Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
DMO

DMO

Ratings: (0)|Views: 1,899|Likes:
Published by blubiantara

More info:

Categories:Types, Research
Published by: blubiantara on Mar 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/05/2014

pdf

text

original

 
1
DMO pada dasarnya adalah kewajiban kontraktor untuk memasok kebutuhan domestik sejumlahvolume tertentu . Untuk lima tahun pertama (lebih tepatnya 60 bulan pertama) pada saat produksidimulai , volume untuk DMO ini
dihargai dengan “harga pasar”
1
minyak mentah tersebut, yang
dikenal dengan istilah “DMO holiday”. Setelah periode DMO holiday ini, harga minyak DMO
akan di diskon sesuai dengan yang tertera pada kontrak, 10%, 15% atau 25% dari harga pasarminyak mentah tersebut.Kewajiban DMO diatur pada Pasal 22, UU 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, yaitu:(1) Badan Usaha atau Bentuk Usaha Tetap wajib menyerahkan paling banyak 25% (duapuluh limapersen) bagiannya dari hasil produksi Minyak Bumi dan/atau Gas Bumiuntuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.(2) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjutdengan Peraturan Pemerintah.PP 35 /2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, Pasal 46:(1) Kontraktor bertanggungjawab untuk ikut serta memenuhi kebutuhan Minyak Bumidan/atau Gas Bumi untuk keperluan dalam negeri.(2) Bagian Kontraktor dalam memenuhi keperluan dalam negeri sebagaimana dimaksuddalam ayat (1), ditetapkan berdasarkan sistem prorata hasil produksi Minyak Bumi danatau Gas Bumi.(3) Besaran kewajiban Kontraktor sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) adalah palingbanyak 25% (dua puluh lima per seratus) bagiannya dari hasil produksi Minyak Bumidan/atau Gas Bumi.(4) Menteri menetapkan besaran kewajiban setiap Kontaktor dalam memenuhi kebutuhanMinyak Bumi dan/atau Gas Bumi sebagaimana dimaksud dalam ayat (3).Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No.002/PUU-1/2003, tanggal 21 Desember 2004 mengenaiUU 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, yang antara lain membatalkan Pasal 22 ayat 1 diatas
sehubungan dengan adanya kata: “paling banyak”
25% dan seterusnya, karena ini dianggapbertentangan dengan UUD 1945. Dalam Draft RUU pengganti UU 22/2001 diusulkan kata:
“paling sedikit” 25% dan seterusnya
2
.
DMO dalam Dokumen Kontrak Bagi Hasil
Kewajiban untuk pemenuhan kebutuhan domestik (DMO) telah ada sejak generasi awal PSCIndonesia. besarnya
 DMO fee
yang harus dibayar pemerintah juga meningkat, bermula dari 20
1
Rata rata tertimbang (
weighted average
) harga minyak mentah dari Wilayah Kerja tersebut
2
Satya Widya Yudha, Melihat 10 tahun Perjalanan UU Migas Dikaitkan dengan Initiatif RUU Migas, RapatKoordinasi Hukum Hulu Minyak dan Gas Bumi BPMIGAS
 – 
KKKS, Oktober 2011
 
 
Domestic Market Obligation (DMO)
Benny Lubiantara
(Vienna, 15 Maret 2012)
 
2
cent US$ per barrel pada PSC Generasi I dan Generasi II, 10% dari harga minyak pada PSCGenerasi III, 15% dari harga minyak (Paket Insentif 3/1992) dan 25% dari harga minyak (PaketInsentif 4/1993).Pada model PSC awal, penentuan volume minyak mentah untuk keperluan DMO diperhitungkandengan cara sebagai berikut:1.
 
Produksi di Wilayah Kerja x (∑Konsumsi Nasional ÷ ∑Produksi Nasional)
 2.
 
25% x Produksi3.
 
Pilih yang lebih kecil antara (1) dan (2) kemudian dikalikan split kontraktor sebelum pajak Ilustrasi - (kasus 1 dimana konsumsi nasional hampir sama dengan produksi nasional)Produksi = 1,000,000 barrel
∑Konsumsi Nasional
= 900,000 barrel per hari (bph)
∑Produksi Nasional
= 1,000,000 barrel per hari (bph)1.
 
1,000,000 barrel x (900,000/1,000,000) = 900,000 barrel2.
 
25% x 1,000,000 = 250,000 barrel3.
 
250,000 x 28.8462%
3
= 72,116 barrelIlustrasi: (kasus 2 dimana konsumsi nasional jauh lebih kecil dibanding produksi nasional)Produksi = 1,000,000 barrel
∑Konsumsi Nasional
= 900,000 barrel per hari (bph)
∑Produksi
Nasional = 4,000,000 barrel per hari (bph)1.
 
