Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
14Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pendekatan Struktural NEW

Pendekatan Struktural NEW

Ratings: (0)|Views: 658 |Likes:

More info:

Published by: Nancy Megawati Simanjuntak on Mar 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/21/2013

pdf

text

original

 
2
 pengarang, dan menentang teori-teori yang menganggap sastra sebagai mediakomunikasi antara pengarang dan pembacanya. Teori strukturalisme memiliki latar  belakang sejarah evolusi yang cukup panjang dan berkembang secara dinamis.Dalam perkembangan itu terdapat banyak konsep dan istilah yang berbeda-beda, bahkan saling bertentangan. Misalnya, strukturalisme di Perancis tidak memilikikaftan erat dengan strukturalisme ajaran Boas, Sapir, dan Whorf di Amerika. Akantetapi semua pemikiran strukturalisme dapat dipersatukan dengan adanya pembaharuan dalam ilmu bahasa yang dirintis oleh Ferdinand de Saussure. Jadiwalaupun terdapat banyak perbedaan antara pemikir-pemikir strukturalis, namuntitik persamaannya adalah bahwa mereka semua memiliki kaitan tertentu dengan prinsip-prinsip dasar linguistik Saussure (Bertens, 1985: 379-381).Ferdinand de Saussure meletakkan dasar bagi linguistik modem melaluimazhab yang didirikannya, yaitu mazhab Jenewa. Menurut Saussure prinsip dasar linguistik adalah adanya perbedaan yang jelas antara
 signifiant 
(bentuk, tanda,lambang) dan
 signifie
(yang ditandakan), antara
 parole
(tuturan) dan langue(bahasa), dan antara sinkronis dan diakronis.Dengan klasifikasi yang tegas dan jelas ini ilmu bahasa dimungkinkan berkembang menjadi ilmu yang otonom, di mana fenomena bahasa dapat dijelaskandan dianalisis tanpa mendasarkan dirt atas apa pun yang letaknya di luar bahasa.Saussure membawa perputaran perspektif yang radikal dari pendekatan diakronik ke pendekatan sinkronik. Sistem dan metode linguistik mulai berkembang secarailmiah dan menghasilkan teori-teori yang segera dapat diterima secara luas.
 
3
Keberhasilan studi linguistik kemudian diikuti oleh berbagai cabang ilmu lainseperti antropologi, filsafat, psikoanalisis, puisi, dan analisis cerita.Jan Mukarovsky memperkenalkan konsep kembar artefakta-objek-estetik.Sastra dianggap sebagai sebuah fakta semiotik yang tetap. Teks-teks sastradianggap sebagai suatu tanda majemuk dalam konteks luas yang meliputi sistem-sistem sastra dan sosial. Sklovsky mengembangkan konsep otomatisasi dandeotomatisasi, yang serupa dengan konsep Roman Jakobson tentang familiarisasidan defamiliarisasi. Dasar anggapan mereka adalah bahwa bahasa sastra sering kalimemunculkan gaya yang berbeda dari gaya bahasa sehari-hari maupun gaya bahasailmiah. Struktur bahasa ini pun sering kali menghadirkan berbagai pola yangmenyimpang dan tidak biasa.Roland Barthes danJulia Kristeva (Strukturalisme Perancis)mengambangkan seni penafsiran struktural berdasarkan kode-kode bahasa tekssastra. Melalui kode bahasa itu, diungkapkan kode-kode retorika, psikoanalitis,sosiokultural. Mereka menekankan bahwa sebuah karya sastra haruslah dipandangsecara otonom. Puisi khususnya dan sastra umumnya harus diteliti secara objektif (yakni aspek intrinsiknya). Keindahan sastra terletak pada penggunaan bahasanyayang khas yang mengandung efek-efek estetik. Aspek-aspek ekstrinsik sepertiideologi, moral, sosiokultural, psikologi, dan agama tidaklah indah pada dirinyasendiri melainkan karena dituangkan dalam cara tertentu melalui sarana bahasa puitik. Teori strukturalisme sastra, sesuai dengan penjelasan di atas, dapatdipandang sebagai teori yang ilmiah mengingat terpenuhinya tiga ciri ilmiah.
 
4
Ciri ilimah tersebut adalah:1.Sebagai aktivitas yang bersifat intelektual, teori strukturalisme sastramengarah pada tujuan yang jelas yakni eksplikasi tekstual,2.Sebagai metode ilmiah, teori ini memiliki cara kerja teknis dan rangkaianlangkah-langkah yang tertib untuk mencapai simpulan yang valid, yaknimelalui pengkajian ergosentrik,3.Sebagai pengetahuan, teori strukturalisme sastra dapat dipelajari dandipahami secara umum dan luas serta dapat dibuktikan kebenaran carakerjanya secara cermat.Pada kesempatan kali ini, penulis akan mengkaji cerpen “
Sih”
dalam surat
kabar  Jawa Pos, Minggu 8 Januari 2012
dengan menggunakan teori struktural. Dimanakajian yang akan saya bahas dalam cerpen Sih adalah tema cerpen, sudut pandangcerpen, plot cerpen, setting cerpen, tokoh dalam cerpen, dan konflik yang terjadi didalam cerpen.1 .2 Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam penelitianini adalah : Bagaimanakah struktur cerpen “Sih” karya Ajib Purnawan dalam suratkabar Jawa Pos, Minggu 8 Januari 2012 ?1 .3 Tujuan PenelitianBerdasarkan rumusan masalah, tujuan umum dari penelitian iniyakni untuk mendeskripsikan struktur cerpen “Sih” karya Ajib Purnawandalam surat kabar Jawa Pos, Minggu 8 Januari 2011.

Activity (14)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Nuris Hidayat liked this
Nuh Chandra added this note
SALAM. Kami minta izin memakai sebagian tulisan ini utk pembuatan makalah. terima kasih..
Andi Anjasmara liked this
Bakhtiar Junior liked this
Emy Maniztt liked this
Ardiyan Reyzaky liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->