Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
BAB v. Struktur Atom

BAB v. Struktur Atom

Ratings: (0)|Views: 1,710|Likes:

More info:

Published by: Juzhmank Mahasiswa-rantauan on Mar 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/29/2013

pdf

text

original

 
143
Bab 5Struktur Atom5.1
 
Deskripsi
Setiap atom terdiri sebuah inti dan kecil yang terdiri dari proton dan neutron dansejumlah electron pada jarak yang agak jauh. Terdapat desakan kuat pada pikiran kita untukmenganggap electron berputar di sekeliling inti. Seperti planet mengelilingi matahari tetapiteori elektromagnetik klasik menolak kemungkinan terdapatnya orbit electron yang mantapdalam usaha untuk memecahkan kesukaran (paradox) ini, Niels Bohr menerapkan gagasankuantum pada struktur atomic pada tahun 1913 untuk mendapatkan model yang tetapmemudahkangambaran mental atom. Walaupun ternyata terdapat banyak kekurangan danharus digenti dengan pemerian mekanika kuantum supaya didapatkan ketelitian dan kegunaanyang lebih besar. Sejak awal tahun 1900-an para ilmuwan mengetahui bahwa atom pembentukmateri terdiri atas inti kecil yang dikelilingi oleh elektron. Pada bab ini akan kita bahasperkembangan teori tentang atom yang didasarkan pada penemuan-penemuan yang telahdilakukan oleh para ahli Fisika. atom, neutron, Rutherferd, partikel alpha, beta, gamma,proton, John Dalton, spektrum atom hidrogen, teori mekanika kuantum, elektron, J.J.Thomson, model atom Bohr, termasuk tentang dimensi inti dan partikel penyusunnya.
5.2
 
Relevansi
Keterkaitan antara bab ini dengan bab sebelumnya sangat erat, di mana bab sebelumnyamenjelaskan tentang teori partikel dan gelombang yang berkenaan dengan teori atom itusendiri. Mengingat dalam bab ini menjelaskan tentang sejarah perkembangan teori atomsampai pada penjelasan teori kuantum atom oleh Niels Bohr.
5.3
 
Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah mempelajari bab ini, diharapkan mahasiswa mampu :1.
 
Menyebutkan ilmuan-ilmuan dan membedakan postulat-postulat yang dihasilkan tentangteori atom.2.
 
Membedakan bentuk-bentuk struktur atom mulai dari yang paling sederhana sampai padastruktur kompleks.
 
144
3.
 
Memahami tingkat energy dan spectrum electron menurut teori Bohr.4.
 
Menjelaskan konsep inti atom, partikel penyusun inti atom dan menjelaskan satuan danorde massa inti serta teknik mengukur massa inti.
5.4
 
Uraian Materi5.4.1 Model Atom Dalton
John Dalton (1766–1844), seorang ilmuwan berkebangsaan Inggris dengan didukungdari hasil eksperimeneksperimennya mengembangkan konsep atom dari
 Demokritus
yangkemudian mengemukaan teori tentang atom. Secara garis besar teori atom Dalton dapatdisimpulkan sebagai berikut :1.
 
Atom merupakan bagian terkecil dari suatu zat yang tidak bisa dibagi lagi.2.
 
Atom-atom penyusun zat tertentu memiliki sifat yang sama.3.
 
Atom unsur tertentu tidak bisa berubah menjadi atom unsur lain.4.
 
Dua atom atau lebih dapat bersenyawa (bereaksi) membentuk molekul.5.
 
Dalam reaksi kimia perbandingan antara atom-atom penyusunnya mempunyaiperbandingan yang tertentu dan sederhana.6.
 
Dalam reaksi kimia pada dasarnya terjadi penyusunan kembali atom-atom penyusun zat.Model ini gagal dengan ditemukannya model atom Thompson.
5.4.2 Model Atom Thomson
Penemuan elektron pertama kali dikemukakan oleh J.J. Thomson pada saatmempelajari tentang sinar katode. Dari eksperimen tentang sinar katode yang dilakukan didalam Laboratorium Cavendish di Cambridge, Inggris pada tahun 1897 inilah J.J. Thomsonberhasil mengukur perbandingan antara muatan elektron dengan massa elektron (
e/m
), denganmengamati penyimpangan sinar katode dalam gabungan medan listrik dan medan magnet.Dari hasil perhitungan yang mutakhir perbandingan
e/m
adalah 1,7588 × 10
11
C/kg. Sekarangmenjadi tugas kalian, carilah informasi dari buku referensi atau dari internet tentang percobaanpengukuran muatan dan massa elektron (
e/m
) dari percobaan J.J. Thomson tersebut.Sehubungan dengan penemuan elektron yang menjadi bagian dari atom oleh
J.J.Thomson
pada tahun 1897, maka teori atom Dalton mulai goyah.
 
145
Berdasarkan hasil penemuan elektron tersebut, maka Thomson mengajukan modelatom untuk pertama kali (1904), yaitu sebagai berikut :1.
 
Atom bukan bagian terkecil dari zat.2.
 
Atom mempunyai muatan positif yang tersebar merata ke seluruh atom yang dinetralkanoleh elektron-elektron yang tersebar di antara muatan positif itu.3.
 
Massa elektron jauh lebih kecil dari massa atom.Apabila digambarkan/divisualisasikan model atom yang dikemukakan Thomson iniseperti
model roti kismis
di mana bagian atom seperti halnya kismis yang menempel pada kue.Model atom yang dikemukakan Thomson ini tidak dikembangkan lebih lanjut karena
tidak cocok 
dengan hasil percobaan yang dilakukan oleh Ernest Rutherford (1871-1937) yangmembuktikan bahwa muatan positif atom tidak tersebar merata di seluruh bagian atom tetapiterpusat pada bagian tengah atom yang kemudian disebut inti atom.
Gambar 5.1 Model atom Thomson
 
5.4.3 Model Atom Rutherford
Untuk menguji model atom J.J. Thomson, maka
Ernest Rutherford
mengadakanpercobaan dengan menembak atom-atom dengan partikel-partikel alpha, yaitu partikel denganmassa empat kali massa atom hidrogen dan muatan positif sebesar dua kali muatan elektron.Partikel alpha mempunyai daya tembus yang cukup kuat untuk melalui plat logam yang sangattipis. Dalam percobaannya, Rutherford menembakkan partikel alpha dengan sasaran targetlempengan tipis emas, seperti gambar di bawah ini :

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Ramses Prans liked this
Hani Diana liked this
sellanaafi liked this
Ajohe Ngerunyam liked this
Ajohe Ngerunyam liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->