Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perubahan Kolonialisme di Asia Tenggara

Perubahan Kolonialisme di Asia Tenggara

Ratings: (0)|Views: 278 |Likes:

More info:

Categories:Types, Reviews, Book
Published by: Rista Monica Giarno Putri on Mar 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/16/2014

pdf

text

original

 
Rista Monica Giarno Putri - 1006772102Mata Kuliah Politik Masyarakat Asia TenggaraCritical ReviewD.G.E Hall dalam bukunya Sejarah Asia Tenggara mengutarakan berbagai faktasejarah asia tenggara dari jaman pra kolonialisme hingga pasca kolonialisme. Namun padareview kali ini saya hanya akan membahas mengenai perubahan colonial yang terjadi pascakolonialisme di beberapa wilayah di asia tenggara.Perluasan dominasi Eropa di Asia Tenggara awalnya masuk atas doronganimperialisme. Di Eropa sedang terjadi industry besar-besaran kala itu, dan mendorong Eropauntuk mendapatkan suplai dari Asia Tenggara seperti minyak, karet, logam, dan lain-lain.selain itu pertumbuhan penduduk Eropa juga memerlukan permintaan yang lebih besar akanberas, kopi, the dan gula dari daerah tersebut. Hal inilah yang menyebabkan terjadinyaekspansi dan kemudian kolonialisme di daerah jajahan.Kolonialisme di Asia Tenggara yang terjadi contohnya Burma oleh Inggris, Indo-China oleh Perancis, dan Hindia Belanda oleh Belanda.Perubahan terjadi di daerah-daerah jajahan akibat kolonialisme. Seperti di Burma.Sebelum Inggris masuk dan mendapatkan propinsi Pegu tahun 1852, Burma tidak pernahmengekspor beras. Penduduk menanam padi untuk memenuhi keperluan sendiri. Namunperang saudara Amerika tahun 1861-1865, membuat Inggris melihat celah kekosongankarena ekspor beras Carolina ke Eropa kala itu tersendat. Kemudian selama 15 tahun terjadiperkembangan ekonomi yang mencolok berupa peningkatan produksi padi serta ekspor padi.Selama itu pula masyarakat kemudian mengenal system sewa tanah. Apalagi pada masa ituterjadi banyak perebutan untuk memperoleh lahan. Sehingga banyak lintah darat yang turuntangan untuk meminjami modal capital kepada petani. Namun pada akhirnya, mereka justrusemakin kesulitan dan terpaka menjual tanahnya. Tahun 1895, tanah di daerah-daerah terusberpindah tangan. Akhirnya tercatat 27% tanah yang digarap petani merupakan tanah milik tuan-tuan pertanian. Kemudian untuk melindungi petani pribumi dari lintah darat, kemudiandikeluarkan UU yang mengatur bunga pinjaman yang lebih rendah. Selain itu di awal abad20, juga digalakan koperasi.Sebelumnya pada tahun 1857-1858 terjadi perkembangan pesat dalam pembangunanfasilitas seperti pelabuhan, pelayaran, dan pertanian akibat dampak tidak langsung IndianMutiny. Hal ini kemudian membuat permintaan untuk tenaga kerja menanjak hingga akhirnyamembuat orang tersingkir dan digantikan tenaga kerja orang India yang lebih murah.Kemudian pada tahun 1937, Burma dan India secara resmi berpisah.
 
