Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 33 TAHUN 1996

PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 33 TAHUN 1996

Ratings: (0)|Views: 63|Likes:
Published by bcperak
PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 33 TAHUN 1996
TENTANG
TEMPAT PENIMBUNAN BERIKAT
PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 33 TAHUN 1996
TENTANG
TEMPAT PENIMBUNAN BERIKAT

More info:

Published by: bcperak on Mar 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/15/2012

pdf

text

original

 
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIANOMOR 33 TAHUN 1996TENTANGTEMPAT PENIMBUNAN BERIKATPRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,Menimbang: a.
 
bahwa dalam rangka meningkatkan daya saing produk ekspor dipasaran global, diperlukan antara lain peningkatan efisiensidengan mendekatkan persediaan bahan baku bagi kebutuhanindustri dalam negeri yang tepat waktu, serta tersedianya saranapromosi untuk mendukung pemasarannya, perlu diberikankemudahan di bidang kepabeanan, cukai, dan perpajakan;b.
 
bahwa untuk tujuan tersebut, dipandang perlu mengatur tempattertentu di dalam Daerah Pabean sebagai Tempat PenimbunanBerikat dengan Peraturan Pemerintah;Mengingat : 1.
 
Pasal 5 ayat (2) Undang-undang Dasar 1945;2.
 
Undang-undang Nomor 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umumdan Tatacara Perpajakan (Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 1983 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3262), sebagaimana telah diubah denganUndang-undang Nomor 9 Tahun 1994 (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 1994 Nomor 59, Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor 3566);3.
 
Undang-undang Nomor 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 50,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3263),sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undangNomor 10 Tahun 1994 (Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 1994 Nomor 60, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3567);4.
 
Undang-undang Nomor 8 tahun 1983 tentang Pajak PertambahanNilai dan Pajak Penjualan Barang Mewah (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 1983 Nomor 51, Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor 3264), sebagaimana telahdiubah dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 1994(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 61,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3568);5.
 
Undang-undang Nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 75,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3612);6.
 
Undang-undang Nomor 11 tahun 1995 tentang Cukai (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 76, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3613);
 
 MEMUTUSKAN:Menetapkan: PERATURAN PEMERINTAH TENTANG TEMPATPENIMBUNAN BERIKAT.BAB IKETENTUAN UMUMPasal 1Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan:1.
 
Tempat Penimbunan Berikat adalah bangunan, tempat, atau kawasanyang memenuhi persyaratan tertentu di dalam Daerah Pabean yangdigunakan untuk menimbun, mengolah, memamerkan, dan/ataumenyediakan barang untuk dijual dengan mendapatkan perlakuankhusus di bidang Kepabeanan, Cukai, dan perpajakan yang dapatberbentuk Kawasan Berikat, Pergudangan Berikat, Entrepot untuk Tujuan Pameran, atau Toko Bebas Bea.2.
 
Kawasan Berikat adalah suatu bangunan, tempat, atau kawasan denganbatas-batas tertentu yang di dalamnya dilakukan kegiatan usahaindustri pengolahan barang dan bahan, kegiatan rancang bangun,perekayasaan, penyortiran, pemeriksaan awal, pemeriksaan akhir, danpengepakan atas barang dan bahan asal impor atau barang dan bahandari dalam Daerah Pabean Indonesia lainnya, yang hasilnya terutamauntuk tujuan ekspor.3.
 
Gudang Berikat adalah suatu bangunan atau tempat dengan batas-batastertentu yang didalamnya dilakukan kegiatan usaha penimbunan,pengemasan, penyortiran, pengepakan, pemberian merek/label,pemotongan, atau kegiatan lain dalam rangka fungsinya sebagai pusatdistribusi barang-barang asal impor untuk tujuan dimasukkan keDaerah Pabean Indonesia lainnya, Kawasan Berikat, atau direeksportanpa adanya pengolahan.4.
 
Entrepot untuk Tujuan Pameran adalah suatu bangunan atau kawasandengan batas-batas tertentu yang didalamnya dilakukan kegiatan usahapenyelenggaraan pameran barang hasil industri asal impor atau barangindustri dari dalam Daerah Pabean yang penyelenggaraannya bersifatinternasional.5.
 
Toko Bebas Bea adalah bangunan dengan batas-batas tertentu yangdipergunakan untuk melakukan kegiatan usaha menjual barang asalimpor atau barang asal Daerah Pabean kepada orang yang berhak membeli barang dalam batas nilai tertentu dengan mendapatkanpembebasan Bea Masuk, Cukai, dan pajak.6.
 
Penyelenggara adalah Perseroan Terbatas, koperasi yang berbentuk badan hukum, atau yayasan, yang memiliki, menguasai, mengelola,dan menyediakan sarana dan prasarana guna keperluan pihak lain yang
 
melakukan kegiatan usaha di Tempat Penimbunan Berikat yangdiselenggarakannya berdasarkan izin untuk menyelenggarakan TempatPenimbunan Berikat.7.
 
Pengusaha adalah Perseroan Terbatas atau koperasi yang melakukankegiatan usaha di Tempat Penimbunan Berikat.Pasal 2(1) Barang atau bahan impor yang dimasukkan ke Tempat PenimbunanBerikat diberikan fasilitas berupa:a.
 
penangguhan bea masuk;b.
 
pembebasan cukai;c.
 
tidak dipungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPn BM) dan Pajak Penghasilan(PPh) Pasal 22.(2) Atas penyerahan Barang Kena Pajak dalam negeri ke Tempat PenimbunanBerikat diberikan fasilitas berupa tidak dipungut PPN, dan PPn BM.(3) Atas pemasukan Barang Kena Cukai yang berasal dari dalam DaerahPabean Indonesia lainnya dibebaskan dari pengenaan cukai.(4) Barang atau bahan yang mendapatkan fasilitas sebagaimana dimaksudpada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) bukan merupakan barang untuk dikonsumsi sendiri di Tempat Penimbunan Berikat yang bersangkutan.Pasal 3(1) Penyelenggaraan Tempat Penimbunan Berikat dilakukan olehpenyelenggara yang berkedudukan di Indonesia.(2) Pengusahaan Tempat Penimbunan Berikat dilakukan oleh pengusaha yangberkedudukan di Indonesia.Pasal 4Penyelenggara Tempat Penimbunan Berikat dapat juga bertindak sebagaiPengusaha Tempat Penimbunan Berikat.Pasal 5(1) Barang asal impor yang dikeluarkan dari Tempat Penimbunan Berikat

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->