Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
17Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Proposal Penelitian Kuantitatif

Proposal Penelitian Kuantitatif

Ratings: (0)|Views: 1,681 |Likes:
Published by Rina Noviana
Proposal ini disusun untuk memenuhi tugas akhir
pada Mata Kuliah MPS Kuantitatif
Tahun Akaemik 2011/2012
Proposal ini disusun untuk memenuhi tugas akhir
pada Mata Kuliah MPS Kuantitatif
Tahun Akaemik 2011/2012

More info:

Published by: Rina Noviana on Mar 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/24/2013

pdf

text

original

 
PROPOSAL PENELITIANKUALITAS PELAYANAN KESEHATANBAGI MASYARAKAT MISKIN(Tentang Kualitas Pelayanan bagi Masyarakat Pengguna KartuJamkesmas di Puskesmas Desa Nogosari Boyolali)
Proposal ini disusun untuk memenuhi tugas akhirpada Mata Kuliah MPS Kuantitatif Tahun Akaemik 2011/2012
Disusun Oleh :
RINA NOVIANA14020110120054JURUSAN ADMINISTRASI PUBLIKFAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIKUNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG
TAHUN AKADEMIK 2011/2012
 
A.
 
Latar Belakang Masalah
Kunci keberhasilan pembangunan nasional terletak pada kualitas manusia sebagai sumberdaya yang potensial dalam pelaksanaan pembangunan. Oleh karena itu usaha-usaha untuk mewujudkan manusia yang mempunyai kualitas yang baik harus terus diupayakan. Salah satuusaha yang dilakukan antara lain dengan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melaluipembangunan di bidang kesehatan. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang
Kesehatan Pasal 3 menyebutkan bahwa “Pembangunan kesehatan bertujuan untuk 
meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar
terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal”. Sedangkan tujuan dari pembangunan
kesehatan itu sendiri adalah untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidupsehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan dan gizi yang optimal melaluiterciptanya masyarakat, bangsa dan negara Indonesia yang ditandai oleh penduduknya yanghidup dengan perilaku dan dalam lingkungan sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkaupelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata, serta memiliki derajat kesehatanyang optimal di seluruh wilayah Indonesia.Pelayanan kesehatan untuk masyarakat merupakan hak asasi manusia yang harusdilaksanakan negara. Pemerintah harus melaksanakan prinsip-prinsip
good governance
dalammelaksanakan pelayanan publik termasuk pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan salahsatunya merupakan tanggungjawab pemerintah, tentunya dengan dukungan atau partisipasimasyarakat., dengan demikian upaya mewujudkan kesehatan rakyat yang diprogramkanpemerintah, peranan warga negara untuk memelihara diri, lingkungan dan masyarakat adalahsangat penting. Ini berarti bahwa pemeliharaan kesehatan diri, lingkungan dan masyarakatmerupakan kunci pokok tercapainya kesehatan secara keseluruhan.Pelayanan kesehatan yang diberikan Puskesmas ialah pelayanan kesehatan yang meliputipelayanan :1.
Kuratif 
(pengobatan);2.
Preventif 
(upaya pencegahan);3.
Promotif 
(peningkatan kesehatan);4.
 Rehabilitatif 
(pemulihan kesehatan).Puskesmas sebagai lembaga yang menangani masalah pelayanan kesehatan mempunyaiperanan yang cukup besar dalam rangka menciptakan pemeliharaan kesehatan masyarakat.Arti penting puskesmas ini adalah bahwa puskesmas merupakan salah satu unsur dalamkerangka tatanan atau sistem kesehatan nasional yang harus dapat memenuhi tujuanpembangunan kesehatan, yaitu untuk mencapai kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal.Penyelenggaraan jaminan pemeliharaan kesehatan bagi keluarga miskin telah berkembangluas secara nasional sejak terjadinya krisis moneter dengan pembiayaan pemerintah,. Hasilevaluasi dari Departemen Kesehatan terhadap penyelenggaraan program-program kesehatantersebut, menunjukkan bahwa masih terdapat banyak kelemahan dalam tahap implementasi,sehingga pelaksanaan program-program tersebut belum memberikan hasil yang optimum(Kompas, 3 Juli 2007). Secara umum, banyak kebijakan gagal atau tidak efektif mencapaitujuannya, karena bermasalah dalam tahap implementasi.Peningkatan kesehatan bagi masyarakat miskin ditinjau secara kuantitatif maupunkualitatif sebagai salah satu tolak ukur keberhasilan dari program-program yang telahdilaksanakan, ternyata masih jauh dari harapan pemerintah maupun masyarakat. Oleh karenaitu, Departemen Kesehatan mengambil kebijakan baru berupa Program Jaminan PemeliharaanKesehatan bagi Masyarakat Miskin (PJKMM) atau yang lebih dikenal dengan Askeskin.Program ini sebagai bentuk dari dikeluarkannya SK Menteri kesehatan Nomor1241/Menskes/SK/XI/2004, tanggal 12 November 2004, yang menugaskan PT. Askes(Persero) dalam pengelolaan program Askeskin. Akan tetapi sejak tahun 2008 MenteriKesehatan Siti Fadilah Supari menegaskan bahwa program Askeskin (Asuransi Kesehatan
 