Rista Monica Giarno Putri - 1006772102Mata Kuliah Politik Masyarakat Asia TenggaraSetelah penaklukan Inggris, banyak penambahan jalan-jalan yang dibangun di Burma.Selain itu juga jalur kereta api mulai dibangun setelah pembukaan terusan suez. Tujuannyauntuk mempermudah menjangkau daerah-daerah yang tidak dilayani transportasi air.Selain pertanian, Burma juga menghasilkan kayu jati, minyak, dan tambang perak.Namun pada akhirnya modal asing masuk dan hamper semua pabrik-pabrik besar danconcern industry di Burma merupakan hutang asing dar kosporasi-korporasi Eropa. Bahkankereta api Burma yang dibangun India mengakibatkan pengambil alihan hutang.Wilayah jajahan lainnya adalah Indo-China. Perancis menguasainya dengan systempolitik kaku yang bersifat proteksi. Perancis memfungsikan koloni untuk mensuplai negarainduk dengan bahan mentah dan produk yang tidak bersaing di negeri induk sendiri.Perekonomian Indo-China sangat bergantung pada kepentingan-kepentingan Perancis kalaitu. Namun industry pribumi Indo-China masih tetap hidup. Hal ini karena sebagian besarpenduduk terlalu miskin untuk membeli barang-barang impor Perancis.Sebelum Perancis menjajah Indo-China, semua rakyat bergotong royong bersamadalam menanami sawah-sawah meskipun diantara mereka ada yang tidak memiliki lahan.Ketidaksamaan tersebut diimbangi dengan tanggung jawab bersama desa-desa. Namun begituPerancis masuk, system yang ada berubah. Tanah-tanah dikuasai oleh tuan-tuan tanahPerancis. Dan rakyat dipekerjakan untuk mendapatkan pembagian hasil panen. Alat-alatproduksi seperti kerbau, bibit, pupuk dan peralatan lainnya disewakan dengan bunga yangmahal. Pada akhirnya, sama seperti Burma, masyarakat tidak mampu membayar bunga. Dandi akhir, tanah dengan system milik bersama seperti dulu, sangat sedikit sekali tersisa. Karenaketidakmampuan membayar hutang, akhirnya para pemiliki tanah membagi tanahnya menjadipertanian kecil-kecil dan menyewakan kepada petani tradisional atau primitive.Sama seperti Burma, petani di Indo-China juga mengalami masalah pelik dalamperhutangan. Untuk itu di tahun 1926, didirikan Credit Mutuel Agricole untuk memberpinjaman pada koperasi-koperasi pertanian yang meliputi padi dan bahan-bahan sembako.Namun saying kemampuan beli penduduk terus menurun akibat kemiskinan danbertambahnya jumlah penduduk. Oleh karena itu, Perancis berusaha menggalakantransmigrasi penduduk untuk dipekerjakan di perkebunan pedalaman supaya kondisikehidupan membaik. Namun orang Vietnam menolak berpindah karena mereka tidak sukaberpindah dari tempat dimana nenek moyang mereka dipuja.
 
Rista Monica Giarno Putri - 1006772102Mata Kuliah Politik Masyarakat Asia TenggaraPerancis memutar perekonomian Indo-China melalui pajak yang ditarik dari dalamnegeri dan melalui pinjaman luar negeri (investasi). Modal-modal tersebut masuk ditraik melalui tambang-tambang, industry batu bara, timah, seng, industry listrik, alcohol,tembakau, dan lain-lain. seiring berjalan waktu, ikatan ekonomi Indo-China dan Perancistumbuh secara progresif lebih kuat. Namun sayangnya, industry pribumi mulai merosot.Industry pribumi setidaknya masih ada meskipun sedikit. Hal ini karena masyarakat sebagianbesar terlalu miskin untuk membeli barang-barang impor Perancis.Pada dasarnya, tujuan ekonomi Perancis adalah menaikan standar hidup merekasehingga memungkinkan mereka mampu membeli barang-barang Prancis dan untuk mengusahakan lebih banyak pekerja pada perdagangan laut Perancis.Wilayah jajahan selanjutnya Hindia Belanda. Pada tahun 1870, Belanda mencegahpembentukan golongan-golongan tuan tanah seperti yang terdapat di daerah-daerah jajahan diAsia Tenggara. Penduduk pribumi hidup di atas hutang-hutang yang disuplai oleh tukanggadai China dan lintah darat Arab dengan bunga yang mencelakakan. Kemudian mulaimuncullah system kredit popular dan koperasi-koperasi desa. Namun tetap saja lintah daratperseorangan lebih unggul karena memberikan pinjaman secara cepat. Dan efeknya, petaniberujung pada ketidakmampuan melunasi hingga akhrinya sering terpaksa menjual tanahnyapada perusahaan perkebunan Eropa.Hal tersebut memberikan pengaruh depresi hebat bagi orang-orang Indonesia.
Akhirnya Belanda menjalankan ‘politik kerisis’ dengan berbagai tindakan untuk merangsang
industry pribumi. Di sisi lain, kelahiran kehidupan nasional muncul seiring dengantumbuhnya organisasi gerakan nasional dan pendirian sekolah liar.Di tahun 1900, berbagai seluruh perdagangan dan perbankan dipegang oleh orang-orang Belanda dan orang-orang China sebagai perantara. Pribumi dibatasi hanya padaperdagangan eceran kecil. Tahun 1930, banyak pendatang ke Indonesia tak hanya dariBelanda tapi dari Jepang, Jerman, dan Inggris.Dalam konstitusi Belanda tahun 1848 berlaku UU yang mengatur posisi raja danmengatur hubungan negara induk dan negara koloni. Kemudian berlakulah system tanampaksa (culture stelseel) di Hindia Belanda.Tahun 1860, terjadi perjuangan menentang tanam paksa. Kemudian pada masa jabatan Van Der Putte, terjadi perubahan-perubahan seperti penghapusan tanam paksadiantara kurun waktu 1862-1866 dan penghapusan buruh paksa di daerah hutan tahun 1865.

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Mey Mei liked this
NoorFatila Nadia liked this
Yang Bijaksana liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->