Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tugas Konflik International

Tugas Konflik International

Ratings: (0)|Views: 108 |Likes:
Published by Ib Likes Avenged

More info:

Published by: Ib Likes Avenged on Mar 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/20/2012

pdf

text

original

 
 
KONFLIK INTERNASIONAL
A.
 
Pendahuluan
Salah satu masalah yang paling mendesak dalam bidang hubungan internasionaladalah masalah sebab-sebab terjadinya perang. Mengapa suatu perang / konflik sangatsering terjadi dalam dunia internasional? Apakah perang merupakan suatu penyakitdalam sistem sosial manusia, suatu kegilaan kolektif, atau sekedar kecelakaan sepertihalnya seseorang jatuh dari tangga? Perang merupakan salah satu kegiatan manusiayang dipelajari secara hati-hati. Puluhan ribu buku mengenai perang telah banyak ditulis. Ada pula beberapa jurnal yang khusus dibuat dengan fokus analisis mengenaiperang, seperti Journal of Conflict Resolution di Amerika Serikat, Journal of PeaceResearch di Norwegia, dan Peace Research Reviews di Kanada. Penelitian tentangperdamaian banyak melahirkan temuan ilmiah dan menumbuhkan beberapa aliranpemikiran yang berbeda. Teori-teori mengenai sebab-sebab perang dan konflik akandicoba dikupas dalam makalah ini dan sebagian usul dan temuan yang penting.
 
B.
 
Perselisihan Teritorial.
Di antara konflik internasional yang dapat diukur, persoalan wilayah menjadisangat penting, karena hal tersebut merupakan sifat alamiah teritorial sebuah negara.Konflik atas kontrol wilayah dapat dibedakan dalam dua variasi : Perselisihan teritorial(mengenai garis perbatasan) dan konflik atas kontrol keseluruhan wilayah termasuk perbatasan. Mempertimbangkan perbedaan utama mengenai penarikan garis batas antarakedua negara tersebut, maka negara harus mengontrol wilayah yang diperselisihkan.Karena nilai wilayah negara hampir sama dengan kesetiaan dan kefanatikan,perselisihan batas negara cenderung menjadi persoalan yang keras dalam hubunganinternasional. Negara tidak akan menukar wilayahnya untuk mendapatkan uang atauimbalan apapun yang positif. Negara pun tidak akan cepat melupakan wilayah yanghilang secara paksa, seperti tatkala mengalahkan Perancis pada tahun 1871, Jermanmengambil provinsi Perancis, yaitu Alsace dan Lorreine. Perancis merasa tidak senangatas kehilangan tersebut dan rasa nasionalisme rakyat Perancis membuat sulitpendudukan Jerman atas wilayah tersebut. Pada akhirnya dikembalikan setelah Jermankalah dalam Perang Dunia ke I. Hasil dari pengembalian wilayah yang hilang dinamakan
irredentism”.
Hal ini adalah bentuk dari nasionalisme yang mengarah secara langsungkepada konflik yang serius antar negara bagian.Karena hubungannya dengan integritas negara, wilayah menjadi jauh lebihberharga daripada nilai ekonomi atau strategi yang mereka ambil secara bersamaan,misalnya setelah Israel dan Mesir berdamai pada tahun 1978, mereka menyelesaikanperselisihan yang telah berlangsung selama beberapa dekade mengenai Taba, alur pantaidi mana developer Israel telah membangun hotel melebihi garis perbatasan lama. Keduanegara akhirnya menyerahkan isu tersebut kepada hukum arbitrasi, dan akhirnya daerahtersebut ditetapkan menjadi milik Mesir. Memperoleh kembali setiap inci wilayah negara,
 
 bagi Mesir merupakan masalah kehormatan nasional dan simbol dari kedaulatan danintegritas teritorial yang menegaskan status daerah tersebut sebagai bagian dari negaraMesir. Hal yang sama dirasakan dirasakan oleh Perancis berkaitan dengan Alsace
 – 
 Lorreine.Pengecualian untuk sikap terhadap wilayah ini digunakan untuk hal yangberhubungan dengan koloni dan kepemilikan teritorial lain dari negara. Karena hal itubukan bagian dari wilayah pusat atau berhubungan dengan ide bangsa, maka hal ituhanya bernilai sebagai properti yang dapat dimenangkan, hilang, dijual ataudiperdagangkan dalam kesepakatan politik dan perang. Hal ini terjadi pada Perancis danRusia yang menjual wilayah mereka masing-masingdi Lousiana dan Alaska (yangbernilai karena sumberdaya alam yang dikandungnya, ataupun karena lokasigeopolitisnya) kepada Amerika SerikatSebagai contoh, Inggris sejak 1704 telah mengklaim Selat Gibraltar untuk masuk keMediterania, lalu Amerika Serikat sejak 1898 memiliki pulau Guam di Pasifik, yangdigunakan sebagai basis militer. Tetapi kemudian dengan makin sedikitnya koloni yangtertinggal, sebagian besar wilayah dunia merupakan wilayah pusat bagi beberapa negara.Nilai suatu wilayah dalam wilayah pusat suatu negara sepertinya tidak berkurang,walaupun pengurangan kejelasan dalam nilai yang melekat pada wilayah melebihi waktu,seperti teknologi yang telah berkembang. Secara historis, wilayah merupakan basis dariproduksi ekonomi, agrikultur dan penyediaan bahan mentah, bahkan dalam masa Sun
Tzu pernah dikatakan, “tanah adalah dasar dari Negara”, karena pada masa itu dalam
 masyarakat pertanian, sistem internasional berkembang.Kemenangan dan kekalahan dalam perang artinya memperoleh atau kehilanganwilayah, bersamaan dengan kekayaan dankekuasaan dalam jangka panjang. Pada abad20, bagaimanapun lebih banyak kemakmuran diperoleh dari perdagangan dan teknologidaripada agrikultur. Harga dari sebagian besar perselisihan teritorial, tampak lebihbanyak pada keuntungan ekonomi daripada wilayah.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->