Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Perdagangan Bebas Dan Proteksi

Makalah Perdagangan Bebas Dan Proteksi

Ratings: (0)|Views: 439|Likes:
Published by Fitria Hadri Yani

More info:

Published by: Fitria Hadri Yani on Mar 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/04/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang Penulisan
Dalam rangka percepatan pengentasan dan penghapusan kemiskinan, Harus diakuidewasa ini, segala bentuk perjanjian internasional seakan-akan memberikan landasan danharapan baru bagi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang diarahkan terutama baginegara berkembang dan miskin, termasuk salah satu adalah bangsa Indonesia. Fenomenaini tentulah sangat menarik untuk kita coba telaah lebih dalam, terutama dengan maraknya perjanjian mengenai perdagangan bebas (
 free trade
) yang telah disepakati oleh bangsaIndonesia sebagai salah satu bentuk kebijakan yang telah diambil, dimana mungkin penulismencoba untuk melemparkan suatu pertanyaan sederhana dalam tulisan ini, apakah benar  perjanjian-perjanjian yang telah dibuat itu memang diarahkan dalam rangka percepatan pertumbuhan ekonomi sehingga dapat mempercepat pengentasan kemiskinan yang telahlama menyelimuti bangsa ini atau jangan-jangan itu hanyalah sekedar 
 pemanis
 belakauntuk memperkuat proses neokolonialisme dan imprealisme suatu negara terhadap negaralain?Kalau dilihat kembali mengenai isi perjanjian perdagangan bebas yang telah dibuatdan disepakati, pada dasarnya juga menegaskan akan pentingnya suatu produktifitasdiiringi dengan asas persamaan, keadilan, perlindungan hak-hak asasi manusia danlingkungan hidup, tetapi lagi-lagi kalau berbica mengenai realita, mungkin ada baiknyameninjau ulang mengenai kebenaran ditetapkannya asas-asas tersebut. James Petras dengancukup kritis pernah mengatakan bahwa wacana-wacana yang selama ini biasa kita anggapwajar harus dicermati ulang secara kritis. Modus Perdagangan bebas ini tidak lebih hanyaakan menjadi mekanisme penguasaan negara maju terhadap negara berkembang. Neoliberalisme dan propaganda atas keniscayaan integrasi pasar ekonomi tidak lebihhanyalah mitos dan klaim yang selalu dibangun untuk kepentingan relasi imperialis.
 
Pada prinsipnya perdagangan bebas atau
 free trade
adalah suatu bentuk penjabaranekonomi suatu negara yang mekanisme kebijakan perekonomiannya diserahkan kepadakebijakan pasar dengan meminimalkan seminim mungkin peran negara bahkan diharapkansama sekali tidak ada intervensi/campur tangan dari negara. Selain itu, perdagangangan bebas juga menyakini akan menciptakan kemakmuran bersama semua bangsa yangdisebabkan setidaknya oleh tiga hal yaitu pertama, perdagangan akan menyebabkan Negara-negara melakukan spesialisai dalam produksi setiap item dimana mereka secararelative lebih efesien.Suatu upaya yang secara keseluruhan ditujukan untuk menyerahkan perekonomiankepada mekanisme pasar bebas, contohnya saja bisa kita lihat semenjak disepakatinyakesepakatan berbagai perjanjian perdagangan bebas /FTA, mulai dari IJEPA (
 Indonesia- Japan Economic Partnership Agreement 
), C-AFTA(
China-Asean FTA
), K-AFTA (
 Korea- Asean FTA
), dan J-AFTA (
 Japan-Asean FTA
) yang jelas-jelas tidak memihak padakesejahteraan masyarakat secara mayoritas. Banyak para pengamat ekonom yangmenyimpulkan bahwa pada dasarnya
 Free Trade Agreement 
(FTA) hanyalah ditujukandalam rangka memperluas pasar dan agenda-agenda neoliberal semata, dimana dalamrangka mempermudah misinya, semua negara yang terlibat dalam perjanjian tersebutpunharus secara perlahan-lahan menghapuskan semua bentuk hambatanataskelancaran perdagangan dengan pemberian insentif dan kemudaan bea masuk dengan pajak 0 % serta kemudahan di bidang pertanahan dan keimigrasian yang diberikan dalamrangka menarik investasi dan perdagangan asing untuk masuk ke kawasan tersebut.Selain itu adanya perspektif kritis yang lebih melihat hubungan asimetris pada politik internasional, memandang perdagangan bebas tidak lebih sebagai bentuk baru penjajahan atau imperialisme gaya baru Negara maju kepada Negara berkembang ataumiskin, di mana para pemodal dalam skala internasional dengan alih-alih akanmeningkatkan pertumbuhan ekonomi negara lain justru tengah mempraktekkan upaya penghisapan keringat buruh yang lebih murah di negara lain. Motivasi ini selalu dikemasdengan konsep strategi diplomasi yang seolah-oleh akan menguntungkan semua negaradalam tiap negosiasi padahal justru yang terjadi adalah perpecahan dalam negeri akibat dariketidakadilan ekonomi dan lingkaran kemiskinan yang semakin meningkat.
 
1.2.Tujuan Penulisan1.3.Manfaat Penulisan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->