Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Penjualan Polis Asuransi

Penjualan Polis Asuransi

Ratings: (0)|Views: 106 |Likes:
Published by Kevin Kevan Breemer

More info:

Published by: Kevin Kevan Breemer on Mar 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2014

pdf

text

original

 
1ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENJUALAN POLISASURANSI PADA KANTOR ASURANSI JIWA BERSAMA (AJB) BUMIPUTERA RAYONUTAMA KENDARI
SKRIPSI
O L E H :ANANG SUDARSONOSTB. 211 211 034
BAB IPENDAHULUAN1.1. Latar BelakangPendayagunaan sumberdaya manusia di dalam suatu instansi antara lain dilakukanmelalui fungsi perencanaan, rekruitmen dan seleksi, pengembangan sumber dayamanusia, perencanaan dan pengembangan karir, pemberian kompensasi dankesejahteraan, keselamatan kerja dan hubungan kerja dan fungsional dalam instansi.Sumberdaya manusia yang diberdayakan merupakan sumberdaya yang memilikipotensi dan dibekali dengan berbagai keterampilan dan pendidikan serta keahlian dankemampuan untuk melaksanakan pekerjaan yang akan diberikan atau diembankankepadanya. Sumberdaya manusia tersebut termasuk para karyawan dan pegawai padaberbagai perusahaan.Pemberdayaan karyawan dan pegawai pada lingkup perusahaan merupakan bagiandari pengembangan sumberdaya manusia dengan menitikberatkan pada pencapaiantujuan berupa peningkatan kualitas dan etos kerja karyawan.Peranan karyawan dalam hal ini, disamping sebagai sumber daya atau dikenaldengan sebutan faktor produksi untuk digunakan dalam berbagai kegiatan perusahaan, juga merupakan sumber penerimaan bagi perusahaan. Karyawan yang potensial biasanyadikenakan pekerjaan yang lebih profesional sesuai dengan profesinya, sehinggapekerjaan tersebut dapat dikerjakan dengan baik dan mencapai tujuan yang diinginkan.Dalam kaitannya dengan peningkatan kinerja karyawan, berbagai penelitian yangtelah dilakukan menunjukkan masih banyak perusahaan yang tidak pernah atau kurangmemperhatikan pendidikan dan pelatihan dengan adanya pendidikan dan pelatihan, makakaryawan dapat meningkatkan kinerjanya. Dalam kondisi apapun, setiap perusahaanselalu menginginkan prestasi kerja karyawannya terus meningkat, bila prestasi kerjakaryawan menurun akan menimbulkan akibat antara lain proses administrasi terganggusehingga target pekerjaan tidak terealisasi dengan baik.Untuk meningkatkan kinerja karyawan yang diinginkan tentu tidak terlepas darikemampuan yang dimiliki perusahaan dalam melatihan dan mendidik karyawan tersebut.Oleh sebab itu setiap perusahaan harus menyediakan waktu dan sejumlah dana untuk melaksanakan program pendidikan dan pelatihan bagi para karyawan sesuai dengan
 
