karena : pimpinan kurang memperhatikan bawahan,tidak ada reward,kerja yangketat dan dan beban kerja yang berat serta tenaga yang kurang.Bila hal ini sudahterjadi maka perlu segera segera dilakukan analisa ketenagaan.4.Adanya keluhan tentang pelayanan yang diterima.Apakah klien mengeluh tentang pelayanan yang diterimanya dengan mengatakan puas atau tidak puas.Biasanyaklien sering mengeluh tentang tenaga keperawatan,biaya rawatan, dan gasilitasyang diterima.Apabila keluhan ini sudah teridentifikasi maka perlu dilakuaknanalisa ketenagaan.Keluhan ini terjadi di unit rawat jalan atau unit rawat inap.
D. Cara Menghitung Tenaga Perawat di Rumah Sakit.1.Cara rasio
Metoda ini menggunakan jumlah tempat tidur sebagai denominator personal yangdiperlukan.Metoda ini paling sering digunakan karena sederhana dan mudah.Metodaini hanya mengetahui jumlah personal secara total tetapi tidak bisa mengetahui produktivitas SDM rumah sakit,da kapan personal tersebut dibutuhkan oleh setiapunit atau bagian rumah sakit yang mebutuhkan.Bisa digunakan bila: kemampuan dansumber daya untuk prencanaan personal terbatas,jenis,tipe, dan volume pelayanankesehatan relatif stabil.Cara rasio yang umumnya digunakan adalah berdasarkan suratkeputusan menkes R.I. Nomor 262 tahun 1979 tentang ketenagaan rumahsakit,dengan standar sebagai berikut :Tipe RSTM/TTTPP/TTTPNP/TTTNM/TTA & B1/(4-7)(3-4)/21/31/1C1/91/11/53/4D1/151/21/62/3Khusus Disesuiakan
Keterangan :TM = Tenaga MedisTT = Tempat Tidur TPP = Tenaga Para Medis PerawatanTPNP = tenaga para medis non perawatanTNP = tenaga non medis
Cara perhitungan ini masih ada yang menggunakan, namun banyak rumah sakit yanglambat laun meninggalkan cara ini karena adanya beberapa alternatif perhitunganyang lain yang lebih sesuai dengan kondisi rumah sakit dan profesional
.
2.Cara Need
Cara ini dihitung berdasarkan kebutuhan menurut beban kerja yang diperhitungkansendiri dan memenuhi standar profesi.Untuk menghitung seluruh kebutuhantenaga,diperlukan terlebih dahulu gambaran tentang jenis pelayanan yang diberikan