1,000,000 barrel x (900,000/4,000,000) = 225,000 barrel2.
 
25% x 1,000,000 = 250,000 barrel3.
 
225,000 x 28,8462% = 64,903 barrelSituasi pada ilustrasi kedua sudah tidak relevan lagi dengan kondisi saat ini, formula tersebutbaru efektif apabila rasio konsumsi nasional terhadap produksi nasional kurang dari 25%.Katakanlah konsumsi nasional saat ini sekitar 1 juta bph, maka diperlukan produksi nasionalpaling sedikit 4 juta bph. Pada saat ini situasi ini hanya ada dalam mimpi. Kecuali seandainyabesok ditemukan cadangan minyak raksasa disalah satu wilayah Indonesia. Itupun masih perluwaktu puluhan tahun sebelum mencapai produksi maksimal. Oleh karena itu, pada kontrak yangbaru, formulasi seperti ini sudah tidak ditemukan lagi, hanya disebutkan bahwa volume DMOsebesar: 25% x produksi x split kontraktor sebelum pajak.Apabila masih ada Biaya Operasi yang belum diperoleh pengembaliannya (
unrecovered cost 
),maka besarnya DMO fee = 100% rata rata tertimbang (
weighted average
) dari harga minyak mentah dari wilayah kerja tersebut
4
. Secara matematis, kondisi ini sama dengan DMO holiday,
3
Untuk ilustrasi ini, asumsi: split setelah pajak 85% : 15% dan pajak effektif yang berlaku sebesar 48%, sehinggasplit kontraktor sebelum pajak = 28.8462%
4
Karena masih ada
unrecovered costs
, maka harga minyak untuk DMO tidak di diskon, namun dibayar denganharga penuh (atau DMO fee = 100% harga).
 
 
3
dengan kata lain dapat dinyatakan bahwa: selama masih ada
unrecovered cost,
maka masihberlaku
DMO holiday.
Pada awal produksi, dimana porsi Biaya Operasi yang harus dikembalikan masih cukup besar,adanya FTP yang dibagi antara Pemerintah dan Kontraktor pada prakteknya sering menimbulkanpermasalahan pajak dan perhitungan insentif, termasuk urusan DMO. Lihat ilustrasi sebagaiberikut:Tabel x.x Ilustrasi Perhitungan DMO
Penjelasan Perhitungan pada Tabel x.x:Lifting merupakan istilah untuk volume migas yang siap dijual, angkanya bisa berbeda dengan volumeproduksi mengingat sebagian volume produksi ada yang digunakan untuk mendukung kegiatanoperasional di lapangan.Biaya Operasi dinyatakan dalam unit moneter (dalam ini hal US $), sementara cost recoverymerupakan Biaya Operasi dibagi dengan harga minyak, sehingga diperoleh cost recovery dalam barrel.Equity to be split = Lifting
 – 
FTP
 – 
Cost recoveryDalam hal diasumsikan lapangan ini mempunyai after tax profit oil split (85% : 15) dengan pajakaeffektif sebesar 44%, maka diperoleh Bagian kontraktor sebesar 26.7857%. Dengan demikian, FTPbagian kontraktor = 26.7857% x FTP, hal yang sama untuk Equity bagian kontraktor = 26.7857% xEquity to be split.Formula perhitungan Volume DMO = 25% x 26.7857% x Lifting
Kasus-1 adalah kondisi dimana ada
equity tobe split 
yang cukup besar, dalam hal ini, tidak adaperbedaan perhitungan antara volume DMO sesuai formula dan volume DMO yang diserahkan(lihat 2 baris terakhir pada kolom
Kasus-
1”
). Sementara Kasus-2 adalah kondisi dimanaproporsi
cost recovery
terhadap
lifting
cukup besar, sehingga
equity to be split 
sangat kecil, disinikita melihat bahwa total barrel bagian kontraktor dari FTP dan equity lebih kecil dari
Kasus -1 Kasus-2 Kasus-3
Harga Minyak ($/barrel)100100100  Operating Costs ($)500,000849,627850,000  Lifting, (barrel)10,00010,00010,000  FTP (15%), barrel1,5001,5001,500  Cost recovery, (barrel)5,0008,4968,500  Equity to be split, (barrel)3,5003.7-  FTP Bagian Kontraktor, (dalam barrel) 402402402  Equity Bagian Kontraktor (barrel)9371-  Total (barrel)1,339403402  Hitungan DMO sesuai Formula, (barrel)670670670  Volume DMO yang harus diserahkan, (barrel)670403- 

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
mukminprijono liked this
Nino Fediawan added this note
Tulisan yang sangat bagus Ben.... a good refresher juga...maklum sudah agak lupa PSC Accounting dan saudara-saudarinya.... Top Deh!
Sean Choi liked this
Budi Khoironi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->