambar permukaan bumi. Peta
 
 BAB 11 PETA GEOMORFOLOGI
GEOMORFOLOGI
155
geomorfologi yang disajikan dalam berbagai bentuk, merupakan upaya dari para ahligeomorfologi untuk mengembangkan suatu metode dalam menampilkan gambar daripermukaan bumi. Peta-peta detil tersebut bukan hanya sebagai alat untuk menggambarkanbentuk permukaan bumi saja, tetapi sebagai suatu instrumen penelitian baik secara teoritismaupun terapan.Selama abad ke-19 hingga awal abad ke-20, studi tentang bentangalam didominasi oleh studifisiografi deskriptif yang bersifat statis. Beberapa peneliti di Eropa dan Amerika Serikatmengakui adanya pengaruh kekuatan-kekuatan dinamis pada bentangalam. Di Pegunungan Alpen, Swiss, diketahui bagaimana kekuatan es yang bersifat dinamis merubah bentuk bentangalam, sedangkan John Wesley Powell mengakui kekuatan air yang mengerosi GrandCanyon menjadi lembah-lembah yang sangat dalam. Ferdinand Hayden mencatat adanya gayaendogen berupa aktivitas vulkanisme yang merubah bentuk bentangalam di wilayah gunungapi Yellowstone. Gagasan tentang adanya keseimbangan dinamis dari bentangalam dinyatakanoleh GK Gilbert dalam studinya di Pegunungan Henry di Utah. Pada tahun 1899, William MorrisDavis memperkenalkan dalam fisiografi yang statis dan konsep Davis tentang "siklus erosi"telah menghasilkan perubahan radikal dalam bidang geomorfologi. Hal ini menunjukkandengan tegas bahwa bentangalam itu bersifat dinamis dan terus berkembang melalui siklusperubahan akibat kekuatan eksternal air dan atmosfer.Meskipun hasil pemikiran Davis banyak dikritik namun pendekatan dinamis yang dikemukakanDavis untuk bentuk-bentuk bentangalam tidak diabaikan bahkan dipakai hingga saat ini.Konsep tentang dinamika juga diperkenalkan di Perancis pada waktu yang bersamaan melaluiperkembangan dalam "Geologie Dynamique." Dalam praktek, sebagian besar penelitiangeomorfologi dinamis terus berkembang dan mendominasi dibandingkan dengan konsepgeomorfologis yang bersifat statis dimana bentangalam hanya didiskripsi dan dilengkapidengan diagram balok yang indah.Pada tahun 1920, teknologi foto telah berkembang ke tingkat yang cukup canggih yangseharusnya berguna bagi para ahli geomorfologi. Pada awalnya ada beberapa ahli yangmenggunakan foto untuk mempelajari bentangalam dan pada tahun 1840, Prancis, J. Arago,menyarankan agar foto dipakai dalam pemetaan topografi. Pada awalnya pemotretan udarahanya dipakai untuk melihat bentuk bentangalam saja dan pemotretan dilakukan deganmenggunakan balon udara. Pada tahun 1899, Albert Heim menerbitkan foto-foto hasilpengamatan bentangalam yang diambil selama penerbangan dengan menggunakan balondiatas Pegunungan Alpen, ia mungkin adalah orang pertama yang menggunakan foto udaradalam penelitian geomorfologi. Selama Perang Dunia pertama, foto udara juga dipakai untuk mengetahui lokasi medan perang dan lokasi musuh.Pada awal abad ke-20, hingga Perang Dunia II, sebagian besar penelitian geomorfologidifokuskan pada lokasi-lokasi tertentu atau faktor-faktor tertentu dari bentangalamdibandingkan pada perspektif regional yang komprehensif. Perang Dunia II merupakan suatutitik awal dimana geomorfologi dibagi menjadi dua, yaitu geomorfologi untuk kepentingan ilmupengetahuan dan geomorfologi untuk kepentingan teknik. Berkat kemajuan teknologidirgantara foto udara dipakai dalam penafsiran untuk analisis geomorfologi. Dengan semakinbaiknya peralatan foto, film, dan tersedianya instrumen untuk penafsiran maka semakinmeningkatkan kemampuan untuk mempelajari bentuk bentuk bentangalam melalui foto udara.Teknik analisis kuantitatif, yang dikembangkan dalam ilmu-ilmu lainnya, yang diterapkan untuk penelitian geomorfologi. Ahli geomorfologi, terutama di Eropa, menjadi tertarik dalammenganalisis bentangalam secara regional dan komprehensif dari semua aspek beserta bentuk bentangalamnya. Penyelidikan dari proses perkembangan bentangalam menyadarkan kitabahwa perkembangan bentangalam sangat komplek dibandingkan dengan siklus dari Davisyang relatif sederhana, yaitu adanya pendataran oleh proses peneplenisasi dan prosesperemajaan (rejuvinasi).

Activity (98)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
tobatibo liked this
Aprizon liked this
Nur Anesi liked this
Alsitarodia Rny liked this
paricuk liked this
Zustila liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->