2
kebutuhan dan perkembangan pengetahuan karena pendidikan dan pelatihan parakaryawan akan sangat berarti bagi kemajuan perusahaan tersebut.Dalam kenyataannya bahwa karyawan yang telah mempunyai kecakapan danketerampilan dasar yang diperlukan oleh perusahaan, sering menjadi pilihan utama bagiperusahaan dengan maksud bahwa perusahaan tidak lagi melakukan kegiatan pendidikandan pelatihan guna pengembangan karyawan lebih lanjutHal tersebut sangat sesuai dengan keadaan karyawan pada Kantor Asuransi JiwaBersama (AJB) Bumiputera Rayon Utama Kendari , dimana sampai saat inikaryawannya sudah pernah mengikuti pendidikan dan pelatihan sesuai dengan jobkerjanya.Bagi karyawan yang telah mengikuti program pendidikan dan pelatihandimaksudkan untuk mengantisipasi perkembangan perusahaan dimasa yang akan datang.Karyawan ini merupakan mitra yang dianggap potensial bagi pengembangan perusahaan.Disamping itu tingkat pendidikan yang mereka miliki, turut mendukung untuk menerimainovasi baru.Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian lebihlanjut dengan mengangkat judul Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi PenjualanPolis Asuransi pada Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera Rayon Utama Kendari.
1.2. Permasalahan
Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan pada latar belakang sebelumnya,maka yang menjadi permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah :Apakah faktor pendidikan, pelatihan, dan pengalaman mempunyai pengaruh terhadappenjualan polis asuransi pada Kantor Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera RayonUtama Kendari.
1.3. TujuanPenelitian
Adapun Tujuan yang ingin dicapai dalam Penelitian ini adalah :Untuk mengetahui pengaruh faktor pendidikan, pelatihan, dan pengalamanterhadap penjualan polis asuransi pada Kantor Asuransi Jiwa Bersama (AJB) BumiputeraRayon Utama Kendari.
1.4 Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai :
1.
Pertimbangan bagi pimpinan Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera danpengambil kebijakan lainnya dalam rangka mengambil kebijakan untupengembangan sumberdaya manusia sebab dengan adanya pendidikan danpelatihan, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas karyawan dimasa yangakan datang.
2.
Sebagai dasar dan pertimbangan bagi peneliti lebih lanjut
1.5 RuangLingkupPembahasan
Untuk menghindari penafsiran yang berbeda dan lebih terarahnya penulisan ini,maka penulis membatasi ruang lingkup penulisan pada Faktor-Faktor Yang
 
3
Mempengaruhi Penjualan Polis Asuransi pada AJB Bumiputera Rayon Utama Kendariyang meliputi :a. Pendidikanb. Pelatihanc. Pengalaman
BABIITINJAUAN PUSTAKA2.1. PenelitianTerdahulu
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Nuryance, (2001) dengan judul“ Pengaruh Pendidikan dan Pelatihan Terhadap Peningkatan Prestasi Kerja Pegawai PadaPT. Jasa Raharja Cabang Kendari“, diketahui bahwa pendidikan dan pelatihan yangdilakukan PT. Jasa Raharja Cabang Kendari berpengaruh terhadap peningkatan prestasikerja karyawan, dimana pendidikan dan pelatihan yang dilakukan meliputi pendidikandan pelatihan informatikan, pendidikan dan pelatihan komputer, pelatihan teknik perasuransian, dan pendidikan dan pelatihan keuangan. Bentuk pendidikan dan pelatihanini dianggap berhubungan dengan kegiatan perusahaan sehingga harus dilakukan untuk meningkatkan prestasi kerja karyawan.
2.2 KonsepAsuransi
Kata asuransi berasal dari bahasa Belanda yaitu “Assurantie” ditulis ke dalambahasa Indonesia “Asuransidan “Verzekering” diartikan ke dalam bahasa Indonesiadisebut “Pertanggung-jawaban” (Radiks Purba, 1995 : 20).Secara umum dapat diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menetapkankerugian kecil (sedikit) yang sudah pasti sebagai pengganti (subtitusi) kerugian-kerugianbesar yang belum pasti bermanfaat untuk perorangan (individu), bagi masyarakatmaupun perusahaan atau bentuk usaha lainnya. (LPPM, 1995 : 10).Menurut Hansel, D.S. (1994 : 12) asuransi diartikan sebagai suatu rencana sosialyang bertujuan memberikan santunan untuk suatu akibat musibah yang pembayarannyadilakukan dari sumbangan-sumbangan yang dikumpulkan dari semua pihak yang ikutdalam rencana dimaksud.Undang-undang Hukum Dagang (KUHD) yang mulai berlaku pada tanggal 1 Mei1948 dan termuat dalam Lemabaran Negara 1848 No. 23 menejelaskan, asuransi ataupertanggung jawaban adalah suatu perjanjian, dimana penanggung dengan menikmatisuatu premi mengikat dirinya terhadap tertanggung untuk membebaskannya darikerugian karena kehilangan kutuhan yang diharapkanya karena suatu peristiwa yangtidak pasti. (LPPM, 1994 : 12).Riger dan Miller dalam Salim (1989 : 15) faedah berasuransi adalah :1. Asuransi membuat masyarakat dan perusahaan dalam keadaan aman.2. Dengan asuransi efisiens perusahaan dapat diperhatikan guna menjaga kelancaranperusahaan.3. Dengan asuransi terdapat suatu kecenderungan, penarikan, biaya akan dilakukanseadil mungkin.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->