Rakyat Miskin) telah diubah menjadi Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat), sesuaidengan Kepmenkes No. 125 Tahun 2008, termasuk juga perubahan nama supaya tidak identik dengan PT. Askes. Kebijakan baru itu antara lain penyaluran dana langsung dari KantorPerbendaharaan Kas Negara (KPKN) Departemen Keuangan langsung ke rumah sakit melaluibank yang ditunjuk.Tata laksana kepesertaan telah ditentukan secara nasional, yaitu 19,1 juta Rumah TanggaMiskin (RTM). Berdasarkan jumlah sasaran nasional tersebut Menteri Kesehatan (Menkes)membagi alokasi sasaran kuota Kabupaten/Kota.Sasaran Jamkesmas merupakan masyarakat atau anggota keluaga miskin dalam suatuwilayah, sedangkan kriteria miskin itu sendiri adalah:1. Sumber penerangan rumah tangga tidak menggunakan listrik.2. Sumber air minum berasal dari sumur/mata air tidak terlindung/sungai/air hujan.3. Bahan bakar untuk memasak sehari-hari adalah kayu bakar/arang/minyak tanah.4. Hanya mengkonsumsi daging/susu/ayam satu kali dalam seminggu.5. Hanya membeli satu stel pakaian baru dalam setahun.6. Tidak sanggup membayar biaya pengobatan di puskesmas/poliklinik.7. Sumber penghasilan kepala rumah tangga adalah : petani dengan luas lahan 0,5 Ha,buruh tani, nelayan, buruh bangunan, buruh perkebunan atau pekerjaan lainnya denganpendapatan di bawah Rp. 600.000 per bulan.8. Pendidikan tertinggi kepala rumah tangga adalah tidak sekolah/tidak tamat SD/hanyaSD.9. Tidak memiliki tabungan/barang yang mudah dijual dengan nilai Rp. 500.000, sepertisepeda motor (kredit/non kredit), emas, ternak, kapal motor atau barang modal lainnya.Jamkesmas merupakan bentuk kebijakan baru dari pemerintah dalam rangka melanjutkanprogram-program sebelumnya berkaitan dengan penyelenggaraan jaminan pemeliharaankesehatan bagi keluarga miskin yang dinilai gagal dalam tahap implementasi. Kegagalanprogram sebelumnya memberi dampak tersendiri bagi keluarga miskin yang menginginkanpelayanan kesehatan yang murah tetapi berkualitas. Karena itulah Jamkesmas sangatdiharapkan mampu menutupi kelemahan-kelemahan program kesehatan bagi masyarakatmiskin sebelumnya.Sebagai bagian dari organisasi pemerintah yang melayani kesehatan masyarakat di tingkatbawah, maka Puskesmas dituntut untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatannyaagar masyarakat puas dengan pelayanan yang diberikan sehingga masyarakat akan lebihtertarik untuk memanfaatkan jasa kesehatan di Puskesmas. Untuk dapat memaksimalkanpelayanan kepada masyarakat luas maka Puskesmas sebagai salah satu instansi publik harussenantiasa melakukan berbagai kebijakan yang dapat menarik minat pasien untuk memanfaatkan jasa pelayanan kesehatan yang ada, dan semua ini sangat bergantung padapegawainya, yaitu dengan memperlihatkan semangat kerja yang terus semakin baik.Layanan yang dilakukan lebih mengarah pada pengobatan atau pelayanan kesehatan ditingkat pertama (sebelum dilakukan perujukan ke rumah sakit) yaitu :1. Balai Pengobatan Umum;2. Balai Pengobatan Gigi;3. Kesehatan Ibu dan Anak (KIA);4. Keluarga Berencana (KB);5. Rontgen (Radiologi);6. Rekam Jantung;7. Laborat;8. Rawat Inap;9. Pelayanan Obstetri Neonafal Obsensial Dasar (Poned);10. Penanganan Penyakit Menular (P2M).

Activity (17)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
master_tommy25 liked this
EfrIani HikMah liked this
Lutfi N. Pratama liked this
Pangeran Tidur liked this
Herry Johandi liked this
WindyNurrisqiana liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->